MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 23


__ADS_3

Setelah makan, Karina langsung membereskan piring piring yang kotor. sedangkan Kaila dan Rafael mereka sedang bermain di halaman belakang, Karina berinisiatif untuk membuat cemilan dan minuman buat mereka yang sedang bermain di halaman belakang rumah.


setelah semua selesai, Karina langsung membawa cemilan dan minuman buat suami dan anaknya.


" wahhh, bunda bawa cemilan " kata Kaila, yang melihat Karina membawa cemilan


" iya, biar kalian engga haus atau lapar lagi " kata Karina, dengan senyum nya


Karina duduk di atas kursi yang sudah ada di sana, ia melihat suami dan anaknya fokus dengan mainannya. mereka sedang membuat seperti kerajinan dari tanah liat. kaila mengatakan kalau dia ingin membuat kerajinan tangan dari tanah liat, dan Rafael langsung membelikan bahan bahannya.


sudah beberapa jam kemudian, kerajinan mereka sudah selesai. mereka langsung mencuci tangan dan langsung minum yang Karina siapkan tadi


" kaila sudah ngantuk banget, ayo kita tidur siang " kata Karina, yang melihat Kaila sudah mengantuk


karina langsung membawa Kaila ke kamarnya, di kamar karina langsung membawa Kaila ke kamar mandi untuk membersihkan badan terlebih dahulu. selesai semuanya Karina langsung membaringkan tubuh kaila ke kasur dan mengusap kepala Kaila biar Kaila nyenyak tidurnya.


Karina langsung keluar dari kamar Kaila, dan menyampri Rafael yang sedang membereskan barang yang tadi ia dan Kaila pakai.


" ohh, udah beres semua. maff tadi aku harus membersihkan badan Kaila terlebih dahulu " kata Karina, yang melihat Rafael membersihkan barang barang nya.


" engga apa apa sayang, ini juga selesai ko " kata Rafael, dengan senyum


" sini biar aku saja yang cuci nya " kata Karina, dan di anggukan oleh Rafael


Karina langsung mencuci piring dan barang yang di pake tadi, sedangkan Rafael dia lagi ada di ruang tengah. selesai semuanya Karina langsung menghampiri Rafael yang di sana


" sayang liat deh ini " kata Rafael, yang melihat Karina menghampiri nya dan duduk di sampingnya


" ini rumah siapa?" kata Karina, yang melihat handphone Rafael


" rumah kita nanti, menurut mu bagus tidak " kata Rafael


" ini terlalu besar menurut ku " kata Karina, yang melihat rumah nya terlalu besar


" menurut ku ini sedang " kata Rafael


" hmmm, ada foto yang lain engga, atau kamu sudah membeli yang ini " kata Karina


" belum sih, aku di kirimkan dari orang di sana. masih ada sih foto foto nya " kata Rafael, yang langsung mengasih handphone nya ke Karina


Karina melihat lihat rumah yang dia akan di tempatkan, kenapa rumahnya ini besar besar sangat menurut Kaila. dan Karina menyuruh Rafael mencari yang agak sedang dikit.

__ADS_1


" kamu mah aneh, orang senang loh dapat ruang seperti gini " kata Rafael, yang langsung menelpon orang suruhannya mencari ruang kembali


" gimana ya, aku tuh pengen suami dan anak itu aku yang urus. ya termasuk rumah, kalau besar gitu pasti cape " kata Karina, dengan tersenyum malunya


" hahaha, ( mencium pipi Karina ). kamu lucu banget sayang. terimakasih ya sudah ingin urus kami. pantas Kaila senang banget punya bunda cantik seperti gini " kata Rafael, yang tidak berhenti mencium pipi Karina


" sudah sudah, sekarang foto nya sudah di dapatkan atau masih mencari " kata Karina, yang memberhentikan Rafael mencium pipi Karina


" ini sudah, kamu liat liat saja " kata Rafael, mengasih handphone nya ke Karina


setelah beberapa menit Karina memilih, akhirnya dia mendapatkan nya. menurut Karina rumah ini sangat nyaman dan tidak terlalu besar, dan melihat isi rumahnya juga sangat baik.


" kamu yakin pilihannya ini " kata Rafael, meyakinkan istrinya


" hmmm, aku yakin " kata Karina


" oke deh, kalau begitu aku menelpon orang suruhan ku " kata Rafael, yang langsung menelepon suruhannya


setelah Rafael menelepon dia langsung memeluk Karina.


" sudah, gimana katanya " kata Karina, yang mengelus tangan Rafael yang ada di pinggangnya


" sudah aku beli, tinggal kita tempatkan saja " kata Rafael


Rafael hanya tersenyum dan memeluk Karina dengan erat. " sayang, apa itunya masih sakit " kata Rafael


" ya, kau ini bicara apa " kata Karina


" itu loh malam pertama kita, apa masih sakit. kalau tidak ayo kita lakukan lagi " kata Rafael, yang tangannya meraba perut Karina


" engga mau, masih sakit " kata Karina, dengan cepat


Rafael hanya diam, dia juga tau kalau Karina pasti menolak. dia hanya bercanda saja.


" iya sayang, aku hanya bercanda ko " kata Rafael, yang masih memeluk Karina


" aku ingin ke mall " kata Karina, tiba tiba


" tumben, mau beli apa " kata Rafael, melepaskan pelukannya


" buat keperluan kita nanti " kata Karina

__ADS_1


" astaga sayang, keperluan kita buat di sana tuh sudah di sediakan. tinggal pakaian kita saja yang bawa " kata Rafael, mencubit hidung Karina


emang benar sih yang di katakan Rafael, sudah tau Rafael itu orang pengaruh di negara ini. dan dia pun punya perusahaan yang dia bangun di negara lain, jadi setiap dia mau ke manapun pasti sudah di sediakan dengan baik. sebenarnya Karina juga tidak enak dengan Rafael, dari hari pertama pernikahan sampe mereka bakal pindah negara semua di urus oleh Rafael. dan Karina tidak mengeluarkan uang sepeser pun


" aku kan ingin membantu mu, apalagi hari pertama kita menikah sampe sekarang aku tidak membantu mu sama sekali " kata Karina


Rafael hanya tersenyum mendengar cerita dari Karina, istrinya ini emang benar benar selalu ingin membantu orang. " sayang, kamu tuh selalu membantu ku " kata Rafael


Karina mengangkat satu alis nya, dia tidak mengerti yang di omongkan Rafael ini. melihat Karina yang tidak mengerti Rafael hanya tersenyum


" kamu selalu membantu ku, tapi bukan dengan cara seperti ini. tapi kamu membantu dengan cara selalu ada untuk ku dan untuk Kaila, bisa di bilang itu tidak harganya selama kita menikah dan sampe sekarang. jadi jangan tidak enak soal ini oke " sambung Rafael


" pertama kali aku melihat mu, kamu itu mukanya menyeramkan. tetapi kenapa kamu sama seperti Kaila " kata Karina, ngeledek Rafael


" apa yang kamu bilang hmmm, aku sama seperti Kaila. asal kamu tau, bukankah tadi malam itu aku sangat hebat hmmm. sampe kamu ingin meminta lebih, kamu ingat itu " kata Rafael, yang menggoda Karina.


Karina melotot kan matanya dengan lebar, kenapa Rafael masih saja membahas soal malam. menurut Karina malam itu adalah malam yang sangat malu buat Karina, karena pasti Rafael tetap membahasnya lebih. dan itu benar sampe sekarang saja dia masih membahasnya


" sudahlah aku mau tidur " kata Karina, langsung ke atas. dengan muka merahnya


" hahaha, sayang lihatlah muka merah mu itu. kalau ada Kaila pasti dia bertanya tanya iya kan " kata Rafael, yang masih menggoda Karina


" kalau kamu masih membahas ini, makan ini aku bakal tidur dengan Kaila. SELAMA SEMINGGU, DAN TIDAK ADA YANG NAMANYA JATAH!!" kata Karina, yang kesal dengan Rafael, dan langsung pergi ke kamarnya


" sayang aku bercanda, jangan dong kalau engga ada kamu aku tidur nya engga nyaman " kata Rafael, yang langsung mengejar Karina ke kamarnya


karena Karina kesal dengan Rafael, dia hanya mendiamkan saja. gimana tidak kesal Rafael dari bangun tidur sampe sekarang dia masih membahas itu saja, itu membuat Karina malu. Samapi di kamar karina langsung tidur dan tidak mau melihat Rafael, Rafael langsung memeluk Karina yang ngebelakangi Rafael. Karina biarkan saja Rafael memeluknya.


" sayang aku minta maff, jangan marah ya " kata Rafael, yang mencium punggung Karina


Karina tetap diam, tidak mau bicara dengan suaminya itu


" sayang, ayolah jangan marah, serius kalau kamu marah rumah ini sepi " sambung Rafael


karena Rafael engga tahan, dia langsung membalikan badan Karina ke hadapannya. dia bisa melihat kalau istri nya ini lagi cemberut dengannya. tetapi menurut Rafael ini sangat lucu.


Rafael mencium kening Karina, dan memeluk nya. " maff sayang, aku engga gitu lagi. aku mencintaimu " kata Rafael


" jangan di ulangi lagi, mengerti!" kata Karina


" iya, oke sayang, engga bakal di ulangi lagi " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas

__ADS_1


dan mereka langsung tertidur setelah berantem kecil.


__ADS_2