
Malam harinya Syafira tidak bisa tidur nyenyak. Ia belum mngantuk, masih merebah dengan menatap langit-langit kamar seraya membayangkan bagaimana kalau dirinya dan Victor benar-benar berpura-pura pacaran.
Ide yang diberikan Aleta itu sungguh berlian. Ya, semua orang tahu pepatah jawa ‘Tresno Iku jalaran juga kulino’ yang artinya ‘Cinta bisa hadir karena terbiasa’ mungkin saja dan bisa jadi dengan terbiasa berpura-pura pacaran. Victor benar-benar akan jatuh cinta padanya atau mungkin dengan begitu si Om mau mengutarakan rasa cintanya.
Untuk menghilangkan rasa bosan, Syafira meraih ponselnya. Ia segera menghubungi Aleta. Kalau dilihat dengan saksama jam menunjukkan pukul 21:20. Artinya Aleta masih terjaga, karena biasanya mereka akan mulai bersiap tidur di waktu yang sama itu jam 22.00 WIB
Panggilan terhubung. Tak menunggu lama terdengar suara sahutan dari seberang.
“Halo,” sapa Aleta.
“Halo, Aleta kamu sudah tidur?” tanya Syafira.
“Belumlah!” sahutnya dengan suara keras.
“Aleta, Aku punya kabar baik,” ungkap Syafira dengan suara pelan.
“Kabar baik? Apa Om Victor mau berpura-pura pacaran denganmu?” teriak Aleta dari seberang telepon. Ikut heboh dengan apa yang akan disampaikan oleh Syafira.
“Sebenarnya ini belum tentu sih. Cuma aku sudah berhasil membujuk Tante Elena agar menghadiri acara ulang tahun Xander. Semoga saja besok Tante Elena benar-benar datang dengan begitu aku sudah menyanggupi persyaratan yang diajukan Om Victor, lalu dia mau berpura-pura menjadi pacarku!” ungkap Syafira penuh riang gembira.
“Kalau begitu kamu harus yakin. Besok Tante Elena akan hadir di pesta ulang tahun Xander. Tenang saja aku akan selalu membantumu Sya,” sahut Aleta bersemangat. Tinggal satu langkah lagi, tips yang ia berikan berjalan sebagaimana mestinya.
“Terima kasih Aleta!” ungkap Syafira.
“Sudahlah tidak perlu berterima kasih. Diantara persahabatan tidak ada kata terima kasih dan maaf!” Aleta sudah sering mengatakannya berulang kali.
“Kamu. Bisa datang kan di acara ulang tahun Xander kan?” tanya Syafira.
“Tentu aku akan datang. Siapa tahu aku melihat om-om keren. Om yang lebih keren daripada Om Victor!” jawab Aleta penuh canda. “Eh tunggu, aku tidak suka Om-Om!” koreksi gadis itu yang lebih menyukai pria-pria cantik macam boyband korea.
“Bisa saja kamu, ya sudah lebih baik kita tidur sekarang!” ajak Syafira. Ia butuh Aleta, ya Aleta akan menjadi dokter cintanya mulai hari ini.
“Paling juga kamu nggak bisa tidur malam ini!” tebak Aleta menahan tawa.
“Iya kamu benar!” jawab Syafira.
Keduanya tertawa bersama.
__ADS_1
“Have nice dreams, see you.”
“Have nice dream, see you too.”
Panggilan telefon berakhir. Syafira menaruh ponsel pintarnya di atas nakas.
Drrrrttt...
Drrrrttt...
Ponsel milik Syafira bergetar ada pesan dari Arsyan.
[ Malam Sya, bagaimana kabarmu? Aku ingin sekali menengok dan melihat keadaan kamu tetapi Aleta tidak mengizinkannya ]
Syafira segera membuka pesan dari Arsyan. Dia berharap pesan itu dari Om Victor. Namun, a tetap membalas pesan dari Arsyan, karena tidak ingin temannya itu terlalu khawatir!
[ Keadaan sudah membaik. Aku sudah bisa jalan. Tenang saja mungkin hari senin atau Selasa aku sudah bis berangkat kuliah. Kamu tidak perlu khawatir! ]
Setelah pesan terkirim, Syafira menaruh ponselnya sembarang. Meski berada di rumah yang sama dengan si Om. Dia tetap tidak bisa bicara bebas dengannya. Bahkan sekarang ia tidak memiliki alasan untuk menelefon. Haruskah ia mengirim pesan terlebih dahulu, dan menjadikan acara ulang tahun Xander sebagai alasan.
Tak sampai satu menit telepon pintar milik Syafira kembali bergetar. Ada dua pesan masuk sekaligus. Satu pesan dari Arsyan, dan satu pesan lagi dari Victor. Kalau saja , kakinya tidak sakit. Syafira sudah melompat kegirangan karena menerima pesan dari si Om.
Kedua manik mata Syafira tertuju pada deretan abjad yang terlihat di layar ponselnya. Pesan dari si Om hanya terdiri ari dua kata, tetapi mampu membuat hati Syafira berbunga-bunga.
[ Belum, Om ]
[ Apa kakinya masih sakit? ]
[ Sedikit, Om ]
[ Sudah minum obatnya kan? ]
[ Sudah Om ]
[ Kamu sudah makan? ]
[ Sudah Om. Om Victa lagi apa? ]
__ADS_1
[ Aku lagi temani Xander tidur! ]
[ ikutan tidur sekalian saja Om, om Victor pasti lelah ]
[ Iya, aku mau tidur. BTW, terima kasih ya, sudah membujuk Elena untuk datang. Terima kasih Syafira ]
[ Sama-sama Om, tapi aku tidak mau kalau cuma ucapan terima kasih ]
[ Ya, sudah kamu mau apa. Nanti aku beliin ]
[ besok saja, aku minta hadiahnya besok! ]
Victor tidak membalas lagi pesan dari Syafira. Ya, ia sangat yakin Syafira sedang berpikir kerasa mengenai hadiah yang ia minta. Pria itu tak ambil pusing, Syafira memang sudah berhasil membujuk mantan istrinya untuk datang ke acara ulang tahun Xander. Dan berhak mendapatkan hadiah. Apa pun itu.
****
Ruang tamu kediaman Erlangga sudah dihias demikian rupa. Banyak balon-balon juga deretan makanan dan minuman khusus untuk anak-anak.
Beberapa sudah mulai hadir, terdiri dari sepasang anak dan ibunya. Ada juga rekan-rekan dari Nyonya Hani dan Pak Jaya. Sementara Syafira hanya mengundang Aleta ke acara ulang tahun Xander.
Berderet meja dengan tumpukan makanan dan minuman manis. Anak-anak seumuran Xander pasti akan menyukainya.
Di tengah ruangan ada meja, di atasnya ada kue ulang tahun. Berbentuk dan di desain seperti doraemon. Sesuai karakter favorit Xander.
Victor yang memang libur kerja, sudah menyapa tamu yang datang bersama Nyonya Hani. Ya, sejujurnya ada yang ia tunggu yaitu Elena.
Beberapa kali Victor melakukan panggilan telepon, pada mantan istrinya itu. Namun, nomornya tidak aktif juga, sejak tadi pagi. Victor mulai gelisah, takut jika wanita itu, tidak bisa menghadiri acara ulang tahun putranya.
Xander sedang berganti baju ditemani Syafira, yang sudah mulai bisa jalan. Mau tidak mau, meski lututnya masih terasa sakit Syafira berusaha untuk ada di samping Xander. Dari Victor ia tahu jika, Elena belum juga hadir di pesta.
"Kak Syafira, apa Mama sudah datang?" tanya Xander. Bersama Mbok Atun, dan Syafira, Xander berjalan menuruni tangga.
"Sebentar lagi mama akan datang Xander!" jawab Syafira. Sesekali ia melihat ke arah ponselnya dan masih sama. Nomor Tante Elena belum juga Aktif.
"Tapi mama pasti datangkan? Lihatlah, teman-teman Xander saja sudah banyak yang datang." Anak laki-laki itu mengamati teman-temannya sudah datang bersama mama mereka.
"Iya, mama sebentar lagi pasti akan datang!" Syafira mencoba membujuk Xander, meski sebenarnya dia sendiri juga dibuat gabut oleh tante Elena yang belum ada kabar. Sementara jam masih terus bergulir. Tidak kurang dari sepeuluh menit, pesta ulag tahun akan segera dimulai.
__ADS_1
To Be Caontinue.
Masih dua bab lagi.