
***
Wedding day Kia dan Arzan pun tiba, semua wajah terlihat bahagia. Dari keluarga kecil Dean, orang tua nya, Zivana dan tentunya keluarga Kia. Acara itu di gelar di sebuah pantai, Kia sangat memimpikan konsep pernikahan seperti itu. Dari dulu dia bermimpi jika menikah akan mengusung konsep luar ruangan, dia juga sangat menyukai pantai.
Sayangnya, dia hari bahagia ini papa Kia tidak ada. Fardan di kabarkan telah lama pindah ke luar negeri, entah ke negara mana dia pindah sebab tidak ada jejak jelas perjalanan nya. Seburuk apapun Fardan, rasanya tidak lengkap jika di hari bahagia ini dia tidak ada.
"Menurut mama, apa papa sudah lupa pada Kia?" tanyanya.
"Mama yakin dia tidak lupa, hanya saja dia sudah tidak mau terlibat apapun dengan kita. Mungkin dia sudah memiliki keluarga baru, sudahlah lupakan saja!" Ujar mama Kia.
Kia mengangguk mengerti, dia menatap pantulan dirinya di cermin. Ini masih terasa mimpi, dia dan Arzan menikah hari ini. Kia bisa mendengar suara riuh para tamu di aula, ijab qobul rupanya tengah berlangsung. Beberapa menit kemudian, semua kompak mengucapkan kalimat syukur.
Kia menatap mama nya haru, mama Kia pun terlihat menahan air matanya. Dia terharu putri kecilnya sekarang sudah resmi menjadi seorang istri, Kia sudah tumbuh dengan cepat. Dia menjadi gadis yang baik, lalu menjadi gadis dewasa yang kuat.
"Kia, ayo turun!" Zivana masuk kedalam ruang rias, sahabat Kia itu menggendong putra kecilnya dan menghampiri Kia. "Selamat ya, aku sangat bahagia untuk mu."
"Makasih Ziva, baby Al ganteng banget. Makasih ya mau datang ke acaranya aunty." Kia begitu gemas pada bayi kecil itu.
"Duh, aku ko mau nangis ya?" Zivana mengipasi wajahnya, dia bahagia sekaligus terharu.
"Sama, tante juga." Mama Kia sudah sedari tadi menahan air matanya.
__ADS_1
"Kalian jangan nangis dong, nanti Kia ikutan nangis juga. Huhhh!!!" Kia menahan air matanya untuk tak menetes.
Ketiganya tertawa sambil menahan air mata haru nya, Kia pun di gandeng mama nya menuju aula. Di ikuti Zivana dan bayi kecil yang memegangi gaun panjang bagian belakang nya.
Di aula sana ada Arzan lengkap dengan jas hitam nya, matanya menatap tanpa berkedip pada gadis yang kini tengah berjalan menuju aula. Sama seperti Kia, dia pun masih merasa ini seperti mimpi. Arzan masih tak menyangka perjalanan panjang nya berakhir dengan begitu haru. Akhirnya dia menemukan cinta sejatinya, meski bukan cinta pertama tapi Kia adalah cinta terakhir nya.
Dia yang dengan bodohnya terjebak dalam cinta masa lalu, menyia-nyiakan banyak waktu nya untuk mencari gadis masa lalu nya tapi takdir mengirimkan sosok lain untuk nya. Tidak pernah Arzan bayangkan, gadis yang dia curigai karena menguntit berlanjut dengan menolong gadis itu. Membawanya pulang dan memberikan tempat tinggal, berakhir di altar pelaminan.
"Ar, mata mu tidak sakit? Kedip Ar, nanti juga kau akan puas memandangi nya." Bisik Dean di samping Arzan.
Arzan menatap datar Dean, dulu dia juga sama seperti Arzan. "Kau juga sama dulu sewaktu melihat Zivana,"
Kia duduk di samping Arzan, gadis itu menunduk sebab malu terus di pandangi Arzan. Selanjutnya mereka melakukan hal lainnya sama sesuai dengan prosedur pernikahan pada umumnya.
"Hallo bro! Akhirnya nikah juga." Bian datang bersama istri dan putranya.
"Akhirnya kau membawa istri mu juga." Sahut Arzan, yang di sambut gelak tawa Bian.
Bian memang jarang datang membawa istrinya, dia lebih suka datang sendiri sebab bisa dengan bebas menggoda para gadis. Tapi, kali ini dia membawa istri dan putranya.
"Aku takut ada tante-tante yang menggoda ku, karena itu aku membawa mereka. Kau tau kan, pesona ku tidak bisa di tolak siapapun." Sombong Bian.
__ADS_1
"Terserah pada mu, tapi aku senang kau sudah berubah." Kata Arzan.
Bian tertawa sambil menganggukkan kepalanya, dia juga senang bisa merubah sifat buruk nya sebelum terlambat. Tak lama Dean datang sambil menggendong bayi mungil nya, dan Zivana membawa botol susu.
"Oh, wah! Siapa ini?" Heboh Bian.
"Cih! pensiunan buaya darat." Ujar Dean sambil berdecih, dia menjauhkan baby Al dari jangkauan Bian.
"Hey, Zivana suami mu pelit sekali. Aku ingin menggendong keponakan ku, dia malah menjauhkan nya." Bian mengadu pada Zivana.
"Jangankan dirimu yang pensiunan buaya darat, aku saja tidak di izinkan menggendong anak nya." Timpal Arzan.
Memang benar Arzan juga tidak di izinkan menggendong baby Al, kata Dean kedua pria itu tidak boleh menyentuh putranya karena mereka bisa memberikan pengaruh buruk. Yang satu si gagal move on, yang satu nya lagi si pensiunan buaya darat.
"Kalian buat saja bayi masing-masing." Kata Dean.
...END...
...***...
...Hallo, sampe sini ya ceritanya 🥰 maaf jauh dari kata sempurna 🙏 ya maklum aku juga masih belajar....
__ADS_1
Dan ayo mampir di karya baru 'Miracel's Love Revenge' Aku publish hari ini, dan ayo kasih dukungan nya🙏🥰
Sampai ketemu di 'Miracel's Love Revenge'