
Sheila yang baru sampai rumah nya dengan muka senang. apalagi mendapatkan manajer super ganteng dan jangan lupa badannya yang sangat kekar.
" aku bener bener engga sabar untuk melakukannya dengan manajer baru ku. melihat badannya yang sangat seksi itu membuat dia bergairah " kata Sheila, yang selalu tersenyum soal tadi di perusahaan tadi.
sedangkan anzel dia sedang memikirkan apa yang sedang di pikirkan oleh Sheila itu, dia tersenyum miring dengan kelakuan Sheila. apa dia itu kehausan dengan s*x?. entahlah yang penting menurut anzel Sheila itu wanita jal**g yang selalu ingin dompet tebal peria hidup belang.
sedangkan Reza dia sudah mendapatkan informasi tentang Sheila dari anzel hanya senyum sinis. emang Sheila itu tidak akan puas dengan satu lelaki Reza menyuruh anzel tetap ikuti apa yang dia mau jangan Samapi Sheila curiga dengan rencana Rafael ini.
Rafael dan keluarga kecilnya baru saja Samapi dari supermarket dan Kaila tadi meminta kepada orang tuanya untuk jalan jalan sebentar mereka mengikuti keinginan anaknya itu dan sekarang sudah malam mereka baru pulang dari jalan jalannya.
Kaila langsung masuk ke kamar, karena mereka sudah makan malam, di luar jadi sekarang mereka harus beristirahat karena besok akan memulai beraktivitas kembali.
sudah seminggu ini Karina selalu mual dan pusing, setiap pagi dia selalu muntah muntah tetapi yang keluar hanya air liur nya saja. Rafael yang melihat Karina bolak balik ke kamar mandi tidak tega.
dia membantu Karina memijit punggung nya, setelah selesai Yuna membersihkan mulutnya yang tadi habis muntah menghadap ke Rafael dan memeluk nya
" kamu engga apa apa sayang, apa kita ke dokter saja?" kata Rafael, yang sambil mengelus punggung Karina.
Karina hanya diam, dia bener bener pucat dan lemas untuk berbicara aja seperti susah karena kecapan bolak bali ke kamar mandi. tanpa persetujuan Karina Rafael langsung membawa istrinya ke rumah sakit.
dia sudah sangat panik dengan keadaan Karina jadi Rafael langsung membawa Karina ke rumah sakit. sedangkan Kaila dia sudah berangkat sekolah bersama supir pribadi Rafael.
Samapi rumah sakit Karina sudah di tanganin oleh dokter dan Rafael sedang menunggu hasil dari dokter, beberapa menit kemudian dokter pun keluar dari ruangannya. Rafael langsung berdiri pas dokter sudah ke luar dari ruangan nya.
" gimana dok, ada apa dengan istri saya " kata Rafael.
" istri anda baik saja pak. itu wajar karena seorang ibu hamil pasti akan terasa muntah muntah atau pusing " kata dokter.
tunggu, tadi dokter mengatakan kalau itu wajar untuk seorang ibu hamil?. Rafael masih belum peka dengan omongan dokter ini karena kepanikan dia terhadap Karina dan sekarang mendapatkan berita seperti gini.
" apa dok, tadi dokter bilang ibu hamil?" kata Rafael, dengan memastikan nya.
" apa anda belum tau?. istri anda sedang mengandung usianya baru tiga Minggu. jadi saran saya tolong jaga keadaan istri anda karena hamil tua bisa rentan dengan namanya keguguran. saya akan memberikan vitamin untuknya, dan jangan lupa selalu minum susu ibu hamilnya untuk sekarang lebih baik istri anda jangan melakukan aktivitas berat terlebih dahulu dan makan yang sehat banyak minum air putih dan buah buahan " kata dokter.
Rafael sangat senang dengan perkataan dokter tadi, dia akan menjadi ayah yang kembali. dia bertemia kasih kepada dokter dan dokter pun berpamitan kepada Rafael. Rafael langsung masuk ke dalam ruangan Karina di sana Karina sedang tidur dengan muka yang masih lemas.
__ADS_1
" sayang, apa masih sakit?" kata Rafael.
" sudah engga terlalu, tapi kata dokter aku kenapa?" kata Karina.
Rafael tersenyum, dia memeluk Karina dan mengelus punggung Karina. Karina hanya diam dia tidak tau sebenarnya ada apa, Rafael melepaskan pelukannya dan mencium bibir Karina dan tersenyum.
" kamu tau engga, di sini ada malaikat kecil yang membuat mu seperti gini " kata Rafael, sambil mengelus perut Karina yang masih rata.
Karina tau apa yang di katakan Rafael, dia ingin bertanya kembali ke Rafael apa ucapan nya itu bener atau tidak.
" maksud kamu?" kata Karina, memastikan nya kembali.
" kamu sedang hamil sayang, usianya baru tiga Minggu. jadi kamu harus banyak istirahat " kata Rafael.
Karena senang Karina memeluk Rafael dengan haru, dia bener bener sangat bahagia kalau dia sekarang sedang hamil. jadi ini alasan Karina seperti ada kehadiran sosok lain di sekitarnya.
" apa Kaila sudah tau?" kata Karina, melepaskan pelukannya.
" belum, kamu akan pulang sore nanti jadi nanti di rumah kita akan kasih tau ke Kaila " kata Rafael, yang mengelus pipi Karina.
Rafael tersenyum bukan Karina saja yang senang dia pun sangat senang. Rafael kembali mencium bibir Karina hari ini adalah hari bahagia Karina dan Rafael.
" aku sangat mencintaimu, terima kasih untuk semua nya " kata Rafael.
sore hari pun Karina sudah di izinkan pulang oleh dokter, Karina harus beristirahat total dan untuk pekerjaan Rafael menyuruh Karina berhenti untuk bekerja. sebenernya Karina tidak mau tetapi karena kandungan nya tidak baik jadi Karina haus mengiyakan omongan Rafael.
di rumah Kaila sudah menunggu bunda dan ayahnya, tadi Kaila bertanya ke manajer Rafael keberadaan orang tuanya dan manajer Rafael bilang kalau bundanya sedang sakit dan di bawa ke rumah sakit. Kaila di situ sudah menangis karena bundanya sakit dia meminta untuk ke rumah sakit. tetapi manajer Rafael mengatakan kalau mereka akan pulang sekarang jadi Kaila menunggu keberadaan orang tuanya di rumah.
dan selang beberapa waktu orang tua nya pun sudah sampai rumah, Kaila berlari ke arah bundanya dan memeluk perut bundanya. Karina yang melihat Kaila berlari seperti gitu hanya terkekeh.
" anak ayah kenapa ini hmm " kata Rafael, menggendong Kaila.
" ayah bunda engga kenapa kenapa kan " kata Kaila, di gendongan ayahnya.
mereka sambil berjalan ke ruang tengah dan langsung duduk di sana, Kaila masih di pangkuan ayahnya karena ayahnya belum bicara soal keadaan bundanya.
__ADS_1
" bunda baik baik saja sayang, Kaila tau engga Kaila akan punya adik " kata Rafael, dengan senangnya bercerita ke Kaila.
tetapi bukannya senang Kaila bersedih, membuat Karina dan Rafael bingung. kenapa Kaila mukanya seperti gitu bukannya setiap kakak yang ingin mempunyai adik akan seneng dan Kaila juga sering bercerita ke orang tuanya kalau dia ingin punya adik. tetapi kenapa sekarang seperti tidak suka seperti gini?.
" Kaila engga suka yah, kalau punya adik " kata Karina.
" ada apa sayang, kenapa mukanya kaya engga suka. bukannya Kaila selalu bercerita ingin mempunyai adik?" kata Rafael, merapihkan rambut Kaila.
" bukan gitu ayah, bunda Kaila senang ko punya adik tetapi Kaila takut " kata Kaila, sambil menunduk kepala nya.
" kenapa takut?" kata Rafael.
" teman Kaila di sekolah bercerita kalau dia mempunyai adik juga, tetapi orang tuanya tidak pernah memperhatikan dia. terus juga dia selalu di marahin orang tuanya karena dia pernah engga sengaja meninggalkan adik bermain sendiri sedangkan dia sedang asik sendiri " kata Kaila, masih sambil menunduk.
Rafael dan karina tersenyum, ternyata gara gara ini Kaila cemberut dia mendapatkan cerita dari temannya dan itu membuat Kaila takut.
" sayang hey lihat ayah " kata Rafael, dan Kaila melihat ayahnya.
" anak ayah yang paling cantik dengerin ayah. ayah dan bunda akan selalu sayang sama Kaila apalagi sebelum ada bunda Kaila selalu bersama ayah kan. tanpa Kaila ayah engga bakal bisa seperti gini pasti ayah hanya diam dan engga mau bicara sama Kaila tetapi karena Kaila selalu di sisi ayah sekarang lihatlah ayah menjadi bahagia karena Kaila sebelum ada bunda jadi jangan berpikir seperti lagi oke " sambung Rafael, sambil mengelus pipi Kaila.
" benar kata ayah, bunda juga selalu sayang sama Kaila karena Kaila selalu ada di samping bunda. bunda engga pernah lupa sama Kaila anak bunda yang paling cantik ini " kata Karian, dengan senyum.
Kaila tersenyum ternya orang tuanya berbeda dengan temannya Kaila beruntung mempunyai ayah dan bunda yang selalu ada untuk Kaila.
" Kaila juga sayang sama ayah, sama bunda juga dan sama adik Kaila yang masih ada perut bunda. maff ya ayah, bunda Kaila ngomong seperti gitu " kata Kaila, sambil tersenyum.
" astaga, kenapa anak ayah gemas banget sih. engga apa apa sayang jadi kalau Kaila ada sesuatu yang tidak enak di hati Kaila bercerita lah ke bunda atau ayah kita akan mendengar dengan baik " kata Rafael, mencium pipi Kaila dengan gemas dan memeluk nya.
Karina hanya tersenyum, melihat tingkah laku ayah dan anak ini. dia sangat bahagia karena mempunyai Rafael dan Kaila di sampingnya.
" kalian engga ajak bunda untuk berpelukan juga " kata Karian, dengan cemberut karena ayah dan anak ini masih berpelukan.
Kaila dan Rafael saling menatap sambil tersenyum, dan langsung. memeluk bundanya yang sedang cemberut itu. mereka berdua mencium pipi Karina bersamaan.
" sayang bunda dan sayang adik juga " kata Kaila, dengan senyum.
__ADS_1
Karina tersenyum dan kembali memeluk dua bayi ini yang sangat menggemaskan.