Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Ciuman Panas.


__ADS_3

Sore itu Vctor sedang berkutat dengan berkas-berkas di atas meja kerjanya. Panggilan telefon dar Natasha mengharuskan ia pergi sekarang juga.


Syafira, pasti gadis itu membuat ulah. Victor harus menjemputnya sekarang. Bisa dipastikan Natasha tidak akan tinggal diam dan akan menahan gadis itu agar tetap berada di sekitarnya.


“Juna, aku pergi sekarang! Tunda semua pertemuanku sore ii untuk besok pagi! Mengenai rapat dengan divisi perencanaan kita tunda sampai besok siang!” titah Victor pada sang sekretaris.


“Baik Tuan, bagaimana dengan berkas-berkasnya? Apa Anda sudah menandatanganinya?” tanya Juna.


“Sebagian, sudah aku periksa dan tanda tangani, sebagian aku akan memeriksanya besok pagi!” sahut Victor. Kemudian, ia segera beranjak dari duduknya. Berjalan cepat meninggalkan ruang kantornya.


Pria itu masuk ke dalam lift, lantas alat transportasi dalam gedung itu mengantarnya menuju basemen dimana mobilnya terparkir.


Victor duduk di belakang kemudi. Jemari tangan kanan menyalakan mesin mobil, lalu ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah tempat yang di sebutkan Natasha. yaitu di sebuah hotel bintang lima yang tak jauh dari ARRA mall.


Sepanjang perjalanan, ia terus memikirkan Syafira. Bagaimana bisa gadis itu senekat ini, menemui Natasha dan mengutarakan apa yang menjadi keluh kesahnya kemarin.


Setelah lima belas menit perjalanan. Tibalah Victor di hotel tempat Natasha melakukan pemotretan.


Dengan berbekal fitur berbagi lokasi dari aplikasi pengantar pesan di ponselnya. Victor menemukan di mana Natasha berada.


Mantan kekasihnya itu tengah berada di salah satu kamar hotel yang dijadikan ruang Make-up sementara.


Asisten Natasha mengantarkan Victor ke ruang di mana sang model tengah berdua saja dengan Syafira.


Pintu terbuka.

__ADS_1


Tampak Syafira terdiam dengan menundukkan kepala.


“Masuk! Kita harus menyelesaikan sebelum terjadi masalah seperti ini di kemudian hari. Aku sungguh tidak suka, dan aku tidak ingin ada bocil ini menemuiku lagi di tempat kerjaku!” cerca Natasha mengamati Victor yang masih berdiri di depan pintu.


“Maaf, ini salahku. Salahku karena menceritakan masalahku pada Syafira!” dalih Victor berjalan menghampiri Syafira . Lantas ia meraih tangan gadis itu untuk berdiri.


Natasha hanya melirik lewat sudut matanya. Untuk saat ini, rasa untuk Victor sudah tak bersisi i dalam hatinya. Berbeda dengan Victor, meski harus berpisah. Ia tidak ingin terlihat lemah, dan akan tetap menunjukkan pamornya di depan Natasha.


“Sekali lagi aku minta maaf dan aku akan pergi sekarang juga!” pamit Victor seraya menuntun Syafira untuk keluar dari ruang make-up.


“Tunggu! Biar aku jelaskan apa yang terjadi di sini sebelum kalian berdua keluar!” Natasha angkit dari duduknya, ia melangkah ke pintu, lalu menutupnya. Diikuti pandangan keheranan dari Syafira dan Victor.


“Kamu tahu kenapa Syafira bertindak sejauh ini?” pancing Natasha. Ia bergerak ke depan dan kini jaraknya dengan Victor hanya satu meter tepat berada di depan pria tampan itu.


“Gadis kecil ini menyukaimu Tuan Victor Erlangga! Gadis ini ingin melihatmu bahagia! Gadis ini hanya bahagia jika melihatmu bahagia, makanya ia sampai berani ke sini menemuiku dan memintaku untuk memperbaiki hubungan denganmu,” terang Natasha merasa paling benar sendiri.


Victor diam, menunggu apa yang akan di katakan mantan kekasihnya itu lagi. Berbeda dengan Syafira yang merasa dikuliti. Ternyata, Natasha bukan cuma pandai berfoto dan menjadi bintang iklan. Namun, ia juga pandai membaca isi hati Syafira.


“Aku rasa itu bukan urusanmu Nat, urusanmu hanya terganggu dengan kehadiran Syafira. Jadi aku akan membawa Syafira pergi dan aku janji ia tidak akan pernah menemuimu lagi!” tutur Victor.


Saat wanita yang paling kamu cintai bertindak menjengkelkan kamu hanya bisa sabar dan meredam emosi. Itulah yang dilakukan Victor saat ini. Perpisahannya dengan Natasha menorehkan luka yang dalam. Ia tidak ingin terjadi pertengkaran yang membuat mereka saling menyakiti satu sama lain.


“Syafira, dengarkan aku!” ucap Natasha dengan penuh penekanan. Ia bergerak ke samping Victor dan hanya berada satu langkah di depan Syafira.


Gluk.

__ADS_1


Syafira menelan ludah. Jantungnya berdegup kencang karena takut. Natasha, ketika wanita cantik yang penuh aura ini marah, seluruh ruangan seolah di dominasi olehnya. Victor yang biasanya, terlihat berkarisma saja kini diam seribu bahasa.


“Kamu harus pintar bermain di atas ranjang, dengan begitu Victor akan mencintaimu Syafira!” lirihnya di indra pendengar Syafira dan tidak sampai ke telinga Victor yang berusaha mencuri dengar apa yang diucapkan Natasha.


“Maaf, Kak Natasha! Tampaknya ada yang salah dengan pengamatan Anda. Kalau Om Victor bukan pria yang seperti itu, kalaupun ia bercita dengan Kak Natasha itu karena beliau mencintai Kak Natasha.” Jelas Syafira.


“Tahu apa kamu Syafira! Apa kamu terlalu memujanya sampai kamu menganggapnya sebaik itu!” Natasha berdecap muak dengan dua orang yang berada di hadapannya.


“Katakan apa yang aku tidak tahu!” pinta Syafira. Jika itu mengenai Victor ia ingin tahu semunya.


“Coba saja kamu – — —!” detik selanjutnya Syafira sudah tidak mendengar apa yang di ucapkan Natasha. Karena Victor tidak hanya menutup kedua telinganya. Tetapi pria itu juga menciumnya dengan sangat panas dan bernafsu.


Degh.


Victor belum melepaskan ciumannya.


********


Pembaca Menggoda Om Om.


Author ucapkan selamat hari raya idul fitri 1443 H.


Minal Aidzin Walfaizin Mohon maaf Lahir dan batin.


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2