Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Perasaan yang belum jelas.


__ADS_3

“Apa aku harus menjawabnya sekarang?” tanya Victor. Ia sampai menelan ludah karena keberanian yang ditunjukkan Syafira.


“Memangnya berapa lama Om harus memikirkannya?” gadis itu balik bertanya dengan ekspresi yang datar. Benar-benar membuat Victor semakin gemas saja. Padahal ini bukan keputusan yang mudah baginya.


“Memangnya kamu sudah siap menikah Sya!” Si Om menatap lurus ke kedua manik mata Syafira.


Syafira terkesiap dengan apa yang ditanyakan Victor. Dia sedang membahas pacaran, tetapi Si Om sudah memandang jauh ke depan membicarakan pernikahan.


“Belum sih Om, aku kan belum lulus kuliah,” jawab Syafira beringsut. Ia menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Ia perlu membicarakan ini dengan Aleta.


Cup.


Sekali lagi Victor mendaratkah kecupan di bibir Syafira. “Pikirkan itu nanti, sekarang kamu harus istirahat. Tidur dulu, kamu harus segera sembuh. Kalau kamu tidak istirahat dan malah bergadang, maka semakin lama kamu akan sembuh,” tutur Victor.


“Baik Om,” sahut Syafira menurut.

__ADS_1


Victor kembali duduk di sofa. Menengadah melihat ke langit-langit kamar. Mungkin awalnya ia memang bercanda, hanya bermain hati pada Syafira. Namun, semakin ke sini sepertinya ia semakin terbawa perasaan. Bahkan saat Syafira hanya ingin pura-pura pacaran saja dengannya Victor harus berkilah karena ia takut akan benar-benar jatuh cinta dengan gadis belia itu.


Syafira menyembunyikan wajah di balik selimutnya. Dia masih menelaah apa yang baru saja diucapkan Victor barusan.


Benarkah pria itu baru saja membicarakan pernikahan? Atau selama ini si Om hanya berniat membuatnya merasa baper saja? Beribu tanya hadir dalam benak Syafira. Ia harus mencari cara untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam benak si Om?


Pagi harinya ....


Victor bangun terlebih dahulu. Sebuah panggilan telefon dari seseorang membangunkan tidurnya. Ternyata panggilan telefon itu dari sang mama.


“Halo, Victor kamu hari ini pulangkan? Kamu tidak lupa besok acara ulang tahun Xander?” tanya Nyonya Hai yang mulai worry. Ia takut Victor benar-benar memiliki perasaan terhadap Syafira sehingga, ia lupa akan ulang tahun putranya yang sudah di depan mata.


“Kalau mama ingin aku pulang sekarang, maka mama juga harus mengizinkan Syafira tinggal di rumah. Dia benar-benar tidak bisa jalan dan harus ada orang yang merawatnya. Aku tidak tega kalau meninggalkan Syafira di rumah sakit sendirian,” ujar Victor. Ia sadar betul, hanya dirinya lah orang yang biasanya menolong Syafira. Terlebih ia tidak ingin Arsyan menjadi pahlawan kesiangan yang sok memberikan pertolongan pada Syafira.


“Baik, mama tidak takut,. Pagi ini juga Elena akan datang ke rumah. Dia sudah tiba di Jakarta sejak sealam.” Nyonya Hani terdengar sangat percaya diri dan yakin jika sesuatu yang sedang ia rencanakan itu akan berhasil.

__ADS_1


“Jadi Elena sudah tiba?” tanya Victor memastikan.


“Ya, Elena sudah tiba dan jangan salahkan mama kalau mama punya rencana untuk kalian berdua!” ungkap Nyonya Hani.


“Apa mama mau mencoba membujuk Elena untuk rujuk denganku?” tebak Victor dengan mudah ia bisa menebak isi pikiran sang mama.


Nyonya Hani terdiam.


“Mama jangan terlalu berharap banyak. Mama ingatkan bagaimana dulu aku mempertahankan pernikahanku dengan Elena!” ucap Victor mengingatkan.


“Mama tidak peduli dengan apa yang kamu katakan, mama tetap akan melaksanakan apa ya g sudah mama rencanakan!” kekeh wanita paruh baya itu.


To be Cotinue....


Dua hari ini aku sakit dan baru bisa up hari ini maaf ya.....

__ADS_1


__ADS_2