Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Tidak ada pilihan lain.


__ADS_3

Syafira baru selesai mandi. Ia berada di dalam kamarnya di lantai dua. Bersebelahan dengan kamar Xander, dan dipisahkan lorong yang mengantarnya ke balkon utama yang luas.


Rencananya, setelah istirahat sejenak ia akan menemui Nyonya Hani Atau Xander. Ya, dengan beda di samping salah satu dari dua manusia itu. Victor tidak benari macam-macam. Tidak akan terus menggodanya dengan berbagai candaan yang selalu membuatnya bersemu merah karena tersipu malu.


Terdengar suara ketukan pintu pelan. Syafira tidak berani langsung menyahutnya. Ia takut jika seseorang di belakang pintu adalah Victor. Kalau di pikir kembali benar juga apa yang dikatakan Victor. Semakin sering kita menerima sesuatu dari orang lain, semakin sungkan pula kita menolak permintaan dari orang tersebut.


Bukan mengenai Arsyan yang mentraktirnya makan malam tadi. Tapi ini mengenai Victor, jika benar pria itu ingin tidur dengannya. Syafira benar-benar tidak bisa menolak.


“Syafira, kamu sudah tidur?” Suara Nyonya Hani terdengar nyaring.


“Sebentar,” sahut Syafira merasa lega. Bukan Victor melainkan wanita itu yang memanggilnya.


Cklek.


Pintu terbuka, dan wanita paruh baya itu berdiri di hadapan Syafira. Tersenyum ramah seperti biasanya jika ia menginginkan sesuatu dari Syafira.

__ADS_1


“Kamu belum mau tidur kan?” tanya Nyonya Hani seraya menuntun Syafira keluar dari kamar. Lantas, ia mengajak Syafira duduk di ruang keluarga yang ,merupakan ruangan paling luas di lantai dua.


Syafira melirik jam dinding yang sudah menunjukkan hampir jam sembilan malam. Namun, ia memang belum mengantuk. “Belum Nyonya,” sahutnya sembari menggelengkan kepala.


“Begini kuenya sudah Tante makan rasanya enak sekali, terima kasih ya.” Nyonya Hani masih menyunggingkan senyum mencurigakan, apalagi tangan kanannya masih menggenggam jemari Syafira dengan erat.


“Iya Nyonya, sama-sama.” Syafira membalas senyuman dan semakin mendapatkan firasat buruk.


“Syafira, maukah kamu menanyakan tentang hubungan Natasha dan Victor. Kamu tahukan, Xander sangat membutuhkan sosok mama. Kalu bisa aku ingin kamu menanyakannya pada Victor,” pinta wanita itu. Entah mengapa ia tidak pernah mau berbicara sendiri dengan putranya dan selalu menyuruh Syafira untuk menghadapi Victor. Ya, hubungannya dengan Victor sedikit renggang setelah perceraian dengan istri pertamanya.


“Sya, kau mau kan bicara dengan Victor dan menanyakan tentang hubungannya dengan Natasha?” desak Nyonya Hani.


“Iya Nyonya, saya mau bicara dengan Om Victor. Bagaimana kalau besok pagi saja.” Mengingat ucapan Victor saat di pintu tadi membuat Syafira bergidik. Bagaimana kalau si Om benar-benar ingin tidur dengannya.


“Malam ini saja, Aku baru saja mengantar segelas kopi untuk Victor. Ia masih berada di ruang kerjanya. Kamu mau kan? Plis tante mohon . tante sudah tidak sabar menunggu kabar baik dari mereka!” desak Nyonya Hani.

__ADS_1


Syafira menunduk, Nyonya Hani memang selalu tahu cara membuatnya tidak berkutik. Kalu tidak sabar, mengapa menunggunya pulang ke rumah untuk menanyakan hal itu pada Victor.


“Baik Nyonya, saya akan menemui Om Victor sekarang juga!” balas Syafira.


“Kamu mau ke mana?” tanya Nyonya Hani bukannya berjalan ke ruang kerja Victor, Syafira melangkah ke dalam kamarnya sendiri.


“Saya hanya ingin mengambil baju hangat,” sahutnya. Bahaya bertemu dengan Om Victor dan hanya mengenakan tanktop saja. Pria itu bisa-bisa merealisasikan apa yang menjadi candaan nya saat di depan pintu tadi.


“Baik!”


Nyonya Hani tersenyum, tidak sabar menunggu kabar dari Syafira. Memilih untuk ke kamar Xander sembari menanti kabar baik.


* * *


Bakalan up lagi....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen.


__ADS_2