
***
Karena keadaan Kia yang terlihat mengkhawatirkan, Arzan memutuskan untuk membawa dia ke dokter. Sempat berdebat beberapa saat karena Kia yang terus menolak, namun akhirnya Arzan bisa membuat Kia luluh dan mau di bawa ke dokter. Sekarang Kia sedang di periksa seorang dokter, sementara itu Arzan pergi untuk membelikan gadis itu martabak.
Syarat Kia mau di bawa ke dokter adalah Arzan harus membelikan gadis itu martabak manis ketan hitam, tadinya Arzan akan membeli itu saat perjalanan pulang tapi Kia kekeh ingin itu saat dia di periksa. Kata Kia, dia tegang saat di periksa dokter jadi Kia butuh sesuatu untuk membuat nya tenang.
Pilihan Kia jatuh pada martabak manis, ya begitulah ke randoman Kia beberapa hari belakangan ini. Arzan pun seperti orang bodoh, yang hanya bisa menurut tak bisa menolaknya.
"Mas, martabak nya mau yang biasa apa yang spesial?" tanya penjual martabak itu.
"Bedanya apa? Bukankah sama-sama di makan pada akhirnya." Sahut Arzan.
"Yeh! Si mas mah gimana sih? Ya atuh beda mas, kalau yang biasa ya biasa-biasa saja. Kalau yang spesial, ya istimewa gitu mas." Jelas si tukang martabak panjang lebar, tapi entah kenapa terdengar membingungkan bagi Arzan.
"Terserah pak, saya tidak paham."
"Mas nyah tidak pernah beli martabak apa gimana ya? Padahal hampir semua tukang martabak suka nanya seperti itu." Kata si penjual martabak lagi.
Arzan menatap malas, dia tidak mau tahu yang terpenting adalah dia mendapatkan martabak yang Kia inginkan. "Iya, saya tidak pernah membeli martabak seperti ini jadi saya tidak paham. Sudah tidak perlu banyak bicara, cepat buatkan pesanan nya."
"Hadeh! Mas, orang kaya memang beda. Padahal martabak itu makanan favorit hampir semua orang, terus selama ini mas makan apa aja?"
"Kolak emas batangan!"
...***...
Arzan menenteng plastik berisikan martabak pesanan Kia, dia berjalan terburu-buru menuju ruangan Kia di periksa. Jujur saja Arzan merasa sedikit takut, dia takut Kia marah karena terlalu lama membeli martabak nya. Itu juga gara-gara penjual nya yang begitu cerewet, Arzan jadi tak habis pikir bagaimana bisa si penjual cerewet itu memiliki banyak pelanggan.
Cklek!
Arzan membuka pintu ruangan, Kia yang sedang berbaring itu langsung menoleh pada Arzan.
"Martabak hore!!!!" Heboh Kia.
Dokter dan perawat yang sedang melakukan beberapa pemeriksaan pun sempat di buat terkejut dengan kehebohan Kia, tapi mereka hanya bisa tersenyum melihat nya. Sudah biasa bagi mereka menghadapi pasien random seperti itu.
__ADS_1
"Sayang, diem dulu itu dokter nya lagi periksa kamu." Tegur Arzan.
"Eh iya, maaf ya bu dokter." Kata Kia.
"Iya, tidak apa-apa. Saya mengerti bagaimana random nya ibu hamil, apa lagi ini baru masuk tri semester pertama." Sahut dokter itu.
Arzan dan Kia saling pandang bingung, maksud nya apa? ibu hamil, siapa yang hamil? Melihat Kia dan Arzan yang kebingungan lantas dokter itu langsung memberitahukan kabar membahagiakan itu, dia menjelaskan kondisi Kia saat ini.
"Ah, iya maaf saya lupa memberitahu. Ibu Kia tidak apa-apa, mual pusing dan lemas itu biasa di rasakan ibu pada masa mengidam nya. Selamat ya, atas kehamilan pertama nya pak, bu semoga lancar sampai lahiran." Jelas dokter nya.
Bahagia dan terharu jelas di rasakan kedua nya saat ini, baik Kia ataupun Arzan sama-sama begitu tak menyangka. Sebuah kabar yang selama ini mereka nantikan, kabar kehamilan Kia. Meski tak terlalu mengharapkan tapi tetap saja mereka menantikan kabar itu.
"Dokter, ini serius?" tanya Kia.
"Iya, selamat ya!"
"Sayang, kamu hamil? Ini bukan mimpi kan?" Arzan meneteskan air matanya tanpa sadar, dia benar-benar tak tahu perasaan nya sekarang ini seperti apa.
"Iya, kamu jadi ayah, aku jadi mama. Kita bakalan punya baby!" kata Kia begitu antusias.
...***...
"Hah?! Seriusan ini?" Mama Kia yang mendapatkan kabar kehamilan Kia pun langsung datang ke rumah Kia dan Arzan.
Wanita itu juga sama seperti Arzan dan Kia, benar-benar tidak menyangka akan mendapat kabar bahagia ini. Rasanya masih seperti mimpi.
"Iya, mama!" Kia baru sampai di rumah langsung di sambut pertanyaan yang entah sudah berapa kali di tanyakan.
Mama nya berkali-kali bertanya, apakah kabar itu benar adanya atau tidak? Serius atau tidak.
"Ar, selamat ya kamu mau jadi ayah!" Ucap mama Kia.
"Selamat juga, akhirnya mama jadi nenek." Sahut Arzan.
"Oh, Iyah benar juga! Aduh.... Akhirnya mama jadi nenek." Wanita itu begitu gembira, dia bahkan seperti nya lupa usia terbukti sekarang dia yang nampak tak bisa diam terus bergerak kesana kemari karena senang.
__ADS_1
Tak lama datanglah mama Dean, wanita itu langsung masuk dan berteriak mencari Kia. Di ikuti oleh papa Dean, juga Dean dan keluarga kecilnya. Padahal ini hampir tengah malam, tapi mereka malah datang ke rumah Arzan dan membuat keributan gara-gara kabar kehamilan Kia.
"Yuhu!!! Kia sayang!"
"Akhirnya mama jadi punya dua cucu!!!"
Arzan dan Kia yang sedang duduk di sopa sempat dibuat terkejut dengan kedatangan mereka, tapi akhirnya mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah orang tua mereka.
"Ar, istri kamu hamil anak kembar bukan?" tanya papa Dean yang baru saja datang, kemudian langsung duduk di sopa.
"Belum tahu, memang nya kenapa?" sahut Arzan.
"Kalau anak kembar, mau papa kasih nama Abel Abil. Biar nanti sekalian cucu-cucu papa bikin grup namanya triple A." Kata papa Dean.
Arzan menghela nafasnya, belum apa-apa pria tua itu sudah mau mengatur nama. Bahkan sudah mengatur untuk membentuk grup anak-anak Arzan dan Dean.
"Papa sudah tua, jangan ikut campur urusan anak muda." Ujar Dean.
Dean duduk di samping Zivana yang sedang sibuk menidurkan baby Al, pria itu berperan sebagai asisten Zivana kalau sedang mengurus anak mereka itu sebab nya harus selalu di samping Zivana.
"Apa hubungannya umur dengan menamai cucu?" tak pernah mau kalah dari Dean, papa Dean selalu memiliki cara untuk membalikan ucapan Dean.
Semua tertawa kecuali Dean, selalu saja ketika kumpul seperti ini Dena dan papa nya tidak bisa akur. "Sayang, mertua kamu itu ngelunjak banget sama suami kamu." Adu Dean pada Zivana.
"Kamu tuh yang ngelunjak!" Sahut Zivana sambil memukul lengan Dean. Dean mengaduh sakit sementara yang lain menertawakan dirinya.
...***...
...Update!!!!...
...Annyeong!! Ayo jangan lupa tinggalkan jejak nya🥰...
...i ...
... ...
__ADS_1