
Setelah selesai mengobrol, Kaila langsung tertidur pulas di pangkuan Rafael. Rafael tersenyum melihat Kaila yang sudah tumbuh besar, Rafael tidak sia sia kalau dia sudah membesarkan Kaila dengan usaha sendiri.
tok...tok...tok. ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Rafael. Rafael langsung suruh orang itu masuk kedalam.
" maff pak, ini ada yang harus di tandatangani " kata orang itu, sambil ngasih berkas ke Rafael untuk di tandatangani
Rafael langsung melihat berkas yang karyawan itu kasih, dia memeriksa dengan teliti sebelum di tandatangani. ia melihat karyawan itu yang sedang berdiri di sebrang Rafael.
" Karina, silahkan duduk dulu. ada yang saya ingin omongkan " kata Rafael, yang melihat Karina berdiri di sebrang nya.
ya, dia adalah Karina yang masuk ke dalam ruangan Rafael, untuk meminta tanda tangan olehnya. Karina langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.
" Karina, maff sebelumnya saya akan menanyakan soal ini ke kamu "kata Rafael, sebenarnya ini kecepatan tapi tidak apa apa kan kalau mencoba dulu.
" ada apa ya pak " kata Karina, yang cemas
pas Rafael ingin berbicara dengan Karina, ada seseorang yang tiba tiba masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu nya. Karina dan Rafael langsung melihat siapa yang datang dengan tidak mengetuk pintunya.
" ada apa mamah kesini " kata Rafael, yang melihat mamahnya datang tiba tiba.
gagal rencana Rafael untuk mendekati Karina. karena mamahnya tiba tiba langsung datang ke kantornya tanpa mengabarinya.
" emang mamah engga boleh gitu datang ke sini?" kata mamah, dengan muka kesalnya.
terkadang anak laki laki nya ini selalu aja bikin naik darah. sudah punya anak pun tetep aja kelakuannya tidak berubah sama sekali.
" iya kan kalau mau kesini tuh ngabarin dulu ke " kata Rafael, dengan muka datar dan kesalnya. karena mamahnya menganggu acara dia sama Karina
Karina bingung, kalau Karina keluar dari ruangan sini engga enak karena berkasnya masih ditangan bosnya, kalau ke luar takut di bilang engga sopan. dan akhirnya Karina hanya diam melihat anak dan ibu ini sedang berdebat.
" maff Karina, ini berkasnya kamu bawa dulu.nanti kamu balik lagi saja ke sini, saya ada perlu sebentar " kata Rafael, yang sadar kalau Karina masih ada di ruangannya.
" baik pak, terimakasih " kata Karina, sambil keluar dari ruangannya.
setelah Karina keluar, mamah Rafael langsung menatap Karina yang keluar dari ruangan nya.
" dia siapa, ko mamah kaya baru liat " kata mamah, yang penasaran dengan Karina tadi
" dia anak baru, sudah setengah bulan kerja di sini " kata Rafael,yang tetep fokus dengan komputer nya
" dia cantik, kenapa kamu engga deketin saja dia " kata mamah
" mamah enak banget sih ngomong nya, emang deketin perempuan itu gampang " kata Rafael, yang mendengar omongan mamahnya yang santai itu.
setelah Karina keluar dari ruangan, dia bertemu sekretaris Rafael di luar ruangan.
__ADS_1
" hallo pak, permisi " kata Karina. dan sekretaris Rafael hanya mengangguk saja
di perjalanan ke ruangan nya, banyak karyawan yang melihat dia tidak suka. Karina juga bingung sudah setengah bulan dia bekerja di sini, kenapa karyawan lain pada engga suka samanya, apa dia pernah buat salah. Karina juga ingin punya teman si kantor nya ini, masa sama angel mulu kan engga enak. dia pun pasti ingin dengan teman lainnya. hanya Dinar saja yang mau berteman dengan Karina.
di ruangan sudah ada Dinar, karena tadi Dinar mengatakan kalau dia ingin keluar sebentar.
" apa sudah di tandatangani?" kata Dinar,yang melihat Karina masuk ke dalam ruangan
" belum, tadi ada tamu jadi katanya entar ke sini lagi " kata Karina, yang kesel
" kamu kenapa, ko mukanya kaya kesel banget " kata Dinar, yang melihat muka Karina kesal
" ya gimana engga kesel, aku sudah setengah bulan kerja di sini tapi kenapa karyawan di sini selalu aja aneh kalau liat aku " kata Karina.
" kamu sabar aja, namanya juga manusia engga semua wataknya tuh baik pasti ada yang iri. mau dia yang paling pintar tapi kalau wataknya kaya gitu mah engga bisa di apa apain " kata Dinar, yang menasehati Karina
" ( menghela nafas ). yaudah deh niat aku di sini bekerja, bukan yang lain " kata Karina, sambil melanjutkan kerjanya.
sesampainya di rumah Karina langsung membersihkan badan nya yang lengket karena bekerja dari pagi sampe sore ini.
yang niatnya ingin memasak akhirnya di tunda, karena handphone Karina berdering.
" hallo Bun, ada apa " kata Karina, yang mengeluarkan bahan bahan dari kulkasnya
Karina langsung menjauhkan handphone nya dari telinga karena bundanya ini berteriak tiba tiba.
" iya Bun, Karina lupa kan Karina juga sibuk sama kerjaan " kata Karina, yang membela diri sendiri
" tapi engga sibuk gitu juga dong. kamu engga nanya apa keadaan bunda sama ayah " kata bunda
" hehehe, apa kabar Bun. sehat kan di sana " kata Karina, dengan cengengesan nya
" telat kamu nanya itu. besok kamu engga kemana mana kan?" kata bunda
" engga Bun, besok aku engga kemana mana. di kosan saja " kata Karina
" oke, bunda sama ayah besok mau kesana. dan kamu jangan kemana mana " kata bunda
" oke Bun, Karina tunggu. i love you " kata Karina, langsung mematikan sambungan telepon dengan bunda
bunda tuh kalau marah engga bisa di jeda dulu, makannya itu Karina sama ayah tuh udah biasa liat bunda kaya gini. akhirnya Karina lanjut untuk memasak nya yang tertunda tadi. ia memasak ayam yang sudah di ungkep olehnya.masakan sudah selesai, akhirnya Karina menyantap makanan yang dia masak. selesai makan Karina langsung menyetrika baju yang sudah di tumpuk olehnya. karena bunda sama ayah besok ke sini jadi Karina harus bersih kosannya. kalau tidak Karina bakal mendengar ceramah dari bundanya itu.
setengah sebelas Karina selesai dengan setrikaan nya, badan Karina sudah remuk karena setrikaan dia yang banyak ini. dan waktunya untuk istirahat di karena kan besok bunda dan ayah bakal ke tempatnya.
di pagi hari Karina sudah beres beres rumah, kalau bunda melihat rumah Karina berantakan sudah deh, engga usah di jelasin lagi pasti sudah tau.
__ADS_1
jam 10 bunda dan ayah sudah sampe di kosan Karina, bunda membawa kue buatannya yang sudah Karina kangen banget.
" gimana kerjanya, engga ada apa apa kan?" kata ayah, sambil menyeruput secangkir teh
" baik ko yah, engga ada apa apa " kata Karina, sambil memakan kue yang bunda bawa.
" bisa tidak pelan pelan saja makannya " kata bunda, yang melihat Karina makan dengan penuh semangat
" maff Bun, Karina kangen banget sih sama kue buatan bunda " kata Karina, dengan senyumannya
" oh ya Karina, ayah sama bunda bakal keluar kota Minggu depan " kata ayah
" ada apa, ko tumben " kata Karina
" ayah mendapatkan liburan di kantor ayah buat karyawan yang di pilih, nah karena ayah di pilih jadi ayah dapat liburan di luar kota " kata ayah
" yahh, aku engga di ajak dong " kata Karina, dengan cemberut nya
" kan kamu kerja, lagian kamu sudah besar masa masih ikut ikutan saja " kata bunda, dengan celetuknya
" emang kenapa kalau Karina ikut, lagian Karina juga belum ngambil cuti " kata Karina, engga mau kalah sama bunda
ayah hanya melihat kegaduhan ibu dan anaknya saja, ayah sudah biasa ngeliat mereka ini. apalagi pas Karina pindah rumah seperti sepi saja di rumah engga ada perdebatan di pagi hari atau pas lagi libur. makannya itu ayah hanya diam saja melihat bunda dan Karina yang engga mau kalah ini.
" udah bunda, Karina. apa kalian engga malu dengan tetangga yang sedang istirahat " kata ayah, yang sudah habis kesabarannya melihat dua orang ini engga habis berdebat
dan akhirnya mereka semua langsung diam, pas ayah ngomong seperti gitu. bunda mengasih lauk pauk ke Karina untuk makannya. bunda bilang lebih baik makan di rumah dari pada makan di luar.
sudah sore hari ayah dan bunda langsung pulang lagi ke rumah, karena mereka juga besok sudah mulai bekerja kembali sama seperti Karina besok dia juga harus bekerja kembali.
" bunda sama ayah engga nginap saja di sini " kata Karina, yang memeluk bundanya dengan manja
terkadang bunda sama Karina ini berdebat Mulu, tetapi Karina ini tetep saja manja dengan bundanya. makannya itu bundanya ini selalu bilang ke Karina cepat cepat cari jodoh biar engga manja Mulu. tapi ya Karina engga pernah dengar omongan bunda tetep saja manja.
" besok kan kamu kerja, terus kamu juga kerja " kata bunda, yang melepaskan pelukan Karina
" isshh bunda, kan Karina masih kangen tau " kata Karina, dengan cemberut nya
" sudah besar masa masih manja aja sih, umur mu itu sudah 23 tahun harusnya cepat cepat cari jodoh " kata bunda, dengan enaknya ngomong seperti gitu
" aku tuh masi muda bunda, udah deh bunda pulang aja " kata Karina, dengan muka datar nya
" emang bunda mau pulang, yaudah hati hati di rumah. kalau ada apa apa telepon kami ya. jangan lupa makan." kata bunda, sambil mencium pipi Karina
dan mereka pun pulang ke rumah, Karina langsung siap siap untuk beres beres yang tadi bunda kasih.
__ADS_1