Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Aku Akui Aku Cemburu.


__ADS_3

“Kita bicara nanti malam saja Om!” Syafira melirik sejenak ke arah Victor. Kemudian, ia beranjak dari duduknya. Melangkahkan kaki untuk turun ke lantai bawah. Ia merasa jenuh dan penat. Suasana sejuk di taman belakang sepertinya akan mendinginkan hati dan pikiran yang dipenuhi rasa cemburu.


Victor mendengus kesal. Ia marah, ia cemburu, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun. Gengsinya teramat tinggi untuk mengakui bahwa dirinya merasa cemburu. “Tidak!” gumam Victor menggelengkan kepala. Sampai kapan pun, ia tidak akan mengakui bahwa dirinya cemburu terhadap Arsyan.


Bukan Victor namanya. Kalau ia diam saja ketika Syafira mengacuhkannya. Pria itu merasa tidak terima, lantas ia mengikuti Syafira merjalan menuruni tangga menuju lantai dasar. Lalu, ia berjalan ke arah taman belakang. Tempat tujuan Syafira.


“Syafira, Apa ada yang mengganggumu?” tanya Victor to the point. Ia berdiri tepat satu langkah di belakang Syafira. Menanyakan hal itu, setelah memastikan bahwa tidak ada orang di sekeliling mereka.


Safira berdiri membelakangi Victor, ia memejamkan mata dan merangkai kata sebelum mengutarakan rasa cemburunya. Karena kedekatan Si Om dengan mantan istrinya.


“Apa tadi Om Victor berfoto bersama Tante Elena dan Xander?” Syafira membuka pembicaraan mengenai apa yang mengganggu hatinya. Foto mereka bertiga yang tersenyum ke arah kamera terus saja melintas di benaknya dan membuatnya merasa cemburu. Api cemburu itu kian membara. Semakin kamu mencintai seseorang, rasa cemburu itu akan semakin besar pula jika kamu tidak bisa mengendalikannya.


“Iya tadi aku dan Elena foto bersama. Xander yang memintanya,” jawab Victor jujur.


“Apa Om Victor tersenyum pada Tante Elena?” selidik Syafira rasanya ia tidak rela jika si om tersenyum pada wanita lain.


“Aku tersenyum ke arah kamera, aku tidak tersenyum pada Elena, lagi pula aku tidak punya alasan untuk tersenyum kepadanya,” jawab Victor. “Tunggu— apa kamu merasa cemburu Syafira?” tebaknya. Vicktor berjalan mendekat, lalu berhenti tepat di hadapan Syafira mencoba menelisik apa yang tersirat di wajahnya.


“Seorang pacar yang baik tidak akan tersenyum ke arah wanita lain, dan seorang pacar yang baik, dia akan meminta izin jika berfoto bersama dengan wanita lain dalam satu frame!” dalih Syafira. “Terlebih wanita itu adalah mantan istrinya!”


“Kamu pandai sekali menyalahkanku Sya!” ujar Victor. “Lalu bagaimana denganmu bukankah kamu pulang kuliah diantar oleh Arsyan. Bahkan kamu mengenalkan Arsyan sebagai teman dekatmu atau jangan-jangan aalian sedang berencana untuk PDKT, lalu jadian!” balas Victor. Jujur, pertanyaan itu dari lubuk hatinya. Namun, ia tidak mengakuinya. “Aku mengatakan itu bukan karena aku cemburu, tapi aku sedang memerankan sebagai pacar yang baik untukmu. Jika kamu bisa marah karena aku berfoto di satu frame yang sama dengan mantan istriku, maka aku juga bisa marah dan pura-pura cemburu karena kamu pulang diantar oleh Arsyan!” geram pria itu menutup kelopak matanya menahan marah.

__ADS_1


Degh.


Safira dibuat bungkam Oleh jawaban dari Victor. Sepertinya, ia telah melakukan kesalahan. Ia terlalu cemburu dan Victor pasti tidak menyukainya.


“Om tidak bisa menuduhku seperti itu. Om tahu sendiri kan aku dan Arsyan tidak memiliki hubungan apapun, dan kalaubpun aku mau menerima tawaran Arsyan untuk mengantarkan ku pulang, itu karena aku tidak ingin ada orang yang lain yang tahu bahwa kita sedang berpura-pura pacaran,” jelas Syafira. “Bagaimana dengan om sendiri! Bahagiakan bisa foto bersama Tante Elena! Membahagiakan bisa berfoto dengan keluarga kecil Om Victor atau jangan-jangan of Victor ingin rujuk dengan tante Elena!” tuduhnya.


Ucapan Syafira membuat Victor gemas. Lantas ia menarik tangan gadis itu ke sebuah lorong. Lorong yang menghubungkan antara dapur dan taman belakang menuju kolam renang.


“Kalau Om masih menyukai tante Elena dan masih ingin rujuk dengannya lebih baik Om jujur padaku dan sandiwara ini kita bisa akhiri sekarang juga!” ancam Syafira dengan emosinya meledak-ledak.


Victor tidak menjawab pertanyaan dari Syafira ia meraih kedua tangannya. Menggenggam dengan erat, kemudian ia menyandarkan Syafira di dinding hingga Gadis itu tak bisa bergerak lagi. Tidak ada cara lain untuk membuat Syafira diam, Victor membungkan bibir Syafira dengan bibirnya berharap Gadis itu bisa diam dan tidak melanjutkan perkataannya yang tidak berguna.


...****************...


“Om,” pekik Syafira berusaha melepaskan diri dari Victor. Ia takut ada orang yang melihat mereka. Bagaimana nanti jika ada Nyonya Hani atau Pak Jaya yang memergoki!


Memilih untuk tidak peduli, Victor kini mengangkat tubuh Syafira. Ia pura-pura tidak mendengar dan terus memaksa Syafira. Terus menciumnya, memberikan kecupan di bibir manis gadis itu.


Kemudian ...


Victor mengurai ciuman. Ia menatap wajah Syafira yang berada di atas wajahnya. “Kalau kamu tidak bisa diam, aku bisa melakukan lebih dari ini Sya. Hentikan rasa cemburumu itu, aku dan Elena sudah tidak memiliki hubungan apapun. Aku dan Elena sudah berakhir dan jangan sia-siakan waktu 2 bulan ini hanya untuk cemburu yang tidak berguna. Kita sedang berpura-pura pacaran, lebih baik kita melakukan hal yang membuat kita merasa senang!” ucap Victor.

__ADS_1


“Om bisa turunkan aku?” pinta Syafira tubuh mungilnya dengan mudah bisa digendong oleh Viktor yang memiliki tubuh tinggi dan kekar.


“Tidak aku tidak mau menurunkanmu sebelum kamu berjanji untuk tidak cemburu lagi pada Elena!” desak Victor.


“Tapi om harus segera menurunkan aku sekarang juga, bagaimana kalau Nyonya Hani dan Pak Jaya ke sini.” Syafira merasa gusar.


“Tidak kamu harus berjanji untuk tidak membahas Elena lagi, diantara kita! Aku tidak suka membawa nama mantan istriku, karena dia sudah menjadi masa lalu!” desak pria itu.


“Baik Om aku tidak akan membahasnya lagi tapi tolong segera turunkan aku cepat turunkan aku!” lirih Syafira dengan penuh penekanan. Iya benar-benar takut jika ada orang yang memergoki mereka berdua.


“Tidak aku tidak akan menurunkanmu. “Victor menggoda Safira


“Om harus segera menurunkanku aku takut jika Nyonya Hani melihat kita sedang seperti ini!”


“Kenapa kamu harus takut bukankah kita memang sedang pura-pura pacaran. Tenang saja manti Mama pasti hanya memintaku untuk menikahimu!” jawab Victor penuh canda.


“Om turunkan aku!” pinta Sayfira memelas.


Victor yang sudah tidak tega segera menurunkan Syafira. Sebelum ia pergi ia kembali mengecu bibir gadis itu.


To be Continue.

__ADS_1


h h h


__ADS_2