MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 41


__ADS_3

setelah dari bawah Rafael kembali ke atas pas sampai ke kamar ternyata Karina sudah tertidur. Rafael kembali menutup pintu kamarnya dia tidak mau menganggu Karina yang sedang tidur dan Rafael sangat senang karena makanan yang di makan tadi tidak di muntahkan kembali oleh Karina.ya mudah mudahan omongan Rafael benar.


Rafael akan ke kamar anaknya, dia ingin melihat apa yang sedang Kaila lakukan hari ini?.


" hey anak cantik ayah sedang apa?hmm. " kata Rafael, yang melihat Kaila di meja belajar nya.


" ayah, Kaila sedang menggambar saja karena Kaila bingung mau ngapain jadi ya sudah menggambar saja " kata Kaila, yang sedang menggambar.


" ikut ayah yuk, ayah ingin ke kantor sebentar terus pulangnya kita ke supermarket " kata Rafael, mengelus rambut Kaila.


" ke supermarket lagi yah?" kata Kaila, melihat ayahnya.


" iya, buah buahan di rumah sudah dikit dan ayah juga ingin membeli susu buat bunda yang beda rasa. kalau Kaila mau beli apa?" kata Rafael.


" oke deh ayok, Kaila engga tau mau beli apa nanti Samapi supermarket aja Kaila mikirnya " kata Kaila, dengan senyum nya.


setelah itu Kaila langsung mengganti baju nya sedangkan Rafael dia langsung ke bawah untuk menemui maid nya.


" oh ya bi, aku sama Kaila ingin ke luar sebentar. nanti kalau Karina bangun bilang saja kalau aku sama Kaila ke kantor ku " kata Rafael.


" baik tuan, akan saya sampaikan " kata maid itu, sambil menunduk.


Rafael dan Kaila pun langsung berangkat, sebenarnya Rafael masih ada kerjaan di kantor nya tetapi karena istrinya ini sedang hamil dan ibu hamil ini selalu berubah rubah hormon nya jadi dia harus langsung pulang ke rumahnya.


sesampainya di kantor Rafael menyuruh Kaila untuk menunggu sebentar Rafael harus mengecek data data untuk besok, dia akan meeting dengan kliennya jadi dia akan melihat kembali kalau data itu sudah benar.


" ayah apa masih lama, Kaila takut kalau bunda akan bangun cepat " kata Kaila, yang menghawatirkan bundanya.


" sebentar lagi nak, ini tinggal di save saja " kata Rafael, yang masih fokus ke layar laptopnya.


setelah selesai semua mereka langsung ke supermarket, dia akan membeli buah buahan dan susu ibu hamil untuk Karina, jangan lupa sama snake buat Kaila yang akan di pikirkan di supermarket nanti.


sedangkan di rumah Karina baru bangun dan tidak melihat suaminya di dalam kamar, dengan terpaksa nya dia langsung turun ke bawah mencari Rafael dan Kaila. tetapi tidak ada sama sekali, maid di sana yang mendengar teriakkan nyonya pun langsung menghampiri nya


" maaf nyonya, ada yang bisa saya bantu " kata maid itu.


" oh ya bi, di mana suamiku dan anak ku?. Lo aku tidak melihat mereka sama sekali " kata Karina, yang masih fokus mencari mereka.


" maff nyonya, tadi tuan muda mengatakan kalau tuan muda dan nona muda sedang ke luar sebentar " kata maid itu, sambil menundukkan.


" ko mereka engga ngomong ke aku?" kata Karina.


" nyonya tadi sedang tidur jadi tuan muda tidak ingin membangunkan anda " kata maid itu.

__ADS_1


Karina yang mendengar itu langsung kembali ke kamar, dengan ocehannya dari bawah sampai kamar tidak berhenti dia menyalakan suaminya itu kenapa tidak membangunkan nya dan pergi begitu saja. sedangkan maid itu hanya menggeleng kan kepala dia tau kalau ibu hamil hormon nya akan meningkat karena dia dulu juga berpengalaman dan sekarang hanya suami nya saja yang harus sabar menghadapi ibu hamil ini.


" Ihh, mereka lama banget sih pulangnya udah berapa jam mereka pergi?" kata Karina.


dia masih ngoceh di kamar nya sedangkan Kaila dan Rafael sedang senang di supermarket nya untuk memilih milih makanan. yang tadi Kaila sudah menghawatirkan bundanya sekarang dia lupa dengan bundanya di rumah.


" apa sudah semua nak?" kata Rafael, yang melihat Kaila fokus dengan memilih snake nya.


" udah deh yah, lagian Kaila juga bingung mau beli yang mana lagi " kata Kaila, yang akhirnya selesai dengan memilih snake nya.


Rafael mengangguk dan langsung bayar ke kasir nya, setelah bayar mereka langsung pulang ke rumah Rafael takut kalau Karina sudah bangun dari tidurnya.


" tuan sudah pulang?" kata maid itu, membantu membawakan kresek besar.


" apa Karina sudah bangun?" kata Rafael.


sedangkan Kaila dia kembali ke kamarnya, badannya sudah lengket karena sudah pergi ke supermarket dan kantor ayahnya.


" sudah tuan, tadi nyonya mencari anda. dan nyonya sekarang sedang marah marah " kata maid itu.


Rafael langsung berlari ke kamar dia sekarang mempunyai kesalahan dan siap siap kupingnya ini akan dapat ocehan dari istrinya ini.


" Hay sayang, sudah bangun hmm " kata Rafael, dengan muka biasanya tetapi sebenarnya dia juga sedang ketakutan.


" sayang, aku pergi sebentar doang loh, nih aku udah pulang " kata Rafael, menghampiri Karina.


tetapi Karina langsung menggeser kan tubuhnya yang melihat Rafael menghampiri nya. Rafael yang melihat itu hanya menghela nafasnya dia harus pelan pelan untuk membujuk istrinya ini.


" maaf kalau aku salah, jangan marah lagi " kata Rafael.


dan Karina pun langsung menangis begitu kencang dia langsung menghampiri Rafael dan memeluk nya sebenarnya pas Rafael datang ke kamar nya dia ingin langsung memeluk nya tetapi dia masih marah dengan Rafael, dan Karina kalah dengan otaknya karena tubuhnya ingin di peluk oleh Rafael.


" maaf kan aku sayang, tadi kamu tidur dengan nyenyak aku engga mau menganggu kamu " kata Rafael, mengelus punggung Karina.


" jangan tinggalkan aku lagi " kata Karina, dengan suara pelannya.


Rafael hanya mengangguk, dan mencium kening Karina. dia melepaskan pelukan nya dan menatap wajah istrinya yang Habis nangis menghapus air mata Karina dengan jempol tangan nya.


" istri ku ini mau sesuatu?" kata Rafael, mengelus pipi Karina.


" aku ingin makan makanan pedas " kata Karian, dia bener bener ingin makanan pedas.


" apa kau serius. nanti sakit perut gimana " kata Rafael.

__ADS_1


" aku mau itu, TITIK " kata Karian, menekankan kata terakhirnya.


" baiklah aku akan menyuruh maid untuk memasak makanan pedas " kata Rafael, dia hanya pasrah saja.


setelah berbicara dengan maid nya Rafael kembali ke kamar untuk membersihkan badannya, sedangkan Karina dia tertidur kembali sehabis menangis dan meminta makanan pedas.


sekarang mereka bertiga sedang ada di meja makan waktu makan malam sudah tiba, dan jangan lupa dengan pesanan Karina tadi ingin memakan makanan pedas itu juga sudah ada di depan matanya.


" bunda apa itu tidak pedas, Kaila yang melihatnya saja sudah menyerah " kata Kaila, yang melihat bundanya berbinar melihat makanan di depannya.


" tidak, ini sangat enak Kaila masih kecil jadi tidak boleh makan ini. nanti kalau sudah besar Kaila juga pasti menyukai nya " kata Karina, yang sedang mengambil makanan itu.


Kaila hanya mengangguk dia tidak mau berbicara kembali karena pas di mobil tadi ayahnya cerita kalau bundanya ini pasti akan meminta aneh aneh atau sikapnya akan berubah jadi Kaila hanya harus bersabar.


setelah makan malam, mereka langsung kembali ke kamar beda dengan Karina dia ingin di ruang tengah dulu ingin menonton TV dan memakan cemilan yang di beli Rafael tadi, sebenarnya itu punya Kaila tetapi Rafael janji besok akan beli lagi dan Kaila juga tidak keberatan karena dia tau bunda ingin sekali.


" sayang apa tidak kenyang, kamu beru selesai makan terus makan lagi " kata Rafael, duduk di samping Karina.


" engga, lagian aku lapar kembali. emang dari dapur ke sini engga pake tenaga apa nah pasti aku lapar lagi " kata Karian, yang asik makan cemilan dan matanya fokus ke telivisi nya.


Rafael hanya mengangguk dia tidak mau lagi membahas ini yang ada Karina akan memarahi nya atau dia akan kembali menangis jadi Rafael hanya menemani Karina di sini sambil menonton televisi.


sejam kemudian Karina sudah bosan dengan telivisi nya dan dia menaruh makanan nya di meja depannya. setelah itu Karina langsung menatap wajah Rafael yang masih fokus dengan telivisi nya Rafael yang di tatap langsung menengok ke Karina.


" ada apa?,hmm. " kata Rafael, mengelus pipi Karina.


" aku ingin makanan Korea " kata Karina.


Rafael hanya mengangguk dia mencari restoran yang terdapat makanan Korea Karina yang mendapatkan izin dari sang suami sangat senang dia tidak sabar untuk menunggu makanan itu.


" aku sudah memesan, kita tunggu ya " kata Rafael, mengelus rambut Karina.


Karina mengangguk sambil menidurkan kepalanya ke bahu Rafael selagi menunggu Karina akan memejamkan matanya dulu nanti kalau sudah datang dia tinggal makan saja.


" sayang bangun, ini makanannya sudah datang " kata Rafael, membangunkan Karina.


Karina langsung bangun dan betapa senangnya di depannya sudah ada Bibimbap, Jajangmyeon, Tteokbokki, dan Bungeo ppang dia sangat senang makanannya telah tiba dan Karina pun langsung memakannya tanpa menwarkan ke suaminya Rafael yang melihat juga jadi pengen mencoba nya tetapi karena istrinya lahap seperti gitu dia urungkan mudah mudahan istrinya langsung kekenyangan dan dia bisa mencobanya.


ternya omongan Rafael salah Karina menghabiskan semuanya tanpa tersisa dan Rafael hanya bersabar besok mau engga mau dia harus beli karena penasaran dengan rasanya. Rafael langsung membersihkannya dan tidak lupa membawa susu buat Karina. dan Karina dengan senang hati meminum susunya yang sudah di. bikin oleh suaminya.


" ayo kita tidur, kamu tidak boleh tidur terlalu malam " kata Rafael, membawa Karina ke kamarnya.


sesampainya di kamar Rafael membantu Karina untuk menggosok gigi dan mengganti pakaiannya. dengan talentanya Rafael membantu istrinya ini yang sudah mengantuk.

__ADS_1


" selamat malam sayang, dan selamat malam buat anak ayah " kata Rafael, mencium bibir Karina dan mengelus perut Karina.


__ADS_2