
Di hari Minggu sekarang Rafael sudah siap siap untuk bertemu dengan Sheila. Dia bertemu dengan Sheila bukan kemauan dia tetapi inilah misi yang di buat oleh Abang iparnya selama ini, dan dia juga sudah dapat izin dari Karina berkat Abang ipar nya juga di rumah Rafael hanya pakai baju biasa nanti di lokasi lah Rafael akan ganti baju dan bajunya pun sudah di siapin oleh teman Abang nya.
Sheila yang sangat senang bisa bertemu dengan Rafael sedang memilih baju yang cantik ia pikir dengan pakaian dan dandanan nya membuat Rafael akan kembali dengannya, dari kemarin Sheila sudah mulai ke salon untuk memanjakan tubuhnya terlebih dahulu sebelum ke temu Rafael. Dia sedang sibuk dengan urusan dia sendiri dan itu membuat dia lupa kalau dari kemarin kekasihnya itu selalu menghubungi nya tetapi Sheila hanya mengacuhkan nya. Dia tidak peduli lagi dengan lelaki itu yang penting uang dia sudah banyak untuk ketemu dengan Rafael.
" pakaian yang ini atau ini ya?" kata Sheila, yang sekarang sedang bercermin untuk memilih pakaian yang cocok untuk ke temu dengan Rafael.
Sedangkan Rafael yang sudah ada di lokasi dari pagi hanya diam, dia malas sekali untuk bertemu dengan Sheila tetapi dia ingin istri dan anaknya ini bebas untuk keluar.
" santai aja sih raf, lagian hanya beberapa jam doang ko ketemu dia habis itu udah deh engga ketemu lagi selama lamanya " kata Reyhan, menghampiri Rafael yang melamun sedari tadi.
" iya sih, tapi entahlah rasanya jijik kalau lihat dia " kata Rafael, meminum air yang ada di meja depannya.
" sudah sudah, sebentar lagi dia akan datang lebih baik sekarang kau siap siap dulu sana " kata Alex, yang menghampiri Rafael.
Alex sudah membooking restoran ini untuk sehari dia juga sudah menyuruh pelayan di sini mengikuti alur cerita yang di bikin Alex. Dan semua pelayan di sini mengerti dengan omongan Alex, dan sekarang mereka akan siap siap untuk menyambut kedatangan Sheila. Kalau soal Karina nanti Devan akan menjemput nya karena Alex juga sudah bilang ke Karina kalau jam sembilan malam nanti ada kejutan meriah untuknya jadi Karina hanya mengiyakan saja.
pukul tujuh malam Sheila datang dengan sopir yang sudah di tunjuk oleh Alex, Sheila sangat senang pas di luar apartemen nya melihat mobil mewah di sana dan yang bikin Sheila sangat senang ternyata itu mobil Rafael Sheila berpikir kalau Rafael emang sudah bosan dengan istri keduanya dan ingin kembali ke Sheila. Tetapi itu hanya mainan dari Alex saja itu mobil Alex dan sopirnya juga sopir Alex bukan Rafael.
" selamat datang Noona, silahkan ikut saya " kata pelayan, yang sudah menunggu Sheila di luar.
Sheila hanya mengangguk dan langsung mengikuti pelayan itu, di dalam Sheila tidak melihat orang sama sekali restoran ini sangat sepi.
" maff apa saya salah restoran ya, ko sepi banget " kata Sheila, yang ada di belakang pelayan itu.
" restoran ini sudah di booking oleh tuan Rafael Noona " kata pelayan itu, dan itu membuat Sheila senang tak karuan.
Bukankah Rafael lelaki yang romantis?. Bisa membooking restoran mewah ini untuk mereka berdua saja, dan Sheila percaya kalau Rafael ingin minta balikan kepadanya.
" silahkan Noona duduk di sini, kemungkinan tuan Rafael nya sedang di jalan " kata pelayan itu, setelah sampai ke tujuannya.
Sheila pun melihat lihat tempat yang ia duduki sekarang, tempat yang romantis ada sebuah mawar merah mengelilingi nya dan juga lampu lampu yang sangat cantik. Apalagi meja makan yang terbuat dari emas.
" uang dia pasti sangat banyak, aku tidak sabar untuk membeli pakaian dan juga makeup yang mahal " kata Sheila, dia pikir setelah ini dia akan menguasai harta Rafael makannya dia bisa menghayal seperti itu.
Di tempat Sheila ini bukan hanya Sheila saja, tetapi teman Alex semua sembunyi di sini dia bisa melihat sheila senyum senyum sendiri sambil melihat tempat yang sudah di hias secantik mungkin oleh Alex dan teman temannya.
" pasti tuh nenek lampir lagi menghayal deh " kata Devan, yang melihat Sheila senyum senyum sendiri.
" benar, lihat dandanan nya emang seperti Mak lampir menor banget " kata Reyhan.
" bukan hanya dandanan nya tapi lihat bajunya kata kehabisan benang kali ya kebuka banget " kata yoga.
" kekurangan bahan ya, bukan kehabisan benang " kata Alvin.
" sama aja bro, itu benang nya emang udah habis makannya bajunya kaya gitu " kata yoga.
Alex yang ada di sana hanya menggeleng kepala nya saja melihat tingkah temannya ini. Dia juga merasa tidak suka melihat Sheila berpakaian seperti gitu emang benar kata yoga kehabisan benang pasti.
" bos, kapan si Rafael masuk lama amat perasaan " kata yoga, yang sedari tadi tidak ada tanda tanda untuk Rafael masuk.
__ADS_1
" sabar sebentar lagi tuh anak masuk " kata Alex.
Dan benar saja di sana Rafael masuk dengan pelayan, bisa di lihat kalau Rafael sekarang memakai jas hitam yang sangat cocok di tubuhnya dan itu membuat dia sangat tampan. Sheila yang melihatnya langsung berdiri pas Rafael berjalan menghampiri nya.
" sangat tampan sekali " batin Sheila, dengan senyum nya tetapi itu membuat Rafael tidak suka melihat Sheila.
" malam " kata Rafael, dengan singkat dan langsung duduk begitu saja.
" malam juga Rafael, kau semakin tampan saja " kata Sheila, yang sudah duduk di sebrang Rafael.
Rafael hanya mengangguk tidak jelas, setelah itu ada pelayan yang datang membawa makanan untuk mereka.
" silahkan di makan " kata Rafael, dengan muka dinginnya.
Mereka pun langsung memakan makannya, sehila emang sudah tahu kalau Rafael itu sangat dingin dan juga pelit kata kata dia hanya ngomong kalau ada yang nanya saja. Jadi tidak ada curiga di mata Sheila sekarang.
" kalau boleh tahu, kamu ingin ketemu dengan ku ada apa. Bukannya kamu itu engga mau ya bertemu sama aku " kata Sheila, dengan basa basinya dan juga memulai aktingnya di depan Rafael. Sebelum ia ke sini dia juga sudah membuat kata kata biar Rafael luluh dengannya.
" hanya ingin bertemu saja, dan juga ingin tahu kabar mu " kata Rafael, ini kata katanya di buat oleh Alvin dia hanya mengikuti nya saja.
" oh seperti gitu, kabar ku sekarang kaya gini gini aja sih engga ada semangat nya apalagi aku juga sangat kangen sekali dengan anak ku " kata Sheila, dengan akting sedihnya. Sedangkan Rafael, Alex dan juga temannya sangat malas melihat akting yang di buat Sheila itu.
" dasar tuh orang ya, bisa bisanya masang muka seperti itu " kata Doni, rasanya ia ingin minta melihat Sheila tadi.
" benar tuh mukanya ingin gua cakar cakarin deh " kata yoga.
" dia sangat baik sekarang " kata Rafael, itu Alvin yang bilang dan Rafael hanya mengikuti nya.
" ohh seperti gitu, tapi benar kan kaila baik baik saja aku takut di depan kamu dia baik tetapi di belakang kamu dia pasti ketakutan sama ibu tiri nya yang sekarang " kata Sheila, dia ingin menjelek jelek kan Karina di depan Rafael. Sedangkan Rafael yang mendengarnya ingin marah tetapi ia tidak bisa harus sabar sampai akhir.
" tidak, dia sangat baik menjadi bunda Kaila selama ini Kaila sangat nyaman dengan bunda barunya " kata Rafael, dia tidak mendengar kata kata Alvin lagi. Tadi Alvin ingin memarahinya tetap Alex melarangnya dan Reyhan sekarang sedang menjemput Karina di rumahnya.
" maksud kamu apa, bukannya seorang ibu tiri itu selalu jahat. Dan bisa jadi dia itu hanya ingin harta mu saja " kata Sheila, dengan santainya tetapi ia juga takut dengan mata tajam nya Rafael.
" harta?. Istri ku itu tidak gila harta dia bukan seperti mu yang meninggalkan anaknya untuk sebuah karir " kata Rafael, dengan nada tegasnya.
" ya itu di depan mu, bisa jadi di belakang mu ia bermain dengan lelaki lain kan kita engga tahu " kata Sheila.
" bukannya itu kau, kau berbicara seperti itu untuk mu sendiri. Jangan sekali kali kau menjelekkan istri ku dengan mulut kotor mu itu " kata Rafael, dengan muka marahnya.
Setelah beberapa menit kemudian Karina dan juga kekasih Sheila datang. Karina sudah tahu soal ini di jalan Reyhan memberi tahu soal ini tadi ia ingin marah tetapi pas Reyhan menceritakan semuanya dia hanya mengikuti nya saja. Soal kekasih Sheila Doni lah yang menjemput nya mereka.
" Rafael " kata Karina, dia menghampiri Rafael yang ada di sana.
Rafael tidak kaget karena emang Alex akan membawa Karina ke sini beda dengan Sheila dia kaget kalau Karina ada di sini dan lebih kaget nya kekasih nya pun ikut ke sini.
" kamu dari kemarin aku hubungi tidak di angkat " kata kekasih Sheila, menghampiri nya.
dan dengan tiba tiba layar lebar berwarna putih itu menampilkan kebusukan Sheila selama ini di belakang kekasihnya itu dan juga Sheila yang selalu bolak balik ke club' malam dengan lelaki yang berbeda beda. bukan itu saja Sheila juga memakai barang terlarang selama ini. Kekasih Sheila yang melihatnya sangat marah dia selama ini sudah membantu Sheila keluar masuk penjara bukan itu saja kebutuhan selama ini dia lah yang tanggung jawab, tetapi lihatlah di belakang dan itu membuat ia sangat marah.
__ADS_1
" apa kau tidak cukup dengan uang ku selama ini?" kata kekasih sehila yang bernama tion, dia sudah sangat marah dengan sehila sekarang.
Sedangkan sehila dia hanya diam, kenapa bisa ketahuan semuanya dia sudah menyuruh orang untuk menutupi nya dan dia juga sudah membayar mahal orang itu tetap kenapa semua nya ketahuan seperti gini.
" apa kau kaget hmm " kata Alex, berjalan ke arah mereka sekarang dengan senyum jahatnya.
Sheila kenal orang ini, dia adalah satu tahanan dengan Sheila tahun kemarin dan Sheila sudah banyak cerita ke dia soal dirinya dan juga Rafael.
" kau, kenapa bisa ada di sini?" kata Sheila.
" emang kenapa, apa itu masalah buat Lo kalau gua ada di sini?" kata Alex, maju menghadap Sheila.
" Lo sekarang sudah terperangkap semua kelakuan busuk Lo itu sudah ketahuan semua suruhan Lo itu anak buah gua semua jadi sekarang Lo ikut mereka " kata Alex, memanggil semua polisi yang ia bawa.
Kasus Sheila ini sudah keterlaluan dan hukumannya akan di penjara seumur hidup. Sheila yang mendengarnya sangat terkejut dia tidak mau hidup di penjara selamanya.
" tidak, harusnya dia yang di bawa bukan gua " kata Sheila, menunjuk ke arah Alex tetapi semua polisi membawa Sheila pergi dari sini.
Sheila yang melihat Karina hanya tersenyum sangat membenci wanita itu. Ia yakin kalau ia akan membalas semua nya ke Karina.
" terimakasih sudah bantuin gua, dan maff kalau gua sudah membebaskan Sheila dari penjara " kata tion, dia emang bersalah sekarang ke Rafael karena dia membebaskan Sheila tanpa pengetahuan Rafael.
" ya gua sudah memaafkan lo, sekarang Lo bisa pergi " kata Rafael, dia tidak mau punya urusan lagi ke dia makannya itu Rafael menyuruh dia pergi dari sini.
Setelah semua beres Rafael sangat lega, karena sudah tidak ada lagi wanita jahat itu datang dan menganggu keluarga nya. dia bisa tenang kalau istrinya ingin bermain dengan temannya ataupun anak anaknya apalagi Kaila sekarang sudah SMP pasti banyak teman yang mengajak nya untuk bermain.
" makasih banyak bang, sudah mau bantuin gua selama ini " kata Rafael, dia masih memegang tangan Karina.
" ya sama sama, ini juga buat keselamatan adik gua jadi ini tugas gua juga " kata Alex, tersenyum ke arah Rafael dan juga Karina.
" kalau gitu gua boleh pulang duluan kan " kata Rafael, dia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya sekarang. Alex dan temannya mengerti pun hanya mengangguk.
Setelah mereka keluar dari restoran Rafael langsung membawa Karina ke tempat lain Karina hanya diam saja dia tidak tahu kemana Rafael bawa dan tidak lupa kalau baju Rafael juga sudah ganti dengan baju yang pagi tadi.
" sebenernya kita mau kemana sih, sedari tadi kita belum sampai " kata Karina, karena sudah malam dan gelap dia tidak bisa melihat dengan jelas kemana Rafael membawanya.
" sebelum itu kita belum bahan makanan dulu yuk " kata Rafael, dia belum memberitahu kemana mereka pergi.
Sekarang mereka ada di supermarket untuk beli bahan makanan, Karina bingung mau beli apa jadi semua di serahkan oleh Rafael. Sejam kemudian mereka kembali jalan.
" sayang ayo bangun kita sudah sampai " kata Rafael.
Sudah dua jam perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di tempat yang sangat sepi tetapi pemandangan di sini sangat indah. Karina yang tadi mengantuk tetapi sekarang dia membuka matanya dengan lebar, dia tidak tahu apa tempat ini tetapi tempat ini sangat indah di malam hari apalagi di langit di penuhi bintang itu membuat suasana ini menjadi tenang.
" gimana suka tidak " kata Rafael, memeluk Karina dari belakang.
" sangat suka, kamu ko tau tempat ini?" kata Karina, mengelus tangan Rafael yang ada di perut nya.
" ini tuh villa punya ku. Ya agak jauh sih tetapi pemandangan dan juga tidak ada suara kendaraan dan udara di sini sangat segar dan alami " kata Rafael, dan itu membuat Karina hanya terkekeh saja dengan kata kata Rafael tadi.
__ADS_1