
Malam hari di ruang tamu kediaman keluarga Erlangga. Sibuk beberapa orang dari pihak dekorasi, tengah merias ruang tamu untuk persiapan pesta ulang tahun cucu pertama keluarga tersebut. Ada Nyonya Hani yang mengawasi pengerjaannya.
Syafira yang sejak siang tadi berada di dalam kamar. Berusaha berjalan keluar, dengan pelan ia berjalan ke ruang tengah ingin menyapa Xander.
Anak laki-laki itu ternyata, duduk di ruang keluarga sembari menyaksikan kartun kesukaannya. Ada Mbok Atun yang menjaganya, seraya menyuapi makan malam.
“Mbok bantu saja dibawa biar Xander, aku yang menjaganya!” ucap Syafira ia tidak bisa ikut ke bawah dan membantu. Jadi, ia memilih untuk menjaga Xander.
“Terima kasih Mbak Syafira. Baiklah, Mbok mau ke bawah untuk membantu persiapan pesta,” sahut wanita paruh baya itu meninggalkan Xander dan Syafira sendiri di ruang keluarga.
“Kak Syafira.” Xander pelan bergerak mendekati Syafira yang duduk dengan meluruskan kaki, di sampingnya.
“Ada apa?” sahut Syafira menepuk pundak Xander yang duduk di sebelahnya. “Kamu sedih?”
“Kata Oma, besok mama mau datang!” ungkap Xander seraya berbisik dan menutup mulutnya karena malu.
Degh. Mendengar Tante Elena akan datang, Syafira beringsut. “Apa kamu senang mamamu bisa datang Xander?” tanya Syafira.
“Iya aku senang mama mau datang. Tapi aku juga mau kak Syafira menemaniku, Kakak mau kan terus berdiri di sampingku besok?” pinta anak laki-laki itu.
“Tentu Xander, Kakak mau menemanimu duduk dan selalu berdiri di sampingmu,” sahut Syafira.
Tap.
Tap.
Tap.
Terdengar suara langkah kaki. Victor yang baru saja pulang kerja, berjalan mendekat. Dengan raut wajah sedih. Syafira bisa merasakan itu.
__ADS_1
Sekilas Syafira melihat jam di dinding yang menunjukkan jam tujuh kurang seperempat.
“Papa,” teriak Xander segera memeluk sang papa. Ingin segera menanyakan perihal kedatangan mamanya.
Victor membalas pelukan putranya dan mengecup pipinya. “Papa besok mama datang ke acara ulang tahun Xander kan?” desak anak kecil itu. Selain Oma dan Opanya, ia juga sering sekali menanyakan hal itu. Hanya ingin memastikan jika sang mama datang ke acara ulang tahunnya.
“Iya, mama akan datang ke acara ulang tahunmu. Itu mama sudah di bawah dan sedang menunggumu,” jawab Victor terpaksa berbohong pada Xander. Elena, mantan istrinya memang sudah berada di ruang tamu, tetapi tadi ia sudah bilang bahwa besok tidak bisa hadir di acara ulang tahun Xander. Wanita itu memilih untuk datang ke acara reuni dengan teman-temannya seprofesi.
“Hore.” Xander berteriak dan segera berjalan menuju lantai bawah dengan hati gembira.
Kini, di ruang itu hanya ada Victor dan Syafira.
“Kenapa Om murung?” tanya Syafira. Ia melihat Victor memejamkan mata dan menghembuskan nafas panjang, untuk mengurangi beban di dadanya.
“Aku sedang berbohong dengan Xander, sebenarnya Elena tidak bisa hadir di acara ulang tahunnya. Dan hanya bisa datang malam ini, karena lusa ia sudah harus kembali ke Afrika,” terang Victor. Ia masih tertunduk, dan tidak tahu bagaimana cara membujuk sang istri agar mau datang di acara ulang tahun putranya.
“Om,” panggil Syafira dengan penuh penekanan.
“Ya,” sahut pria itu tanpa menoleh.
“Bagaimana kalau aku membujuk Tante Elena, untuk datang ke ulang tahun Xander?” tawar gadis belia itu. Meski kakinya merasa sakit, tetapi tak menghambat kecerdasan otaknya untuk tetap mendapat ide agar bisa mendapatkan hati Victor.
“Lakukan saja kalau bisa, aku saja yang mantan suaminya tidak bisa melakukannya, apalagi kamu!” ucap Victor membuang muka. Mantan istrinya itu memang keras kepala. Kalau tidak keras kepala, mungkin hubungan mereka tidak sampai ke meja hijau, dan berakhir di perceraian.
“Aku akan melakukannya, tapi ada syaratnya.” Kedua mata Syafira membelalak tidak sabar.
“Katakan!” Dengan yakin Victor pasti akan menyanggupi seluruh keinginan yang akan diajukan Syafira.
“Baik, kalau aku bisa membawa Tante Elena datang ke acara ulang tahun Xander, aku mau Om Victor bersedia berpura-pura pacaran denganku? Katakan kalau Om Victor bersedia!” Pancaran mata Syafira berubah ketika Victor menatapnya dengan pandangan tak biasa.
__ADS_1
“Baiklah, kalau kamu bisa membujuk Elena datang ke acara pesta ulang tahun Xander besok sore. Aku bersedia berpura-pura pacaran denganmu Syafira!” ucap Victor ragu. Meremehkan Syafira dan menganggap itu adalah misi yang terlalu sulit di lakukan gadis belia yang saat ini duduk di hadapannya.
“Deal.”
“Deal.”
"Bantu aku berdiri Om, aku akan ke lantai bawah untuk bicara dengan Tante Elena," usulnya tidak sabar ingin segera menyelesaikan misi itu.
"Tidak, kamu tunggu di sini saja." Victor beranjak dari duduknya dan segera ke lantai bawah. Pergi begitu saja meninggalkan Syafira.
Tak sampai 10 menit, terdengar suara langkah kaki menaiki tangga, lalu mendekat dan ternyata suara langkah kaki itu adalah Tante Elena yang datang.
“Selamat malam Tante Elena. Apa kabar?” sapa Syafira ramah. Ia menunjukkan senyum terbaiknya. Dengan tetap posit
“Selamat malam juga Syafira. Aku dengar kamu terjatuh apakah lukanya parah?” sahut wanita itu. Dari dulu ya memang selalu perhatian dengan Syafira.
“Sudah cukup membaik, tante. Oh ya aku dengar tante tidak bisa datang di acara pesta ulang tahun Xander? Apakah itu benar?” tanya Syafira to the point. Sudah tidak ada waktu untuk menunggu lebih lama lagi.
“Iya Sya. Aku hanya bisa mengidap malam ini, sementara besok siang aku harus segera pergi untuk menghadiri acara Reuni. Jadi, kemungkinan besar aku tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun Xander di sore hari,” ucapnya.
“Tante sudah datang ke Jakarta, dan tante tidak bisa menghadiri ulang tahun Xander. Apakah tante tidak menyesal?” tanya Syafira mengatupkan bibirnya rapat. Afrika itu berada sangat jauh dari Jakarta. Dan tidak setiap hari wanita itu, bisa berjumpa dengan Xander. Haruskah di pesta ulang tahun anak itu, Tante Elena juga tidak bisa menghadiri?? Safira merasa itu sangat keterlaluan.
“Kamu tahu kan, masih ada Vicktor dan juga Mama. Aku rasa Mama Hani, Omanya bisa menggantikan aku.” Elena merasa kehadirannya di rumah ini tidak terlalu dihiraukan.
“Tante tahu, sejak tadi Xander selalu bertanya, padaku karena dia ingin sekali Tante Elena hadir di pesta ulang tahunnya. Bukan tanpa alasan. Xander ingin Tante Elena datang,, karena setiap hari dia iri melihat teman-temannya selalu diantar jemput pulang sekolah oleh Mama mereka. Tapi tidak dengan Xander. Ia hanya dijemput oleh Mbok Atun dan Nyonya Hani. Apa Tante Elena tetap tega pergi ke acara reuni? Dan tidak menghadiri pesta ulang tahun Xander?” Syafira menunjukkan wajah memelas. Ia harus berhasil kali ini.
To be Continue....
Tinggalkan komentar...
__ADS_1