MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 16


__ADS_3

Di pagi hari yang agak mendung, Karina bangun dari tidurnya dan melepaskan pelukan dari Rafael. Karena ini hari Sabtu Karina, Rafael libur kerja dan Kaila juga libur maka mereka semua masih tidur, apalagi cuaca yang pas untuk tidur. Karina langsung ke kamar Kaila untuk membersihkan badannya. selesai semuanya Karina ke bawah dan ternyata pembantu rumah Rafael belum pulang juga jadi Karina lah yang membereskan rumah nya. Sebenarnya rumahnya yang gede membuat Karina bingung jadi dia hanya membersihkan yang menurut dia kotor saja.


Karina membuat nasi goreng untuk sarapan pagi ini. di temani dengan rintik rintik hujan dan cuaca yang dingin. selagi masak Karina berpikir kenapa Rafael langsung perca dengannya dan dia juga ingin cepat cepat menikah, apa dia tidak mau tau latar belakang Karina dan dia sudah mempercayainya. gimana reaksi bunda sama ayah kalau Karina bakal pergi jauh dan tidak ada di sampingnya, pasti Karina juga kangen dengan momen manjanya dengan bunda. ya Karina berdoa saja mudah mudahan tidak terjadi apa apa dengannya.


Selesai semuanya beres, Karina langsung pergi ke atas tepatnya di kamar Rafael. untuk membangunkan dua orang yang masih manja dengan selimutnya.


" Rafael, Kaila ayo bangun apa kalian tidak lapar " kata Karina, yang membanggakan mereka


" Sebentar lagi Bun, Kaila masih ngantuk banget " kata Kaila, sambil merapikan selimutnya kembali


" Aku juga masih ngantuk " kata Rafael, sama dengan Kaila merapihkan selimutnya kembali


Sudahlah biarkan ayah dan anaknya ini tidur, lebih baik dia saja yang makan duluan. lagian mereka lagi libur dan ini waktu buat mereka tidur dengan lama jadi Karina lebih baik makan duluan saja.


pas sedang makan ada yang turun dari kamar, Karina menoleh siapa orang itu dan dia duduk di samping Karina dengan muka baru bangun tidur, rambut berantakan dan pakaian yang ia pakai kusut.


" cuci muka dulu ke, terus sikat gigi. bau tau " kata Karina, yang sambil makan


" tapi aku lapar, melihat mu makan dengan lahap aku juga pengen " kata Rafael, yang melihat Karina makan


" kalau kau lapar, ya Cuci muka,sikat gigi dulu " kata Karina. dan Rafael pun langsung beranjak dari kursinya untuk cuci muka dan sikat gigi.


selesai semuanya Rafael langsung ke bawah, melihat kalau Karina sudah selesai dengan makanannya dan ia sedang membereskan piring yang ia makan tadi. Karina menoleh ke arah Rafael dan langsung mengambil piring buatnya.


" kaila masih tidur?" kata Karina


" hmmm, dia masih tidur dengan nyenyak " kata Rafael, yang melihat Karina ingin pergi dari dapur

__ADS_1


" kau mau kemana?. sini temani aku makan " kata Rafael


" aku saja tadi makan sendiri, tidak di temani lagi " kata Karina, sambil meledeknya


" yasudah duduk aja, lagian kau ingin kemana kaila aja masih tidur " kata Rafael, menyuruh Karina duduk dan itu di turuti oleh Karina


Karina hanya duduk sambil melihat Rafael yang sedang makan. dia emang tampan hidung mancung, tinggi, badan yang kekar dan mata yang bulat, siapa yang engga mau sama dengan nya. pasti banyak perempuan di luar sana yang ingin memiliki pasangan seperti dia, apalagi kalau dia belum menikah dan mempunyai anak. wanita di negeri sini pasti keluar untuk mendapatkan nya. Rafael sadar kalau dia dari tadi Karina melihat ke arahnya


" aku tau kalau aku itu tampan, jangan liat seperti gitu entar ke goda lagi " kata Rafael, dengan pedenya


" siapa juga yang melihat mu, lagian ke goda saja tidak " kata Karina, yang terciduk kalau dia dari tadi memperhatikan Rafael


Rafael mendekatkan wajahnya ke Karina, bisa di lihat kalau wanita di sampingnya ini seperti malu kalau di keciduk memperhatikan. " oh ya, kau tidak tergoda. gimana kalau kita sudah menikah aku selalu menggoda mu " kata Rafael, sambil senyum jahil


Karina membulat kan matanya, kenapa lelaki ini suka jahil. yang dulu Karina melihat kalau dia itu tegas dan seram, ternya itu hanya di luar saja. lihatlah sekarang dia sedang menjahili Karina. " sudahlah, makanan mu abisin saja. jangan banyak omong " kata Karina, mendorong Rafael


Rafael pun langsung makan kembali. selesai makan Rafael langsung membawa Karina ke taman belakang karena hujan sudah berhenti pasti udara segar.


" sini duduk deh, mumpung Kaila masih tidur " kata Rafael, yang selesai mengelap ayunannya


mereka hanya mengayunkan kakinya saja. dengan suara air yang masih ada sisa hujan tadi, Rafael melihat ke arah Karina yang melihat burung yang ada di atas pohon taman rumahnya.


" raf, apa kau benar ingin menikahi ku " kata Karina, yang memulai obrolannya


" apa kau tidak yakin dengan omongan ku kemarin " kata Rafael


" bukan tidak yakin, tetapi bukan kah terlalu cepat terus kita belum kenal satu sama lain " kata Karina

__ADS_1


" tidak, menurut ku ini waktu yang tepat. dan untuk mengenal satu sama lain kita bisa bercerita tentang kita " kata Rafael, dengan senyum


" kau tau, aku tidak pernah berpikir untuk menikah apalagi pacaran aku tidak pernah memikirkan itu. apalagi usiaku yang menurut ku ini masih muda, mikirin untuk hidup saja susah apalagi sudah punya pasangan " kata Karina


" apa kau takut berpacaran?" kata Rafael


" bukan takut, tapi takut tidak tepat memilih pasangan, jaman sekarang tuh berpacaran bukan hanya romantis di luar saja, mereka juga sudah melakukan yang itu bukan di lakukan sebelum menikah. apalagi kalau pasangannya itu memaksa " kata Karina


" tapi tidak semua kaya gitu ko, pasti ada yang baik dengan pasangannya " kata Rafael, dia juga tidak mau kalah dengan perempuan. dia pikir perempuan selalu benar


Karina menatap Rafael dengan tajam, seperti nya dia juga tidak mau salahin apalagi kata orang perempuan itu selalu benar. Rafael yang tau di lihatin hanya acuh saja, lagian dia emang niat dari hati ingin menikah dengan Karina.


" kenapa muka mu seperti gitu " sambung Rafael. Karina hanya memutarkan matanya saja


Rafael langsung memeluk Karina, memeluk wanita ini membuat Rafael jadi tenang apalagi menghirup aroma tubuhnya, ini bener bener membuat dia tenang. " kau tau, ini pertama kalinya aku memeluk wanita senyaman ini. selama aku menikah dia hanya sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan dengan temannya, tidak sekali pun dia memeluk seperti gini. setia aku ingin di peluk banyak berbagai alasan yang di lontarkan. aku juga pengen seperti orang yang sudah menikah yang selalu dapat pelukan dari orang yang dia sayangin. aku selalu marah dan sedih dalam satu tapi itu hanya aku doang yang tau orang tua ku tidak tau apa lagi dia sama sekali tidak tau. aku sakit yang rawat aku sendiri kalau aku engga bisa pasti minta bantuan sekretaris ku. batinku terluka dengan sikap yang seenaknya, dia ngobrol paling banyak itu hanya minta uang saja tetapi kalau yang lain dia hanya melontarkan 5 sampai 10 kata saja. bukankah itu sakit hati?, setiap hari aku hanya sabar menghadapi nya apalagi pas Kaila lahir dan orang tua ku sedang di luar negeri. aku sendiri lah yang menjaganya dia hanya memikirkan diri dia sendiri " kata Rafael, yang entah kenapa lega dengan omongan yang dia lantarkan ke Karina


Karina mendapatkan sisi lain dari Rafael yang selama ini hidupnya hanya dengan kata sabar. ya Karina pun berpikir kalau dia jadi Rafael dia pun sakit batin dan tenaga. Karina hanya diam membiarkan Rafael memeluk Karina seperti begini.


" apa aku boleh tanya lebih dalam lagi?" kata Karina. sebenarnya takut tapi Karina juga ingin tahu.


" ya, silahkan kau ingin menanyakan apa lagi. aku bakal jawab " kata Rafael, yang masih memeluk Karina


" gimana keadaan Kaila pas di tinggal bundanya yang masih bayi, bukankah dia butuh asi dari bundanya. terus kamu kalau kerja membawa Kaila bayi ke kantor " kata Karina, dengan hati hati


" tentang asi, dokter membolehkan Kaila meminum susu formula. aku membeli susu formula nya yang higienis apalagi Kaila dulu masih bayi. dan ya setiap aku kerja aku selalu bawa Kaila ke tempat kerja, apalagi orang tua ku masih di luar negeri " kata Rafael, dengan senyum tetapi tidak terlihat oleh Karina


" apa dia sejahat itu, kalau dia mementingkan dirinya kan bisa mengasih asi terlebih dahulu buat Kaila " kata Karina

__ADS_1


" ya dia adalah wanita jahat yang aku temui di dunia ini, aku selalu ngomong kepadanya kalau Kaila masih membutuhkan asi apalagi kasih sayang bundanya. tetapi dia tetep acuh dan kau tau dia membawa pasangannya di hadapan ku dan Kaila, ya sebenarnya Kaila belum tau apa apa tapi itu kan engga baik " kata Rafael, yang mengingat ke jadian itu


Karina kaget, bisa bisanya dia membawa pasangan di depan suami dan anaknya. dia bener bener tidak malu dan tidak pernah menghargai kerja keras suaminya. Karina hanya bisa menenangkan Rafael dan dia juga tidak mau tau lagi lebih dalam apalagi badan Rafael bergetar seperti nya dia menangis.


__ADS_2