MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 40


__ADS_3

di malam hari Rafael mendapatkan kabar kalau Sheila seperti sedang tidak ada pikiran untuk mencari keberadaan Rafael. karena pikiran dia sekarang ke manajer barunya itu.


Rafael tersenyum senang karena rencana berhasil, dia akan membawa istri dan anaknya kembali ke Jakarta. Kaila Minggu depan akan lulus di bangku TK nya jadi secepatnya Rafael akan kembali ke Jakarta.


Karina belum mengetahui soal ini, Rafael emang menutupinya karena Karina sedang mengandung dan butuh banyak istirahat jadi lebih baik dia tidak mengetahuinya.


soal kehamilan Karina orang tuanya dan mertua nya sudah tau, bertapa bahagianya kalau mereka akan mempunyai cuci. ayah Karina masih bekerja sama dengan Rafael soal Sheila jadi Rafael agak lega ayah mertuanya membantunya dengan kapan dada.


di samping Rafael Yuna baru tertidur nyenyak sedari tadi dia bolak balik ke kamar mandi karena mulanya. Rafael jadi sedih dengan keadaan istrinya dia selalu ada di samping Karina selalu.


Rafael memeluk Yuna dengan erat dan mengelus perut nya yang masih rata itu. dia tidak bosan untuk memandangi wajah Karina yang sangat cantik ini dia bersyukur kalau dia mempunyai Karina yang sangat menyayangi nya.


" anak ayah, jangan nakal ya kasian bunda dari tadi mual terus. ayah menyayangi mu " kata Rafael, mencium perut Karina.


dan kembali memeluk karina dia mencium seluruh wajah Karina dengan gemas, dan di akhir mencium bibir Karina dengan senyum nya.


" aku mencintaimu " kata Rafael, dan mereka langsung tertidur pulas.


di pagi hari Karina baru bangun dia untuk sekarang akan maid di rumah yang akan menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. karena itu Rafael yang menyuruh nya.


sedangkan Rafael dan Kaila sudah berangkat untuk beraktivitas kembali dia tidak sempat membantu Kaila karena sangat lemas dari malam tidak bisa tidur. pas sedang tidur tidur an pintu kamar ada yang mengetuk nya.


" maff nyonya apa sudah bangun?" kata maid di rumah sini.


" iya bi aku sudah bangun " kata Karina, yang masih tidur di kasur nya.


" baik nyonya, saya akan mengambil sarapan untuk anda dan susu hamil nya " kata maid nya, yang sudah tidak ada di ambang pintu kamar Karina.


hari ini Karina bener bener sedang malas melakukan sesuatu, untuk bangun pun dia malas sekali.


" nyonya saya masuk ya " kata maid nya.


" iya bi masuk saja " kata Karina.


maid itu masuk ke kamar Karina, dan Karina langsung duduk di tepi kasurnya.

__ADS_1


" nyonya silahkan di makan terlebih dahulu, dan ini susu ibu hamilnya " kata maid itu, sambil menaruh makanan dan susu ibu hamilnya di sebelah meja kasur Yuna.


" makasih ya bi, maff hari ini entah kenapa aku lagi malas ngelakuin sesuatu untuk bangun pun aku malas sekali " kata Karina, dengan jujurnya.


" iya gapapa nyonya wajar ibu hamil pasti selalu seperti gitu. jangan lupa di makan ya biar ibu dan bayinya sehat " kata maid, dan langsung permisi untuk keluar.


Karina hanya tersenyum, dia langsung makan yang sudah di sediakan maid tadi dan juga susu hamilnya dia minum Samapi habis, tetapi selesai makan Karina kembali ke kamar mandi dan memuntahkannya makanan yang ia makan tadi rasa lemas di tubuhnya kembali terjadi. dia langsung menghubungi Rafael karena iya ingin di peluk olehnya


" iya sayang ada apa?. aku sudah makan dan sudah di minum susu ibu hamilnya " kata Rafael, di sebrang sana.


Karina yang mendengar suara Rafael rasanya ingin menangis betapa kangen nya dia dengan Rafael. apa ini efek dia sedang hamil sampai menangis seperti gitu, lagian nanti dia juga akan ketemu Rafael di rumahnya.


" sayang ko diam, kamu masih di sana kan " kata Rafael.


" hiks....hiks....hiks....kamu kapan pulang, aku sudah makan tapi di keluarin lagi " kata Karina, dia bener bener menangis dengan keras.


"ehh sayang ko menangis, baiklah aku akan pulang sekarang. tunggu ya jangan menangis lagi " kata Rafael, yang panik di sebrang sana.


tapi Karina bilang ke Rafael jangan mematikan hubungan seluler nya dan Rafael pun hanya mengiyakan saja. dia masih menangis sambil menunggu ke pulangan Rafael sedangkan Rafael dia hanya mengatakan jangan menangis karena dia sedang di jalan pulang.


di kamar Karina dengan muka pucat dan yang habis menangis langsung merentangkan tangannya ke Rafael tanda iya ingin di peluk oleh Rafael. dan Rafael hanya ketawa kecil dengan kelakuan istrinya ini. oh betapa menggemaskan wanita ini yang sudah menjadi istrinya.


" astaga sayang, kenapa manja banget hmm " kata Rafael, yang sambil mengelus punggung Karina.


" engga tau mau di peluk sama kamu saja " kata Karina, yang sedang memeluk Rafael.


" sudah makan sayang? " kata Rafael, membawa Karina ke pangkuannya.


" sudah, tapi tadi di buang lagi entah itu susunya ke buang atau engga " kata Karina, yang sangat nyaman di pelukan Rafael.


Rafael yang mendengar omongan Karina jadi kasian, kalau gini terus tubuhnya akan lemas dan bayinya juga tidak ada nutrisi.


" sudah minum vitamin nya?" kata Rafael, mencium rambut Karina.


Karina hanya mengangguk tanda kalau dia juga sudah meminum vitaminnya. Karina yang betah di pelukan Rafael sampai tertidur, Rafael yang melihat ke samping kanannya ternyata istrinya itu sudah tidur efek habis menangis dan langsung tertidur.

__ADS_1


Rafael pertama kali melihat ibu hamil seperti gini, karena dulu sama Sheila dia tidak seperti gini pas Rafael ingin menjaganya tetapi Sheila selalu tidak mau alasan banyak kerja dan pas sakit pun dia mengatakan tidak apa apa nanti juga sembuh sendiri rasanya Rafael ingin marah dengan Sheila dulu kenapa dia tidak senang pas hamil dan pas Rafael ingin menjaga dia, dia tidak mau.


Rafael pelan pelan menidurkan Karina dengan benar dan nyaman, dia mengelus rambut Karina dengan senyum rasanya dia juga tidak mau jauh jauh bersama Karina wajah yang masih pucat tetapi kecantikan Karina tidak pernah padam.


" sayang, jangan bikin bunda kecapean ya. jangan nakal sama bunda, ayah menunggu kedatangan mu sehat selalu nak " kata Rafael, dengan mengelus perut Karina yang masih rata itu.


Rafael ke bawah menyuruh maid untuk bikin makanan kembali buat Karina, setelah Karina bangun Rafael akan menyiapkan makanan ke Karina.


pas Rafael ingin kebawah ternya anak cantiknya itu baru pulang dari sekolahnya, Kaila yang melihat ayahnya langsung berlari ke ayahnya.


" hey anak ayah sudah pulang?" kata Rafael, berjongkok ke Kaila.


" hmm, ayah bunda baik baik saja?" kata Kaila, yang tidak melihat bundanya.


" bunda baik nak, sekarang sedang tidur. dan sekarang Kaila ganti baju cuci muka,cuci tangan,dan cuci kaki setelah itu langsung ke meja makan kita makan bareng oke nak " kata Rafael, mengelus rambut Kaila.


Kaila mengangguk dia tidak mau menganggu bundanya terlebih dahulu pasti bundanya sekarang sedang istirahat yang penting ayah mengatakan kalau bunda sehat jadi Kaila tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan bundanya.


setelah makan siang Kaila langsung ke kamar kembali, dia ada tugas sekolah nya yang harus di kumpulkan besok. sedangkan Rafael menyiapkan makanan dan vitamin buat Karina.


di kamar Karina baru banget dan tepat sekali kalau Rafael juga baru masuk kamarnya, melihat Karina bangun dia hanya tersenyum.


" sudah bangun sayang, ayok cuci muka terlebih dahulu dan baru makan oke " kata Rafael, mencium kening Karina.


Karina langsung ke kamar mandi untuk cuci muka jujur kalau dia sangat lapar apalagi pas Rafael membawa makanan ke dama kamar membuat dia ingin memakannya langsung.


" sini sayang aku suapi makannya " kata Rafael, melihat Karina baru keluar kamar mandi.


Karina langsung duduk di sofa yang sudah di sediakan di kamar nya, Rafael dengan talentanya menyuapkan makanan ke Karina. Karina sangat senang karena Rafael peduli dengannya.


" oh ya, apa Kaila sudah pulang?, apa dia sudah makan?" kata Karina.


" sudah sayang tadi makan bareng bersama ku, sekarang dia sedang ada di kamar nya katanya ada tugas sekolah nya " kata Rafael, yang masih menyiapkan makanan ke Karina.


setelah selesai Rafael menyuruh Karina untuk meminum vitaminnya. Rafael langsung ke bawah untuk membawa piring kotor tadi sedangkan Karina dia langsung naik ke atas kasur untuk sekarang dia tidak mau ke luar kamar hanya di kamar saja. entahlah apa ini hormon ibu hamil atau emang dianya saja yang malas yang pasti hanya Karina saja yang tau soal ini.

__ADS_1


__ADS_2