MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 65


__ADS_3

setelah Karina tidur, Rafael langsung menjemput triplet di sekolah setelah itu ia akan menjemput Kaila. karena Kaila hanya acara pengenalan sekolah saja jadi dia cepat pulang. hanya setengah jam Rafael sudah sampai di gerbang sekolah triplet dia melihat empat bodyguard yang di suruh untuk menjaganya di sana. dengan tangan kode dia untuk pergi dari sana bodyguard itu mengerti dan pergi dari sana tetapi dia tetap mengawasi gerak gerik orang yang akan mencelakai bosnya itu.


Rafael langsung menunggu triplet di gerbang sekolah nya, di sana juga sudah banyak orang tua murid yang sedang menunggu anaknya.


" ayah, di mana bunda?" kata david, karena tadi pagi bundanya bilang akan menjemput nya tetapi yang datang ayahnya.


" bunda ada di kantor ayah, ayo kita ke sana tetapi kita ke sekolah ka Kaila dulu oke " kata Rafael, triplet mengangguk dan mereka langsung berjalan ke arah mobil Rafael.


" oke, tapi nanti sekalian beli makanan ya yah " kata Devan, dengan senyum manisnya. Rafael yang melihatnya hanya mengangguk.


sesampainya di sekolah Kaila, Rafael turun dari mobilnya sedangkan triplet dia tetap di dalam mobil tenang saja bodyguard Rafael tetap mengawasi mereka.


" ayah " kata Kaila, melambaikan tangannya.


" ayo, adik mu sudah menunggu di mobil " kata Rafael, berjalan ke mobil Rafael.


" dimana bunda?" kata Kaila, pas melihat di mobil ayahnya tidak ada bunda.


" kata ayah bunda ada di kantor ka " kata Daren, yang ada di belakang. Kaila menengok ke belakang di sana sudah ada tiga adiknya dan Kaila hanya tersenyum saja.


" sekarang kita akan beli makanan dulu, kalian ingin makan apa " kata Rafael, kepada anak anaknya.


" apa saja " kata mereka kompak. Rafael hanya mengangguk dia akan membeli makanan untuk makan siang dan tidak lupa sama cemilannya, sekarang adik adiknya pun ikut kakaknya yang suka nyemil.


setelah memesan semua makanan yang mereka ingin, sekarang mereka sedang berjalan ke kantor Rafael di dalam mobil Kaila dan triplet bernyanyi dengan gembira. dan itu membuat Rafael sangat senang melihat anaknya yang tumbuh besar dengan baik.


" bunda kami pulang " kata mereka dengan kompak, sedangkan Rafael dia sedang menyusun makanan untuk makan siang mereka nanti.


" bunda tidur di sini?" kata Kaila, melihat bundanya yang baru bangun.


" iya, bunda nemenin ayah di sini " kata Karina, dengan senyumnya. Karina menyuruh anaknya untuk ganti baju terlebih dahulu baru mereka akan makan siang bersama.


" ayo ayah sudah menyiapkan semuanya " kata Rafael, melihat anak anaknya dan istrinya baru ke luar kamar.


mereka semua makan dengan tenang, sesekali Kaila dan triplet bercerita tentang kejadian di sekolah tadi apalagi Kaila dia baru pertama kali mengenal lingkungan sekolah banyak kegiatan yang dia lakukan di sana dan itu membuat Kaila sangat senang.


" kita pulang saja ya " kata Karina, dia tidak mau menganggu Rafael kerja apalagi di meja kerjanya banyak kertas yang harus ia kerjakan.


" kenapa tidak bareng saja pulangnya " kata Rafael, dia ingin pulang bareng bersama.


" sudah, nanti kerja mu akan terganggu lagian triplet haru tidur siang " kata Karina, Rafael hanya mengangguk saja dia juga ingin cepat cepat pulang sekarang.


Karina dan anak anaknya pun pulang ke rumahnya, apalagi triplet dia juga sudah mengantuk.

__ADS_1


" ayo triplet sekarang masuk ke kamar " kata Karina, membantu triplet untuk ke kamarnya sedangkan Kaila dia sedang di ruang tamu sambil memakan cemilan nya.


Kaila sudah SMP pun tidak di izinkan bermain handphone dia hanya membawa handphone pas sekolah tetapi pas pulang sekolah Karina sudah mengambil handphone nya kembali.


" Kaila, apa yang harus di bawa besok " kata Kaila, setelah menidurkan triplet.


" ini bunda " kata Kaila, ngasih catatan yang di tulis tadi.


" ayo ganti baju terlebih dahulu, mumpung triplet tidur " kata Karina, Kaila mengangguk dia langsung ke kamar terlebih dahulu. sedangkan Karina dia menitipkan triplet ke pembantu nya.


setelah mereka siap mereka langsung berangkat untuk keperluan Kaila besok. sesampainya di sana Kaila mencari apa yang ia harus di beli sedangkan Karina dia hanya mengikuti Kaila saja.


" apa sudah lengkapnya semua?" kata Karina.


" sudah Bun, ayo bayar " kata Kaila, Karina mengangguk dan mereka berjalan ke arah kasir.


di sisi lain Rafael sedang bekerja, apalagi tugas dia tadi ke tunda karena ada istri nya yang datang ke sini jadi berkas berkas nya masih banyak yang harus Rafael kerjakan.


" hallo ada apa?" kata Rafael, pas telepon kantor nya berbunyi.


" maff pak, ada yang ingin bertemu dengan anda " kata sekretaris Tara.


" yasudah bawa ke ruangan saya " kata Rafael, dan langsung mematikan handphone kantor nya.


di mendengar ketukan pintu nya dan terpampang jelas dua pria yang sedang berjalan ke arah Rafael, Rafael tidak mengenal pria yang ada di samping Tara itu.


" kau boleh keluar " kata Rafael, dan Tara pun langsung keluar dari ruangan Rafael.


" silahkan duduk " kata Rafael, yang melihat pria itu masih berdiri setelah di suruh duduk dengan Rafael dia langsung duduk.


" maff anda tadi mengatakan kalau anda teman saya?" kata Rafael.


" maff kalau aku bohong karena kalau aku tidak bilang seperti gitu, aku tidak akan di izinkan masuk " kata pria itu, sambil menundukkan kepalanya.


" katakan anda ingin apa " kata Rafael, dengan fokusnya dia takut terjadi apa apa di sini.


" saya dengar anda mantan suaminya Sheila, apakah itu benar?" kata pria itu.


" kenapa anda berbicara seperti itu, katakan sejujurnya kepada saya anda ingin apa?" kata Rafael, dengan muka marah karena pria ini menyebut wanita yang Rafael benci.


" saya dan dia satu tahanan dengannya, dia selalu bercerita kepada saya tentan anda. dan dia juga bilang kalau dia selalu di siksa oleh anda dan anda memilih wanita lain dari pada dia notabenenya adalah istri anda " kata lelaki itu.


ya dia adalah satu tahanan dengan Sheila, dan di sana bukannya membaik tetapi Sheila menambah buruk dia selalu memalsukan kejadian sebenarnya dan di situ dia selalu berakting dengan baik biar semua orang tau kalau Sheila adalah orang baik dan wanita yang di nikahi Rafael lah yang jahat, entah semua semua tahunan itu percaya atau engga tetapi hanya satu lelaki ini yang berani langsung berbicara kepada Rafael. sebenarnya ini engga terlalu penting tetapi karena lelaki ini selalu penasaran dan dia tau siapa Rafael makannya dia langsung datang ke kantor nya ingin tau apa ini benar atau tidak.

__ADS_1


" sebelum aku jawab pertanyaan mu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu " kata Rafael, tadi dia agak marah yang di ceritakan oleh lelaki itu tetapi dia harus bersabar terlebih dahulu.


" kau tau siapa yang mengeluarkan Sheila dari penjara?" kata Rafael, sambil menatap lelaki itu dengan tajam.


" saya tidak tahu pasti, tetapi pas Sheila keluar dari penjara pun agak kaget dia bisa keluar secepat itu dan saya hanya melihat seorang lelaki tua yang mengeluarkan nya " kata lelaki itu, karena pas itu keluarga nya sedang menjenguknya dan dia tidak sengaja melihat Sheila sudah di bebaskan dan di samping polisi itu ada lelaki tua tersenyum ke arah sheila dia merasa lelaki tua itu lah yang sudah membebaskan Sheila.


" apakah penglihatan mu benar?" kata Rafael.


" ya, karena pas hari itu keluarga saya sedang menjenguk saya dan saya tidak sengaja melihatnya " kata lelaki itu dengan yakin.


" saya ingin tahu tujuan mu ke sini hanya itu saja atau apa lagi " kata Rafael.


" saya hanya penasaran saja pak, karena saya tahu anda gimana orangnya saya engga percaya dengan apa yang dikatakan dia apalagi nangis dia itu saya tidak percaya " kata lelaki itu, dengan menundukkan kepalanya.


" saya hanya berterima kasih kepada anda ingin memberi tahu soal itu ke saya. tetapi saya tekankan saya tidak pernah menyakiti dia apalagi bermain di belakang dia, saya menceraikan dia karena dia yang sudah bermain belakang sama saya " kata Rafael, dengan matanya melihat foto pernikahan dia dengan Karina yang di sana terlihat senyuman Rafael yang sangat lebar.


" saya selalu percaya pak, saya hanya ingin mengatakan kalau saya seorang Ghost hacker yang di inginkan oleh semua pembisnis dan juga dunia malam. saya ke sini ingin membantu bapak " kata lelaki itu, dengan senyum nya.


Rafael kaget, emang di dunia bisnis atau juga dunia malam seperti mafia banyak yang mencari Ghost hacker yang entah kemana seperti di telan bumi. tetapi dia datang ke Rafael bukankah ini keberuntungan buat Rafael dia tidak punya seperti gitu tetapi dia mendapatkan yang lebih dari pada yang lain.


" tapi kenapa anda masuk penjara?" kata Rafael, untuk memastikan nya bukan kah dia harusnya juga bisa bebas seperti Sheila.


" ya karena saya kepergok mencuri uang, lagian kalau saya menampakkan diri yang ada saya akan di rebut oleh semuanya " kata lelaki itu.


" entah saya percaya dengan anda atau tidak, tetapi saya masih agak kaget dengan kejujuran anda tadi. selama ini saya tidak pernah tau Ghost hacker itu seperti apa " kata Rafael, yang masih kaget dengan keadaan sekarang.


" tidak masalah pak, saya berkata jujur kepada anda karena anda selama ini bekerja dengan jujur tanpa kecurangan selama ini saya selalu melihat pembisnis dengan tangan kotor nya tetapi beda dengan anda. anda bener bener tenang menjalankan perusahaan nya " kata lelaki itu, ya selama ini dia selalu melihat hasil kerja perusahaan dan dia selalu melihat perusahaan Rafael selalu baik ya kadang ada kesalahan tetapi Rafael selalu membangkitkan kembali dengan pelan makannya dia percaya dengan Rafael untuk memberitahu siapa dia sebenarnya.


" kalau boleh tahu siapa naman anda, dari tadi kita bicara tetapi saya tidak tahu naman anda " kata Rafael.


" anda benar, kenalkan saya Alex " kata Alex, memperkenalkan diri nya ke Rafael.


" ya, saya Rafael. kita kenalan kembai " kata Rafael, dengan tertawa kecil dan Alex pun ikut tertawa kecil.


" baik pak Rafael, saya tahu kalau Sheila sudah menemui istri anda. jadi tenang saja saya akan mengawasi dari jauh " kata Alex.


" tunggu, kau ingin bekerja dengan ku?. kau tau gaji seorang Ghost hacker itu besar aku yakin aku tidak bisa bayar sebanyak itu, dan satu lagi kita bicara dengan santai saja jangan formal " kata Rafael, ya dia akui dia tidak bisa membayar Ghost hacker yang dia tahu gajinya itu melebihi dia sendiri makannya itu dia harus berkata jujur kepada Alex biar nanti Alex tidak terlalu kaget.


" hahaha baiklah, soal gaji kau tidak usah pikiran lagian aku akan bekerja di sekolah an anak mu itu jadi tidak masalah soal gaji. terserah kau ingin gaji ku berapa " kata alex, dengan senyum ternyata masih ada orang yang jujur kalau semisalnya Alex berbicara jujur.


" siapa?" kata Rafael.


" anak perempuan mu, aku di terima sebagai guru BK ya sekalian aku akan menjaga anak perempuan mu itu aku tahu Sheila akan mengambil Kaila dari mu " kata Alex.

__ADS_1


" astaga, aku engga bisa berkata apa apa lagi. kau terlalu baik kepada ku " kata Rafael, melihat kebaikan dari Alex.


" anda juga sangat baik kepada adik saya pak. bukan baik lagi tetapi kau sudah menjaga dia dengan baik " kata Alex, dengan senyum. dan itu membuat Rafael bingung apa maksud dia.


__ADS_2