
Setelah membawa bayinya ke kamar bawah, Rafael kembali ke kamar atas untuk mengambil kunci mobil. sedangkan Karina ia menyusui anaknya Karina sukanya menyusui dua bayi sekaligus dan yang satu lagi harus menunggu itu sudah terbiasa buat Karina. setelah selesai menyusui anaknya Karina menaruh guling di sisi mereka dan di bawah mereka biar mereka jatuh ke bawah, Karina langsung berjalan ke dapur untuk membantu mamah dan bunda untuk menyiapkan makan siang bersama.
" ayah, gimana kalau kita beli cemilan terlebih dahulu " kata Kaila, yang ada di samping Rafael yang sedang menyetir.
Rafael menengok sebentar dan fokus kembali ke depan, Kaila ini suka banyak nyemil dia sering di peringati oleh bundanya untuk berhenti me nyemil tetapi itu tidak bisa.
" apa bunda tidak marah?" kata Rafael, tangan kirinya mengelus kepala Kaila.
" tidak, makannya ayah jangan bilang ke bunda ya hehehe " kata Kaila, dengan tertawa kecil nya sedangkan Rafael hanya terkekeh melihat putri cantiknya ini.
" baiklah, lagian di rumah ada nenek dan omah nanti akan datang kakek dan opa " kata Rafael, dan itu membuat Kaila mempunyai ide bagus.
" bagus yah, jadi kita ke supermarket sekalian beli sesuatu bilang saja itu buat mereka dan jangan lupa cemilan Kaila " kata Kaila, dengan senangnya.
Rafael hanya menggeleng kepala nya saja, anaknya ini emang ada ada saja tetapi dia tidak pernah menolak dengan permintaan nya kalau itu masih wajar Rafael tidak pernah menolak permintaan Kaila apa pun itu. dan sekarang mereka akan berhenti di supermarket sekalian Rafael membeli kue kering untuk di temani dengan kopi, Kaila juga sedang asik memilih cemilan untuk dia sendiri.
" apa sudah semua, atau Kaila ingin sesuatu lagi " kata Rafael, mendorong troli yang isinya cemilan Kaila semua.
" sudah yah, ini sudah banyak " kata Kaila, dengan puas akhirnya dia bisa membeli cemilan banyak bersama ayahnya kalau bersama bundanya pasti hanya di suruh beli satu atau paling banyak tiga saja.
mereka pun langsung membayar belanjaannya, dan setelah itu mereka langsung pulang ke rumah.
" ko, mereka lama ya. coba kamu hubungi suami mu " kata mamah Veena, yang ada di samping Karina. Karina mengangguk dan langsung mengambil handphone nya yang ada di kamarnya.
di kamar Karina langsung menghubungi Rafael, tetapi pas sedang menghubungi nya ada suara handphone yang Karina tau itu handphone Rafael di mencari cari dan dapat, itu ada di atas meja samping kasur ternyata Rafael tidak membawa handphone nya. Karina pun kembali ke bawah menemui bunda dan mamah mertuanya.
" Rafael engga bawa handphone mah " kata Karina, yang ada di sampingnya.
tetapi pas mamah Veena ingin ngomong sesuatu dia mendengar teriakkan di luar, pas mereka semua menghampiri nya ternyata Kaila dan Rafael baru pulang dan Rafael membawa banyak belanjaan nya yang banyak. Karina menghampiri nya dan membantu untuk membawanya.
" kalian dari mana, ko lama " kata bunda Adelia, mengelus kepala Kaila.
" kami belanja dulu nek, cemilan Kaila sudah habis " kata Kaila, dengan tertawa kecil.
mereka hanya menggeleng saja, dan akhirnya mamah Veena membawa Kaila ke kamar nya untuk mengganti baju sedangkan bunda Adelia kembali ke dapur menghampiri Karina yang menyusun belanjaan yang di beli oleh Rafael dan Kaila tadi.
" Kaila banyak sekali beli cemilannya " kata Karina, yang melihat belanjaannya yang di penuhi cemilan Kaila.
__ADS_1
" ada apa nak " kata bunda Adelia, yang menghampiri Karina.
" ini loh Bun, Kaila ini suka banget nyemil lihat saja belanjaan nya kebanyakan punya dia " kata Karina, melihat isi belanjaan anak dan suaminya ini.bunda Adelia hanya tertawa kekeh.
" lebih baik kamu belajar bikin kue kering, biar Kaila nyemil nya itu kan kue itu kenyang kalau ini mah ketagihan terus. dan kue nya bisa taru di toples bikinnya juga tidak susah ko yang penting selalu buat cemilan buat dia biar tidak beli yang ini, kan engga sehat juga " kata bunda Adelia, menasehati Karina.
Karina mengangguk emang benar kata bundanya, kalau Kaila memakan ini terus pasti tenggorokan nya akan sakit dan bakal batuk batuk dia akan belajar bikin kue yang simpel terlebih dahulu.
setelah semua nya kumpul, ayah dan papah pun sudah ada. mereka semua makan siang bersama dengan tenang hanya ada ocehan dari Kaila saja dan yang lebih dewasa hanya mengangguk kalau Kaila bertanya.
" bunda nginap di sini?" kata Karina, membantu bunda mencuci piring yang kotor.
" tidak, ayah mu besok akan kerja pagi kalau dari sini agak jauh takut telat " kata bunda Adelia, yang fokus dengan cucian piring nya.
Karina mengangguk, dan Karina pamit untuk melihat anaknya karena anaknnya itu tidak ada suara tangisan sukanya jam segini mereka selalu menangis. pas sampai kamar ternyata ada Rafael yang sedang bermain dengan anaknya Karina hanya tersenyum dan mengahampri mereka.
" kali bunda kalian masih tidur, kan sukanya kalian nangis jam segini " kata Karina, mencium gemas ketiga bayinya.
" tadi emang nangis, karena udah engga betah makannya aku ganti dan sekarang sudah biasa lagi deh " kata Rafael, mengelus kepala Karina.
emang ketiga bayinya itu sangat senang kalau ayahnya menggendong mereka semua, sepertinya mereka menganggap ayahnya sedang bermain pesawat pesawat an karena di angkut semuanya.
" astaga Rafael, nanti anaknya jatuh gimana " kata mamah Veena, yang sedang duduk di sana. dan langsung mengambil Daren yang ada di gendongan Rafael bukan mamah Veena bunda Adelia juga mengambil Devan. hanya David yang ada di gendongan Rafael sekarang.
" apa mereka semua sudah makam?" kata bunda Adelia, menanya ke Rafael.
" belum, Karina sedang membikin nya " kata Rafael, yang melihat Kaila lagi asik dengan cemilannya.
" sayang, kita baru makan loh, ko makan lagi nanti bunda marah gimana " kata Rafael, menghampiri Kaila.
" ini sangat enak ya, coba deh tapi dikit ya nanti abis kalau ayah ngambilnya banyak " kata Kaila, menyodorkan makanan nya ke Rafael.
Rafael juga tergiur dengan makanan yang di depannya, dia pun ikut mengambil nya dan ternyata emang benar sangat enak dia pun meminta lagi dengan Kaila. Kaila pun langsung kasih lagi ke ayahnya membuat Rafael sangat senang.
" ayah kalau habis harus beli lagi " kata Kaila, yang melihat tinggal sedikit lagi. Rafael mengangguk dan kembali makan Chiki itu.
Karina yang baru dari dapur langsung menghampiri anaknya sekalian membawa makanan untuk mereka, dia juga melihat Rafael dan Kaila asik makan Chiki yang mereka beli. Karina langsung kasih makanan buat ketiga anaknya ke mamah Veena.
__ADS_1
" kalian ya, bukannya tadi sudah makan dan sekarang makan lagi. nanti sakit tenggorokan nya gimana " kata Karina, mengambil Chiki yang di pegang oleh Kaila.
orang tua mereka biarin saja, dia fokus ke tiga bayinya saja sambil menyuapi nya. sedangkan Rafael dan Kaila hanya menunduk saja bundanya kalau sudah marah itu sangat seram.
" kalian dengar kan omongan bunda hmm " kata Karina, yang melihat suami dan anaknya hanya menunduk.
" iya Bun Kaila dengar/ iya sayang aku dengar " kata Kaila dan Rafael serempak, Karina hanya menghela nafas saja.
" mulai besok bunda tidak mengizinkan untuk makan Chiki lagi " kata Karina, membawa Chiki yang di makan mereka tadi ke dapur. sedangkan mereka hanya diam saja.
" sudah engga usah sedih, bunda mu itu sedang belajar membuat kue kering jadi kalian bisa makan itu saja " kata bunda Adelia, menghampiri Kaila yang sedih karena di ambil Chiki nya oleh bunda.
Kaila hanya mengangguk, sebenarnya Chiki nya masih ada di kamar jadi dia tidak terlalu sedih. lebih aman itu di sekolah untuk makan cemilannya bersama teman temannya.
sekarang mereka sedang kumpul di ruang tengah di rumah Rafael, rasanya sangat senang bisa berkumpul seperti gini. sudah lama juga Rafael tidak seperti gini sukanya hanya istri dan anaknya saja yang sering berkumpul karena dia sangat sibuk di kantor dan sekarang dia bisa melihat ke indahan di rumahnya ini.
orang tua mereka sekarang sudah pulang sehabis makan malam, mereka engga bisa menginap di sini. dan sekarang Karina sedang membereskan kekacauan dari anak anaknya sedangkan triplet, Kaila dan suaminya ada di kamar sedang bermain bersama.
" ayo Kaila waktunya tidur " kata Karina, yang baru selesai membersihkan kekacauan mereka di ruang tengah tadi.
Kaila menganggu, sebelum ke kamarnya dia menciumi adiknya dan ayahnya terlebih dahulu setelah itu langsung pergi ke kamarnya bersama bunda.
" bunda bacain buku cerita ya " kata Kaila, yang sudah tiduran di kasur dengan nyaman. Karina hanya mengangguk dan memilih buku cerita yang sudah di sediakan oleh Rafael setelah memilih Karina langsung membacakannya di samping Kaila sambil mengelus kepala Kaila.
beberapa menit kemudian Kaila pun tertidur Karina menyudahi membaca cerita nya dan menyelimuti tubuh Kaila biar Kaila nyaman tidurnya.
" selamat malam anak bunda yang cantik " kata Karina, mencium kening Kaila dan mematikan lampu kamar Kaila.
" apa mereka sudah tidur "kata Karina, yang baru masuk ke kamar nya dan melihat Rafael sedang meniduri satu persatu anaknya.
" tinggal Daren, yang belum tidur " kata Rafael, sambil meniduri Daren di gendongannya.
Karina mengangguk dia ke kamar mandi untuk mengganti baju dan mencuci mukanya terlebih dahulu. ia senang karena hari ini Rafael lah yang full menjaga anak anaknya dan dia bisa istirahat.
" ayo sayang ke sini, sekarang waktunya kamu memanjakan ku " kata Rafael, menepuk nepuk kasurnya untuk menyuruh Karina ke sampingnya.
Karina tersenyum dan langsung menghampiri Rafael yang sudah ada di tempat tidurnya. baru saja Karina menaiki kasur nya Rafael langsung menarik Karina dan memeluk Karina, menggelamkan wajah nya di dada Karina. Karina hanya diam dan mengelus kepala Rafael dia tau pasti dia sangat lelah mengurus anaknya hari ini.
__ADS_1