MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 49


__ADS_3

Triplet sekarang sudah menginjak usia tujuh bulan, Rafael dan Karina juga sudah pindah rumah ini kemauan Karina ingin pindah rumah bukannya dia tidak suka di rumah mamah Veena malah Karina senang tinggal di sana tetapi dia ingin menjadi orang tua seutuhnya kalau di sana anak anaknya sudah di urus sama nenek dan kakek nya.


Rafael mengerti kalau istrinya emang ingin menjaga anaknya dengan sendiri, tetapi karena kemarin ada masalah yang membuat mereka harus tinggal di sana. tetapi kalau sekarang Rafael juga masih menjaga ketat anaknya. sekarang triplet lagi senangnya merangkak lihat saja pagi pagi setelah anak perempuannya dan suami nya sudah pergi.


Karina tidak masalah rumahnya berantakan karena triplet banyak mainan yang mereka mainkan sekarang tugas Karina hanya melihat dan menjaga mereka saja, rasanya sangat senang melihat mereka aktif begini tetapi kalau salah satu dari mereka nangis pasti ikutan menangis dan itu membuat Karina pusing. tetapi anak pertamanya dan suaminya selalu membantu Karina.


jam sudah pukul sebelas siang dan triplet sudah mulai tidur siang, sekarang Karina sedang membereskan mainan mereka yang berantakan setelah itu ia akan masak untuk makan siang, sebentar lagi Kaila pulang sekolah dan Rafael pun ikut pulang.


satu jam Karina di dapur untuk makan siang, Kaila dan Rafael pun datang. Rafael meminta Kaila untuk mengganti baju dan bersih bersih sedangkan Rafael dia hanya mencuci tangan saja karena habis ini dia akan kembali ke kantor nya.


" sayang masak apa? " kata Rafael, yang sedang mencuci tangan di wastafel.


" aku sedang masak sayur asam, tumis labu siam tempe dan jangan lupa pakai sambalnya " kata Karina, dengan senyum ke Rafael yang ada di sampingnya.


Rafael mengangguk masakan istrinya emang sangat enak, jadi kalau dia tidak sibuk di kantor ia akan pulang untuk makan siang bersamanya tetapi kalau dia sibuk istrinya ini selalu mengatakan makan ke kantor nya. Kaila pun sudah ada di meja makan menunggu bundanya yang sedang menata makanan di atas meja. setelah itu mereka makan bersama dengan tenah


" bunda, apa mereka masih tidur?" kata Kaila, yang membantu bundanya untuk membersihkan piring kotor nya.


" mereka masih tidur, nanti juga mereka bakal bangun " kata Karina, dengan senyum nya.


sedangkan Rafael, dia ada di ruang kerjanya dia sedang mengambil berkas untuk meeting nanti sore dan Rafael juga tidak bisa ikut makan malam bersama istri dan anaknya karena hari ini ia akan lembur. Rafael juga meminta Karina membuatkannya bekal makan malamnya nanti.


soal Sheila dia sudah tidak lagi bekerja di agensi Rafael, dan yang bikin semau kaget ternyata Sheila juga terjerat kasus narkoba dia sudah melakukannya selama dua tahun ini bukan itu saja ternyata Sheila juga pernah memakan duit korupsi dan sekarang dia sudah di hukum seberat beratnya. apalagi semua agensi yang ada di sini atau di luar negri tidak ada yang mau menerima nya.


" sayang apa bekal ku sudah siap?" kata Rafael, yang berjalan menghampiri Karina.


Karina sedang menata bekal Rafael untuk makan malamnya, pas Rafael bertanya dia hanya mengangguk kalau bekalnya sudah siap di situ juga ada Kaila yang membantu bundanya untuk menata bekal ayahnya, Rafael duduk di samping Kaila.


" ayah, jangan lupa makan bekalnya. ini yang menata makanan ayah itu Kaila " kata Kaila, dengan tertawa kecil.


dia menata bekal ayahnya seperti menata bekal dia ada bentuknya dan juga tidak lupa ada susuk kotaknya. sedangkan Rafael hanya tersenyum saja dan mencium pipi Kaila.


" ini, jangan lupa di makan ya " kata Karina, mengasih bekalnya ke Rafael.


" sebentar ya nak, bunda antar ayah dulu " kata bunda, mengelus kepala Kaila dan Kaila mengangguk sambil memakan cemilan yang sudah di sediakan oleh bundanya. dan Karina mengantarkan Rafael sampai depan.


" ya sudah aku berangkat ya, satu jam lagi aku ada meeting " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas.


" hati hati ya, jangan lupa di makan " kata Karina dengan senyum nya. dan Rafael mengangguk.


setelah Rafael pergi Karina kembali masuk dan menghampiri Kaila yang sedang makan cemilan tetapi pas ingin menghampiri Kaila, Karina mendengar suaranya tangisan dan Karina langsung berlari ke kamar yang ada di bawah. Karina melihat ternyata anaknya sudah bangun karena Pampers sudah basah membuat mereka tidak nyaman makannya mereka menangis.

__ADS_1


" ternya Pampers nya sudah penuh ya, sebentar ya bunda ambil yang baru dulu " kata Karina, ketiga bayinya itu.


" bunda Kaila cariin ternyata di sini " kata Kaila, yang tadi mencari bundanya karena tidak kembali ke dapur dan Kaila pun mendengar tangisan adiknya makannya di ke sini.


" oh, maaf nak mereka tadi menangis " kata Karina, yang sedang menggantikan Pampers Devan. Kaila naik ke atas kasur dan melihat adiknya itu yang sedang memainkan kakinya.


" lihat deh Bun, kaki mereka sangat besar " kata Kaila melihat kaki adiknya yang besar.


Karina hanya tersenyum saja, emang mereka itu agak gemuk dan itu membuat semua orang sangat gemas melihat ketiga bayi ini apalagi Kaila dan Rafael mereka selalu mengigit pipi triplet mereka mengatakan pipinya seperti bakpao.


" oke sudah selesai, Kaila jaga adiknya sebentar ya bunda ingin bikin susu dulu " kata Karina, memberskan perlengkapan bayi nya dan berjalan ke dapur untuk mengambil asi yang sudah ia pomba.


Karina selalu memompa asi nya, karena sangat sakit kalau mereka selalu menumnya langsung apalagi mereka bertiga jadi Karina selangin ke botol juga. Karina sedang memanaskan asinya yang beku.


" kalian sangat menggemaskan sekali, nanti kalau sudah besar jangan jahil dan nakal ya " kata Kaila, sambil melihat adiknya satu persatu.


Kaila berbica seperti itu karena teman sekolah dia yang laki laki selalu jahil ke yang lain dan membuat korbannya selalu menangis dia tidak mau adiknya seperti gitu. pas Kaila berbicara dengan adiknya bundanya datang membawa tiga susu buat mereka.


" bunda mereka sangat lahap sekali " kata Kaila, melihat tiga adiknya yang sedang menyusu itu.


" mereka sangat lapar pasti " kata Karina, yang juga melihat mereka.


" iya, mereka hanya boleh makan bubur atau buah buahan yang sudah di halusin, nanti sebentar lagi mereka akan makan bunda akan bikin bubur buat mereka " kata Karina.


sedangkan Rafael yang ada di kantor nya disibukkan dengan kertas kertas yang menumpuk, rasanya ia ingin liburan bersama keluarga kecilnya tetapi karena pekerjaan tidak bisa di tinggal jadi Rafael hanya bisa pasrah. sekarang ia sedang berjalan ke ruang rapat bersama sekretaris nya.


" semuanya sudah siap " kata Rafael.


" sudah tuan " kata Tara.


dan mereka semua langsung memulai rapatnya setelah Rafael dan sekretaris nya sudah datang, butuh satu jam untuk mendengarkan presentasi dari karyawan nya.


" oke saya kira ini sudah cukup, dan saya setuju dan yang penting kalian bekerja keraslah " kata Rafael, meninggalkan ruang rapat itu dan di ikuti oleh Tara.


" Tara, kapan aku senggang?" kata Rafael, yang baru duduk di kursi kerjanya.


Tara langsung melihat jadwal Rafael, dia mengerti kalau Rafael juga butuh istirahat biar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga nya. karena di hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu Rafael masih bekerja ya bekerja nya di rumah tetapi sama saja tidak bisa berkumpul dengan keluarganya.


" ada tiga hari tuan tidak ada jadwa, dari Jumat sampai Minggu. karena hari Senin kita akan ke Singapura untuk melihat proyek kita sekalian meeting bersama penjabat yang lain " kata Tara, yang baru selesai membaca jadwal bosnya.


Rafael berpikir tiga hari, dan hari Senin ia akan ke Singapura ingin ajak keluarga nya juga ikut tetapi hari Senin itu Kaila sedang ulangan akhir semester engga mungkin kan kalau Kaila tidak naik kelas. Rafael menghela nafas tidak masalah kalau tiga saja, sehabis Kaila ulangan ia akan mengajak keluarga nya untuk berlibur.

__ADS_1


" oke, Minggu depan Kaila ulangan akhir semester selama seminggu. kau urus jadwal ku untuk seminggu setelah ulangan Kaila aku ingin libur bersama keluarga ku, kau bisa kan " kata Rafael, sambil melihat ke arah tara.


" baik tuan saya akan usahan itu. kalau begitu saya permisi " kata Tara, menunduk kepala nya dan pergi dari ruangan Rafael.


sedangkan di rumah Karina sedang menyuapi anaknya makan, dan Kaila ia hanya melihat saja karena dia takut adiknya kenapa napa nanti kalau mereka sudah besar Kaila akan menyuapi mereka.


" bunda itu bubur apa, ko baunya amis gitu " kata Kaila, yang sedari tadi melihat bubur di tangan Karina.


" oh ini. ini tuh nasi, telur, brokoli dan wortel terus di blender deh " kata Karina, yang sedang menyuapi ketiga anaknya.


" ko beda beda sih Bun setiap hari " kata Kaila, yang sangat penasaran.


" ya buat mereka tidak bosan " kata Karina, dengan senyum nya.


Kaila hanya mengangguk saja, karena omahnya bilang dia dulu bayi juga seperti gini kalau sekarang dia sudah enak bisa makan yang enak enak.


" sayang, kamu tidak istirahat " kata Karina, melihat Kaila makan cemilannya.


" engga ah Bun, ingin bermain bersama mereka " kata Kaila yang asik makan cemilannya.


setelah menyuapi ketiga anaknya, Karina membersikan mulut mereka yang agak belepotan setelah itu membawa piring dan gelas kotor nya ke wastafel.


" sudah sayang, kamu tidak boleh banyak makan cemilan. apalagi tadi habis makan, makan cemilan itu engga baik " kata Karina, yang habis kembali dari dapur dan mengangguk cemilan yang sedari tadi Kaila makan.


" hehehe maff Bun, karena enak makannya Kaila makan terus " kata Kaila, dengan ketawanya.


" emang ya anak bunda ini suka banget makan, yasudah cuci tangan nya " kata Karina, mengacak rambut Kaila dan Kaila langsung berlari ke arah dapur untuk mencuci tangannya.


" Bun, Minggu depan Kaila kan ulangan. habi ulangan jalan jalan yu Bun " kata Kaila, yang baru datang dari dapur.


" ya bunda mah ikut saja, kan kita engga mungkin jalan jalan berempat harus ada ayah " kata Karina.


" yasudah nanti Kaila akan ngomong ke ayah " kata Kaila, dengan senang mudah mudahan ayahnya mau karena ayahnya itu sangat sibuk.


mereka bermain sampai sore, apalagi triplet kalau sudah ada kakaknya sangat aktif lagi mereka sangat dekat dengan Kaila karena Kaila selalu ngajak mereka main atau mengobrol pas Kaila pergi saja mereka seperti sudah mengerti akan di tinggal makannya mereka akan menangis.


" ayo Kaila kamu belum mandi, bunda juga akan mandikan triplet " kata Karina, yang datang dari dapur.


" oke Bun, sebentar ya kakak mandi dulu kalian juga harus mandi " kata Kaila, dan mereka sepertinya mengerti yang di bicarakan oleh kakaknya karena mereka mengangguk.


sekarang mereka sedang makan malam, sedang triplet dia sudah tidur lagi. mereka hanya berdua karena Rafael masih di kantor akan lembur untuk malam ini Karina selalu bilang ke Rafael kalau tidak bisa pulang lebih baik nginap di kantor saja dia takut Rafael mengantuk pas dengan menyetir tetapi Rafael selalu pulang ke rumah dia bilang tidak enak tidur di kantor tidak enak di rumah karena dia bisa meluk Karina dan mencium wangi Karina itu sudah kebiasaan Rafael.

__ADS_1


__ADS_2