Menggoda Om Om

Menggoda Om Om
Cengeng.


__ADS_3

Tanpa menunggu lama Victor menarik jemari tangan Syafira agar segera beranjak dari ruang make-up Natasha.


Pria itu terus berjalan dan membawa Syafira menuju area parkir. Syafira hanya dia, dan mengikut.


Ada dua hal yang mengganggu dalam pikirannya. Pertama, Victor pasti akan marah besar karena dia telah lancang mencampuri urusannya. Dan kedua, Kenapa pria itu sengaja menciumnya di hadapan sang mantan kekasih? Mungkinkah menciumnya adalah sesuatu yang menjadi candu ketika pria itu terdesak? Atau Victor menciumnya karena ingin membuatnya merasa cemburu?


“Kita pergi dari sini!” ucap Victor membuka pintu mobil dan memaksa Syafira masuk. Kemudian, ia berjalan , lalu duduk di samping kemudi.


“Om aku ke sini bersama Aleta.” Syafra melihat keluar jendela mencari keberadaan temannya.


“Itu!” Victor menyalakan mesin mobil dan berjalan menuju ke tempat Aleta berdiri.


Aleta masuk ke dalam mobil, duduk di kurs belakang. Sepanjang perjalanan mereka bertiga hanya diam. Terlebih Safira, nanti jika ada kesempatan ia ingin menanyakan perihal ciumannya tadi, tetapi nanti setelah Aleta turun dan hanya berdua saja dengan Victor.


“Aleta, aku akan mengantarmu pulang ke rumah!” ujar Victor ia perlu bicara berdua dengan Syafira.


“Iya Tuan!” jawabnya.


“Kalian berdua, harus kuliah yang rajin, setelah lulus aku akan membawa kalian bekerja di ARRA mall, jadi pelajar ilmu sebanyak mungkin selam kalian masih belajar, setela lulus dalam dunia kerja, ada banyak ilmu lain yang kalian harus pelajari!” ujar Victor memecah keheningan.


“Iya, Tuan!” jawab Aleta. Ya, jika bukan Tuan, Victor. Kak Juna bisa menjadi batu loncatan agar ia bisa mendapat pekerjaan baik dan menempati posisi yang bagus.


Syafira hanya diam. Ciuman si O terlalu membekas. Di bibirnya, sampai saat ini.


Mobil berhenti di depan rumah Aleta.


“Syafira, aku turun. Terima kasih Tuan Victor!” ucap Aleta seraya turun dari mobil.


“Sama-sama.” Victor kembali menyalakan mobil dan menjalakannya menjauh dari rumah Aleta.


Drrrtt...


Drrrtt...


Ponsel Syafira berbunyi ada pesan masuk dari Aleta. Gadis itu pasti langsung menulis pesan setelah turun dari mobil.

__ADS_1


[ Selamat berkencan Syafira1 Nikmati waktu berduamu dengan Om Victor! ]


Syafira menggelengkan kepala membaca pesan dari sahabatnya. “Kencan dari Hongkong!” gumam Syafira pelan tetapi terdengar oleh Victor.


“Ada apa Syafira?” tanya pria itu.


“Tidak apa-apa Om!” sahutnya tanpa membalas tatapan si Om.


“Kita makan dulu Syafira, aku belum makan dan ada yang harus kita bicarakan!” ajak Victor. Ya, ada banyak hal yang harus mereka bicarakan.


“Baik Om!” Syafira melirik sekilas dan kembali fokus melihat layar ponselnya untuk membalas pesan dari Aleta.


“Kamu mau makan apa?” Sesekali ia ingin mentraktir makanan ke sukaan Syafira. kalau di ingat-ingat jarang sekali mereka makan hanya berada. Selalu makan bersama di kediaman keluarga Erlangga atau di tempat lain. Bukan hanya makan berdua. Ini adalah kali pertama.


Mungkinkah Om Victor tidak akan memarahiku?


Atau dia akan memarahiku setelah aku makan?


Aku tahu aku salah, semoga Om Victor tidak memarahiku!


“Jadi kamu mau makan apa?” Victor kembali mengulang pertanyaannya.


“Hanya itu!” Victor sudah tidak bisa menahannya lagi. Ingin sekali memarahi Syafira.


“Ya!”


Victor menghentikan mobilnya di tempat yang sepi! Kemudian, ia turun dari mobil untuk membelikan minum untuk Syafira.


Pria itu kembali ke dalam mobil dengan tiga botol minum. “Ini minum dulu!” Victor membuka botol minum untuk Syafira.


“Terima kasih Om!”


Gluk.


Gluk.

__ADS_1


Gluk.


Syafira meneguk minuman dengan rakus. Dan Victor hanya mengamatinya.


“Uhuk!” Syafira terbatuk melihat si Om yang memandangnya. “Kenapa Om melihatku seperti itu?” tanya gadis itu salah tingkah.


Victor diam dan membuang pandangan ke arah lain. “Ini mengenai Natasha!” tutur pria itu dengan ekspresi serius.


Syafira beringsut.


“Kamu tahu apa yang kamu lakukan tadi Syafira! Kamu bukan hanya mempermalukan dirimu sendiri! Tapi kamu juga mempermalukanku!” ucap Victor dengan ekspresi wajah serius.


“Aku tahu Om, maaf aku salah!”


“Lain kali jangan bertindak bodoh, kamu bukan anak kecil umur empat tahun lagi, bukan Xander!” bentaknya.


Syafira berkaca-kaca. Victor membentak! Ya, pria yang paling ia kagumi, memarahinya.


“Lebih baik kamu urusi kuliahmu dari pada terlalu peduli padaku! Paham!” teriak Victor yang sudah terpancing emosi.


Syafira terisak, air mata mengalir di pipinya.


Victor menoleh, mendapati Syafira tengah terisak.


“Apa kamu sedang menangis Syafira?” tanyanya.


Degh.


Alih-alih menjawab pertanyaan dari Victor, Syafira terus menangis.


“Astaga! Syafira!” Victor berdecap. Ia tidak tahu, bagaimana menghadapi gadis yang sedang menangis di sampingnya.


Isak tangis Syafira semakin terdengar. Penjelasan Victor membuatnya sadar apa yang telah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar.


“Kamu mau es krim, atau permen?” bujuk Victor seperti membujuk Xander.

__ADS_1


Namun, Syafira tidak menjawab. Meski tangisnya terdengar pelan, tetapi ia masih terisak.


*******


__ADS_2