MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 64


__ADS_3

Di hari Senin sekarang tepatnya di pagi hari Karina sudah sibuk di dapur. dia sedang menyiapkan sarapan buat suaminya dan juga anaknya apalagi sekarang triplet sudah masuk SD sedangkan Kaila dia akan mengikuti kegiatan sekolah barunya, ya Kaila sekarang sudah masuk SMP.


" pagi Bun " kata Kaila, dia sudah rapih.


" pagi sayang, oh ya apa kaila sudah menyiapkan apa yang harus di bawa?" kata Karina, dia mengingat kan kaila kembali takut dia lupa membawa yang di suruh oleh pihak sekolah.


" sudah Bun, ada di tas semua lengkap " kata Kaila dengan senyum. Karina mengangguk dia kembali dengan menyiapkan sarapan untuk keluarga nya.


" pagi Bun, pagi kakak Kaila " kata triplet bersama, Kaila dan Karina menoleh ke arah triplek yang sudah siap dengan seragamnya.


" pagi sayang " kata Karina dengan senyum.


" pagi juga adik kakak yang tampan " kata Kaila.


mereka berempat sudah duduk rapih di meja makan, sekarang hanya menunggu Rafael saja yang masih ada di kamar. Karina menyuruh anak anaknya untuk makan terlebih dahulu sedangkan Karina dia langsung ke kamar untuk menghampiri Rafael.


" astaga, anak anak sudah menunggu mu dan kamu belum selesai " kata Karina, melihat suaminya yang baru selesai mandi. kalau Kaila lihat pasti Kaila akan cerewet karena Kaila akan bareng sama Rafael ke sekolah nya.


" hehehe sayang maff tadi aku ngantuk banget " kata Rafael, sambil memakai baju yang sudah di sediakan oleh Karina.


gimana engga ngantuk, Rafael tiba tiba ingin melakukan hubungan sama Karina apalagi Rafael kemarin pulangnya agak malam bukannya istirahat ini menggempur istri nya sampai tengah malam.


" sudah selesai, sekarang turun lihat anak anak sudah siap semua " kata Karina, setelah memasang dasi Rafael.


" pagi anak anak ayah " kata Rafael, sedangkan mereka hanya tersenyum saja. ya karena di dalam mulut mereka ada nasi goreng yang sedang di kunyah.


" ayo ayah makannya cepat, nanti Kaila terlambat " kata Kaila, setelah menelan makanannya itu.


" iya iya sayang, ini ayah makan cepat ko " kata Rafael, dia sedang makan tetapi agak cepat dikit dia juga tidak mau Kaila terlambat sekolah.


" ini bekal triplet, ini bekal Kaila, dan ini bekal mu " kata Karina, mengasih satu satu bekal untuk mereka.


ya mereka ini suka masakan Karina, makannya itu triplet, Kaila dan Rafael selalu bawa bekal.


" bunda Kaila berangkat dulu " kata Kaila, berlari menuju ke ayahnya yang sedang memanasi mobil nya.


" iya sayang hati hati, nanti sampai sana cari teman oke " kata Karina, sedangkan kaila hanya mengangguk sambil tersenyum.


" aku berangkat dulu ya " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas. setelah itu Rafael langsung menjalankan mobilnya.


sekarang sisa Karina dan triplet, mereka tidak bareng karena sekolah Kaila dan triplet beda arah jadi Kaila selalu bareng Rafael dan triplet akan di antar oleh Karina. Karina sudah belajar mobil Rafael mengajar kannya dan sekarang dia sudah tidak gugup lagi kalau mengendarai mobil nya.


" ayo nak kita berangkat " kata Karina. triplet yang sudah selesai pakai sepatu nya pun langsung mengikuti bundanya.


" Bunda nunggu kamu sampai pulang?" kata Devan, yang ada di belakang.


" bunda pulang sebentar dulu, habis itu nanti bunda ke sekolah kalian lagi " kata Karina, yang sedang menyetir.


mereka hanya mengangguk, mereka sekarang sudah kelas 2 SD kalau tahun kemarin Karina emang Karina menunggu mereka sampai pulang. tetapi karena Rafael menyuruh Karina pulang dulu biar anak anaknya itu mandiri jadi untuk sekarang Karina akan menjemput nya kalau jam pulang sekolah.

__ADS_1


" yasudah ayo turun " kata Karina, pas selesai memarkirkan mobilnya dengan baik.


mereka langsung berjalan ke gerbang sekolah nya dan Karina hanya mengantarkan sampai sini saja.


" belajar yang rajin ya nak, nanti bunda akan jemput kalian " kata Karina, yang sedang berjongkok di hadapan mereka.


" baik Bun, kami masuk dulu ya " kata Daren, melambaikan tangan nya ke arah Karina.


setelah memastikan triplet sudah masuk, sekarang Karina akan pulang kalau kalian ingin tahu Karina belum mandi dia hanya cuci muda dan sikat gigi saja makannya sekarang dia sangat lengket badannya.


" hai, sudah lama tidak bertemu ya " kata seseorang wanita, yang menghampiri Karina.


Karina menengok kebelakang, betapa terkejutnya dia apalagi sudah beberapa tahun ini dia tidak pernah lagi bertemu dia bukan itu saja namanya pun tidak pernah terdengar lagi.


" kau, Sheila?" kata Karina, menetralkan kagetnya dia harus dengan sikap biasa saja jangan sampai dia takut atau kaget yang ada itu membuat dia senang.


" ah, ternyata kau masih ingat nama ku " kata Sheila, dengan senyum palsunya itu.


" hmmm, ada apa?" kata Karina, dia malas sekali meladeni dia.


" ternyata anak mu sekolah di sini ya, wah mereka sudah besar sekarang " kata Sheila, sambil melihat ke sekolahan triplet. Karina yang melihatnya hanya was was.


" kalau tidak ada yang ingin di katakan, saya pamit " kata Karina, yang ingin berjalan ke arah mobilnya tetapi di cegah oleh Sheila.


" sebelum kau pergi aku hanya ingin mengatakan sesuatu " kata Sheila, dengan senyum jahat nya sambil berjalan dekat ke arah Karina. dan Karina otomatis mundur.


" apa ingin anda katakan " kata Karina, dengan tenang.


Karina yang mendengarnya ingin marah, tetapi dia harus bersabar menghadapi Sheila yang engga tau malu ini. setelah mengatakan ini Sheila langsung pergi dari Karina melihat kepergian Sheila Karina langsung cepat naik mobil.


" astaga, kenapa dia ada lagi bukan kah dia sudah di penjara?. apa dia sudah habis masa tahanannya " kata Karina, dia mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Rafael.


" hallo sayang, ada apa?" kata Rafael.


" apa kau sibuk " kata Karina.


" tidak, hanya sedang ngecek berkas berkas saja. ada apa " kata Rafael.


" aku akan ke sana " kata Karina, dia langsung mematikan hubungan seluler nya.


Karina langsung berjalan ke kantor Rafael, dia harus memberi tahu soal ini dan Karina juga akan menyuruh Rafael menyiapkan bodyguard nya untuk anak anaknya. apalagi Sheila pasti sudah melihat Karina dengan triplet. sesampainya di kantor Rafael Karina langsung berjalan ke ruangan Rafael dia melewati jalan yang khusus untuk Rafael saja. satpam yang melihatnya hanya menunduk kepala nya dia tidak mungkin mencegah istri dari bosnya ini.


" pagi nyonya " kata sekretaris Tara.


" pagi, oh ya jangan ada yang masuk ke ruangan Rafael dulu. aku ingin ngobrol sesuatu dengan nya, kau juga akan tau tapi nanti " kata Karina, sebelum masuk ke ruangan Rafael.


" baik nyonya " kata sekretaris Tara, dengan menundukkan kepalanya.


Karina langsung membuka pintu ruangan yang besar itu, dia bisa melihat suami nya yang sedang sibuk dengan laptop nya dan Rafael yang melihatnya hanya tersenyum. Karina langsung menghampiri Rafael dan duduk di pangkuan Rafael dia tidak peduli kalau ia belum mandi.

__ADS_1


" astaga sayang, ada apa hmmmmm " kata Rafael, yang melihat Karina langsung duduk di pangkuan nya.


" kamu tahu, tadi aku ketemu siapa? " kata Karina, menjeda pembicaraan nya. Rafael menggeleng kalau ia tidak tau siapa yang bertemu dengan Karina.


" aku bertemu dengan Sheila di sekolah triplet " kata Karina, dan itu membuat Rafael kaget.


" sebelum aku cerita kembali, kau suruh bodyguard mu menjaga anak anak termasuk Kaila " kata Karina, dia masih agak takut kenapa kenapa dengan anak anaknya apalagi Kaila.


Rafael mengangguk dia langsung menghubungi bodyguard nya untuk menjaga anak anaknya dia sekolah. setelah itu dia melihat Karina kembali dia melihat kalau Karina khawatir dengan anak anaknya.


" hey sayang, kau tenang kalau sekarang bodyguard ku akan menjaga anak anak kita " kata Rafael, mengeratkan pelukannya.


" aku takut Rafael, kenapa dia bisa ada kembali " kata Karina.


Rafael tidak suka melihat istrinya seperti gini. dia sekarang ada tugas baru kembali ada rasa marah dengan Sheila karena ancaman dari Rafael tidak takut dan lihat saja dia kembali datang kembali.


" sudah sudah, aku akan mencari informasi kembali soal dia oke " kata Rafael, dia langsung mencium bibir Karina dengan lembut.


" Rafael kau tau, dia bilang dia akan mengambil mu kembali dan juga dia merindukan mu " kata Karina, melepaskan ciuman mereka.


" jangan di dengar kan, aku hanya mencintaimu. jangan dengar omong kosong dari dia mengerti sayang " kata Rafael, dia langsung kembali mencium Karina.


dia tidak mau mendengar omongan Karina lagi, apalagi omongan tadi Rafael tidak akan meninggalkan istrinya dan anak anaknya.


" sudah ih, aku belum mandi " kata Karina, yang memberhentikan Rafael mencium lehernya.


" oh ya, tetapi wangi mu membuat ku candu sayang. gimana kita lakukan lagi " kata Rafael, dengan senyum mesum nya itu. Karina yang mendengarnya memukul dada Rafael.


" ihhh, kau ini pikiran nya kotor sekali " kata Karina.


" ayolah sayang, sekalian kau mandi di sini " kata Rafael, tanpa persetujuan Karina dia langsung menggendong Karina ke kamar nya. di ruangan Rafael ada kamar kecil untuk Rafael istirahat.


" astaga, kau ini pikiran nya mesum terus " kata Karina, yang ada di gendongan Rafael dan ya dia hanya pasrah saja.


" siap siap sayang, aku akan memakan mu " kata Rafael, langsung kembali menyambar bibir Karina. Karina hanya mengikuti permainan Rafael dan dia mengalungkan tangannya ke leher Rafael untuk memperdalam ciuman mereka.


" kau selalu cantik sayang " kata Rafael, dengan suara beratnya dan tidak lupa tangannya membuka kancing baju Karina satu persatu.


di sisi lain Sheila sedang ada di apartemen nya, ada rasa senangnya dia bisa bertemu dengan Karina dan itu membuat dia gampang untuk mengambil Rafael dan Kaila kembali.


" Rafael sayang, kau tenang saja aku akan kembali di pelukan mu lagi " kata Sheila, dengan senyum jahatnya sambil meminum wine yang ia beli tadi.


dia bisa bebas dari penjara karena seseorang yang membebaskannya dan Sheila akan di bantu oleh dia untuk mengambil Rafael dari Karina.


di kantor Rafael, mereka baru selesai melakukan hubungan. apalagi Karina dia sangat lelah dengan permainan Rafael yang sangat semangat itu. sekarang mereka sedang ada di kamar mandi.


" sayang, kau tidur saja, aku yang akan menjemput triplet nanti " kata Rafael, dia tau pasti Karina capek melayani nafsu Rafael.


Rafael membantu Karina untuk membersihkan badannya, setelah itu dia juga membantu memakai kan bajunya Karina hanya diam saja dia sangat capek sekarang setelah melayani suami nya itu.

__ADS_1


" sekarang kau tidur, aku berangkat dulu menjemput triplet " kata Rafael, setelah membantu Karina tidur di kasur nya sambil mencium bibir Karina sekilas


__ADS_2