MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 74


__ADS_3

Di ruangan Rafael sangat ramai, apalagi ada triplet dan juga Kaila mereka yang membuat ruangan Rafael yang tadinya sepi jadi ramai. apalagi mereka mempunyai paman Alex banyak pertanyaan dari mulut mereka. sedangkan Alex yang di tanya terus dengan mereka hanya menjawab sebisa mungkin.


" sudah, sudah kasian pamannya di tanya terus sama kalian " kata Rafael, yang ada di meja kerjanya. dia kembali bekerja lagi.


" Ihh, ayah ganggu saja " kata Daren, dan yang lain mengangguk sedangkan Rafael hanya terkekeh saja.


sekarang sudah sore, tidak rasa bagi Alex karena dia banyak mengobrol dengan keponakan dan juga adiknya yang ia rindukan selama ini. Alex akan kembali ke apartemen nya, tadi Karina menyuruh Alex tidur di rumahnya tetapi Alex tidak bisa masih ada kerjaan yang harus ia selesaikan.


" Abang, kapan mau ketemu bundanya?" kata Karina.


" hari Minggu Abang akan ketemu bunda " kata Alex, dengan senyum dan Karina hanya mengangguk.


dia engga akan memaksa Alex, dia tahu tujuan Alex apa. jadi dia bener bener berterima kasih sama Alex sudah menjaga dia dengan baik apalagi sekarang Alex juga menjaga anaknya. rasa senang Karina bertemu kembali dengan Alex saja sudah cukup dengan hidupnya apalagi ada anak anak dan suami yang menyayanginya dan melindungi ia. rasanya Karina sangat beruntung mempunyai mereka semua.


" Pama hati hati, nanti kita main lagi ya " kata David, melambaikan tangannya ke Alex.


" oke, kalau begitu paman pulang dulu kalian hati hati " kata Alex, dengan senyum sambil melambaikan tangan nya juga.


Setelah kepergian Karina. Alex rasanya sangat senang, dia sudah bertemu dengan ayah dan juga adiknya. Apalagi dia sudah dekat dengan keponakan tinggal bundanya yang ia belum temui.


Alex sudah janjian sama Karina ia akan bertemu bunda di hari Minggu. Karina akan membawa kedua orang tuanya dan orang tua Rafael ke diaman rumah nya.


" lebih baik gua ke markas saja " kata Alex, yang masih diam di mobilnya.


Alex langsung menjalankan mobilnya ke markas nya ia ingin tahu tentang Sheila sekarang. Dia tidak akan main main soal ini dia akan melindungi adiknya dan juga ke dua orang tuanya dari manusi jahat seperti Sheila itu.


" hai bro, gimana?" kata yoga. Yang melihat Alex datang menghampiri mereka. mereka sudah tahu kalau Alex ingin bertemu dengan Karina.


" rasanya sangat senang, apalagi gua juga ketemu keponakan gua " kata Alex, dia menceritakan semuanya kejadian di kantor Rafael tadi.


Alex hanya percaya dengan sahabat nya ini, jadi kalau ada apa apa dia selalu bercerita ke mereka.


" wihhh, keliatan nya seru banget bos " kata Alvin, dan mereka semua mengangguk setuju.


" gimana perkembangan Sheila?" kata Alex, memotong pembicaraan mereka.


" belum seratus persen bos. Kita sudah tahu siapa lelaki itu tinggal pekerjaan nya saja " kata Reyhan, memberi laptop ke Alex.


Di sana Alex langsung membacanya dengan teliti siapa cowo yang membantu Sheila keluar dari penjara.


" tunggu gua seperti nya tahu siapa dia " kata Alex, pas melihat nama lelaki itu dan juga photo nya.

__ADS_1


" serius bos " kata Doni, tetapi omongan dia tidak dii balas oleh Alex.


karena Alex langsung menghubungi Rafael, dia harus meminta bantuan ke Rafael karena lelaki ini pernah bekerja sama di perusahaan Rafael dan pastinya Rafael tahu tentang lelaki ini.


" raf, luh dimana?" kata Alex, setelah Rafael mengangkat telepon nya.


" gua baru sampai di rumah, kenapa?" kata Rafael, mereka emang sepakat berbicara seperti gini.


" besok kita ketemuan " kata Alex, langsung mematikan hubungan seluler nya.


Di kediaman Rafael, dia yang baru sampe rumah bingung karena Alex langsung menghubungi nya hampir Karina sudah di kamar jadi dia tidak akan bertanya.


Bukannya Rafael engga mau kasih tahu ke istri nya tetapi kalau ini masalah Sheila dia engga mau sampe istri nya kepikiran biar masalah ini dia selesaikan, engga sendiri sih Rafael di bantu sama Alex dan teman temannya. Pas Rafael ingin bicara Alex pun langsung mematikan telepon mereka Alex yakin ini pasti sangat penting.


" ayah, kenapa ayah diam di sana?" kata Daren, yang baru keluar dari kamar nya dan melihat ayahnya bengong di ruang tengah.


" oh, tidak tadi ayah habis ngangkat telepon dan sekarang sudah selesai. Kalau gitu ayah mandi dulu ya " kata Rafael, mengelus kepala Daren dan langsung berjalan ke arah kamar nya.


Sesampainya di kamar dia melihat Karina yang baru selesai mandi. apalagi Karina hanya memakai handuk dan jangan lupa pundak yang sangat mulus dan putih itu membuat Rafael menelan ludah dan jangan lupa bagian kaki yang sangat cantik itu membuat Rafael ingin memakan Karina sekarang. Apalagi mereka sudah lama tidak melakukan itu.


" kenapa kamu diam saja " kata Karina, melihat Rafael yang diam saja.


menyadari bahwa Karina hanya diam saja Rafael langsung mencium pundak Karina itu bukan hanya mencium nya dia juga membikin maha karya nya di pundak Karina. Karina hanya menahan desahannya saja, tangan Rafael yang menganganggur pun langsung memeluk pinggang Karina dengan erat.


" sayang, boleh ya " kata Rafael, sambil memasukkan tangan nya ke dalam handuk Karina.


" nanti kalau anak anak ke sini gimana?" kata Karina, menahan desahannya karena tangan jahil Rafael sudah ada di dadanya.


Rafael langsung melepaskan pelukannya, dia langsung ke luar kamar Karina berpikir kalau Rafael marah karena dia menolak nya. tetapi beberapa menit kemudian Rafael langsung masuk kembali ke kamar nya dan tidak lupa untuk mengunci pintu kamar nya.


" kamu dari mana?" kata Karina, karena setelah Rafael kembali ke kamar dia langsung memeluk Karina kembali.


" aku dari bawah, aku menyuruh bibi menginap di sini. Dan tidak lupa membuat makan malam untuk anak anak, dan sekarang tidak ada lagi gangguan dari anak anak " kata Rafael, pas Karina ingin berbicara Rafael langsung mencium bibir dan Karina hanya pasrah saja dia langsung mengalungkan tangannya ke leher Rafael dan membalas ciuman dan suaminya itu.


" kau nambah cantik sayang, apalagi rambut basah mu ini membuat ku nambah gairah " kata Rafael dengan suara beratnya, dia langsung menggendong Karina ke kasur nya dan langsung menindih Karina.


Karina yang masih memakai handuk membuat Rafael sangat gampang untuk melakukan nya, dia sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh istrinya ini yang sangat cantik ini.


Rafael tidak hanya menciumi bibir Karina tetapi semua tubuh Karina Rafael ciumi dan Karina hanya bisa mendesah karena perlakuan Rafael ini apalagi tangan jahil nya ini membuat Karina melayang.


" ahh raf, rasanya aku ingin keluar " kata Karina. Rafael yang sedang menciumi perut Karina langsung mencium bibirnya lagi.

__ADS_1


" keluarin sayang, jangan di tahan. kau sangat cantik istrku, aku mencintaimu " kata Rafael, dan mereka melakukan tanpa di ganggu oleh anak anak atau telpon yang masuk di handphone Rafael.


Rafael benar benar tidak mengizinkan istrinya itu untuk istirahat. sekarang sudah pukul tengah malam tetapi permainan mereka belum selesai dan Rafael masih semangat untuk melakukan dengan istri nya.


" raf, aku capek " kata Karina.


" sebentar sayang, dikit lagi aku akan keluar " kata Rafael, Karina hanya pasrah dan memeluk Rafael dengan erat.


Dia yakin pasti bagian bawahnya itu akan lecet, ya karena sudah lama tidak melakukannya dengan Rafael pas melakukannya kembali Rafael tidak membiarkan Karina istrirahat.


" makasih sayang, sekarang tidur lah. Aku mencintaimu aku selalu ada di samping mu " kata Rafael, setelah selesai mengeluarkan ****** ***** nya itu di dalam istrinya.


Karina engga bisa membalas nya dia hanya bisa mengangguk dan langsung memeluk Rafael dia sangat lelah dan juga mengantuk. Bayangkan saja dari sore hari sampai sekarang sudah pukul dua belas malam mereka melakukan itu.


" maff ya, aku hanya ingin berdua dengan mu saja rasanya sudah sangat lama kita tidak bersama seperti gini. Aku kangen sekali kita hanya berdua seperti gini " kata Rafael, memeluk Karina dengan erat dan mencium kening Karina.


Karina emang belum tidur banget, dia masih bisa mendengar suara suaminya itu. Ya karena setiap Rafael ingin berdua sama Karina pasti anak anak selalu menganggu nya atau karianya kecapean jadi dia suka tidur duluan atau pas libur Karina yang beristirahat sedangkan Rafael selalu bermain dengan anak anaknya.


" gapapa ko, aku juga senang kalau kamu manja seperti gini rasanya aku mempunyai lima bayi yang harus di urus " kata Karina, mengelus pipi Rafael.


" sekarang kita tidur ya " sambung Karina, sebelum tidur dia mencium kedua pipi Rafael dan bibir Rafael. Rafael tersenyum dan langsung mengerat kan pelukan mereka.


karena sekarang hari Sabtu, jadi anak anak sedang libur dan mereka akan bangun siang. Sama seperti orang tua mereka sudah jam sepuluh mereka belum bangun apalagi handphone Rafael sedari tadi bunyi dan orangnya masih tidur dengan nyenyak sambil memeluk istrinya itu.


" siapa sih yang telepon pagi pagi " kata Rafael, dia terganggu tidurnya karena handphone nya sedari tadi bunyi.


" hallo " kata Rafael, dengan suara khas bangun tidur dan dia juga tidak melihat siapa yang telepon dia.


" jangan segini Luh baru bangun, Luh engga ingat janji kita apa " kata seseorang di sebrang sana dengan nada kesal.


Rafael langsung melihat siapa yang menghubungi nya dan dia kaget kalau itu Alex, emang kemarin Alex sudah bilang untuk janjian ketemu tetapi karena kemarin sore melihat istrinya yang hanya memakai handuk jadi itak Rafael melupakan janji dari Alex.


" eh bang maff, kemarin gua habis menggempur istri cantik gua. Maff bang lupa sama janji " kata Rafael, dengan tidak malunya berbicara itu kepada Abang iparnya itu.


" gila ya Lo. Luh apain adik gua ah sampai jam segini Luh baru bangun " kata Alex, dengan kesal dengan Rafael.


" ya bang kata engga tahu aja kalau suami istri itu bakal melakukan sesuatu yang sangat nikmat sampai tidak tahu waktu " kata Rafael, sambil memikirkan kejadian malam bersama Karina.


" kurang ajar ya Luh, jam dua kita ketemua engga mau tahu dan satu lagi jangan sampai Karina tahu mengerti!" kata Alex, langsung mematikan hubungan seluler nya.


Rafael hanya terkekeh saja, dia kembali tidur dan memeluk istrinya itu dia juga masih sangat mengantuk. Dan tidak peduli dengan Abang ipar nya itu untuk sesaat karena otaknya selalu bilang untuk tidur kembali.

__ADS_1


__ADS_2