Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Chapter 42


__ADS_3

***


Zivana menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih, gadis itu merebahkan tubuhnya di atas kasur yang beberapa waktu lalu dia tinggalkan. Tempat tidur nyaman itu kembali dia tempati, mimpi buruk nya yang kemarin sudah berlalu.


Gadis itu memutuskan untuk menginap di rumah, dia juga akan kembali tinggal di rumah bersama keluarga nya. Besok dia akan mengambil barang-barang milik nya di kontrak, besok malam juga orang tua nya meminta bertemu dengan keluarga Dean.


Tidak ada hal lain yang mampu membuat nya bahagia, selain keluarga nya kembali seperti dulu. Zivana yang asyik mengamati langit langit kamar itu terlonjak kaget saat ponsel miliknya berbunyi, segera dia meraih nya dan melihat nama orang yang menelpon nya.


"Om Dean," buru-buru Zivana menjawab panggilan itu, dia juga akan menelpon pria itu tadinya hanya saja dia sedang asyik menikmati kasur empuk nya.


"Hallo, di sini Ziva. Ada yang bisa saya banting?"


Di sebrang telepon seluler sana, Dean tertawa kecil mendengar itu. Gadis ini benar-benar mood booster baginya, selalu mampu membuat Dean tertawa dengan tingkah lucunya.


"Hallo, di sini calon suaminya Zivana. Bisa tolong temui saya sebentar, kangen soalnya." Dean menirukan gaya bicara Zivana, pria itu semenjak berhubungan dengan Zivana entah kenapa ikut-ikutan menjadi tidak kelas juga. Entah itu memang sifat aslinya, atau itu sifat yang di tularkan oleh Zivana pada nya.


Zivana menggulingkan badannya ke sebelah kanan dan kiri, biasalah Zivana salah tingkah karena ucapan Dean. Pipinya memerah, gadis itu juga memukul-mukul bantal saking salah tingkah nya.


"Oh, mau bertemu ya? Tapi maaf, tidak bisa bertemu sebelum besok malam." Ujar Zivana.


"Kenapa?" pertanyaan Dean terdengar begitu menggemaskan menurut Zivana, pria itu bertanya dengan polosnya seperti anak kecil yang di larang meminum es.

__ADS_1


"Karena Ziva sibuk, mau pindahan dan mau ke salon soalnya nanti mau ketemu calon mama mertua."


"Oh..."


Zivana menautkan alisnya heran, Dean hanya ber 'oh' saja. Gadis itu pun mengubah posisi nya menjadi duduk. "Om kenapa? Gak suka ya orang tua Ziva mau ketemu orang tua om?"


Sebelumnya papa Zivana sudah menelpon Dean, Hendri mengundang Dean dan orang tua nya untuk makan malam sekaligus membahas pertunangan mereka.


"Bukan begitu, hanya saja aku merasa tidak bersemangat untuk besok. Aku jadi merasa malas bekerja." Pernyataan Dean ini sukses membuat Zivana tertawa lepas, pria itu selalu mengatakan tidak bersemangat jika Zivana tidak menemuinya sehari saja.


"Sabar ya, tunggu sampai besok malam. Kalau gitu, Ziva tutup telpon nya. Mau tidur capek, bay bay!!" telepon itu dimatikan sepihak oleh Zivana, dapat dia pastikan Dean sekarang sedang mengumpat kesal.


"Dulu gengsian, sekarang gak tau malu. Gemesin banget sih, duda ku ini."


...***...


Dean memiliki ide untuk dia bisa menemui gadis itu, tapi sepertinya itu tidak akan efektif. Dia bisa bertemu, tapi tidak akan bisa lama. Selain itu dia juga tidak bisa bermanja-manja padanya, memang paling benar itu Zivana datang ke kantor nya atau mereka langsung menikah saja besok.


"****! aku benar-benar gila karena nya." Baru sadar ternyata dirinya sudah di buat jatuh, sejatuh-jatuhnya pada pesona seorang Zivana. Dean sempat tidak percaya, dulu dia selalu menghindar dari gadis ini. Dia selalu menolak nya, tapi usaha nya berhasil membuat Dean luluh.


"Setelah besok malam, aku tidak akan melepaskan mu lagi." Bibir Dean terangkat ke atas.

__ADS_1


...***...


Sebuah gedung bintang lima menjadi pilihan orang tua Zivana untuk makan malam kali ini, mereka sudah memesan tempat khusus di sana. Zivana dengan gaun cantik yang di pilihkan Resa sudah menunggu di mobil, sementara Resa dan Hendri masih berada di dalam rumah. Seharian ini baik Resa ataupun Hendri terlihat sibuk, entah apa yang mereka kerjakan seharian ini.


Tak lama keduanya pun datang, mereka langsung masuk kedalam mobil. Kompak mengenakan pakaian berwarna monokrom, Hendri dan Resa terlihat begitu serasi.


"Sudah siap sayang?" Resa sudah duduk di kursi samping kemudi, dia melihat putri nya yang duduk di kursi belakang.


Zivana mengangguk mantap, gadis itu selalu siap. Bahkan di kali pertama saja Zivana hanya merasa deg-degan sebentar, setelah nya gadis itu merasa santai-santai saja.


Mobil mereka mulai meninggalkan pekarangan rumah, melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota. Butuh waktu sekitar 20 menit, mereka sampai di gedung. Tak menunggu lama lagi, mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam gedung. Zivana pikir hanya akan pergi ke restoran, tapi ternyata orang tuanya memesan gedung.


Ini hanya acara makan malam, seharusnya tidak perlu seperti ini pikir Zivana. Tapi, orang tuanya memang sangat susah di tebak. Tak ambil pusing dengan gedung yang di pilih, Zivana tetap mengikuti langkah kedua orang tuanya.


"Ma, ini acara makan malam kan bukan acara nikahan?" Zivana melihat-lihat sekeliling, tempat nya terlihat di hias dengan beberapa dekor seperti untuk acara pernikahan.


"Ini acara pernikahan sayang, pernikahan kamu sama Dean. Gimana, kamu suka kan?" jawab Resa tanpa sadar, wanita itu asyik melihat hiasan gedung.


"Hah?! Apa?!!" pekik Zivana kaget.


...***...

__ADS_1


...Up! Up! Up!...


...Wah! Wah!! Apa maksudnya ini??!😂...


__ADS_2