Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2• Dia lagi?


__ADS_3

***


Hari ini Arzan libur bekerja, dia akan berbelanja bahan-bahan makanan. Dia sering berbelanja seperti ini setiap dua minggu sekali, Arzan melakukan nya sendiri dia juga membersihkan apartemen sendiri tanpa asisten rumah tangga. Setiap hari libur Arzan akan sibuk dengan pekerjaan rumah, tapi anehnya Arzan masih betah sendiri meski dia tahu kalau dia butuh seseorang untuk mengurusnya.


Arzan mendorong troli belanjaan, beberapa bahan sudah dia dapatkan hanya tinggal sedikit lagi yang masih belum dia temukan. Hal yang selalu membuat nya tak nyaman ketika berbelanja seperti ini, yaitu banyak nya para gadis-gadis yang memperhatikan nya. Dia sadar mungkin dia memang terlihat sedikit aneh sebab ini biasa di lakukan wanita, pria juga banyak yang melakukan ini tapi kenapa masih selalu jadi pusat perhatian?


"Mas, mau saya bantu?" tawar seorang pelayan minimarket itu.


"Ah, iya saya nyari bahan yang ada di daftar belanja ini. Tolong ambilkan untuk saya, saya akan menunggu di dekat kasir." Pelayanan itu mengambil daftar belanja dari Arzan, sementara Arzan menunggu di dekat kasir.


Tak butuh waktu lama semua bahan yang Arzan perlukan sudah lengkap, dia pun mengantri untuk membayar belanjaan nya. Setelah menunggu beberapa menit kini giliran Arzan, tapi seseorang menyerobot antrian.


"Maaf, maaf! Saya duluan, saya buru-buru."


"Tidak bisa, aku sudah mengantri lama." Keduanya saling berdesakan untuk mendapat antrian lebih dulu.


"Kau!!" ucap keduanya bersamaan, Arzan memutar bola matanya jengah pantas saja tidak sopan mau menyerobot antrian ternyata dia si gadis penguntit.


"Tuan, biarkan saya duluan ya? Saya buru-buru, permisi!" Kia mendapatkan antrian nya, dia mendahului Arzan. Gadis itu hanya membeli sebotol minuman.


Arzan mengumpat serapah gadis itu, dia benar-benar gadis menyebalkan. "Sialan! Dasar penguntit." Dia seharusnya sudah mendapat giliran, tapi gara-gara Kia dia harus menunggu lagi.


Di parkiran mobil Kia yang baru saja keluar dari minimarket langsung di kejutkan dengan kehadiran beberapa preman, gadis itu mencari tempat aman untuk bersembunyi. Kia bersembunyi di salah satu mobil yang terparkir di sana, papa nya benar-benar sudah tidak waras setiap hari Kia selalu di kejar orang suruhannya.


"Lebih baik tidak memiliki seorang papa, daripada memiliki papa seperti papa ku."


Cukup lama Kia berjongkok di dekat mobil, dia merasa kaki nya pun mulai kebas karena terlalu lama berjongkok. Dia memberanikan diri untuk melihat keadaan, preman itu masih ada di sana. Mereka sepertinya tahu ada Kia di minimarket itu. "Sialan! Aku harus bagaimana?"


Bugghh!!!


"Awwwss! Bang**t! Apa kau tidak punya mata, kenapa menjatuhkan barang-barang mu di atas punggung ku?!" Seru Kia saat seseorang malah menjatuhkan barang belanjaan nya di punggung gadis itu, Kia masih berjongkok tak berani berdiri dia mengadahkan pandangan nya melihat siapa orang yang melakukan itu.


"Kenapa, kau marah?" Arzan berdiri dengan santai, tapi wajahnya sangat menyebalkan.

__ADS_1


Ayolah! Kia mendengus kesal, kenapa dia harus bertemu pria ini lagi?


"Dengar, aku tidak ingin terlibat apapun dengan mu mengerti?" Kia hendak bergerak dari sana, lebih baik Kia pindah tempat bersembunyi jika dia tetap di sana bisa-bisa para preman itu menemukan nya.


Arzan menarik baju Kia, dia menahan gadis itu seperti kucing. "Mana traktiran minuman nya?"


Kia nampak kesal, dia melepaskan tangan Arzan dari bajunya. "Traktiran minuman apa?"


"Aku menolong mu, dan kau bilang jika kita bertemu lagi kau akan mentraktir ku minuman sebagai ucapan terima kasih. Kau tidak melupakan itu kan?"


Kia menepuk jidatnya, dia baru ingat dengan ucapan konyol nya itu. Kia tidak serius dengan ucapan nya itu, dia hanya berbasa basi dia juga berpikir bahwa tidak akan ada lagi pertemuan mereka untuk kesekian kalinya.


"Ini, ambil ini! Sudah ya, aku harus pergi." Kia memberikan sebotol minuman yang dia beli tadi, itu hanya air mineral.


Arzan menatap tak percaya pada sebotol air mineral itu, dia hanya mendapatkan ini? Gadis itu sepertinya sangat pelit, padahal Arzan sudah menolong nya. Lihatlah dia bahkan tidak mengucapkan apapun lagi, gadis itu langsung berlari menyeberangi jalan.


"Gadis penguntit, tidak sopan dan juga pelit." Arzan memasukan belanjaan nya, baru saja Arzan akan masuk kedalam mobil dia kembali di kejutkan dengan keberadaan Kia. Gadis itu sudah berdiri di samping nya, dia juga terlihat sangat ketakutan.


"Tuan, saya minta maaf tapi tolong ini darurat. Tolong saya, ini yang terakhir dan saya janji akan benar-benar mentraktir minum." Kia memohon kepada Arzan, gadis itu berkeringat dingin dan yang paling menyedihkan adalah dia yang sekarang ini sudah tidak memakai sandal bahkan kakinya berdarah.


"Ayo masuk!"


"Terima kasih!"


Untuk kedua kalinya Arzan menolong gadis itu dari kejaran preman, yang sampai sekarang masih belum di ketahui kenapa bisa Kia di kejar-kejar preman seperti itu.


"Kau komplotan mereka? Atau kau punya komplotan lain yang bermusuhan dengan mereka?" kata Arzan menebak ngasal.


Kia melotot mendengar nya, apakah gadis seperti Kia terlihat seperti komplotan preman? Yang benar saja, Kia bahkan tidak bisa berkelahi.


"Aku bukan komplotan preman, mereka orang suruhan papa ku."


Atensi Arzan teralihkan, dia langsung menatap gadis di sampingnya itu. "Kenapa, kau nakal dan papa mu ingin menghukum mu?"

__ADS_1


Kia tertawa renyah, dia menertawai dirinya sendiri. Ini sangat memalukan, haruskah dia ceritakan? Tapi, ini fakta nya di sembunyikan juga tidak ada artinya.


"Perusahaan papa ku jatuh bangkrut, untuk menutupi itu papa ingin menjodohkan ku dengan rekan nya." Sahut Kia sambil menatap lurus, inilah kenyataan pahit dalam hidupnya.


Arzan mendengarkan dengan baik, jujur saja dia merasa terkejut mendengar itu. Ternyata bukan hanya dia saja yang merasakan ketidak adilan orang tua, tapi gadis ini juga. Dia selalu beranggapan orang-orang sangat beruntung dapat tinggal bersama orang tua mereka, tapi ternyata masih banyak anak yang tidak beruntung meski tinggal bersama orang tua nya.


"Aku mungkin akan menurut jika saja orang yang papa jodohkan tepat untuk ku, tapi ini tidak. Aku akan di jodohkan dengan pria tua beristri dua, sangat miris bukan?" Kia tersenyum kecut, dia tidak seberuntung yang orang-orang pikirkan.


Jika orang mengira Kia hidup dengan baik, maka mereka salah. Sedari dia kecil papa nya sangat keras pada Kia, selalu di tuntut jadi yang pertama dengan nilai sempurna di sekolah nya. Kia selalu di atur dalam segala hal, gadis itu juga harus menuruti setiap yang di katakan papa nya. Tapi kali ini Kia rasa dia tidak bisa diam saja, dan melarikan diri dari papa nya adalah bentuk pembelaan diri yang dia lakukan.


"Ah, begitu. Aku mengerti perasaan mu, kadang orang tua menjadi sangat egois dan melupakan anak mereka. Itu hal yang sudah biasa, anggap saja ini ketidak beruntung mu." Arzan merasa iba sebenarnya, gadis muda seperti Kia sudah mengalami hal besar seperti ini. Terlebih lagi sepertinya dia tidak memiliki siapapun untuk membantunya.


"Aku memang tidak beruntung karena memiliki papa seperti dia, tapi semua akan berbeda saat aku tidak memiliki nya dalam hidup atau aku tidak hidup di dunia ini."


Arzan semakin dibuat tercengang, gadis menyebalkan ini memiliki pikiran seperti itu. Apakah hidupnya sangat menderita karena sosok ayah? Apakah Arzan sekarang harus bersyukur karena dia tidak memiliki ayah atau ibu dalam hidupnya, dan dia dapat hidup sesuai keinginan nya?


"Kau mau ikut dengan ku?"


Kia menatap serius pada Arzan. "Kemana, mati?"


"Tempat tinggal ku, kau mau ikut? Aku tidak akan mengajak mu untuk mati, sebab hidup itu sangat berharga." Kata Arzan.


Kia berpikir sejenak, dia rasa Arzan bukan orang jahat. Lagi pula pria ini sekretaris kekasihnya Zivana, dia juga menjaga Zivana dengan baik. Tidak ada salahnya Kita ikut dengan nya, dia juga sekarang tidak memiliki tujuan.


"Bawa kemana pun tempat tinggal mu, asal jangan membawa ku ke tempat papa."


"Aku juga tidak tahu tempat papa mu, sialan!" Dengus Arzan yang di sambut tawa kecil gadis itu.


...***...


...Up!Up!Up!...


...Ayo guys, bantu share 🙏...

__ADS_1


...Jangan lupa juga tinggalkan jejak ya, like, coment, hadiah/ vote!!!!...


__ADS_2