
setelah Rafael ikut tidur dengan triplet Karina langsung kebawa kembali. dia tidak mau menganggu Rafael dia tau pasti Rafael sangat capek.
" triplet sama Rafael juga tidur " kata mamah Veena, yang melihat Karina menuju ke mereka.
" iya mah, biarkan saja kasian Rafael istirahat nya kurang akhir akhir ini " kata Karina, duduk di samping Kaila yang asik dengan cemilannya.
" dia sudah bekerja keras, dan juga sangat sukses soal bisnis " kata papah Farrel, dia bangga sama anak satu satunya itu dia bisa membangun bisnis dengan hebat.
mereka yang mendengarnya hanya mengangguk selama ini emang Rafael sibuk dengan pekerjaannya jadi mereka memaklumi kondisi Rafael sekarang. apalagi papah Farrel bakal pensiun dan perusahaan nya akan dijalankan oleh Rafael sendiri. Karina ingin membantu tetapi Rafael belum menjawab pertanyaan nya Karina juga engga mau melihat Rafael kerja sendiri dia takut Rafael akan cepat lelah dan sakit.
" yasudah Karina, lebih baik kamu menginap saja dulu di sini kasian Rafael kalau harus nyetir di malam hari " kata ayah zafran.
" iya yah, Karina juga inginnya begitu engga tega bangunin Rafael nanti " kata Karina, sambil mengelus kepala Kaila yang ada di sampingnya.
" sudah dong sayang makannya, ini udah malam loh engga baik makan cemilan di malam hari " sambung Karina, karena dari tadi dia melihat Kaila mulutnya engga berhenti mengunyah.
akhirnya Kaila pun berhenti, dari pada bundanya marah lebih baik ia berhenti. Kaila pun langsung menutup toples makanannya dan langsung berdiri menaruh di dapur.
sekarang sudah pukul sepuluh malam bunda dan ayah Karina juga ikut menginap di sini, Kaila sudah punya kamar sendiri di sini jadi dia tidur sendiri di kamar nya. Karina setelah membereskan mainan triplet yang tadi di bereskan pun sudah selesai. ia langsung menuju ke kamar atas untuk beristirahat juga.
sesampainya di kamar Rafael terbangun dari tidurnya Karina yang melihatnya pun langsung menghampiri nya.
" kenapa kamu bangun?" kata Karina, ia bisa melihat muka Rafael yang pucat itu.
" engga nyaman tidurnya, kepala ku pusing sekali " kata Rafael, sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
Karina pun langsung memegang kening Rafael memastikan kalau Rafael tidak terkena demam. tapi itu salah tubuh Rafael sangat panas Karina tidak boleh panik ia langsung mengambil jaket tebal Rafael dan kunci mobil Rafael. ia memompa Rafael untuk berdiri Karina langsung akan membawa Rafael ke rumah sakit kalau di kompres saja pasti engga ada hasil lebih baik biar langsung dokter yang menangani nya.
butuh beberapa menit untuk sampai ke bawa karena Rafael jalan sangat lambat, sesampainya di halaman rumah Karina langsung membawa Rafael masuk ke dalam mobilnya setelah nyaman melihat Rafael duduk Karina pun langsung berlari ke arah pengemudi mobil nya.
sesampainya di rumah sakit Rafael langsung mendapatkan pertolongan pertama dari suster yang di sana Karina menunggu di luar selagi Rafael sedang di periksa oleh dokter. setelah selesai dokter pun keluar Karina pun ikut berdiri dari duduknya.
" gimana dok, apa suami saya baik baik saja?" kata Karina, dengan muka cemasnya.
" suami anda terkena tifus, karena ke kelahan dan juga bisa dari makanan yang suami anda makan dan suami anda juga sedang stress. tetapi ini tidak terlalu parah suami anda harus di rawat inap karena harus di infus dan juga vitamin " kata dokter, menceritakan semuanya pada Karina.
__ADS_1
dokter pun pamit untuk kembali bekerja. setelah dokter pergi Karina sangat lemas dengan keadaan Rafael sekarang, dia langsung ke administrasi untuk memindahkan Rafael ke ruangan inap.
" sayang, aku harus nginap di rumah sakit?. apa engga boleh pulang?" kata Rafael, melihat Karina yang baru saja masuk ke ruangannya.
" dokter tidak mengizinkan kamu untuk pulang, sekarang kamu harus sembuh saja oke " kata Karina dengan senyum, dia engga mau nangis dengan keadaan Rafael dia harus tegar kalau ia sedih pasti Rafael juga ikut sedih dan ia akan lama sembuhnya.
" yasudah, sini tidur di samping ku. sekarang masih pukul satu malam kamu pasti ngantuk " kata Rafael, menepuk kasurnya untuk Karina tidur di sampingnya.
" aku tidur di sofa sana saja, kamu kan lagi sakit terus juga aku takut kena infusan kamu " kata Karina dengan menolak dia emang takut kena infusan Rafael pasti ke senggol dikit saja sakit karena Karina pernah mengalami nya pas melahirkan triplet.
" sayang, yang di infus kan tangan kiri dan tangan kanan ku kosong ayo tidur bersama ku di sana badan mu akan sakit lagian kasurnya juga lebar ko berdua juga cukup " kata Rafael dengan senyum.
mau engga mau Karina langsung naik ke kasur, dia engga mau nolak lagi dia juga sudah mengantuk. Rafael langsung memeluk Karina biar Karina tidur dengan nyaman.
" tidur sayang, aku tau kamu sangat capek. terimakasih untuk semuanya aku mencintaimu " kata Rafael mencium kening Karina dan ikut tidur dengan nyenyak.
di pagi hari Karina sudah terbangun karena suster masuk ke ruangannya untuk melihat keadaan Rafael. setelah selesai di periksa Karina meminta izin ke Rafael ke kantin untuk membeli sarapan.
" apa Karina engga membawa handphone " kata Rafael, melihat handphone Karina berbunyi Rafael pun mengangkat nya ternyata bundanya menghubungi Karina.
" astaga maff bunda ini Rafael, Karina lagi membeli sarapan di kantin " kata Rafael.
" ohh Rafael kali bunda Karina, tunggu beli sarapan di kantin?. emang kalian di mana?" kata bunda di sebarang sana dan kaget mendengar omongan Rafael.
" hehehe, pasti Karina belum hubungi bunda ya. Rafael di rawat di rumah sakit tadi malam Karina membawa Rafael ke sini dan dokter tidak mengizinkan Rafael untuk pulang " kata Rafael, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" astaga, kenapa kamu engga bilang ke kita ah, kamu membuat kita semua di sini khawatir tau engga. sekarang di rumah sakit mana kamu di rawat " kata bunda Adelia, dengan cerewet nya.
" tempat Karina melahirkan, nanti aku kirim pesan ruangannya " kata Rafael, dan bunda Adelia pun langsung mematikan hubungan seluler nya.
pas setelah bunda Adelia menghubungi Rafael Karina pun masuk ke ruangannya. dan melihat Rafael memegang handphone nya.
" apa ada yang menghubunginya?" kata Karina, menghampiri Rafael.
" bunda tadi menghubungi mu, katanya triplet nangis karena engga ada kamu yasudah aku kasih tau kalau aku di rawat di rumah sakit " kata Rafael.
__ADS_1
" astaga aku lupa bilangnya, aduh triplet jam segini pasti sudah bangun " kata Karina, dengan pasniknaya dia lupa kalau dia punya bayi.
" sayang tenang, kan sudah ada bunda sama mamah kamu jangan panik gitu sekarang kamu makan sarapan mu jangan sampai sakit " kata Rafael, menyuruh Karina untuk makan sarapan nya. dan pas sekali sarapan Rafael pun datang dan mereka langsung sarapan bareng.
" astaga Rafael, kenapa bisa jadi begini kamu bikin mamah khawatir saja " kata mamah Veena.
ya orang tua mereka di siang hari langsung ke rumah sakit triplet sama Kaila pun dia ajak dan sekarang mereka sedang berkumpul di kamar inap Rafael.
" Rafael juga engga tau mah kenapa sampai gini, Karina malam membawa ku dan langsung aku di suruh menginap " kata Rafael.
" ayah, membuat Kaila khawatir. ayah jangan sakit lagi nanti siapa yang mengantar Kaila sekolah sama beli cemilan " kata Kaila, yang duduk di depan ayahnya.
" iya sayang, doakan ayah ya biar cepat sembuh " kata Rafael, mengelus kepala Kaila.
" yasudah sekarang kamu harus banyak istirahat, engga boleh capek " kata papah Farrel.
" benar kamu jangan mikirin apa apa, yang penting sembuh dulu aja " kata bunda Adelia.
" Bun Kaila sama triplet gimana?" kata Karina, yang sedang memberi susu ke triplet.
" kamu engga usah khawatir ada kami, bunda mu juga akan menginap di rumah mamah biar bisa bareng bareng menjaga triplet sama Kaila " kata mamah Veena.
" baiklah mah, makasih ya " kata Karina, dia jadi engga enak sudah merepotkan orang tuanya.
" bunda engga usah khawatir Kaila akan menjaga triplet ko " kata Kaila dengan senyum nya.
" baiklah sayang, kamu jaga adik mu ya dan Kaila juga jangan nakal oke belajar dengan rajin " kata Karina, dengan mengelus kepala kaila.
setelah mereka menjenguk Rafael mereka langsung pulang karena jam besuk nya sudah selesai apalagi ada anak kecil yang masih di bawah umur jadi mereka hanya sebentar.
" sayang, besok aku ada pertemuan sama klien dari canda mereka akan ke sini kamu mau menggantikan aku. kamu tenang saja nanti Tara akan ke sini untuk menjelaskannya " kata Rafael.
" baiklah aku akan mengganti kan ku, sebaiknya aku juga yang akan turun tangan pekerjaan mu. apa kamu setuju " kata Karina, dia sebenarnya emang mau gini tapi harus minta izin dulu ke Rafael karena kan dia yang sudah bekerja keras.
" yasudah terserah istri ku saja lah, kalau kamu tidak mengerti bisa tanyakan ke tara oke tapi jangan kecapean mengerti " kata Rafael, urusan kantor biar Karina yang turun tangan.
__ADS_1
Karina mengangguk dan tersenyum, mulai sekarang dia juga harus belajar lagi biar bisa bantu Rafael kalau Rafael sangat sibuk Karina juga tidak mau kejadian ini terjadi lagi.