
" gila tuh ya cewe, siapa suruh ninggalin suaminya demi cowok lain nyesel kan akhirnya " kata Alvin, mereka juga engga terima kalau adik bosnya itu di bilang pelakor.
" bener, gua kalau gua di sana udah habis tuh cewe " kata yoga.
setelah mereka marah marah, mereka kembali mendengarkan omongan Alex dan Sheila kembali. mereka juga tidak lupa rekaman percakapan mereka di simpan buat tanda buktinya.
" semisalnya kau bebas, kau akan merebut kembali " kata Alex.
" ya, gua akan rebut kembali suami dan anak gua. gua yakin anak gua pasti selalu di marahi olehnya seorang ibu tiri pasti selalu jahat " kata Sheila, dengan yakinnya. sedangkan Alex sedari tadi menahan marahnya sama Sheila ini.
" tuh cewe mulutnya pengen gua jahit lama lama " kata Reyhan.
Alex sudahi untuk pembicaraan ini, dia udah engga kuat lagi dari tadi Sheila selalu menjelekkan adiknya. dia langsung berdiri dan mengobrol bareng dengan tahanan laki laki yang lain. ia akan kembali ngobrol kalau hatinya sudah tenang.
sahabat Alex mengerti kalau Alex sekarang pasti sedang menahan amarah, dan mereka akan menunggu Alex kembali. mereka bisa istirahat sebentar sebelum Alex menghubungi kembali.
" gua jadi khawatir sama alex, Luh tau semua kan Alex tuh kalau marah engga mandang dia cewe atau cowo " kata Doni, yang sedang memakan makanan yang sudah di pesan tadi.
" ya, dari tadi gua juga berpikir seperti gitu. gua yakin dia sedang menahan amarah sekarang " kata yoga.
mereka semua yang di markas agak khawatir dengan Alex dia orangnya nekat dan juga engga mandang itu cewek atau cowok kalau salah dia akan menegurnya atau ada seseorang yang bikin dia sakit hati engga nagung nagung untuk memukulnya. makannya sahabatnya itu sedari takut Alex bablas.
" makan malamnya " kata polisi, membawa makanan untuk tahanannya.
sudah empat hari Alex di sini, dan dia juga belum berbicara lagi dengan Sheila butuh beberapa hari untuk meredakan emosi nya saat pertama kali ia mengobrol bareng dan Sheila selalu menjelekkan adiknya. dan besok Alex akan berbicara kembali sama Sheila. dia harus bersabar menghadapi mulut Sheila yang membuat ia ingin marah.
jam tiga subuh Alex sudah terbangun duluan, dia bisa melihat semua tahanan di sini sedang tidur dengan nyenyak. dia meminta polisi yang menjaga tahanannya untuk membuka pintunya.
" aku ingin ke luar sebentar " kata Alex, mereka hanya mengangguk ya hanya Alex bisa masuk tahanan sesuka hati dia dan keluar pun sesuka hati dia.
dia keluar dari kantor polisi untuk mencari udara segar, rasanya sangat sesak di tempat tahanan itu. di sana ada warung yang masih terbuka dia langsung memesan teh hangat ke penjualan itu. dan tidak lupa Alex memakai jaket dan juga celana panjang kalau dia keluar pakai baju tahanan pasti semua orang curiga.
" ini mas, tehnya " kata ibu penjualan itu.
" makasih " kata Alex.
di meja situ juga ada roti yang di susun rapih Alex pun memakannya sambil meminum teh hangatnya. rasanya sangat nikmat karena empat hari di tahanan makanannya hanya itu saja membuat Alex bosan. sudah satu jam Alex di sini dia langsung membayar nya dan Kemabli ke kantor polisi.
dia bisa melihat kalau tahanan yang ada di sana masih pada tertidur dan itu beruntung buat Alex. dia juga membuka jaket dan juga celana panjangnya dan langsung kasih ke polisi yang menjaga tahanannya.
__ADS_1
dia kembali tidur lagi, tadi sebenarnya masih ngantuk tetapi dia juga lapar dan juga membutuhkan udara segar.
" kapan kau bisa bebas?" kata Alex, dia sekarang sedang mengobrol kembali dengan Sheila.
" entah, mudah mudahan ada yang mengeluarkan ku di sini " kata Sheila, yang sedang memainkan makanannya dia engga memakannya.
" kenapa pengen cepat cepat keluar " kata Alex.
" ya siapa sih yang mau lama lama di penjara, dan satu lagi aku tuh ada rencana buat suami ku itu cerai dengan istri barunya itu " kata Sheila, dengan kesal.
di sisi lain juga sahabatnya Alex sudah standby di markas untuk mendengar kembali cerita Alex dan Sheila.
selama seminggu Alex di tahanan dia sudah mendapatkan informasi banyak langsung dari Sheila. dan pas Sheila keluar dari tahanan pun Alex langsung mencari tahu siapa pria itu yang sudah mengeluarkan Sheila dari penjara. Alex langsung gerak cepat dia sudah menemukan pekerja pria itu sekarang tinggal identitas nya saja yang harus Alex selidiki.
" bos Luh dah ketemu Rafael " kata yoga, Alex baru sampai di markas.
" sudah kemarin, dan sekarang dia ingin ketemuan kembali di kantor nya " kata Alex, sambil meminum es teh manis yang ada di meja samping alvin.
pas mereka sedang asik berbicara Rafael menghubungi Alex, kalau Alex sudah sampai kantor di suruh tunggu di ruangannya karena ia akan menjemput anak anaknya terlebih dahulu. dan Rafael juga bilang kalau istrinya melihat Sheila di sekolahan anaknya, istri dan anak Rafael akan main ke kantor sekalian makan siang bersama.
Alex yang mendengar nya sangat senang, Alex mengatakan ke Rafael kalau dia saja yang menjemput anak anak Rafael. dan Rafael pun tidak masalah kalau Alex yang akan menjemput nya.
Flashback of.
" j....jadi Abang engga kenapa napa selama ini? " kata Karina, dia memegang tangan Rafael dengan erat.
" ya, aku baik baik saja dan juga aku kembali " kata Alex, dengan senyum nya.
Karina yang sudah berhenti nangis, ia nangis kembali dia langsung mengambil Alex dan memeluknya dengan erat. betapa kangennya Karina sama Alex, saat wisuda Abang tidak ada pas Karina menikah pun abangnya engga bisa antar Karina ke altar. dia menangis di pelukan Alex sama Alex pun menangis dia akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarga angkatnya tetapi Alex sudah menganggap mereka keluarga Alex sendiri dan Karina adik kandung Alex sendiri.
" Abang tahu, Karina selama sendiri Abang sudah janji akan selalu di samping Karina, selalu mengantarkan Karina sekolah, terus juga akan datang ke wisuda Karina sampai Karina menikah pun Abang engga ada " kata Karina, yang masih memeluk Alex dengan menangis.
Rafael juga agak shock dengarnya, ia hanya tahu kalau Karina itu tidak punya adik atau kakak. tetapi orang tuanya dulu mengadopsi Alex dan dia kakak tiri Karina. Rafael juga ikut sedih betapa pengaruh penting nya Alex di hidup Karina dulu. dia engga sia dia membuat Karina bahagia selama ia sudah menikah.
" Abang juga kangen sekali dengan adik Abang ini. karena Abang telat Abang hanya ingin bilang. selamat ya adik Abang sudah dewasa sekarang sudah menikah dan juga mempunyai anak yang lucu lucu. Abang masih ingat dulu kalau adik Abang ini sangat manja tetapi sekarang sudah menjadi ibu yang sangat hebat buat suami dan anak anak " kata Alex, melepaskan pelukan Karina dan memegang pipi Karina dengan senyum.
" Abang pasti bunda shock pas melihat Abang engga kenapa napa " kata Karina.
" hehehe, Abang juga deg degan ketemu bunda takut bunda marah " kata Alex, dengan ketawa kecilnya.
__ADS_1
" habisnya Abang pake ngumpet segala " kata Karina, dengan muka judesnya dan kembali duduk di sebelah Rafael.
" jadi kamu marah sama Abang?" kata Alex, yang kaget kalau Karina kembali ke tempat suaminya.
" tadi sih marah, tapi sekarang engga ko " kata Karina, dengan senyum nya. Rafael yang melihatnya sangat gemas ingin sekali menciumnya tapi dia harus bersabar bukan saat nya untuk mencium Karina.
Alex hanya terkekeh, pas mereka asik cerita Tara, Kaila dan triplet pun datang. Kaila dan triplet langsung menghampiri Karina yang ada di samping ayahnya. mereka bisa melihat kalau bundanya habis menangis setelah melihat bundanya dia langsung menatap ayahnya dengan tajam seolah olah ayahnya yang bikin bundanya nangis.
" ayah, bunda di apa in sampai menangis seperti gini " kata Devan, dengan muka sinis ke ayahnya.
" benar, ayah kenapa bisa bunda menangis seperti gini " kata Daren. Rafael yang ingin bicara di potong sama anaknya.
" bunda bilang ke David, apa ayah tadi marahin bunda sampai menangis kaya gini " kata David, bayi kembar tiga itu sangat sinis ke ayahnya sekarang sedangkan Rafael dia hanya memasang muka datar nya.
" ayah, kenapa bunda bisa menangis, ayah marahi bunda ya. sampai mata bunda ini bengkak. bunda bilang ke Kaila apa ayah memarahi bunda nya sangat kejam " kata Kaila, dia juga melihat ayahnya dengan mata tajam.
Alex yang sedari tadi melihat triplet, dan Kaila yang sedang memarahi ayahnya hanya menahan ketawa nya saja. mereka sangat lucu sekali pasti kalau di rumah bakal berisik dengan suara mereka Alex jadi penasaran jadinya.
" sudah marah marahnya, sekarang mau dengar penjelasan dari ayah Rafael yang ganteng ini enggak?" kata Rafael, dengan pedenya. sedangkan anak anaknya hanya diam saja.
" yasudah sekarang jelasin " kata Kaila, masih dengan muka judesnya.
" bukan ayah, yang nangisin bunda. bunda tuh nangis karena ketemu kakaknya yang sudah lama. tuh di depan kalian itu kakak bunda, dan kalian bisa panggil paman Alex " kata Rafael, menjelaskan semuanya ke anak anaknya.
triplet dan Kaila pun langsung menengok ke depan dia melihat pria yang menjemput mereka pulang tadi. ternyata dia itu paman nya mereka.
" oh, gitu kenapa ayah bilang dari tadi sih " kata Kaila, dengan senyum nya. setelah ayahnya menceritakan ke semuanya.
" gimana ayah mau cerita, kalian saja sudah marahin ayah tadi " kata Rafael, sekarang dia ngambek ke anak anaknya.
Kaila dan triplet yang melihatnya langsung menghampiri ayahnya dan memeluknya.
" maff ayah, habisnya kan yang pertama kita lihat ayah jadi ya kita langsung marahin ayah saja " kata Devan, ketawa kecilnya dan mereka semua setuju dengan omongan Devan.
" ayo kalian kenalan dulu sama paman Alex " kata Rafael, Kaila dan triplet langsung menghampiri Alex.
" hallo paman aku Kaila " kata Kaila, dengan senyum.
" kalau aku Daren, ini Devan dan di sebelah nya David. kamu kembar tiga tetapi yang lahir duluan Devan, aku baru David " kata Daren, dengan senyumnya.
__ADS_1
Alex hanya mengangguk dan menatap keponakannya ini satu persatu. rasanya sangat lega bisa bertemu orang tua angkatnya dan juga adiknya dan sekarang dia sudah mempunyai keponakan yang sangat lucu ini. ya masalah belum selesai tetapi Alex janji akan menyelesaikan nya dengan cepat.
" salam kenal kalau aku Alex, kalian bisa panggil aku paman " kata Alex. mereka mengangguk.