Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Usaha Victor.


__ADS_3

Syafira baru saja pulang bekerja. Ia turun dari mobil Arsyan. Kemudian berjalan masuk melewati  gerbang utama asrama. Ia dan Arsyan sama-sama lelah, alhasil mereka hanya melambaikan tangan.


Tidak ada siapa pun, kecuali satpam. Namun tiba-tiba, ketika Syafira melewati lorong menuju tangga. Tampak Victor berjalan menghampirinya. Entah sejak kapan pria itu menunggunya di tangga.


“Kamu baru pulang Sya? Ayo kita bicara sebentar,” pinta Victor seraya menarik tangan Syafira menuntunnya untuk duduk di kursi tunggu.


“Maaf, untuk apa Om Viktor ke sini?” tanya Syafira, dengan pelan ia menepis tangan pria itu.


“Tentu saja untuk bicara padamu Sya, memangnya untuk apa lagi,” sahut Victor kembali meraih jemari tangan Syafira.

__ADS_1


“Bukantidak ada yang bisa kita bicarakan lagi Om?” Mereka berdua saling bertatapan cukup lama. “Oh ya aku lupa, terima kasih atas semuanya. Terima kasih karena Om sudah membesarkanku dan memberikan segalanya untukku. Kini, sudah waktunya aku pergi dari Om agar aku tidak bergantung terus pada Om Victor.” Syafira menatap sejenak wajah pria itu. Kemudian ia berbalik, berniat meninggalkan si Om.


“Siapa yang mengizinkanmu pergi dari rumah. Jangan macam-macam! Aku tidak pernah memintamu untuk pergi dari rumah. Apalagi memintamu untuk bekerja. Di sini aku masih punya banyak uang untuk menghidupimu Sya!” Victor membuang muka tidak ingin Syafira melihat betapa pengecutnya dia, saat ini.


“Bukan uang yang aku cari Om! Tapi aku mencari pengalaman! Agar aku lebih mandiri dan tidak bergantung pada siapa pun. Tidak bergantung pada Om Victor, maupun semua anggota keluarga Erlangga!” tegas Syafira.


“Kalaupun kamu ingin bekerja atau mencari pengalaman, selesaikan kuliahmu terlebih dahulu Syafira. Ayo kita pulang sekarang! Jangan menolak ajakanku!” Victor meraih tangan Syafira dan menggenggamnya lebih erat, tidak berniat untuk melepaskan.


“Syafira pulanglah ke rumah. Kau menyiksaku dengan ucapanmu seperti itu. Aku minta maaf, untuk apa yang terjadi akhir-akhir ini. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu. Aku mohon pulanglah ke rumah,” pinta Victor dengan tulus. Ia mengaku salah, tidak seharusnya ia mempermainkan Syafira.

__ADS_1


“Sudah aku putuskan untuk tidak pulang ke rumah itu lagi Om. Om Victur bisa pergi saat ini juga, aku lelah aku masih ada tugas kuliah dan besok aku juga harus bekerja!” Syafira mencoba berdalih.


“Apa kamu tidak mendengarku, Sya! Pulanglah ke rumah!” pinta Victor sekali lagi.


“Untuk apa aku pulang ke rumah Om Victor. Aku punya tempat tinggal di sini dan sekarang aku juga sudah punya pekerjaan. Kalau aku pulang ke rumah Arsyan akan lebih jauh ketika mengantarku pulang kerja!” dalih Syafira.


“Baiklah Safira aku yang akan mengantar dan menjemputmu pulang kerja, tapi pulanglah sekarang! Aku mohon pulanglah sekarang! Aku tidak bisa— tidak bisa melihatmu berdua dengan Arsya. Aku tidak bisa melihatmu dekatkan dengan pria lain! Pulanglah Sya.” Victor memohon. Alasan dirinya berbohong pada Syafira karena ingin gadis itu tetap tinggal di rumah. Namun, nyatanya Safira tetap pergi dari rumah!


“Aku tidak tahu apa maksud Om Victor! Apa Om Victor meminta aku pulang ke rumah, hanya untuk terus dipermainkan. Aku memang masih kecil Om! Aku bukan Tante Elena! Aku juga bukan top model Natasha Agnesia. Aku hanya Syafira— Ah sudahlah!” Syafira menghentikan ucapannya. Percuma juga mengutarakan pada Vivktor. Jika pria itu adalah satu-satunya. Dan tetap menjadi satu-satunya, yang bertahta di dalam sanubarinya.

__ADS_1


“Lepaskan Om!” Syafira menepis kasar tangan Victor yang terus berusaha menggenggam jemarinya. Kemudian dengan sisa-sisa tenaga, ia mencoba berlari meninggalkan Victor. Menaiki anak tangga demi anak tangga. Menuju kamarnya yang berada di ujung.


To be Continue...


__ADS_2