MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 9


__ADS_3

tiba tiba Kaila membuka suara kembali. kaila bilang dia ingin makan bareng bersama ka Kaila. di sana Karina kaget kalau dia di ajak makan siang oleh Kaila, Karina melirik sedikit bosnya itu. dan bosnya itu hanya diam saja. Karina di buat bingung mau jawab apa dengan pertanyaan Kaila ini, kalau dia tolak engga enak juga apa lagi melihat Kaila kaya senang begitu tapi kalau Karina terima dia takut melihat ayah Kaila yang datar gitu.


" ka ko diam, mau engga makan siang bareng " kata Kaila, menyadarkan Karina dari bengong nya


" ahh, gimana ya. Kaka sebenarnya bawa bekal " kata Karina, dengan hati hati ngomong nya. biar Kaila tidak kecewa dengannya


" yahh, kita engga bisa makan bareng dong " kata Kaila, dengan cemberut nya


Rafael jadi bingung, kenapa anaknya ingin banget makan bareng dengan karyawan nya ini. apa dia istimewa di mata Kaila. apalagi dari tadi Kaila menempel dengannya. yang suka nya pulang sekolah memeluk Rafael ini bukan Rafael yang di peluk melainkan karyawan yang ada di sebrang nya lah yang di peluk, apalagi muka Kaila seperti senang banget melihat Karina ada di sini.


" yasudah, kita makan bareng di sini saja. dan kau bisa bawa bekal mu di sini " kata Rafael, karena melihat anaknya yang sedih karena Karina menolak ajakan makan bareng nya


" yeeeyyy asik, kita makan bareng. yaudah Kaka bawa bekalnya ke sini ya, oh ya ayah ayo pesan makanannya sekarang " kata Kaila, dengan semangat nya kalau ayahnya mengizinkan Karina makan bareng di sini.


Karina bener bener bingung, kenapa anak ini senang banget kalau dia makan bareng di sini. terus juga Karina engga salah dengar kan kalau dia di ajak makan bareng di sini. di ruangan bosnya sendiri.


" ka ko diam aja, ayo ka ambil makannya. kaila sudah mesan makannya " kata Kaila


" b..baik aku ambil bekalnya dulu " kata Karina, sambil beranjak dari tempat duduknya. dan langsung ke bawah untuk ambil bekalnya


selagi Karina mengambil bekal Rafael langsung nanya ke anaknya, kenapa anaknya ini suka banget dengan keberadaan Karina tadi.


" sayang, ko kamu senang banget kalau ka Karina ada di sini " kata Rafael


" seneng aja yah, ka Karina itu orangnya menurut Kaila seru dan menyenangkan " kata Kaila, dengan tersenyum


" kaila juga ingin ka Karina jadi bunda Kaila " sambung Kaila

__ADS_1


Rafael shock dengan omongan Kaila, kalau dia ingin Karina itu jadi bundanya, itu Rafael engga salah denger kan. kaila ingin bunda, ini yang Rafael bingung kan. sebenarnya Rafael juga bakal mendengar omongan ini dari mulut Kaila sendiri karena Rafael tau kalau Kaila sudah besar pasti dia bertanya dimana bundanya, kenapa ada ayah doang di sini. jadi Rafael hanya bisa diam dulu sementara sebelum menemukan bunda untuk Kaila yang cocok.


" ayah ko diam, apa Kaila salah ngomong kalau Kaila ingin bunda, lagian Kaila juga engga tau ke mana bunda kandung Kaila " kata Kaila, dengan takutnya karena melihat ayahnya hanya diam dan Kaila pun sedih engga tau keberadaan bunda kandung Kaila


" entar kita bahas lagi ya, Kaila pasti laper kan baru pulang sekolah " kata Rafael, mengalikan pembicara ini.


Rafael juga bingung mau jawab apa, tapi cepat atau lambat pasti Kaila bakal nanya ini ke Rafael.


pas lagi Rafael melamun, Karina pun datang dengan membawa bekalnya. dan Rafael melihat Kaila dengan senang nya menyambut Karina untuk duduk bareng bersamanya.


kami bertiga menunggu makanan pesanan Rafael. selesai makanan datang semua, kita makan bareng


" ka Karina apa Kaka sering bawa bekal kalau lagi kerja? " kata Kaila, yang melihat Karina sedang membuka bekalnya.


" Hmm, aku setiap hari membawa bekal dari rumah " kata Karina.


" Enak ko, tapi lebih enak bawa bekal sendiri terus juga biar hemat aja '' kata Karina, dengan ketawa malu


" Hahaha, ka Karina ada ada aja " kata Kaila


" Ka Karina ingin mencoba makanan aku engga?" Sambung Kaila, yang menyodorkan makanan nya ke Karina


" Engga usah, kamu makan aja. kan kamu baru pulang sekolah pasti cape terus juga lapar " kata Karina, dengan menolaknya


Rafael hanya menatap dua perempuan yang ada di sebrang nya.dia pun berpikir apakah seperti gini kalau dia mempunyai keluarga?. ngumpul bareng, makan bareng,atau liburan bareng dengan anak dan istri.


" Ayah ko diam saja, apa engga enak makannya "kata Kaila, yang melihat ayahnya hanya bengong saja.

__ADS_1


" Ehh engga, ini enak ko " kata Rafael, dan langsung memakan makanan nya


Selesai makan Karina langsung ke bawah lagi, masih banyak kerjaan yang harus dia selesaikan.dia berterima kasih kepada Kaila dan bosnya yang sudah mengajak Karina makan siang bareng.


" Ka Karina, entar kapan kapan aku boleh menginap lagi?" Kata Kaila, yang menjegat Karina untuk keluar dari ruangannya


" Iya, Kaila entar boleh menginap lagi ko ke rumah Kaka. yaudah Kaka ke bawah lagi ya, masih banyak kerjaan" kata Karina, dengan senyum dan mengelus rambut Kaila


" Yeeeyyy asik, makasih Kaka " kata Kaila,dengan senang nya


Selesai Karina keluar, Rafael langsung membawa Kaila di pangkuan nya. dia sudah lama tidak begini dengan anak cantik nya ini. Rafael mengajak Kaila untuk bercerita tentang di sekolah atau di lingkungan luar sekolah. Sambil menyelesaikan tugas pekerjaan, Rafael selalu tersenyum melihat antusias Kaila yang sedang bercerita.


" Ayah, apa Kaila ini ditakdirkan untuk tidak mempunyai bunda " kata Kaila, dengan sedihnya.


Rafael memberhentikan tangannya yang sedang mengetik di komputer nya. ia sangat terkejut kenapa anaknya ini bisa berpikiran sampai situ. apa ada orang yang sudah menjelekan Kaila?


" Ko anak ayah ngomong nya gitu sih " kata Rafael, sambil mengelus rambut Kaila


" Karena setiap di sekolah, temen temen selalu di jemput oleh bundanya. sampe Kaila ditanya kemana bunda Kaila? " Kata Kaila, yang sekarang menangis dengan keras nya


" Eh eh sayang, sudah ya jangan dengerin mereka. kaila juga nanti ada bunda ko " kata Rafael, yang kaget melihat Kaila menangis keras


" Tapi kapan yah, Kaila selalu sedih kalau di tanya bunda Kaila mana " kata Kaila, yang memeluk Rafael


" Kaila dengerin ayah oke, untuk mencari bunda itu engga sembarangan seperti mencari barang. karena tugas seorang bunda itu kan harus menyayangi Kaila iya kan. nah jadi ayah pun harus hati hati mencari bunda untuk Kaila.kalau ayah mencari nya asal terus bundanya itu jahat ke kaila gimana, ayah engga mau itu terjadi " kata Rafael, yang menasehatinya Kaila.


Rafael tau Kaila sedih dengan keadaan ini. dia tidak mau kekayaan yang ayahnya punya tetapi dia ingin mempunyai keluarga utuh seperti orang lain.rafael juga bingung kalau sudah membahas soal ini,dia harus gimana. emang bener kan kalau mencari istri itu engga gampang harus tau tentang nya.

__ADS_1


" Iya ayah, Kaila ngerti " kata Kaila,yang masih memeluk Rafael


__ADS_2