Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Salah Sangka.


__ADS_3

“Aku sudah di depan asrama kamu mau aku yang masuk apa kita yang keluar. Aku butuh waktu ada yang ingin aku ceritakan padamu Syafira!” ucap Victor di seberang telefon.


“Baiklah om aku saja yang keluar! Tunggu sebentar ya!”


Syafira mengakhiri panggilan telefon. Kemudian, ia segera beranjak duduknya. Sekali lagi ia mematut di depan cermin, baru keluar dari kamarnya.


Ia berjalan menuju pintu gerbang dan mendapati mobil si om ada di sana. Tanpa berpikir panjang ia segera masuk dan duduk di samping Victor.


“Ini mama bawakan makanan untukmu Sya.” Victor mengulurkan tas kecil berisi kotak makan untuk Syafira.


“Terima kasih Om!” sahutnya.


“Ini uang bulananmu.” Victor memberikan amplop berwarna coklat dengan berisi sejumlah uang yang sesuai dengan jumlah uang bulanan.


“Terima kasih Om!”


Victor memperhatikan Syafira. Ia masih memakai baju tidur yang sama dengan apa yang ia pakai kemarin. Entah mengapa ia merasa sedikit bersalah. Mungkinkah uang bulanannya terlalu sedikit?


“Sya, kalu libur, ayo kita ke mall sama Xander juga. Sudah lama kita belanja,” ucap Victor tapi ia merasa ada beban di dalam hatinya. Selama ini ia mengira demgan menyekolahkan dan memberi uang bulanan itu sudah cukup untuk Syafira. Namun, sepertinya ia tidak sadar jika Syafira hidup dengan sederhana. Berbeda dengannya yang mengenakan jas mewah buatan desainer ternama. Tapi anak itu, ia mengenakan baju tidur dengan motif doraemon yang sudah lusuh dan ada bagian sobek di lengan kanannya.

__ADS_1


“Baik Om. Apa ada yang sedang Om pikirkan?” tanya Syafira. Bisa merasa kalau Victor sedang tidak baik-baik saja.


“Apa aku terlihat sedang banyak maslah?” lirih Victor menundukkan kepalanya.


“Emm— tidak,” Syafira menggeleng pelan dengan tidak yakin. “Apa Om masih memikirkan kejadian kemarin?”


“Mama memintaku untuk berjuang mendapatkan Natasha. Dan Xander tadi juga menangis ingin bertemu Natasha. Apa aku harus memohon padanya untuk kembali!” Victor menunduk sengaja menyembunyikan raut wajahnya dari Syafira.


“Apa Om masih mencintainya?” tanya Syafira. Ia tahu jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan. Masih terlihat jelas kalau si Om masih mencintai wanita itu.


“Iya, aku masih mencintainya! Tapi aku tidak yakin ingin kembali dengannya! Kemarin, aku sempat berharap dia meminta maaf berharap dia memohon untuk kembali!” cerita Victor tanpa melihat ke arah Syafira. Kadang ia menunduk dan kadang ia melihat keluar kaca. “Alih-alih meminta maaf Natasha malah menunjukkan apa yang ia lakukan. Memberitahu pengkhianatan yang ia lakukan!”


“Aku tidak tahu, yang aku tahu Jason memang sengaja mendekati Natasha, karena dia memang suka sekali melihat down. Suka sekali melihat aku terluka dan kehilangan yang berharga yang aku miliki! Begitulah dia, suka merebutnya dariku!” Ya, dia masih ingat saat Jason mendekati istri pertamanya. Dan kini Natasha juga ia dekati, bahkan ia kencani dan ia bawa ke hotel.


“Jadi, apa OM masih ingin menjadikan Natasha sebagai calon istri Om?” selidik Syafira.


Victor mengangguk pelan. Jelas sekali ia menutupi keinginannya dengan bersembunyi dari Xander dan sang mama yang mengharapkan Natasha menjadi salah satu bagian anggota keluarga mereka. Menjadi istrinya.


“Oh.”

__ADS_1


Mendengar respons dari Victor, Syafira semakin yakin jika pria itu masih mencintai Natasha Agnesia.


Hening keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Syafira sadar satu hal. Ia terlalu percaya diri. Victor menemuinya bukan ingin bertemu dan berbicara dengannya. Pria itu hanya ingin mencurahkan isi mengenai perasaannya terhadap Natasha.


Apa Om tidak pernah melihatku sama sekali?


...****************...


...Taqabbalallahu Minna Wa minkum....


...Minal aidzin walfaizin....


...Selamat hari raya Idul Fitri 1443 H...


...Mohon maaf lahir dan batin pembaca MOO....


...Saya ingatkan untuk Follow author....


...Setelah cerita ini berhasil terkontrak, akan ada Give Away buat kalian semua....

__ADS_1


__ADS_2