
***
"Ini acara pernikahan sayang, pernikahan kamu sama Dean. Gimana, kamu suka kan?" jawab Resa tanpa sadar, wanita itu asyik melihat hiasan gedung.
"Hah?! Apa?!!" pekik Zivana kaget.
Resa menutup mulutnya, wanita itu berbalik menatap Zivana. "Eh, itu____ aduh, mama keceplosan."
Zivana langsung menatap penuh tanda tanya, gadis itu siap bertanya dengan beruntun. Ini benar-benar tidak masuk akal, mereka tidak mungkin kan sungguhan menikahkan Zivana dan Dean sekarang?
***
Di meja makan yang sudah di penuhi hidangan makan malam, semua orang berkumpul. Dean dan keluarganya sudah sampai, kedua keluarga itu terlihat asyik mengobrol. Beberapa pembicaraan mereka membahas bisnis masing-masing, ada juga pembahasan koleksi barang-barang branded. Tentu saja itu adalah pembicaraan mama Zivana dan mama nya Dean.
Jangan tanyakan Zivana, gadis itu hanya duduk diam. Dia merajuk karena ternyata mereka menyiapkan gedung untuk pernikahan nya dan Dean yang akan di selenggarakan besok. Ini benar-benar tanpa sepengetahuan Zivana, itu sebabnya dia merajuk. Bukan karena tidak mau menikah dengan Dean, tapi dia merasa tidak terima saja karena mereka tidak menanyakan pendapat nya.
Mereka tidak berniat untuk bertanya konsep pernikahan seperti apa yang Zivana mau, tidak menanyakan akan menggelar di mana. Semua tempat, konsep bahkan tamu undangan sudah di atur oleh mereka tanpa sepengetahuan Zivana.
"Ziva, kenapa diam saja?" tanya mama Dean, Zivana langsung menjawab tanpa ragu. Gadis itu mengutarakan hal yang membuat nya merajuk.
"Ziva marah sama kalian, masa acara pernikahan Zivana tapi gak ada yang minta pendapat Zivana. Yang mau nikah itu Ziva apa mama sama papa?"
Sontak saja semua para orang tua tertawa mendengarnya, rupanya gadis itu merajuk pada mereka. Perhatian mereka beralih pada Dean yang terlihat santai, ini ide dari Dean. Pria itu menyarankan agar mereka cepat menikah, selain itu lebih baik Dean juga memiliki beberapa pekerjaan di luar negri untuk waktu yang lama. Daripada menunda pernikahan karena pekerjaan, lebih baik mempercepat nya.
__ADS_1
Semua setuju karena itu lebih baik, terutama kedua orang tua Zivana. Mereka tidak mau ada kesalah paham lain lagi yang terjadi nanti nya, jadilah mereka merencanakan pernikahan dadakan itu. Tadinya mereka ingin memberitahu Zivana, tapi Dean melarang nya. Pria itu bilang, ini menjadi kejutan untuk Zivana. Apa lagi besok tepat dengan hari ulang tahunnya yang ke 19 tahun.
"Mau menikah besok, atau tahun depan?" tanya Dean saat Zivana menatap kesal padanya, gadis itu benar-benar kesal karena Dean tidak memberitahu apapun.
"Terserah," terlanjur kesal gadis itu menjadi tidak mood untuk berdebat. Dia juga cukup waras untuk berpikir, pernikahan besok itu lebih baik daripada tahun depan.
"Terserah apa? Mau tahun depan?" Dean selalu gemar membuat Zivana kesal.
"Om ngomong lagi, Ziva batalin pernikahan nya." Ancaman Zivana sangat menakutkan, Dean langsung diam dan tak berkutik lagi.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian para orang tuanya, pemandangan debat calon pengantin ini sangat menggemaskan. Zivana yang ngambekan, dan Dean yang sangat senang membuat Zivana kesal. Keduanya sangat cocok, kehidupan mereka pasti akan di penuhi tawa karena tingkah receh masing-masing.
"Kalian itu cocok, cocok banget!!" gemas Resa.
Yang mau menikah Dean dan Zivana, tapi yang heboh kedua orang tuanya. Mungkin setiap orang tua pasti akan seperti itu, tapi kehebohan mereka sangat, sangat heboh.
***
Hari yang sangat bersejarah untuk Zivana pun tiba, hari dimana dia di lahirkan ke dunia ini. Hari ini juga dia akan mengikat janji suci dengan pria pilihan nya, tidak akan bisa di gambar kan lewat kata-kata betapa bahagia nya Zivana hari ini.
Dengan gaun pengantin yang sangat mewah, dan juga sangat terlihat pas di tubuhnya Zivana duduk memainkan ponsel. Ada Kia di sana, kedua gadis itu juga sudah melakukan bermacam-macam pose untuk berfoto.
"Happy birthday, and happy wedding day Zivana!!" Kia mengambil video sambil memekik mengucapkan selamat, gadis itu juga sangat heboh.
__ADS_1
"Thanks you. Cepat-cepat nyusul ya Kia," Zivana tersenyum mengejek, apa lagi dia tahu Kia sampai sekarang belum memiliki kekasih.
"Wah, wah!! Do'akan ya, tidak masalah duda asal duda kaya." Kelakar Kia.
Kedua gadis itu asyik mengobrol dan bercanda, ini juga sebagai bentuk perpisahan mereka. Zivana akan sibuk dengan kehidupan barunya, dan Kia sibuk dengan kuliah nya. Selain itu Zivana juga akan pergi ke luar negeri bersama Dean, mereka akan lama di sana sebab ada beberapa pekerjaan Dean yang harus di selesaikan.
"Sah!!"
"Sah!!!"
"Sah!!"
Kata itu menggema di seisi gedung, Zivana sempat tak percaya mendengar nya. Tak lama Resa datang, wanita itu datang dengan mata nya yang sudah berair. Zivana pun sama, saat mendengar kata 'Sah' matanya langsung berkaca-kaca.
Ini nyata kan? Zivana tidak sedang bermimpi kan? Pertanyaan itu terus berulang kali muncul di kepala Zivana, seakan tak henti-hentinya memutari kepala gadis itu.
...***...
...Up!!Up!!Up!!...
...Awas kena prank!!🤣...
...Ayo, spam like!!!!...
__ADS_1