
" Adik?" kata Rafael, dengan muka bingung nya sedangkan Alex dia hanya tersenyum saja.
" nanti kau akan tahu, yasudah aku akan pergi dulu. dan ini nomor telepon ku kau bisa menghubungi ku " kata Alex, menaruh kertas di depan Alex.
setelah kepergian Alex, Rafael masih bingung dengan ucapan alex tadi banyak tanda tanya di kepala Rafael.
" siapa dia, dan maksud dia adik itu siapa " kata Rafael, dia jadi tidak fokus dengan kerjanya gara gara Alex yang membuatnya ia pusing.
karena Rafael tidak mau memikirkan, dia langsung kembali ke kerjaan yang ke tinggal tadi. niatnya mau pulang cepat biar bisa makan malam bersama tetapi tidak bisa ada kerjaan yang harus di selesaikan dengan cepat.
" Bun, Kaila ke kamar dulu ya " kata Kaila, mereka baru sampe setelah membeli keperluan untuk besok.
" jangan lupa siapkan sekarang, biar Kaila tidak lupa besok pagi " kata Karina, yang menuju kamar triplet dan Kaila hanya mengangguk saja.
sedangkan Karina dia langsung ke kamar triplet, dia pasti sedang bermain di sana karena sebelum tidur Karina sudah memberi tahu ke mereka.
" wahhh, anak bunda sudah bangun " kata Karina, melihat triplet yang sedang bermain di kamar nya.
" bunda, kenapa lama " kata Daren, menghampiri bundanya dan memeluk nya Karina pun membalas pelukannya.
" oh ya, maff ya tadi ka Kaila banyak yang harus di beli " kata Karina, mencium pipi Daren.
mereka mengangguk, Karina menyuruh mereka untuk ke luar kamar tadi Karina juga tidak lupa untuk membeli cemilan untuk mereka. pas Karina bilang cemilan mereka langsung berlari ke luar.
" ka Kaila mana punya Devan " kata Devan, yang melihat Kaila juga sedang membuka plastik cemilan mereka.
" tunggu, tunggu sekarang kalian duduk dengan rapih nanti akan kakak kasih cemilan kalian satu persatu " kata Kaila, dan mereka menuruti kakaknya sedangkan Karina dia hanya melihat dengan senyum.
" ini punya Devan, ini Daren dan ini David " kata Kaila, memberi cemilan itu ke adik adiknya.
" kakak selalu salah, aku Devan yang di tengah ini David " kata Devan, kakaknya ini selalu salah naman kalau mereka sedang berkumpul seperti gini.
" hehehe maff, habis kalian mirip kakak kan jadi pusing " kata Kaila, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
mereka hanya tertawa kecil saja melihat kakaknya yang selalu salah nama, dan itu juga membuat Karina tertawa kecil melihat reaksi Mereka tadi.
" makasih ya ka. makasih juga bunda " kata triplet bersama, Kaila dan Karina hanya mengangguk.
" jangan di makan semuanya, sisakan untuk besok " kata Karina, mengingatkan anaknya itu. mereka kalau sudah ada cemilan pasti di makan semua dalam sehari.
" oke Bun " kata triplet dan Kaila bersama, mereka makan cemilan bersama dan sisanya mereka kasih ke Karina.
Karina langsung menaruh cemilan mereka di kulkas sekalian dia juga ingin masak untuk makan malam jadi pas Rafael datang makanan pun juga sudah jadi.
__ADS_1
tetapi sebelum Karina masak dia akan ke kamarnya terlebih dahulu dia ingin ganti baju dulu.
" hallo Rafael, ada apa?" kata Karina, pas ingin ke luar kamar handphone nya berbunyi dan itu Rafael yang menghubungi nya.
" sayang, aku akan pulang malam deh. tadi ada tamu jadi pekerjaan ku belum selesai " kata Rafael.
" yasudah tidak apa apa, yang penting jangan terlalu malam ya " kata Karina.
" iya, yasudah aku kembali kerja dulu. bye sayang " kata Rafael.
" bye " kata Karina.
dia langsung menuju ke dapur kembali, jadi dia akan masak untuk anak anaknya saja terlebih dahulu kalau untuk Rafael nanti kalau dia pulang kalau masak sekarang pasti sudah dingin dan tidak enak.
" Kaila, triplet. kalian mandi sudah sore " kata Karina, yang ada di dapur.
mereka yang mendengar teriakan bundanya yang ada di dapur pun langsung kembali ke kamarnya untuk mandi sore. di rumah emang ada pembantu tetapi kalau sudah sore dia akan pulang.
" Tara, ada perkembangan apa soal Sheila " kata Rafael, Tara sedang ada di ruangan Rafael untuk memberi dokumen untuk besok.
" belum ada tuan, tetapi kami sudah menemui apartemen tinggal Sheila. dia juga belum bekerja di mana pun saat ini " kata Tara, orang bawahan Rafael memberi tahu soal ini ke Tara.
" baik, tetap awasi dia. dan perketat penjaga di rumah ku, triplet dan Sheila" kata Rafael.
" aku penasaran dengan Alex, apa aku telepon dia saja ya. dan ajak ketemuan " kata Rafael, sampai sekarang dia masih memikirkan omongan Alex tadi siang.
tanpa pikir panjang Rafael pun langsung menghubungi Alex, dia tidak bisa fokus kerja dengan omongan Alex itu apalagi dia sangat serius sekali berbicara nya.
" hallo, siapa ya " kata Alex, yang di sebrang sana.
" ini aku Rafael, kau masih mengingatku " kata Rafael.
" ahh ternyata kau, ada apa?. apa kau ingin kerja sama dengan ku " kata Alex, tanpa basa basi.
" boleh kita ketemuan, dari tadi siang aku tidak fokus bekerja gara gara kau " kata Rafael. dan Rafael mendengar ketawa kecil dari sebrang sana.
" baiklah, aku akan mengirim alamat nya " kata Alex, setelah itu Alex mematikan hubungan seluler nya dengan Rafael.
Rafael tentu kaget, dia langsung memberskan dokumen yang berantakan di mejanya dia juga tadi menghubungi Tara untuk beres beres juga.
" tuan, kita akan pulang?" kata Tara, yang sedang mengemudi mobil nya dan Rafael ada di belakang.
" ke alamat sini, aku ingin bertemu dengan seseorang " kata Rafael, memberi handphone nya ke Tara dan Tara melihat alamat itu.
__ADS_1
" baik tuan " kata Tara, dia langsung menjalankan mobilnya ke tempat yang Alex kirim tadi.
setelah sampai Rafael dan Tara pun turun dia langsung turun ternyata Alex ingin bertemu di sebuah cafe yang agak jauh dari rumah Rafael ataupun kantor nya.
" maff tuan, apa saya juga harus ikut duduk disini?" kata Tara, dia tidak enak kalau dia juga harus tahu urusan bosnya dengan seseorang.
" kau harus tahu juga, jadi duduk lah dia akan datang sebentar lagi " kata Rafael, karena hanya Tara lah yang Rafael percaya. Tara mengangguk dan dia juga duduk sambil menunggu seseorang yang Rafael bilang tadi.
setelah beberapa menit kemudian, Alex datang dia bisa melihat Rafael dan sekretaris nya sudah sampai duluan di sana.
" maff aku terlambat " kata Alex.
" tidak, kami juga baru beberapa menit sampai " kata Rafael, Alex mengangguk dan duduk di sebrang Rafael.
" jadi apa yang ingin kau tahu soal ku " kata Alex.
" Alex, aku engga tahu kenapa kau bisa tiba tiba ke kantor ku dan ingin menjaga keluarga ku dan kau bilang aku sudah menjaga adik mu dan omongan mu itu membuat aku kepikiran " kata Rafael.
Tara yang mendengar nya juga bingung, bukan kah tadi orang ini bilang teman Rafael tetapi kenapa pas sampai Rafael bilang seperti gitu dia juga harus berhati hati dengan orang ini. Alex yang melihat Tara hanya tersenyum dia tahu Tara ingin menjaga bosnya ini biar tidak terjadi apa apa.
" kau tenang saja, aku engga apa apin bos mu itu " kata Alex, sambil melihat Tara dan Rafael pun sama melihat Tara juga.
" sudahlah Tara, aku baik baik saja " kata Rafael, meyakinkan Tara dan Tara pun hanya mengangguk.
" aku ingin menceritakan nya tetapi ini sudah malam, pasti istri mu mencari mu gimana kalau besok saja kita ketemuan. lagian aku belum mulai bekerja " kata Alex, dan itu membuat Rafael frustasi Alex hanya tersenyum melihat Rafael frustasi seperti gitu.
" apa tidak bisa sekarang?" kata Rafael, dengan memohon nya dia ingin tahu siapa Alex ini.
" aku berjanji, besok akan memberi tahu mu semuanya " kata Alex, meyakin kan Rafael.
" kau serius " kata Rafael, dengan muka serius nya.
" ya aku serius, lagian ceritanya agak panjang dan cafe ini akan tutup jadi tidak enak kalau cerita setengah setengah " kata Alex, dengan meyakinkan Rafael.
" ahh, kau membuat frustasi. yasudah datang lah ke kantor ku besok aku akan menunggu mu " kata Rafael, dengan muka malasnya dia masih ingin tahu soal Alex tapi mau gimana lagi karena udah malam pasti Karina juga menunggu dia.
" baiklah sekarang lebih baik kita pulang, apalagi rumah mu agak jauh dari sini kan " kata Alex, Rafael hanya mengangguk saja.
" dia sangat lucu sekali adik ipar ku ini, sudah punya anak empat tetapi kelakuannya seperti anak kecil saja " kata Alex, setelah Rafael pergi dari cafe sini dan sisa Alex saja sendiri. setelah itu dia langsung mengendarai motornya untuk pulang ke rumah.
di jalan Alex sudah tidak sabar ketemu dengan adiknya yang selama ini tidak bertemu dia sangat kangen sekali dengannya.
" sebentar lagi Lex, kau bisa bertemu adik mu itu " dalam hati Alex, dia selalu tersenyum pas sedang mengendarai motor nya.
__ADS_1