Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Kedatangan Om Victor.


__ADS_3

Victor dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mendengar Syafira kecelakaan dia teramat sedih.


Sepanjang perjalanan ia terus memikirkan Syafira dan terus mengingat apa yang terjadi saat-saat terakhir ketika mereka bertemu satu minggu yang lalu.


Victor mengakui kesalahannya karena telah menggantung perasaan Syafira. Dan dalam waktu satu minggu ini, baik dirinya atau pun Syafira tidak mencoba untuk menghubungi satu sama lain.


Ya, sejujurnya selalu mengingat Syafira dan ingin menghubunginya. Namun, ia disibukkan dengan persiapan ulang tahun putranya. Pria itu juga harus menjaga jarak dari Syafira setelah peringatan dari sang mama.


“Semoga kamu baik-baik saja Sya!” gumam Victor seraya menginjak pedal gas melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia sangat khawatir mengenai keadaan Syafira.


Dua puluh menit perjalanan Victor tiba rumah sakit. Ia segera menuju ke ruang perawatan Syafira yang berada di lantai dua. Ia sangat merindukan Syafira, dan tidak pernah berharap bertemu Syafira dalam keadaan seperti ini. Benar-bena membuatnya merasa sangat khawatir.


Cklek.


Victor membuka pintu. Ada Aleta dan Arsyan yang sedang menjaga Syafira. Keduanya, tampak lelah dan terus mengamati Syafira.

__ADS_1


“Apa yang terjadi dengan Syafira?” tanya Victor melihatnya terbaring lemah di atas tempat tidur.


“Kaki dan pelipisnya terluka Om, tadi saat dia memboncengku ada mobil yang menabrakku dari belakang,” jelas Arsyan.


“Apa dia belum sadar?” selidik pria itu mengamati Syafira yang masih diam saja. Bahkan saat dia bersuara dengan nada tinggi.


“Syafira sudah sadar Om, dia sedang tertidur karena pengaruh obat,” jawab Aleta sesuai dengan apa yang diucapkan Arsyan tadi.


“Kalau begitu kalian berdua pulang sekarang, biar aku yang menjaga Syafira. Besok kalian ada kuliah!” suruh Victor pada kedua teman Syafira.


“Kamu bisa bicara besok dengan Syafira! Sekarang kalian berdua pulang!” Victor mengulangi perintahnya.


Aleta, menarik kasar tangan Arsyan. Untuk keluar dari ruangan.


“Aku dan Aleta akan pergi beli minum sebentar Om, setelah itu aku akan ke sini lagi!” ujar Arsyan yang memang belum ingin pergi sebelum melihat Syafira sadar.

__ADS_1


Victor duduk di sofa yang ditempati Aleta. Kedua manik matanya lurus menatap Syafira yang masih tertidur pulas. Gadis itu tampak lebih kurus dari pada satu minggu sebelumnya. Jarinya yang lentik dan juga tangannya tampak lebih kecil dari terakhir kali mereka bertemu.


Pria itu menengadah, kemudian membuang nafas kesal. Sepertinya dia telah melakukan kesalahan pada Syafira. Kesalahan besar. Andai saja ia tidak terlalu sibuk dengan pekerja, dan ulang tahun Xander pasti Syafira tidak mungkin pergi dengan Arsyan dan dia tidak akan terluka seperti ini.


“Sadarlah Sya, aku sangat mengkhawatirkanmu!” gumamnya sembari meraih jemari tangan gadis itu.


Belum ada lima menit Victor duduk, ia melihat Syafira membuka mata, terjaga dari tidurnya.


Pandangan Syafira menyapu seluruh ruangan. Lalu tertuju pada Victor yang duduk di sampingnya. Ia mengerjapkan matanya lalu mencubit pelan pipinya. Menyadarkan diri bahwa ini nyata.


Ternyata Victor tidak hanya di mimpinya. Pria itu, pria yang selama satu minggu ini ia rindukan. Pria yang selama selalu ia tunggu pesan dan panggilan telefonnya kini benar-benar hadir dan tengah duduk di hadapannya.


Tatapan mata keduanya salung bertemu. Ada rindu, ada cinta, ada rasa yang harus tetap ia simpan di dalam hati.


To be Continue.

__ADS_1


* * *


__ADS_2