MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 7


__ADS_3

semuanya sudah selesai Karina langsung membantu Kaila untuk mengikat rambut nya.


" kaila tau jalan rumah Kaila dimana " kata Karina, yang sedang mengepang rambut kailan


" kaila engga terlalu tau soal itu ka " kata Kaila


Karina jadi bingung, giman mau mengantar Kaila pulang kalau Kaila juga tidak tau di mana rumah nya. Karina juga berpikir orang tua Kaila pasti sekarang sedang khawatir dan sedang mencari keadaan Kaila, tapi Karina juga bingung mau gimana.


" ka, ko diem saja " kata Kaila, yang melihat Karina diam saja


" oh engga, Kaka bingung mau ngantar Kaila nya gimana, sedangkan Kaila saja tidak tau jalan rumah nya " kata Karina


" kaila juga malas pulang ka, di rumah engga ada siapa siapa. hanya ada bibi doang ayah pasti sibuk sama kerjanya " kata Kaila, yang cemberut


" tapi entar orang ayah Kaila nyariin Kaila gimana terus juga pasti ayah Kaila sedang khawatir sama Kaila sekarang " kata Karina, sambil mengelus punggung Kaila


" iya sih, Kaila juga berpikir seperti gitu pasti ayah sedang nyariin Kaila " kata Kaila, dengan sedihnya


" gini deh Kaila kalau hari libur gini sukanya kemana? " kata Karina


" kaila sukanya kalau libur ke rumah Oma Kaila, tapi Kaila juga tidak tau jalan rumah Oma dimana " kata Kaila


" gimana kalau kita jalan dulu saja, mudah mudahan selagi kita jalan Kaila ingat di mana rumah Oma Kaila " kata Karina, sambil tersenyum


" hmmm, oke deh ka. ayo kita jalan sekarang " kata Kaila


" ok ok, sebentar Kaka ganti baju dulu, dan Kaila masukin baju kotor Kaila ke tasnya ya " kata Karina, sambil berjalan ke kamar mandi


di saat Karina sedang mengganti baju, Kaila juga sedang memasukkan baju kotornya ke dalam tasnya. selesai semuanya beres kami langsung berangkat untuk mencari alamat rumah Oma Kaila.


kami ber dua berjalan kaki untuk mencari alamat nya dan Kaila juga belum mengingat di mana rumah Oma nya. karena kami kecapean kami duduk di kursi taman sini. Karina juga bingung mau ke mana lagi dari tadi kami tidak ke temu jalan ke rumah Oma Kaila.


selagi kami sedang istirahat ada dua orang yang berbadan besar menghampiri kami. Karina dengan sigap membawa Kaila di belakang punggung nya untuk melindungi Kaila dari dua orang ini.


" maff Noona, dia adalah anak dari tuan kami " kata orang yang berbadan besar itu


Karina engga langsung percaya dengannya. Karina tetep melindungi Kaila dari dua orang ini, sebenarnya Karina juga takut. gimana engga takut mereka ber dua dengan tubuh besar sedangkan Karina sendiri dengan tubuh yang kecil.


" aku engga percaya, kan banyak orang yang pura pura bohong " kata Karina, dengan mata tajam nya


" saya tidak bohong Noona, anak perempuan itu anak tuan kami yang sedang hilang " kata orang mereka


" mana buktinya, aku ingin tau apa anak ini anak tuan kalian atau bohong " kata Karina, yang masih melindungi Kaila


" baik saya bakal telepon tuan kami " kata orang itu, sambil menghubungi tuannya


Karina melihat gerak-gerik mereka, apa benar dia suruhan tuannya atau hanya pura pura saja. dan di sini sepi engga ada siapa siapa jadi Karina bingung mau minta tolong ke siapa.orang itu sedang menelepon tuannya dan mereka bilang biar tuannya ingin mendengar suara anaknya


" tuan saya bilang ingin mendengar suara anaknya, biar anda percaya kita buktikan dari ekspresi dia " kata orang itu, sambil melihat ke arah Kaila

__ADS_1


Karina mengambil handphone orang itu dan langsung mengasih ke kaila untuk tanda bukti apakah bener ini ayahnya atau tidak.


dan itu benar Kaila menangis kalau dia kangen dengan ayahnya, Karina percaya kalau mereka berdua adalah suruhan ayahnya untuk mencari keberadaan anaknya.


" gimana Noona, apa anda percaya " kata orang itu


" itu benar ko ka, itu tadi suara ayah. kaila juga pernah melihat dua orang ini di rumah. mereka ini kerja bareng ayah " kata Kaila, dengan tersenyum untuk meyakinkan kalau tadi itu ayah Kaila


" syukurlah kalau begitu, Kaka senang melihat Kaila sudah ketemu ayah Kaila " kata Karina, sambil berjongkok dan memeluk Kaila


kaila membalas pelukan Karina, menurut Kaila pelukan Karina itu sangat nyaman. apalagi Karina sudah membatu Kaila dari kemarin


" terimakasih ya ka, sudah membatu Kaila dan juga nginap di rumah Kaka " kata Kaila, sambil melepaskan pelukan Karina


" iya sama sama, hati hati di jalan ya " kata Karina


" terima kasih Noona, sudah menjaga anak tuan kami " kata orang itu, sambil menundukkan kepalanya


" iya sama sama " kata Karina, dengan tersenyum


akhirnya Kaila pun bisa bertemu dengan ayahnya kembali. dan Karina pun langsung bergegas untuk pulang, hari sudah mulai panas jadi Karina harus buru buru untuk sampe ke kosannya


sesampainya Kaila di rumah, Kaila pun langsung memeluk ayahnya yang sedari tadi menunggu di ruang tamu. kaila bener bener kangen dengan ayahnya ini sesibuk ayahnya kerja Kaila tetep sayang dengan ayah karena hanya ada ayah saja di hidup Kaila saat ini.


" ayah...hiks.. hiks..... kaila kangen dengan ayah " kata Kaila, sambil berlari ke pelukan ayahnya


" maffin Kaila juga yah " kata Kaila, sambil melepaskan pelukannya


" suttt...Kaila engga salah ko. yang penting Kaila baik baik aja sekarang " kata Rafael,sambil mencium pipi Kaila


" ya sudah sekarang Kaila ke kamar ya, bersih bersih oke, habis itu kita ke rumah Oma. Oma khawatir dengan keadaan Kaila " kata Rafael, mengantarkan Kaila ke kamarnya


" baik ayah, Kaila bersih bersih dulu " kata Kaila


selesai Rafael mengantarkan Kaila. Rafael langsung ke bawah kembali ke temu bodyguard yang menemui kailan tadi


" di mana kalian menemukan anak saya?" kata Rafael, dengan muka datar


" kamu menemukan di taman dekat kantor tuan, dia sedang bersama seorang perempuan " kata bodyguard Rafael


Rafael kaget, Kaila bersama seorang perempuan apa itu Sheila atau siapa perempuan itu.


" apa perempuan itu mantan istri saya " kata Rafael


" bukan tuan, dia seperti perempuan sederhana " kata nya


Rafael agak tenang dikit. Rafael menyimpulkan kalau perempuan itu bukan Sheila karena Rafael tau gaya Sheila seperti gimana sebenarnya bukan Rafael doang yang tau semua orang tau siapa Sheila.


Rafael langsung mengasih beberapa lembar uang untuk mereka karena mereka sudah menunjukkan Kaila dengan selamat

__ADS_1


" terimakasih tuan " kata mereka, dengan menundukkan kepalanya


dan akhirnya mereka langsung pergi dari rumah Rafael. selesai semuanya beres Kaila dan Rafael langsung beranjak pergi ke rumah mamah dan papah rafael.dari tadi Mamah nya selalu bilang ke Rafael untuk datang ke rumahnya.


di dalam mobil Rafael bertanya ke kaila, tentang seharian kemarin Kaila dengan perempuan yang di sebutkan bodyguard nya itu


" sayang, kamu seharian kemarin nginap di mana " kata Rafael, dengan tetap fokus menyetir


" aku nginap di rumah ka Karina, yah " kata Kaila, dengan senyumannya


" wawww ayah baru pertama kali melihat Kaila tersenyum dengan orang asing " kata Rafael, yang melihat Karina senyum senyum sendiri


" hehehe ayah, ka Karina itu baik banget ke kaila. terus juga ka Karina mau nunggu Kaila di jemput oleh ayah kemaren, terus juga masakan ka Karina tuh enak banget. apalagi pas kami tidur itu pertama kali Kaila di peluk tidurnya seperti ka Karina itu bunda Kaila " kata Kaila, dengan semangat bercerita ke ayahnya


Rafael jadi penasaran siapa Karina itu, kenapa dia bisa membuat Kaila tersenyum semangat seperti gini dan juga pertama kali Rafael mendengar kalau Kaila ngomong tentang bunda apa ini kode Kaila untuk Rafael mendapatkan diri dengan Karina itu.


sesampainya kami di rumah mamah, Kaila langsung berlari untuk ketemu Oma dan Opa nya. Kaila langsung memeluk mereka dan Rafael melihat kalau mamah menangis karena cucunya ini akhirnya bisa ketemu juga.


" astaga, Kaila Oma menunggumu dari kemaren. kamu dimana sayang " kaya mamah, sambil mengelus rambut Kaila


" kaila nginap di rumah ka Karina Oma " kata Kaila


" siapa ka Karina itu " kata papah


" dia yang sudah menjaga Kaila kemaren, terus juga ka Karina itu baik banget sama Kaila " kata Kaila, dengan senyum


" wawww cucu Oma tersenyum hanya bercerita tentang ka Karina itu " kata mamah, yang melihat Karina senyum senyum


" dari tadi Kaila itu senyum senyum, pas aku juga nanya keberadaan Kaila " kata Rafael, yang engga jauh dari tempat duduknya


" pah, bukannya itu kode dari Kaila. kalau Kaila ingin punya bunda " kata mamah, sambil melihat Rafael


" iya Oma, Kaila ingin ka Karina itu jadi bunda Kaila. ka Karina itu baik banget terus juga kemarin masakan ka Karina itu enak banget apalagi pas tidur Kaila di peluk oleh ka Karina " kata Kaila, dengan antusias nya


" wahhh lihat lah, anakmu engga sabaran banget punya bunda baru " kata mamah, yang menggoda Rafael


Rafael hanya memutarkan mata nya dengan malas, kenapa semua orang pada ngomongin soal ini. Itu membuat Rafael jenggel dengan pertanyaan ini. Akhirnya Rafael hanya memainkan handphone saja malas medengar percakapan mereka. Tetapi melihat kaila sperti menyukai perempuan yang bernama karina itu membuat Rafael jadi penasaran siapa wanita itu yang membuat kaila senyam senyum seperti gini.


‘’ ayah, apa ayah engga mau mencari ka karina ‘’ kata kaila, dengan senyumnya


‘’ kaila, bisa tidak engga bahas itu dulu sekarang. Kan kita semua lagi kangen dengan kaila yang kemarin hilang ‘’ kata Rafael, dengan senyum terpaksa


‘’ sudah nak, nanti kita bahas lagi oke, Sekarang oma ingin masak makanan kaila. Apa kaila ingin membatu oma ‘’ kata mamah, yang mengahlikan pembicaraan anak dan ayah ini


Dan akhirnya kaila dengan mamah ke dapur untuk masak malam. Papah yang melihat ekspresi wajah rafeal hanya bisa diam saja, papah tau kalau kaila juga membutuhkan seorang bunda dan papah juga tau trauma rafeal dengan seorang wanita untuk menjadi ibu sambung kaila. Bukan maksud Rafael tidak menyukai perumpan tetapi Rafael takut perempuan itu sama dengan istri pertamanya apalagi Rafael selalu sigap untuk Sheila dulu tetapi Sheila tidak pernah sedikit memandang kerja keras Rafael.


Pada waktu Sheila hamil, dia selalu marah marah kepada rafael ia mengatakan kalau ia benar benar malu denga tubuh yang gemuk dia selalu berolahraga ekstrim untuk membentuk tubuh yang bagus. Tetapi rafael selalu mencegahnya karena dia gemuk bukan karena makan banyak tetapi dia gemuk sedang berbada dua. Dan selama hamil Sheila tidak pernah keluar rumah ia keluar rumah hanya membeli keperluan dia saja dengan pakaian tertutup agar semua orang tidak melihat ke arah dia yang sedang hamil itu.


Apalagi dengan pakaian buat bayi nya saja dia sama sekali tidak turun tangan, rafael dan mamah lah yang turun tangan dia sama sekali tidak peduli dengan bayi yang ada di perutnya. Ia hanya ingin bayi ini cepat keluar dari perutnya, itu membuat rafael marah besar gimana rafael tidak marah ia tidak pernah sekali menyapa bayi yang ada di perutnya dia hanya memikirkan diri dia dan tubuh dia nanti. dia lah yang minta cerai kepada rafael dan rafael dengan siap mengiayakan karena ia juga sudah malas dengannya. Dan rafael lah yang mengurus kaila dari bayi yang di bantu oleh mamah dan papah.

__ADS_1


__ADS_2