MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 36


__ADS_3

sudah tiga hari Rafael ada di rumah sakit, dan hari ini ia akan pulang ke rumahnya. Rafael tidak mengizinkan Karina untuk ke rumah sakit biar Karina nunggu kedatangan dia ke rumah.


sedangkan di rumah karina sedang menunggu ke datangan Rafael dan untuk Kaila dia sedang sekolah. beberapa menit kemudian Rafael sudah sampai di rumah, Karina langsung membawa Rafael ke kamar nya untuk istirahat kembali.


di kamar Rafael tidak bisa melakukan apa apa, semuanya di sita oleh istrinya. dia bosan ingin memegang handphone ataupun laptop dia ingin melihat keadaan Kantor selama tiga hari dia tidak ke kantor dan tidak tahu keadaan kantor nya.


" sudah kamu engga usah khawatir soal kantor, aku sama sekretaris mu yang akan membantu mu " kata Karina.


Rafael hanya diam, dia tidak mau istrinya marah ke dia. jadi lebih baik dia ikutin kata istrinya saja. setelah itu Rafael langsung tidur setelah minum obat. dan Karina akan masak sebentar lagi Kaila akan pulang sekolah.


di dapur Karina sedang asik dengan memasaknya dia tidak tahu kalau anak cantiknya itu sudah pulang dari sekolah nya. Kaila melihat bundanya sedang memasak dengan fokus jadi Kaila ke kamar untuk mengganti baju terlebih dahulu.


semuanya sudah selesai Kaila langsung ke bawah menemui bundanya dan di situ Karina juga sudah selesai dengan memasaknya. Karina kaget kalau Kaila sudah ada di rumah dan dia sudah mengganti bajunya.


" sayang, sudah pulang?. ko bunda engga tau ya " kata Karina, yang melihat Kaila sedang duduk di ruang tengah.


" iya Bun, dari tadi Kaila sudah pulang. Kaila melihat bunda asik sama masaknya jadi Kaila engga ganggu deh " kata Kaila, dengan senyum manisnya.


" dia bener bener mirip Rafael sekali " dalam hati Karina, sambil tersenyum.


" yasudah bunda manggil ayah dulu yah, Kaila langsung menuju ke meja makan saja " kata bunda, Kaila hanya mengangguk.


Karina pun langsung ke kamar untuk membangunkan Rafael. dan di sana Rafael baru bangun dari tidurnya Karina tersenyum dan menghampiri nya.


" sudah agak enakan?" kata Karina.Rafael mengangguk.


" yasudah kita makan siang, Kaila sudah nunggu dia sana " kata Karina, membantu Rafael untuk bangun.


di meja makan mereka makan dengan tenang, Kaila melihat ayahnya yang sedang makan. dia bersyukur kalau bundanya menjaga ayah dengan baik karena kalau Rafael sakit dia akan mengurus sendiri tetapi sekarang berbeda. sekarang sudah ada bunda Karina yang menjaga ayah Rafael sampai sembuh.


setelah makan siang, Kaila langsung ke kamar dia bilang kalau dia ada tugas dari sekolahnya. sedangkan Rafael di duduk di ruang tengah menunggu Karina membawa obatnya.


" nih minum dulu obatnya " kata Karina, menghampiri Rafael.


Rafael mengambil obat yang ada di tangan Karina dan meminumnya sampai habis.


" sayang, aku engga boleh gitu megang handphone " kata Rafael.


dia sudah engga betah banget kalau engga megang handphone karena pasti banyak notifikasi dari kantor atau orang suruhan buat memata mata in Sheila.


" kamu tuh ya, baru beberapa hari engga megang handphone doang. sudah ikutin aja perintah aku, besok aku akan izinkan " kata Karina.


Rafael menghela nafasnya, dia engga bisa membantah kalau dia membantah sama aja dia akan kalah sama istri cantik nya ini.


akhirnya Rafael hanya menonton TV saja untuk menghilangkan kejenuhan ini, mau keluar pun tetap tidak di izinkan. tetapi Rafael senang karena selama dia sendiri kalau sakit dia tidak peduli dengan keadaannya kalau sekarang dia bersyukur karena sudah ada istrinya yang selalu menemani selalu.


sekarang sudah seminggu Rafael di rumah, dan akhirnya dia akan berangkat kembali ke kantor. Karina tidak lupa untuk membawakan bekal untuk Kaila dan Rafael dan mereka berdua dengan senang hati di bikinin bekal oleh Karina.


selesai sarapan pagi Rafael akan mengantarkan Kaila ke sekolah, untuk saat ini Karina tidak ke kantor dulu. Rafael menyuruh Karina untuk beristirahat karena selama dua Minggu dia selalu merawat Rafael yang sakit dan juga mengurus Kaila. Karina hanya mengangguk dia pun juga agak kecapean untuk saat ini.


" kamu hati hati di rumah ya, kalau ada apa apa hubungi aku " kata Rafael, sambil mencium bibir Karina sekolah.


Karina mengangguk, dan melambaikan tangannya ke arah suaminya dan anaknya itu. setelah mereka pergi Karina langsung masuk kamar dia akan mandi dan langsung beristirahat.

__ADS_1


sedangkan Rafael yang sudah sampai di kantor langsung di suguhi berkas berkas yang menumpuk, sekretaris nya bilang ini sudah sebagian di kerjakan oleh Karina jadi Rafael hanya membaca kembali, dan melihat berkas yang belum di tandang tangannya.


sebelum melihat berkas ini, dia menghubungi orang yang ada di Jakarta untuk melihat kondisi Sheila sekarang.


" hallo bos, gimana kabar anda?" kata seseorang di sebrang sana.


" saya baik oh ya, gimana perkembangan Sheila sekarang?" kata Rafael.


" seperti biasa dia masih mencari anda dan anak anda. tapi tenang saja saya selalu ada di sampingnya dan selalu membuat rencana yang membuat dia akan tidak bisa menemui anda " kata seseorang di sebrang sana, dengan ketawa sinis nya.


" kau yang terbaik Reza, aku senang bisa bekerja dengan mu. tolong ikuti dia terus Samapi di kelelahan untuk mencari ku dan anak ku " kata Rafael.


ya Reza tepatnya pacarnya Sheila. selama ini Reza emang sudah bekerja sama dengan Rafael dan dia sudah tau masa lalu Sheila Rafael lah yang menceritakan ke Reza. sebenernya dia melakukan ini untuk mencegah Sheila untuk bertemu dengan Rafael.


Rafael itu temen dekat Reza sewaktu SMP,SMA dan masaka kuliah. Rafael selalu membantu Reza di masa sulitnya. dan Rafael percaya dengan Reza soal pekerjaan ini lagian dia juga hanya butuh tubuhnya Sheila saja lagian tubuh Sheila engga secantik tubuh pacarnya. selama bersama Sheila, Reza selalu menyuruh Sheila untuk mengikuti cara Reza dan itu membuat Sheila percaya.


Reza ingin membantu Rafael karena dia dulu Rafael selalu membantunya dan sekarang Reza ingin balas Budi oleh Rafael untuk membantunya. lagian masalah ini sangat mudah buat Reza.


" kau tenang saja, aku sedang menuju apartemen nya untuk mencari tau soal mu " kata Reza di sebrang sana.


" apa rencana mu?" kata Rafael.


Reza tertawa kecil di sebrang sana, dan itu terdengar oleh Rafael membuat Rafael mengerut kan keningnya.


" ya menghabisi uangnya lah, apalagi " kata Reza.


" waw kau bener bener jahat, tetapi aku menyukai nya " kata Rafael, dengan tersenyum.


" baiklah selama bersenang senang " kata Rafael, dan memutuskan hubungan seluler dengan Reza.


sekarang tugasnya yaitu menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk ini untuk soal Sheila biar Reza dengan yang lainnya yang turun tangan dia tinggal hanya nunggu kabar saja.


sedangkan Sheila sedang menunggu Reza untuk menjemputnya. Reza sudah janji oleh nya untuk membantu mencari informasi tentang Rafael dan Kaila. dia sudah tidak sabar soal ini dan mudah mudahan dia akan bertemu dengan suaminya dan anaknya. itu hanya pikiran Sheila aja kalau dia belum bercerai beda dengan Rafael dia sudah jijik dengan Sheila.


Sheila melihat handphone nya ternyata Reza sudah ada di luar apartemen nya. dan dia langsung ke bawah untuk menemui Sheila.


" Hai, maff ya lama " kata Reza, dengan senyum aktingnya.


" gapapa, yasudah ayo kita jalan " kata Sheila, Reza mengangguk dan langsung menuju markas Reza.


sebenernya itu bukan markas Reza, Rafael membeli markas baru untuk membodohi Sheila saja, biar dia tidak curiga soal ini. sesampainya di markas di sana sudah ada anak buah Rafael tetapi sekarang mereka sedan berakting jadi mereka adalah anak buahnya Reza. dan itu tidak di ketahui oleh Sheila sama sekali.


" oke rencana kamu apa sekarang?" kata Sheila, yang langsung duduk di sofa yang sudah tersedia.


" aku dapat informasi, kalau mereka sedang ada di Brazil " kata Reza, dengan muka tenang.


" APA!. Brazil " kata Sheila dengan kagetnya.


" ya kabar dari anak buah ku sih gitu " kata Reza.


" apa kita harus ke Brazil?" kata Sheila.


" kalau kamu mau ya pergi saja, aku engga bisa ikut karena masih banyak kerjaan di sini " kata Reza.

__ADS_1


itu membuat Sheila cemberut, sama siapa dia ke Brazil nanti. dan dia juga pertama kali ke Brazil masa dia harus sendiri, dan untuk keuangan dia sudah mulai menipis dia juga sudah lama tidak ke perusahaan dan banyak panggilan oleh manajer nya.


" gimana, mau ke sana atau nunggu mereka pulang ke sini?" kata Reza, yang melihat Sheila hanya diam.


" kapan mereka pulang " kata Sheila.


" soal itu aku engga tau, tapi kalau mau ke sana kamu engga ada yang akan menemani nya " kata Reza.


Sheila pun hanya pasrah, harus menunggu Rafael ke Jakarta kembali. dia engga mungkin ke Brazil sendiri kalau dia kehabisan uang gimana.


" aku akan nunggu sini, tapi kamu harus beritahu soal keberadaan Rafael terus ya " kata Sheila.


Rafael hanya mengangguk, dia melihat handphone nya kalau kekasihnya ini sedang ada di apartemen Reza dia mengirim pesan kalau dia sedang memasak untuk makan siang nanti. Reza tersenyum kekasih nya ini emang sangat perhatian dan itu tidak lupa dengan Sheila yang sedang melihat Reza senyum senyum.


" kamu kenapa senyum senyum " kata Sheila.


Reza melihat ke arah Sheila.


" ya karena aku sudah menemui Rafael kan " kata Reza dengan tenang.


Sheila hanya mengangguk, dia meminta Reza untuk mengantarkan ke perusahaan nya. Reza pun dengan cepat langsung menuju ke luar untuk mengantarkan Sheila dia sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah. soal apartemen nya dia membeli yang baru, biar Sheila tidak tau soal kekasihnya ini.


sesampainya di perusahaan Sheila mencium pipi Reza, dan mengatakan selalu menghubungi nya soal keberadaan Rafael dan Reza hanya mengangguk. setelah Sheila ke luar dia membersihkan pipinya yang di cium oleh Sheila dan langsung menuju ke apartemen nya dia tidak mau kekasihnya itu menunggu lama di sana.


hanya butuh setengah jam Reza sudah sampai di apartemen nya. dia bisa mencium aroma masakan yang sangat wangi dia tersenyum dan langsung menuju ke dapur di sana kekasihnya sedang mencuci peralatan dapur yang dia pakai masak tadi Reza menghampiri nya dan lang memeluk erat pinggang kekasihnya itu.


yang di peluk hanya tersenyum dia tau siapa yang datang karena apartemen ini hanya dia dan Reza saja yang tahu dia biarkan Reza di pelukannya dan dia tetap fokus dengan pekerjaan nya. selesai semua beres dia menyuruh Reza untuk melepaskan pelukannya.


" kamu sampai kapan seperti gini " kata perempuan itu, yang baru selesai dengan pekerjaan nya.


Reza pun melepaskan pelukannya dan membalikan badan kekasih nya untuk menghadap ke dia. lihatlah betapa cantiknya wanita ini dia engga mau menyia nyiakan wanita yang ia sayangin ini.


" ayo kita makan, aku sudah membuat makanan ke sukaan mu " kata perempuan itu, menarik tangan Alex untuk ke meja makan.


Alex hanya mengikuti nya, dan mereka langsung makan siang dengan tenang. selesai makan Alex membantunya untuk mencuci piring kotor tadi.


mereka sekarang ada di ruang tengah, Reza sedang bermanja manja dengan kekasih nya ini. karena sudah tiga hari kekasihnya ini tidak ke sini, karena dia masih kuliah jadi Reza memaklumi dengan keadaan dia sekarang.


" oh ya, gimana perkembangan nya " kata perempuan itu, sambil mengelus rambut Reza.


Reza menatap nya, dan langsung mencium bibir kekasihnya dengan sekilas dan lang membenamkan wajahnya ke leher nya Reza suka sama wanginya membuat dia tenang dia menghirup dengan rakus sebelum menjawab pertanyaan dari kekasihnya ini.


" ya seperti biasa dia percaya dengan ku " kata perempuan ini.


kekasih Reza ini bernama Clara, dia sudah dua tahun berpacaran kronologi mereka bisa Sampai sini yaitu, pas Reza pulang dari kantor dan dia melihat wanita ini nangis di jalanan. Reza itu tidak peduli sama orang sekitar apalagi orang yang tidak di kenal. tetapi pas ketemu Clara menangis di jalanan membuat dia memberhentikan mobilnya dan menghampirinya.


" hey, kenapa kau menangis di jalanan seperti gini " kata Reza.


" hiks....hiks....hiks....aku di usir oleh paman sama bibi ku, aku engga tau mau tinggal di mana " kata Clara, yang tadi dia sedang menunduk langsung mengangkat kepalanya pas ada seseorang yang menghampiri nya.


Reza yang melihat Clara menangis sangat kasian dengannya, dengan keberanian Reza dia membawa Clara ke apartemen nya. entah kenapa dia juga ada rasa sakit karena Clara menangis seperti gini.


Clara yang di ajak untuk ikut dengannya takut, dia takut orang ini Meu menculik nya. tetapi Clara melihat mata pria ini tidak ada kebohongan, jadi calar ikut dengan pria ini.

__ADS_1


sesampainya di apartemen Reza menyuruh Clara untuk membersihkan badannya. karena apartemen Reza ada dua kamar jadi satu kamar ini sementara buat Clara.


selagi Clara sedang membersihkan badannya, Reza membuat teh hangat untuknya dia tadi melihat berapa kedinginan Clara di jalanan tadi.


__ADS_2