MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 45


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rafael menggendong Kaila terlebih dahulu untuk ke kamarnya, mamah nya melihat Rafael yang baru pulang dan mengikuti Rafael untuk ke kamar Kaila. setelah mengantarkan Kaila ke kamar Rafael kembali ke luar dan menggendong istrinya untuk menuju ke kamarnya sebenarnya ini sangat berat kalau sendiri tetapi karena engga enak bangunin istrinya yang sedang tidur nyenyak jadi Rafael menggendong ke kamarnya, sampai di kamar Rafael membantu Karina mengganti kan bajunya agar Karina nyaman untuk tidurnya.


setelah selesai Rafael lah yang membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum membangunkan istrinya untuk makan malam, apalagi tadi istrinya lupa minum vitamin dan susu ibu hamilnya sekarang dia harus meminumnya.


" hey sayang, ayok bangun kita harus makan malam terlebih dahulu " kata Rafael, mengelus pipi Karina dengan lembutnya.


Karina membuka matanya perlahan dan melihat suaminya yang baru selesai mandi, ia tau karena rambut Rafael basah dan itu membuat Rafael sangat tampan berkali lipat menurut Karina seperti gitu. Rafael membantu Karina untuk duduk dan memijit pinggang nya terlebih dahulu sebelum ke meja makan, Karina yang di pijit hanya diam karena itu sangat nyaman.


" ayo kita makan dulu, nanti aku lanjutin untuk pijit nya " kata Rafael, Karina mengangguk dan berdiri di bantu oleh Rafael.


mereka sudah ada di meja makan, dan mereka sedang memakan makan malam dengan ocehan dari Kaila. dia menceritakan semuanya yang tadi siang ke nenek,Oma,opa, dan kakeknya sedangkan yang lebih tua darinya hanya tersenyum dengan cerita Kaila. rumah ini sangat ramai kalau Kaila sudah bercerita dan apalagi rumah ini juga akan ramai dengan tiga bayi mungil yang akan datang sebentar lagi.


selesai makan Karina kembali ke kamar, dia sangat capek untuk hari ini sedangkan Rafael sedang menyiapkan susu hamil nya untuk Karina.


" nih minum dulu, tadi siang kamu engga minum susunya kan " kata Rafael, yang baru masuk ke kamar dan menghampiri Karina. menyodorkan susunya ke Karina.


Karina tersenyum dan meminumnya sampai habis, emang iya sih tadi siang iya engga minumnya karena sibuk dengan anak dan suaminya ini. Rafael kembali memijit pinggang Karina lagi itu membuat Karina sangat nyaman apalagi perut ia sudah agak sakit, tetapi dia membuang jauh pikiran yang aneh aneh, bukankah ini sudah biasa buat ibu hamil?. jadi Karina juga mikir nya juga seperti gitu.


selesai di pijit oleh Rafael, Karina langsung tertidur dengan lelap tetapi Karina masih merasakan kalau perutnya sangat lah sakit dua tidak mau Rafael khawatir jadi dia kembali tidur dengan tenang dan melupakan perutnya yang sudah sakit ini.


di tengah malam Karina terbangun, perutnya ini nambah sakit seperti ada yang mau keluar. Karina duduk perlahan biar Rafael tidak terbangun tetapi perutnya tetap sakit Karina langsung berdiri dan berjalan pelan pelan dan ini membuat ia nyaman kalau berdiri dari pada duduk tetapi kelamaan berdiri membuat ia juga capek akhirnya dia duduk kembali di sisi ranjangnya sambil menarik nafas. sakit itu menambah parah Karina engga sanggup, ia membangunkan Rafael yang ada di sampingnya itu.


" Rafael bangun, perut ku sakit sekali " kata Karina, sambil menepuk tangan Rafael. dia sudah bener bener berkeringat karena sakit di perutnya.


Rafael terbangun dan kaget melihat istrinya berkeringat seperti gitu dia duduk di samping Karina dan ia bisa melihat kalau Karina seperti menahan sakit sambil mengelus perutnya itu.


" sayang, apa ini jadwalnya?. sebentar aku ambil jaket dulu kita berangkat sekarang " kata Rafael, dia ke kamar mandi terlebih dahulu untuk cuci muka. setelah itu langsung menghampiri Karina dan menggendong untuk ke mobilnya.


di perjalanan Karian selalu memegang tangan Rafael, dan selalu mengeluh kesakitan sedangkan Rafael dia sedang menyetir dengan kecepatan tinggi bersyukur sekarang tidak ramai pengendaraan karena sekarang sudah tengah malam. Rafael Selalu mengatakan tenang ke Karina. dia tidak boleh panik kalau ia panik istrinya juga ikut panik dan itu bisa berbahaya buat bayinya nanti.


untuk orang tua mereka, tadi Rafael sudah memberitahu kepadanya untuk kasih tau ke mereka, Rafael ke rumah sakit tidak bawa apa apa biarkan orangtuanya lah yang membawanya. sesampainya di rumah sakit di sana sudah ada Tara yang menunggu mereka Rafael tadi juga sempat untuk menghubungi Tara.


" Taru sini tuan " kata Tara, di sana sudah ada brankar dan suster yang menunggu mereka.

__ADS_1


Rafael langsung menidurkan Karina di sana, dan membawa Karina langsung ke ruang bersalin, Rafael tidak pernah lepas memegang tangan Karina selalu mengatakan ke Karina dengan kata tenang Karina sudah lemas di brankar yang sedang membawanya ke ruang bersalin.


" maff tuan, saya akan cek terlebih dahulu " kata dokter " kata dokter,sambil mengecek keadaan Karina yang sudah sangat sakit itu.


" baik tuan karena pembukaan sudah pas, kita akan mulai operasi nya lima menit lagi. kami akan menyiapkan peralatan terlebih dahulu, dan untuk nyonya jangan panik dan tenang selalu tarik nafas dengan perlahan " sambung dokter, dan menyiapkan semua peralatan operasinya.


Karina engga sanggup kalau dia bersalin dengan normal, apalagi ia akan mengeluarkan tiga bayi sekaligus. dan untung saja dokternya selalu menasihati Karina tentang bayi kembar tiga dan itu membuat Karina merasa lega.


" sayang, kau tau aku dan Kaila mencintai mu. jadi tolong bertahan untuk kami ya " kata Rafael, yang ada di samping Karina. Rafael dia pertama kali menangis, dan untuk lahiran Kaila kemarin dia hanya biasa saja apalagi bunda Kaila dulu juga tidak ada kata senang dan terharu setelah melahirkan putri cantiknya itu.


Karina tidak di bius total, dan Rafael ikut menemani Karina di ruang operasi. sedangkan orang tua mereka sudah ada di depan ruang operasi Kaila pun ada di sana. dia menangis sedari tadi dia takut bundanya kenapa napa. mamah dan bunda sedari tadi menenangin Kaila yang menangis.


" Kaila tau engga, bunda Kaila itu hebat tapi ceroboh banget. nenek aja pusing melihat bunda kamu yang sangat ceroboh itu. apalagi bunda mu itu orangnya berbeda dengan perempuan lain yang setiap perempuan itu suka berbelanja tetapi bunda mu itu sukanya bermain bola atau engga mengikuti olahraga silat, katanya sih biar dia kuat kaya super Hero " kata bunda Adelia, menenangin cucunya yang sedari tadi.


Kaila yang mendengar omongan neneknya langsung diam, apa dulu bundanya seperti gitu. bundanya emang beda dengan yang lain apalagi Kaila pernah melihat perdebatan bunda dan ayahnya, di saat itu ada acara kolega bisnis ayahnya, bunda dan Kaila harus ikut tetapi pas kami sudah siap bunda tidak memakai baju yang di belikan ayah dia hanya memakai baju biasa bukan normal. Rafael di sana sudah membeli baju dress untuknya tetapi Karina bilang ini engga nyaman, dan jadilah berdebat mereka. tetapi ayahnya lah yang menang akhirnya bundanya memakai dengan muka yang cemberut.


Kaila langsung berhenti menangis dan memeluk oma nya yang sedang di pangku itu, dia berdoa kalau bunda dan adiknya baik baik saja. lagian di sana ada ayahnya kan pasti ayahnya menjaga bundanya yang sedang sakit itu dengan baik.


beberapa jam kemudian tiga bayi pun sudah ada di depan mereka, betapa terharunya mereka sekarang yang sudah menjadi orang tua. apalagi Karina dia sudah mempunyai tiga bayi yang sangat tampan. ya Karina melahirkan tiga bayi laki laki yang sangat tampan itu.


sekarang Karina sudah di tempat ruangan yang sudah di sediakan oleh Tara, sedangkan bayinya masih di tangani oleh dokter. di sini Karina masih tertidur Karina operasi tadi. orang tua mereka sekarang sedang menemui bayinya dan di sini hanya ada Rafael dan Kaila.


" ayah kapan bunda bangun?" kata Kaila, yang masih menunggu bundanya untuk bangun.


" sabar ya, bundanya istirahat sebentar " kata Rafael, mengelus rambut Kaila dan tersenyum.


dua jam kemudian Karina terbangun dan Rafael langsung menghampiri nya.


" ada yang sakit sayang?" kata Rafael, membantu Karina untuk duduk.


" hanya sedikit ko, tidak apa apa " kata Karina, tersenyum.


Karina melihat Kaila lagi tidur di sofa, pasti anaknya itu terbangun tengah malam dan baru tertidur. sedangkan orang tua mereka tadi pamit pulang sebentar dan bayinya masih di tempat ruangan khusus bayi.

__ADS_1


" oh ya, kamu sudah memberi nama mereka?" kata Karina.


" sudah, Devan Abiputra, David Abiputra, dan Daren Abiputra. gimana bagus engga?, kalau kamu engga suka bisa di ganti ko " kata Rafael, dengan senyum sambil mengelus rambut Karina.


" aku suka ko, terimakasih sudah mengasih naman mereka dengan bagus " kata Karina, dengan tersenyum.


Rafael hanya tersenyum dan mencium bibir Karina sekilas. dia engga sangka akan mempunyai empat anak yang cantik dan tampan, dulu sehabis melahirkan Kaila ia tidak mau lagi menikah lagi dia takut pernikahan ia akan gagal seperti pernikahan pertama. tetapi lihat lah sekarang dia sangat senang bisa bertemu dengan Karina dan mengajak Karina untuk menikah, dia juga berterima kasih kepada Kaila yang membawa Kaila ke dirinya. dia janji ini pernikahan terakhir dia dan Rafael akan menjaga istri dan anaknya dengan baik.


sekarang bayi mereka ada di tangan mereka, tadi suster mengasih bayi ini ke Karina. karena sekarang waktunya buat menyusui bayinya ini. ini pertama kali ia akan menyusui tiga bayinya ada rasa aneh dan ngilu pas bayinya sedang menyusu. apalagi Karina menyusu mereka sekaligus dua tetapi dia senang bayi sangat lahap minumnya Rafael selalu ada di sampingnya membantu Karina yang sedang ke susahan ini. setelah selesai Karina menyusui satu bayi lagi, dan Rafael membantu menidurkan dua bayi nya yang sudah kenyang itu.


" bunda sudah bangun?" kata Kaila, yang baru bangun dari tidurnya dan melihat bundanya yang sedang menyusui bayinya.


" ehh, anak bunda sudah bangun sini sayang. mau liat adik Kaila engga " kata bunda, menoleh ke arah Kaila yang baru bangun.


Kaila menghampiri bundanya dan duduk di kasur bundanya, dia bisa melihat adiknya itu yang sedang tertidur dengan tenang. tadi Kaila sedih kalau adiknya laki laki semuanya tetapi pas kakek dan ayahnya menasehati Kaila. Kaila jadi engga sedih kembali dia senang bisa mempunyai tiga adik laki laki.


" Bun, dia sangat lahap sekali minumnya " kata Kaila, yang melihat adiknya yang masih menyusu itu.


Karina hanya tersenyum dan mengelus rambut Kaila.


setelah selesai Rafael menidurkan Kembali bayinya itu, lihatlah tiga bayi tampan itu sedang tertidur lelap setelah sudah mendapatkan makanan yang menurut mereka sangat enak.


" anak bunda sudah makan hmm " kata Karina, mengelus rambut Kaila.


Kaila menggeleng kepala kalau ia emang belum makan, tadi di ajak sama ayahnya buat makan tetapi dia tertidur karena mengantuk jadi Samapi sekarang dia belum makan. Karina kaget dan langsung menatap suaminya yang hanya senyum kecil itu.


" cepat beli makanan buat kalian " kata Karina, menyuruh Rafael membeli makanan untuk mereka.


bagaiman ceritanya mereka belum makan, ini yang membuat Karina kesal dengan Rafael. Rafael selalu telat makan sedangkan Kaila ia kalau di ajak makan ia ikut kalau engga ia juga engga mau makan. Rafael langsung pergi ke sana dan mencari makanan untuk mereka.


" jangan di ulangi lagi kaya tadi oke, sekarang sudah siang dan Kaila belum makan. nanti Kaila sakit gimana hmm " kata Karina, menasehati Kaila yang sedang duduk di depannya.


" iya bunda, maff " kata Kaila, sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


kalau bundanya sudah marah itu sangat menyeramkan menurut Kaila dan Rafael. apalagi kalau soal telat makan sudah deh Karina akan marah besar sama mereka.


__ADS_2