MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 21


__ADS_3

Dari hari pertama Rafael melamar Karina, sampai tiga hari menuju pernikahan. Rafael tidak bertemu dengan Karina, dia suruh pulang dulu ke rumah sampe hari H dia menikah


Bosan,itu lah kata yang beberapa hari ini Rafael ucapkan. tidak boleh menghubungi nya apalagi ke temuan sebentar saja tidak boleh. hanya Kaila lah yang sering datang ke bundanya, apalagi setiap anak itu pulang ke rumah dia selalu bercerita harinya bersama bundanya. itu membuat Rafael kesal dan cemburu.


Rafael sekarang tinggal di rumah orang tuanya, rumahnya sekarang sedang di renovasi untuk pernikahannya. dan sekarang Kaila dan mamah bakal ke temu Karina dan bundanya untuk melihat baju pengantin


" Aku juga kan jadi pengantin, kenapa aku engga boleh ikut" kata Rafael


" Kamu kan kemarin sudah, sekarang bagian Karina. sudahlah tinggal tiga hari, sabar dikit " kata mamah, yang agak kesel melihat Rafael ini


" Sabar ya ayah, nanti ayah bakal liat bunda ko " kata Kaila, dengan senyum jahilnya


Rafael tau senyuman apa yang di kasih Kaila, uhh, anak itu membuat Rafael ingin menggigit pipi nya dengan gemas


" Sampaikan, ke bunda ya kalau ayah kangen " kata Rafael, sambil bisik bisik ke kaila


" Oke, Kaila bakal kasih tau ke bunda " kata Kaila


Dan mereka langsung berangkat ke butik yang mamah sudah rekomendasi kan.


Rafael sekarang sedang ada di kamarnya, dia tidak sabar kalau dia sebantar lagi akan menikah untuk kedua kalinya. Rafael berdoa mudah mudahan pernikahan ini adalah pernikahan terakhir kalinya di hidup Rafael, dia tidak mau kejadian lagi seperti yang dulu. pas Rafael sedang diam di kasur ada yang mengetuk pintu kamar Rafael, dan Rafael pun langsung ke luar.


" Ohh, bibi ada apa " kata Rafael


" Ada seseorang di bawah yang ingin ketemu tuan " kata bibi


" Baik, terimakasih " kata Rafael, langsung beranjak ke bawah


Sampai di bawah ternyata Tara yang menghampiri nya


" Ada apa, ada sesuatu yang terjadi " kata Rafael, sambil duduk di sebrang Rafael


" Ini pak, ada berita baru dari Sheila " kata Tara, mengasih dokumen ke Rafael


Rafael membaca dengan teliti isi dokumen itu, dia benar benar geram dengan kelakuan Sheila yang engga habis habisnya.


" Sekarang yang ia lakukan, membuat berita kalau dia di ceraikan dengan ku. Karena alasannya aku memfitnah dia kalua dia tidak pernah di nafkahi oleh ku " kata Rafael, dengan marah nya


" Iya pak, dan mereka sudah mulai syuting sekarang. Kemungkinan besok atau lusa acara itu bakal tayang " kata tara

__ADS_1


" Aku bakal kasih video ke kau, dan semua foto foto dia selam dia di belakang ku. Dan kau taru itu di papan iklan di setiap jalan " kata Rafael


" Baik pak, kapan di pasangnya " kata Tara


" Jangan pas banget dengan dia, kasih jeda seminggu biar dia senang terlebih dahulu " kata Rafael


" Baik pak, saya akan laksanakan " kata tara


" Baik, dan satu lagi kau perketat kan pas acara pernikahan ku. selama aku pergi selalu kasih kabar dengan ku dan jaga perusahaan dengan baik, aku percaya dengan mu " kata Rafael


" Baik pak, saya akan memegang perusahaan dengan baik. Terimakasih sudah mempercayai saya " kata Tara, dan langsung pergi dari sana


Rafael langsung beranjak ke kamarnya, untuk ngasih informasi ke semua bawahan untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pernikahan nya, dan juga tetap harus memintai kegiatan Sheila berikutnya.


di kediaman Sheila, dia sudah mengurus kegiatan yang besok ia laksanakan. ia tidak sabar dengan besok, karena besok dia akan melakukan syuting wawancara dengan majalah popular yang pernah ia datangi. dia juga sudah menyuruh bawahannya tetap memintai Kaila. tetapi dia belum ke temu dimana Kaila tinggal, Sheila sudah pernah mengunjungi rumah orang tua Rafael. tetapi kedua orang tua Rafael sudah pindah dari sana, setelah Rafael mengasih kabar kalau Sheila sedang berkeliaran di sekitar sini. dan Rafael di situ menyuruh orang tuanya untuk pindah rumah.


" aku tidak sabar untuk besok, gimana dengan ekspresi wajah Rafael tentang perceraian yang di gugat " kata Sheila, dengan duduk manis di temani minuman alkohol nya


ya, Sheila bakal membahas gugatan yang Rafael lakukan. tetapi ia akan membohongi semua orang kalau dia di gugat cerai karena tidak pernah di nafkahi adan Rafael selama menikah selalu main tangan


hebatnya cara licik Sheila, dia akan menghipnotis semua orang dengan akting dia. dan dia juga sudah membayangkan Rafael nangis berlutut dengannya, untuk rujuk kembali


" sayang, kau terlalu senang. hmmmm " kata lelaki, yang di samping Sheila


" ya, aku lagi senang sayang. kita bakal jadi kaya raya. setelah aku mengambil hartanya " kata Sheila, sambil meraba dada lelaki itu


" wahhh, kamu sangat licik sekali, tetapi aku suka itu. gimana kalau kita main sekali lagi, aku sudah engga tahan lihat tubuh mu ini " kata lelaki itu, sambil meraba semua tubuh Sheila


" do it now, aku juga tidak sabar lagi " kata Sheila, yang langsung menyerang bibir lelaki itu dengan agresif.


di hari pernikahan Karina dan Rafael. Karina sangat gugup, dia dari tadi hanya mondar mandir di kamar setelah di make up.


" sayang ko belum siap " kata bunda, yang melihat Karina mondar mandir seperti gitu


" aku sudah siap bun. tapi aku gugup banget nih " kata Karina, yang memegang tangan bundanya


" engga usah gugup, kamu engga bakal baca janji suci ini kan " kata bunda


" Bunda, sudah tau aku sedang gugup. tetap saja bercanda " kata Karina, dengan cemberutnya

__ADS_1


Memeluk Karina. " anak bunda sekarang sudah jadi istri orang, dan juga kamu sudah menjadi ibu buat Kaila. pesan bunda ke kamu yaitu, kamu harus jadi istri dan ibu lebih baik, kamu juga harus bisa mengimbangi waktu buat suami dan anak mu. jangan mentang mentang kamu sudah punya anak, kamu jangan seenaknya melakukan sesuatu, harus pelan pelan. harus jadi baik sebagai ibu, oke " kata bunda, memeluk Karina


" Iya Bun, makasih sudah kasih nasihat ke Karina. Karina bakal jadi istri dan ibu yang baik, buat keluarga Karina " kata Karina, yang ingin mengeluarkan air mata


" Ihh, jangan nangis. nanti make up mu luntur. sudah hari ini tuh hari bahagia, jadi kamu harus ceria " kata bunda


" Iya Bun, maff " kata Karina, dengan senyumannya


" Karina sudah siap?" Kata ayah


Menoleh ke ayah. " Iya yah, Karina sudah siap " kata Karina, menghampiri ayah


Karina sudah berjalan ke altar, untuk menjumpai Rafael yang ada di sana. Mereka tidak mengundang siapa pun, hanya keluarga dan sekretaris Rafael saja. Rafael melihat Karina dari jauh yang sedang berjalan ke arahnya, di dampingi oleh ayahnya.


Rafael senyum merekah, melihat Karina yang sangat cantik. sesampainya di depan Rafael, ayah mengasih Karina ke Rafael, dan dengan senangnya Rafael menerimanya


" Jaga anak ayah dengan baik. ayah titipkan anak ayah hidup bahagia dengan mu " kata ayah


" Baik ayah, Rafael pernah lupa dengan kata kata Rafael kemarin " kata Rafael, dengan tersenyum


Rafael dan Karina mengucap janji suci sehidup semati bareng bareng.


" Kalian sudah menjadi suami istri yang sah secara agama dan negara. cium lah istri mu " kata pendeta itu


Dan Rafael mendekat kan diri ke Karina dengan senyum, dan Rafael langsung mencium Karina dengan sekilas


Semua orang di sana bertepuk tangan dan senang, melihat dua orang yang sudah sah menjadi suami istri.


" Bunda, Kaila senang sekali " kata Kaila yang menghampiri bundanya


" Ehh, anak bunda cantik sekali hari ini, bunda juga senang ko " kata Karina, yang jongkok di depan Kaila. dan mencium pipi Kaila


" Ko ke ayah engga " kata Rafael, yang melihat mereka


" Hehehe, maff yah, Kaila juga senang ko " kata Kaila, dan Rafael langsung menggendong nya


" Mentang mentang sudah punya bunda, ayah jadi di lupakan " kata Rafael, yang mencium pipi Kaila


" Engga ko, Kaila tidak pernah lupain ayah. kan ayah sudah menjaga Kaila sampe Kaila punya bunda baru " kata Kaila, memeluk ayahnya. dan di balas oleh Rafael

__ADS_1


__ADS_2