
di sore hari, tepat pukul 5 sore Karina sudah bangun terlebih dahulu sebelum Rafael. dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. selesai mandi Karina langsung menuju ke kamar Kaila, apakah dia sudah bangun atau belum. sesampainya di sana ternya Kaila baru selesai mandi, dan dia sedang mengambil baju di lemari. Karina langsung menghampirinya dan mengambil baju Kaila. selesai semuanya kami langsung ke bawah untuk makan malam.
Karina langsung memasak sebelum Rafael bangun, sedangkan Kaila dia hanya bermain tablet nya yang di ambil dari kamar dan bermain di meja makan.
" bunda ko ayah belum bangun?" kata Kaila, yang melihat bundanya sedang menyusun makanan di atas meja
melirik jam dinding, sudah jam 6 Rafael belum bangun. " yasudah bunda ke atas dulu ya " kata Karina, sambil mengusap kepala Kaila
Karina langsung ke atas untuk membangunkan Rafael. sesampainya di kamar ternya Rafael masih tidur dengan pulas, Karina menghampiri nya dan membangunkan Rafael
" Rafael, ayo bangun. ini sudah jam 6 " kata Karina, menepuk tangan Rafael
tidak ada balasan dari Rafael. dia tidur nya benar benar sangat pulas, kalau tidak di bangunin kasian juga. pasti perutnya lapar
" sayang ayo bangun, kamu tidak lapar apa " kata Karina, sambil mengecup bibi Rafael
dan engga di sangka oleh Karina kalau Rafael langsung bangun dari tidurnya, emang benar laki laki itu mau nya aja. Karina hanya memutarkan matanya dengan malas
" sudah sana mandi, kasian Kaila sudah menunggu dia sangat lapar " kata Karina, yang beranjak dari tempatnya
Rafael langsung memegang tangannya, dan Karina langsung membalikan badannya. " ko cium nya hanya sebentar " kata Rafael
karena Karina tidak mau debat sama suaminya yang kelebihan hormon ini, dia menuruti kemauan suaminya ini. Karina langsung duduk di pangkuannya dan mengalungkan tangannya ke leher Rafael. dan dia langsung mencium bibir Rafael, itu membuat Rafael tersenyum dia membalas ciuman dari istrinya dengan semangat
beberapa menit kemudian karina langsung menyudahi ciuman nya, dan langsung berdiri dari pangkuan Rafael. " sudah kan, sekarang mandi bersih kan badan mu. aku sama Kaila menunggu di meja makan " kata Karina, dan langsung pergi dari kamar
Rafael juga langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. selesai mandi Rafael langsung mengambil baju pidananya di lemari. dan menyusul istri dan anaknya yang sudah menunggu. di bawah Rafael melihat kalau mereka sedang menunggu ke datangan Rafael. Rafael langsung duduk di samping Karina
__ADS_1
" maff ya, sudah menunggu lama " kata Rafael
dan mereka berdua tersenyum kepada Rafael, Karina langsung mengambil lauk pauk buat Rafael dan Kaila. " makasih sayang " kata Rafael, Karina hanya tersenyum.
mereka langsung makan dengan lahap dan tenang. selesai makan Kaila mengajak Rafael ke ruang tengah untuk bermain bersama. sedangkan Karina dia membersihkan tempat makannya. selesai semua Karina ikut bergabung dengan mereka, dia duduk di samping Rafael
" raf, Kaila bakal berhenti sekolah, atau masih sekolah di sini " kata Karina, dengan bisik bisik ke Rafael
" kaila aku berhenti kan sekolahnya, karena lingkungan di sana tidak aman. lagian minggu depan kita sudah pindah kan " kata Rafael
" tunggu, bukannya kamu bilang sebulan lagi. kenapa sekarang seminggu lagi " kata Karina, dengan bingungnya
" sebenarnya emang sebulan lagi, tapi aku bersyukur proyek yang aku bikin di sini sudah selesai dengan cepat. dan di sana juga sudah selesai surat surat ke pindahan kita " kata Rafael, yang di jeda oleh karina
" kamu juga sudah mengurus surat ke pindahan kita, terus sekolah Kaila gimana. dan aku bakal kerja di mana. apa aku harus lamar kerja lagi " kata Karina, yang masih bingung dengan kata Rafael
" hmmm, aku mengerti. tapi boleh kah besok aku menginap di rumah ayah dan bunda, kan aku bakal pergi jauh itu pun tidak seminggu bisa setahunan " kata Karina, yang meminta izin ke Rafael
" iya sayang, besok kita menginap di rumah ayah dan bunda. terus kita juga menginap di rumah papah dan mamah ya " kata Rafael
" iya boleh, sekalian kita pamitan dengannya. tapi besok kamu kerja " kata Karina
" hmmm, jadi kamu berangkat ke rumah bunda nya pas aku sudah sampe kantor, karena supir ku bakal mengantarkan ku dulu, baru kalian " kata Rafael, dengan tersenyum
" baik, lagian aku berangkat nya agak siang " kata Karina
sebelum mereka pergi jauh dari orang tuanya, terutama Karina. dia tidak pernah jauh dari orang tuanya apalagi sama bundanya. Karina itu sangat manja dengan bundanya, dan pasti dia kangen dengan masakan dan kue yang suka bunda bikin. apalagi Karina pergi bersama suami dan anak, Karina jadi ingin menangis, bakal berpisah sementara dengan bundanya. Rafael di situ selalu melirik Karina, ia tau kalau Karina itu tidak pernah pergi jauh, bisa di bilang Karina itu selalu manja dengan bundanya.
__ADS_1
" kaila, sekarang sudah malam kita tidur yu. besok mau ikut tidak " kata Rafael
" emang kita mau kemana besok " kata Kaila, yang antusias dengan omongan ayahnya
" rahasia, sekarang Kaila tidur ya. biar besok Kaila tidak kesiangan " kata Rafael, dan Kaila mengangguk
Rafael meninggalkan Karina yang bengong di ruang tengah, dia bakal tidurin Kaila terlebih dahulu, di kamar Kaila langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. selesai semuanya Kaila langsung beranjak ke tempat tidur yang di temani oleh Rafael, dia mengelus rambut Kaila biar dia tertidur. beberapa menit kemudian Kaila langsung tertidur, dan Rafael membenarkan selimutnya dan mencium kening Kaila.
Rafael langsung ke bawah kembali, melihat istri nya masih bengong ada rasa tidak tega di hatinya, tetapi ini jalan satu satunya untuk mereka pergi terlebih dahulu. sesampainya di bawah Rafael langsung memeluk Karina yang masih diam itu, dia gendong Karina untuk ke pangkuannya.
" sayang, kenapa diam. apa ada yang kamu pikirkan " kata Rafael, mengelus rambut Karina
Karina langsung menangis dan memeluk Rafael. Rafael hanya bisa menenangkan Karina. " kalau aku kangen dengan bunda gimana, aku tidak pernah pergi sejauh ini. apalagi perginya itu lama banget " kata Karian, sambil menangis
" sayang, kan ada aku, ada Kaila. yang bakal menjaga mu. aku bakal melakukannya dengan cepat. biar kita bisa pindah lagi ke sini. aku juga tidak mau pergi, tetapi ini untuk keselamatan kalian berdua. aku tetap tidak tinggal diam. aku bakal tetapi melaksanakan tugas, biar semua selesai. percaya dengan ku " kata Rafael, mencium kening Karina
" apa dia sejahat itu, sampai ingin melukai Kaila " kata Karina yang melepaskan pelukannya
" menurut ku dia melebihi iblis, dia adalah seorang yang tidak kenyang dengan harta. dan mau menang sendiri, kalau belum ada yang di capai, dia bakal tetap mengambilnya dengan cara liciknya " kata Rafael
" jahat banget, bukankah dia sudah kaya raya " kata Karina
" menurut mu, tetapi menurut dia itu belum. kalau dia ingin mempunyai uang banyak. engga segan segan dia bakal menjual tubuhnya ke orang hidung belang " kata Rafael
" serius, jangan bilang selama kalian menikah dia sudah begitu " kata Karina, tidak percayanya. dan Rafael mengangguk kalau omongan Karina itu benar
Karina kaget, kenapa dia bisa melakukan itu di belakang suaminya. bukankah dia bersyukur mempunyai suami seperti Rafael ini. apalagi Rafael bilang dia tidak mau mempunyai anak, tetapi di paksa oleh Rafael, dan dia mengikuti keinginannya
__ADS_1