Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Panggilan Sayang.


__ADS_3

Pemeriksaan terhadap kaki Syafira sudah selesai. Hasilnya sangat baik. Lukanya sudah mengering, meski masih terasa perih. Namun, mulai detik ini juga Syafira sudah diperbolehkan untuk berjalan seperti biasanya.


Kemudian Victor menuntun Syafira untuk keluar dari ruang periksa. Pria itu membayar administrasi, lantas berjalan menuju ke area parkir. Victor membuka pintu untuk Syafira, baru ia duduk di belakang kemudi.


Pria itu memutar kunci untuk menyalakan mobil. Kemudian, ia mulai menjalankan dengan pelan, keluar dari area parkir rumah sakit.


“Om.”


Syafiraenoleh ke arah pria tampan yanh duduk di sampingnya.


“Ya.”


“Aleta kan kuliah, jadi lebih baik Om antar Aku pulang ke rumah!” ajak Syafira mulai gabut tidak tahu harus pergi ke mana.


“Kata siapa kamu bisa pulang ke rumah. Syafira! Kamu harus segera membuka pesanku. Semalam aku sudah mengetik beberapa peraturan yang harus kamu patuhi!” ujar Victor. Hari ini ia berniat mengajak Syafira makan bersama sebagai hadiah, ia sudah berhasil membujuk Elena menghadiri pwsta ulang tahun Xander.


“Oh ya.” Syafira bergegas membuka tas selempang miliknya, lalu ia segera meraih ponsel dan membuka pesan dari Si Om.


Aturan-aturan dari pihak kedua yang harus dipatuhi pihak pertama.


1. Tidak ada orang lain yang boleh mengetahui kejadian ini. Terutama semua anggota keluarga pihak kedua [ Victor ].


2. Status pacaran hanya akan dijalani selama dua bulan. Tidak bisa lebih dari itu. Dan pihak pertama [ Syafira ] tidak bisa melakukan perpanjangan waktu dari waktu yang sudah disetujui pihak kedua [ Victor ].


3. Pihak kedua tidak wajib mengantar pihak pertama berangkat kuliah.


4. Pergi di malam minggu hanya jika pihak kedua sedang tidak ada jadwal kerja. Dan bukan sesuatu kewajiban yang harus dilakukan setiap malam minggu.


5. Tidak ada kontak fisik, hanya ada pegang tangan.

__ADS_1


6. Tidak ada acara belajar mengajar. Tapi pihak pertama memiliki akses bebas untuk masuk ke ruang perpustakaan di mana banyak buku yang bisa di baca untuk menambah wawasan.


7. Semua kontak fisik, hanya bisa dilakukan ketika tidak ada orang selain pihak pertama dan pihak kedua.


Awalnya Safira merasa harus protes dengan apa yang ditulis oleh Victor. Semua aturan yanh dibuat pria itu, berbeda jauh dengan apa yang ia buat semalam. Namun, Syafira tidak menuruti egonya. Bagaimanapun Victor adalah orang yang sibuk. Juga, memiliki Xander harus ia perhatikan.


Lantas, Suafira memilih menerima peraturan itu tanpa protes.


“Om mengenai panggilan sayang saat kita hanya berdua. Bolehkah aku yang menentukannya?” tanya Syafira. Menurutnya panggilan sayang adalah sesuatu yang istimewa dan hanya diketahui mereka berdua itu adalah hal yang romantis .Bukankah begitu, dia akan memanggil Victor dengan sebutan spesial pun begitu dengan pria itu. Syafira sampai tersenyum sendiri membayangkannya.


“Boleh!” Silakan saja kamu menentukannya. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan apapun, yang kau mau. Mas? Kakak? Cintaku? Sayangku?” ujar Victor ia berusaha mengimbangi apa yang ada di pikiran gadis belia itu saat ini.


Syafira terdiam. Ia melirik ke arah Viktor dengan mengulum senyum, lalu dia menunduk dan menikmati jantungnya yang berdebar kencang. Berpura-pura pacaran dengan Victor! Salahkah dia jika berharap lebih? Belum ada satu hari, Syafira sudah ngelunjak. Dia ingin merasakan bagaimana jika ia dan Victor benar-benar pacaran bukan hanya sekedar pura-pura.


“Jadi kamu sudah menyetujui semua isi perjanjian itu?” Kening Victor berkerut, tidak percaya Syafira menerimanya begiti saja.


“Tentu Om aku setuju. Kalau begitu Bolehkah aku memanggil Om dengan sebutan— sayangku?” tanya Syafira menggigit Bibir bawahnya seraya menyipitkan mata. Ia takut dengan jawaban apa yang akan diberikan oleh Viktor.


“Apa ya?” Victor terlihat sedang memikirkan sesuatu. Kemudian, ia membalas tatapan mata Syafira. “Bagaimana kalau aku memanggilku dengan sebutan— Gadisku.” Victor terus menetap ke arah Syafira dan sesekali melihat ke arah jalan ia menunggu jawaban dari gadis itu.


“Tentu saja kalau begitu kita, sepakat ya Om. Saat kita hanya berdua aku akan memanggil Om dengan sebutan ‘Sayangku’


“Ya,’ Viktor menganggukkan kepala tanda setuju dan aku selama 2 bulan kedepan akan memanggilmu dengan sebutan gadisku, saat kita hanya berdua, saat di tempat umum atau ada orang lain di dekatku maka aku akan memanggilmu dengan sebutan nama saja,” jelas Victor.


“Siap Om?”


"Kamu masih memanggilku dengan sebutan, Om?” canda Victor terkekeh. Baru saja Syafira mengucapkannya, tapi ia sudah lupa.


“Maaf! Baiklah aku akan mengkoreksinya sayangku!” Syafira berdebar ketika memanggil Victor dengan sebutan itu. “Lalu kita akan pergi ke mana? Apa Sayang, akan mengajakku kencan di hari pertama kita jadian?” tanya Syafira dengan pelan. sungguh grogi! Namun, tetap berusaha tenang untuk menyembunyikannya.

__ADS_1


“Kamu bisa menganggapnya apapun, yang jelas hari ini aku ingin memberimu hadiah karena sudah berhasil membujuk Elena hadir di ulang tahun Xander!” jawabnya.


“Apa hadiahnya Om!” seru Syafira penasaran. “Eh— apa hadiahnya sayang?” Syafira mengkoreksi sebutannya terhadap Victor.


Victor tidak menjawab, ia memilih diam dan terus melajukan kendaraan roda empat menuju sebuah pusat perbelanjaan.


Setibanya di sana Victor menghentikan mobilnya di area parkir. Kemudian, ia mengajak Syafira masuk ke dalam mall, ke sebuah gerai ponsel.


“Kenapa kita ke sini Om? Eh-- Sayang kenapa kita ke sini. Safira masih saja selalu lupa padahal Ia sendiri yang menciptakan panggilan sayang itu, untuk Victor.


Victor memilih salah satu ponsel dengan harga mahal keluaran terbaru kemudian memberikannya pada Safira Safira aku memilih kamu telepon baru mulai sekarang kamu bisa menggunakannya unsur Victor memberikan benda pipih dan canggih itu untuk Safira Ia suka sekali memberi hadiah apalagi terhadap Safira


“Terima kasih Om, tapi aku tidak pantas mendapatkan ini!” tolak Safira mengembalikan benda itu pada Victor


“Syafira kalau kamu menolaknya berarti sandiwara kita cukup sampai di sini!” ancam Victor seraya membuang muka.


Syafira terdiam lama. Baru ia membuka mulut untuk mengucapkan terima kasih. “Sayangku terima kasih ya untuk hadiahnya. Aku menerimanya dengan senang hati,” ucap Syafira.


Mendengar sebutan sayang dari Syafira, pria itu menyembunyikan senyumannya. Victor yang begitu gemas dengan gadis itu segera menuntun Syafira keluar dari mall, mereka berjalan menuju basement Di mana mobilnya terparkir.


“Apa kita akan pulang sekarang, Om— eh Sayang?” tanya Syafira.


Victor tidak menjawab.


“Oh iya mengenai kontak fisik, apa kita berdua hanya bisa bergandengan tangan saja Sayang?” tanya Syafira. Entah mengapa ia tidak percaya dengan yang Victor tulis di point 5. Sebelumnya, pria itu selalu mencuri kesempatan untuk menciumnya.


Syafira menunggu jawaban dari Victor, refleka ia memainkan bibirnya karena mengingat ciuman dari si Om.


Victor tidak menjawab ia meraih pundak Syafira lalu dengan cepat ia mendaratkan kecupan di bibir gadis itu. “Apa kamu ingin kita berciuman seperti ini setiap hari?” tawar Victor.

__ADS_1


Syafira terbakar aliran listrik akibat ciuman dari Victor yang belum mereda, tetapi pria itu kembali memanggut bibirnya dan menciumnya dengan rakus.


to be Continue


__ADS_2