
keesokan paginya, Sheila dengan manajer nya datanya ke kantor Rafael. di sana banyak karyawan yang kaget keberadaan Sheila kesini. ada yang senang dan ada yang tidak suka dengan sikapnya itu.
banyak yang mengatakan Sheila itu adalah perempuan yang sempurna, dan perempuan perempuan dia liat sana banyak yang iri dengannya. apalagi tubuh yang sangat bagus dan ke baikannya.
itu di depan publik saja tetapi mereka tidak tau kalau di belakang gimana sikap dia yang buruk dan sangat egois. apalagi tujuan dia sekarang adalah ingin tahu keberadaan Rafael.
sesampainya di ruangan Rafael, Sheila di hadang oleh Tara. Tara kaget karena Sheila memberanikan diri untuk datang ke kantor bosnya ini. Tara engga bisa diam, dia menyampaikan pesan ke bawahan bosnya untuk datang ke sini.
" maff, anda ada apa datang ke sini?" kata Tara, dengan muka datar nya
" dimana bos mu itu " kata Sheila, dengan to the point nya.
" tuan saya sedang ada kerjaan di luar kota " dengan bohong nya.
" aku engga percaya, di mana Rafael sekarang " dengan marahnya. karena sekretaris Rafael bener bener bungkam soal keberadaan Rafael
" saya sudah bilang kan tadi, kalau bisa saya sedang ada di liat kota " dengan kekehnya
" aku engga bakal percaya dengan omongan mu, aku yakin kau menutupi keberadaan Rafael sekarang " dia tetep yakin kalau Rafael tidak ada di lor kota, tetapi dia ada di luar negri.
" terserah anda kalau anda tidak percaya. dan sekarang anda silahkan ke luar dari sini " dengan tangannya menyuruh Sheila keluar dari perusahaan nya.
Sheila kesal dengan sekretaris Rafael ini. dia tidak akan pernah takut dengan siapapun, hanya dengan Rafael saja dia bakal menurut. Sheila langsung pergi dari kantor Rafael, dia sia dia ke sini kalau tidak ada informasi tentang keberadaan Rafael sekarang.
kepergian Sheila. Tara langsung menghubungi bawahannya untuk, memata matain Sheila. Tara yakin kalau Sheila engga bakal menyerah untuk mendapatkan Rafael kembali. dan Tara pun menghubungi Rafael tentang keberadaan Sheila yang tiba tiba datang ke kantornya.
Sheila bener bener marah sekarang, dia engga tau harus kemana mencari keberadaan Rafael. dan dia pun sekarang tidak tau mau melakukan apa sekarang, dia tidak ada ide untuk saat ini. yang ada di pikirannya sekarang adalah di mana Rafael pergi.
Sheila menghubungi Reza untuk datang ke apartemen nya. dia ingin Reza ada di sampingnya saat ini, atau dia ingin bermain dengan Reza biar pikirannya itu stabil kembali.
sesampainya di apartemen Sheila melihat kalau Reza sudah duduk di sofa dengan keadaan telanjang dada. Reza tau kalau Sheila sedang ada masalah dia akan minum minum dan bermain dengan lama. makannya itu pas Sheila menghubungi nya Reza langsung bergegas dari kantor nya dan langsung pergi menuju apartemen Sheila.
melihat Reza sudah seperti itu, membuat Sheila sangat senang. dia melupakan masalah yang dia alami tadi, dia juga melupakan tentang keberadaan Rafael untuk sementara. Sheila membuka sepatu heels dan baju yang ia pakai. dan sekarang ia hanya memakai dalaman nya saja, dan ia langsung duduk di pangkuan Reza.
" ada apa dengan pacar cantik ku ini,hmmm. " kata Reza, yang melihat muka Sheila sedang kesal.
" aku sudah ke kantor Rafael tadi, dan sekretaris bodohnya Rafael mengusir ku. dan dia mengatakan kalau Rafael sedang ada di luar kota " kata Sheila yang sedang bermain di dada Reza.
__ADS_1
" ternyata dia senang bermain dengan mu sayang, apa kamu tidak mempunyai ide lagi?" kata Reza yang mencium kening Sheila.
" aku lagi tidak punya ide, apa kamu mempunyai ide untu ku?" melihat ke arah Reza.
Reza pun berpikir gimana caranya Rafael datang ke hadapan Sheila, dan mengasih harta yang di miliki ke Sheila. dia tidak mau kalau Sheila menyerah. kalau Sheila menyerah, dia sia sia selama ini bersama Sheila. lebih baik dia bersenang senang dengan wanita ja**ng yang ada di club'.
" gimana kalau kita bermain sebentar saja. kalau sudah baru aku kasih ide buat mu giman "
" oke, ayo kita ke kamar, aku pun sudah tidak sabar " mengelus dada Reza sambil menggoda nya.
" aku tidak mau di kamar, gimana kalau kita bermain di balkon " dengan tersenyum menantang.
" ouhh, kau sedang menantang ku. oke lah kalau begitu aku terima tantangan nya " menarik tangan Reza untuk ke balkon dengan muka menggoda nya.
mereka berdua langsung ke balkon rumahnya, dan di sana mereka bermain dengan gaya yang selalu berubah. keringat yang sudah membajiri tubuhnya, membuat mereka nambah semangat. mereka tidak peduli hujan yang sudah lebat dari tadi. yang mereka inginkan sekarang yaitu kepuasan satu sama lain.
Sheila tidak tahu, kalau sedari tadi ada seseorang yang memvideokan kejadian mereka. rasa senangnya ini tidak pernah luntur.dia pun pasti mendapat kan bayaran termahal, Karena mendapatkan informasi yang semua orang tidak tahu. bukan dia saja, tetapi ada dua orang lagi mencari informasi tentang Sheila. tetapi mereka tidak bodoh, mereka merusakkan cctv di apartemen Sheila ini, dari depan life, depan pintu, dan seluruh apartemen nya.
dua orang itu sangat senang melihat dokumen dokumen Sheila. dia mengambil dokumen itu dan menaruh dokumen yang palsu dalam laci dengan rapih nya, selesai semuanya mereka bertiga sudah keluar dari apartemen Sheila. dan mendatangi bosnya yang menunggu di luar.
" ini bos, semua data yang kami dapatkan " kata anak buah pertama nya dan di terima oleh bosnya.
" kirim ke email saya saja, biar saya melihatnya " kata bos nya, dan dapat anggukan dari dia.
jam 4 sore mereka baru selesai dengan kegiatan mereka di balkon apartemen Sheila. mereka sangat senang dengan kegiatan panas mereka di sini, apalagi di temani dengan sinar matahari yang terik membuat mereka lebih semangat dengan kegiatannya.
di malam hari Sheila langsung ke markas yang dia punya, dia akan menyusun kembali rencana tentang keberadaan Rafael dengan Kaila. Reza tidak ikut dengannya karena dia ada janji dengan rekan bisnisnya di sebuah restoran.
sebenarnya omongan Reza itu sepenuhnya bener tetapi kalau ketemuan di restoran itu salah dia akan bertemu di sebuah club' yang di bangun. apalagi dia akan bekerja sama dengan klien yang begitu **** dan sangat cantik. apalagi dia sangat menggoda menurut Reza.
di markas Sheila menyuruh 5 anak buahnya keluar kota yang apa di katakan sekretaris Rafael. dia akan mencari keberadaan Rafael di luar kota. sebenarnya Sheila tidak yakin dengan omongan sekretaris Rafael tetapi kalau itu bener itu lumayan buat Sheila, untuk mendapatkan Rafael kembali.
dan 7 orang akan ke luar negri untuk mencari keberadaan Rafael. dia bakal ekstrim mencari Rafael, kalau dia menyerah dia tidak akan dapat keuntungan dari Rafael atau warisan dari Rafael.
di sebuah club' Reza sedang berbincang dengan klien yang akan kerja sama dengannya. Reza tidak fokus dengan apa yang di bicarakan oleh perempuan itu tetapi dia fokus dengan pakaian yang ketat dan semakin keliatan bentuk tubuh perempuan yang ada di sebrang nya. dia tidak sabar untuk mencicipi tubuh klien nya ini.
2 jam mereka berbincang bincang dan Reza setuju dengan kerja sama nya, akhirnya mereka minum bersama dengan obrolan lain.
__ADS_1
" apa anda sudah mempunyai pasangan " kata Reza sambil meminum bir yang sudah ia pesan.
" belum saya masih sendiri " kata perempuan itu dengan senyumannya.
" wah kita sama dong masih sendiri, kamu cantik kaya gini tidak ada mau dengan mu " Reza sudah memberanikan diri untuk ngobrol dengan santai.
" aku belum berpikir sampai situ " perempuan itu sambil meminum bir itu yang terasa enak.
Reza melihat perempuan itu sangat menyukai bir yang dia pesan, dia punya ide. dia akan menyuruh pelayan untuk mengambilkan bir lagi tetapi di dalamnya dia akan kasih obat perangsang. dan Reza meminta izin ke belakang ke perempuan itu dan perempuan itu mengangguk.
di belakang Reza sudah menyediakan minuman yang akan membuat Reza sangat senang. selesai membuatkan minuman dia kembali lagi ke tempat duduknya. perempuan itu bingung karena Reza membawakan minuman lagi, sedangkan minuman dia belum habis.
" maff, anda membawakan minuman lagi?" kata perempuan itu.
" iya, ini adalah minuman terbaru. karena aku yang punya club' ini jadi aku akan kasih ini ke kamu untuk mencobanya " kata Reza, menaruh minuman di depannya.
perempuan itu sangat menyukai minuman ini, ini sangat segar beda dengan yang tadi. sekarang dia fokus dengan minuman yang Reza ambil tadi.
Reza hanya melihat reaksi perempuan itu meminum yang ia buat, engga di sangka perempuan itu menyukai minuman yang di racik langsung oleh Reza. beberapa menit kemudian perempuan itu tidak enak dengan badannya terasa sangat panas di sini, dan aneh nya di sini sudah di kasih AC yang cukup dingin kenapa dia terasa panas.
beberapa menit kemudian dia baru tahu kalau lelaki yang dari tadi melihat nya memasukan obat perangsang ke minumannya. dia senyum miring, ternyata lelaki itu ingin bermain dengannya. sebenarnya dia juga ingin melihat tubuh sixpack nya, makannya itu dia memakai baju yang sangat ketat.
dia menghampiri lelaki itu dan duduk di pangkuannya, di bawah sana sudah ada yang mengeras itu membuat dia mengeluarkan ******* yang sanga merdu, membuat Reza semakin tidak sabar membawa ke kamarnya.
" apa kau tidak sabar dengan tubuh ku Reza " kata perempuan itu sambil membuka kancing Reza satu persatu.
" hmmm, aku tidak sabar untuk melihat tubuhmu yang sangat cantik ini Sarah " kata Reza, langsung mencium bibir Sarah dengan agresif.
ya perempuan itu bernama Sarah, sebenarnya dia juga sudah tidak sabar ingin bekerja sama dengan perusahaan Reza, apalagi melihat ke gagahan Reza di layar kaca atau di berita berita terbaru. dia bekerja keras bisa bekerja sama dengannya. dan hasilnya membuat Sarah sangat puas, apalagi dia mendapatkan doble yaitu setuju dengan kerja sama nya dan satu lagi mendapatkan tubuh bagus dari Reza, siapa perempuan yang tidak mau dengan Reza banyak yang ingin bersamanya.
Reza langsung menggendong Sarah untuk ke kamarnya, kamarnya ini adalah sering bermain dengan wanita wanita jal*Ng yang ada di club' sini. Sheila tidak tahu kalau Reza mempunyai club' karena Reza tidak mau kalau Sheila tau. yang ada Reza pusing dengan peraturan perempuan itu.
di kamar mereka sudah melakukan dengan panas. AC kamar yang dingin itu membuat mereka tidak kerasa karena permainan mereka sangat panas dan gairah.
Sheila sedari tadi menghubungi Reza tidak di angkat angkat olehnya. dia bingung kemana Reza bukannya dia sudah janji kalau malam ini mereka akan bersenang senang. tetapi sudah jam 10 malam Reza belum datang ke apartemen nya.
" ****!, kemana dia. ini sudah jam 10 dia belum datang juga " kata Sheila, yang kesal dengan Reza.
__ADS_1
engga mungkin kalau Reza ketemu klien selama ini, Sheila sudah malas menunggunya lebih baik dia juga ke club' langganan dia. buat dia bermain dengan lelaki lain saja, lagian Sheila juga sudah lama tidak bermain dengan lelaki yang ada di club' pasti mereka mempunyai lelaki yang baru di sana.
sebelum berangkat Sheila akan memakai baju yang sangat ketat, dia memakai rok mini dan baju tidak ada lengan. itu membuat tubuh Sheila sangat keliatan.