Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Chapter 56


__ADS_3

***


Usia kandungan Zivana sudah memasuki bulan ke 8, untuk aktivitas Zivana sudah membatasi nya semenjak tahu dia hamil. Tapi, di karena kandungan nya yang sudah besar ini Zivana menjadi lebih membatasi aktivitas nya. Sebenarnya Dean lah pelakunya, dia tidak membiarkan Zivana melakukan sesuatu terlalu sering.


Pria itu pun minggu ini sudah mulai mengambil cuti, takut-takut terjadi sesuatu pada Zivana. Dean juga sudah menyuruh orang tua mereka untuk datang di bulan ke 8 ini, dia pun berniat untuk menambah waktu tinggal nya lebih lama lagi di London.


Mereka akan pulang saat bayi kecil itu sudah bisa di bawa bepergian jauh, bukan apa-apa Dean hanya terlalu merasa khawatir. Di ketahui jenis kelamin calon anak mereka itu laki-laki, tentunya Dean dan Zivana tidak terlalu mempermasalahkan jenis kelamin tapi saat tahu janin Zivana berjenis kelamin laki-laki kebahagiaan mereka menjadi berlipat.


"Mas, Ziva pengen ice cream." Zivana melihat iklan di televisi, dia jadi teringat sudah lama sekali tak memakan ice cream.


"Ice cream? Akan aku belikan, tapi janji hanya satu tidak lebih." Zivana langsung mengangguk patuh, Dean pun menelpon seseorang untuk membelikan ice cream.


Keduanya duduk bersantai di depan televisi, hari-hari Zivana terasa membosankan karena Dean. Sebenarnya dokter sudah pernah memberitahu Dean agar tak terlalu khawatir, tapi Dean tetap seperti itu. Dokter juga pernah mengatakan agar Zivana bisa tetap aktif, itu untuk memperlancar proses persalinan yang akan dia jalani nanti.


Beberapa menit berlalu, ice cream yang Zivana inginkan pun datang. Dengan semangat Zivana membuka bungkusan berisi ice cream itu, dia begitu semangat untuk menghabiskan ice cream nya. Sayang sekali, Dean benar-benar hanya membelikan satu ice cream untuk Zivana.


"Sayang lihat, daddy kamu itu pelit banget. Masa mommy pengen ice cream, dia beli cuma satu." Zivana berbicara sambil mengelus-elus perut buncitnya.


"Jangan dengerin, mommy kamu itu keras kepala. Untung daddy baik sudah membelikan nya ice cream."


Zivana tampak kesal, dia menghabiskan ice cream nya dengan cepat. Dean sesekali melirik pada Zivana yang kini nampak sudah menghabiskan ice cream nya, dalam hati dia sangat was-was takut Zivana meminta hal aneh lainnya.


Berusaha terlihat cuek, Dean pun bangkit dan berlalu tanpa mengatakan apapun. Dia pergi ke kamar, takut sekali jika Zivana meminta yang lain lagi. Dean malas keluar rumah, di sini pun sudah tidak ada Arzan pria itu sudah kembali ke Indonesia lebih dulu beberapa bulan lalu. Entahlah Dean tidak tahu pasti alasan nya, tapi jujur saja Dean menjadi kewalahan karena tidak adanya Arzan.


Untung nya dia menemukan seseorang untuk menggantikan posisi Arzan, tapi dia tidak bisa sepenuhnya memperlakukan dia seperti memperlakukan Arzan. Dean takut orang baru itu akan berhenti karena terlalu banyak hal yang harus di kerjakan, apa lagi hal yang bukan mencangkup pekerjaan di kantor melainkan hal pribadi.


Sangat berbeda saat ada Arzan, dia bebas menyuruhnya melakukan apapun. Sebab Dean dan Arzan dekat bukan hanya karena pekerjaan, tapi mereka juga dekat sebab beberapa hal di kehidupan pribadi mereka. Dean yang menganggap Arzan sudah seperti sahabat sekaligus adiknya, dan begitu dengan Arzan tapi tentunya masih memiliki batasan karena Dean tetap lah atasan Arzan.


"Mas!" teriak Zivana di lantai bawah, Dean yang duduk bersantai di kamar pun langsung turun menghampiri nya.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


Zivana menunjuk pada televisi nya, dia menampilkan wajah memelas nya. "Ziva mau kucing." Katanya.


Rupanya di sana sedang menampilkan iklan makan untuk kucing, Dean menghela nafas nya dia tidak suka kucing. "Sayang, kita pelihara kelinci saja. Dia terlihat lebih lucu, benar kan?"


"Ziva mau kucing, kelinci jelek. Kuping nya dia panjang, mirip alien serem."


Dean mengumpat dalam hati, dia tidak menyukai makhluk yang satu itu sebab dulu dia pernah di cakar kucing.


"Sayang, kucing itu nakal." Dean masih mencoba bernegosiasi.


"Tapi kelinci itu serem mas, dia mirip alien. Kucing baik ko, dia juga lucu." Kekeh Zivana.


Dean menatap datar pemilik perut buncit di hadapannya, dia tersenyum paksa dan mengiyakan. Dia harus meminta Zack pegawai barunya untuk mencarikan kucing, dengan terpaksa Dean membelikan kucing untuk Zivana.


"Zack akan membawanya kemari, sekalian dengan semua keperluan kucing nya." Dean duduk merosot kan tubuhnya, dia memijat pelipisnya pelan.


"Beneran? Aaahhh! Ziva seneng banget!!"


***


"Terima kasih Zack, maaf merepotkan mu."


"Tidak masalah tuan, saya senang bisa membantu. Jangan sungkan untuk menghubungi saya kapan pun itu." Zack begitu ramah, sebenarnya dia lebih ramah daripada Arzan. Biasanya Arzan akan meledeknya di saat-saat seperti ini, apa lagi dia tahu Dean tidak suka kucing.


"Saya permisi tuan,"


Setelah Zack pergi, Dean langsung menutup pintu nya. Dia membawa semua kehadapan Zivana, bumil yang satu ini tampak begitu bersemangat melihat kucing yang dia inginkan ada di hadapannya. Buru-buru Zivana mengeluarkan kucing itu dari kandang nya, dia langsung menghujami banyak ciuman pada kucing itu.


"Lucu banget!! Benar kan kata Ziva, kucing itu lucu." Dean memilih untuk mengiyakan saja, dia pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


"Iya."

__ADS_1


Zivana sibuk dengan kucing nya, dia mengajak nya untuk bermain. Dia terlihat seperti anak kecil sekarang, padahal sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


"Loncat dong," Zivana mengangkat mainan kucing nya, dia berharap kucing itu akan mengikuti perintahnya.


Terlihat kucing itu seperti hendak berdiri untuk mengambil mainan yang di angkat Zivana, tentunya Zivana sangat senang melihat itu. "Hore!!! Pinter banget sih, Ziva jadi gemes!!"


Dean kembali setelah membersihkan dirinya, dia menghampiri Zivana. Sangat ironis memang, Dean harus berpura-pura baik pada hewan berbulu ini di hadapan Zivana padahal dalam hati dia begitu tidak menyukai nya.


Zivana kemudian meminta Dean menjaga kucing nya, dia akan membersihkan dirinya dan bersiap untuk memasak makan malam. "Mas, jagain Ciko ya Ziva mau mandi dulu."


"Ciko? Siapa Ciko?" tanya Dean heran, siapa lagi Ciko ini.


"Ciko mas, kucing baru Ziva."


Oh, ****! Rupanya makhluk ini Ciko, Zivana memberi nama pada kucing sialan ini.


"Oh, iya."


Zivana berlalu untuk membersihkan dirinya, tinggal lah Dean dan musuh bebuyutan nya. Pria itu langsung mengumpati Ciko, dia sudah tidak suka pada kucing di tambah lagi kucing ini menadapat perlakuan manis dari Zivana.


"Hey, Ciko! Kau senang hah?"


"Dengarkan aku baik-baik, jangan bertingkah so di hadapan ku. Aku akan membuang mu saat ada kesempatan, mengerti?!"


Ciko tampak kesenangan dengan mainan nya, tentu saja itu membuat Dean geram. "Sialan!"


...***...


...Up!Up!Up!...


...Hai, guys!! Apa kabar nih?...

__ADS_1


Jadi guys, kisahnya Dean sama Zivana udah mendekati end. Nah, untuk kisah Arzan akan ada di sini, di season 2 kira-kira kalian setuju gak nih?


__ADS_2