MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 11


__ADS_3

di pagi hari Kaila sedang menunggu ayahnya untuk makan bareng. kaila sekarang selalu bangun pagi, yang sukanya malas dan harus Rafael lah yang turun tangan sekarang lihatlah dia duluan yang bangun dari pada ayahnya.


semua sudah selesai dan kami langsung berangkat untuk mengantar Kaila ke sekolah. sesampainya di sekolah Kaila enggan turun dari mobil. Rafael jadi bingung ada apa dengan anaknya ini, yang sukanya semangat sekolah sekarang jadi lesu kaya gini.


" nak, kenapa kamu tidak mau turun?" kata Rafael, yang melihat kaila menundukkan kepalanya


" kaila takut ayah, Kaila takut di ejek lagi sama temen kalau Kaila tidak punya bunda " kata Kaila, yang sudah meneteskan air mata nya


" hey ko anak ayah mikir nya kaya gini sih hmmm " kata Rafael,yang mengangkat Kaila ke pangkuan nya


kaila menangis lagi di pelukan ayahnya, dia engga mau masuk ke sekolah nya. takut teman temannya itu mengejek kembali kalau Kaila tidak mempunya bunda.


" kaila ingin libur di sementara atau sekolah di rumah saja " kata Rafael,yang menenangkan Kaila


" kalau sekolah di rumah engga enak yah, Kaila libur dulu tidak apa apa " kata Kaila, yang masih menangis


" baiklah kalau begitu Kaila libur dulu saja sementara ya " kata Rafael, mengelus rambut Kaila.


" kaila ingin ke kantor ayah. kaila ingin ke Karina " kata Kaila


" kaila ingin ke temu ka Karina emang ada apa " kata Rafael, yang bingung anaknya ini ke kantor ingin bertemu dengan Karina


" engga ada apa apa, Kaila hanya kangen saja dengan ka Karina " kata Kaila


" baiklah kalau begitu kita ke kantor sekarang ya " kata Rafael, sambil menaruh Kaila di sampingnya kembali


akhirnya Kaila libur sekolah untuk sementara, dan Rafael bakal menghubungi guru Kaila kalau Kaila bakal libur sekolah untuk seminggu ini. sesampainya di kantor semua karyawan langsung menunduk ke arah Rafael yang baru datang bersama Kaila yang di gendongan nya.


" ayah, ka Karina itu tempat nya di mana " kata Kaila , yang mencari ke keberadaan Karina


" nanti ya, kita ke ruangan ayah dulu. entar biar sekretaris ayah yang memanggilnya " kata Rafael, dengan senyumannya


sesampai di ruangan Rafael mendudukkan Kaila di sofa yang ada di ruangannya. dan Rafael menghubungi guru Kaila dulu sebelum memanggil sekretaris. selesai menghubungi guru Kaila, Rafael langsung menghubungi tara untuk memanggil Karina ke ruangannya. menunggu Karina datang Rafael melihat kalau anak perempuan nya ini seperti ada yang di sembunyikan, tetapi dia tidak mau bercerita ke Rafael.


Karina pun langsung masuk ke ruangan Rafael, dan di situ bisa di lihat kalau Kaila langsung berlari ke arah Karina dan menangis kembali. tetapi menangis ini beda dengan yang lain, ini pertama kali Rafael melihat kalau Kaila menangis dengan keras seperti orang ketakutan.


Rafael langsung menuju mereka berdua. Rafael bener bener khawatir melihat Kaila seperti begini, dan Rafael yakin anak perempuan nya ini ada yang di sembunyikan olehnya tetapi Kaila tidak ingin mau bercerita dengannya.


" Karina, ayo ikut saya " kata Rafael, takut karyawan yang lewat ruangannya ini pada heboh


Karina mengikuti langkah Rafael sambil menggendong Kaila yang masih menangis ini. Rafael membawa mereka ke tempat ruangan rahasia nya, ini hanya dua dan Kaila lah yang tau. sebenarnya ini hanya seperti kamar biasa karena Rafael kalau lembur dia bakal menginap di sini.


Karina kaget ternyata di ruangan bosnya ini ada ruangan lagi, tetapi ini ruangan seperti untuk orang istirahat saja.


" Karina, saya juga kaget melihat Kaila menangis seperti gini, bisa di bilang pertama kali saya melihatnya kaya gini. jadi karena dia tidak mau bercerita dengan saya, coba kamu tenangkan Kaila dan ajak bicara kenapa bisa begini. dan satu lagi Kaila tidak ingin masuk sekolah saya khawatir dia di apa apain di sekolah nya " kata Rafael, yang panik karena Kaila belum berhenti menangis di pelukan Karina


" baik pak, saya bakal bertanya ke kaila dengan hati hati " kata Karina, yang masih menenangkan Kaila


" baik, saya percaya dengan mu. melihat Kaila suka dengan mu jadi saya izinkan untuk bertanya semua yang Kaila sembunyikan. saya tinggal dulu karena saya ada meeting sebentar lagi "kata Rafael, yang bergegas ke luar ruangan ini


Karina mendudukkan Kaila di atas kasur dan menenangkan kaila yang masih menangis ini. Karina selalu mengelus rambut Kaila biar anak ini tenang. sesudah Kaila tenang, Karina menyodorkan air putih ke kaila untuk di munim.

__ADS_1


" kaila, kenapa Kaila menangis seperti begini. kaila tau ayah Kaila tadi panik melihat Kaila seperti gini " kata Karina, yang mengangkat Kaila ke pangkuan nya


" kaila engga kenapa napa, hanya saja Kaila engga mau masuk sekolah " kata Kaila, yang belum mau mengaku


Karina yakin kalau Kaila ini menyembunyikan sesuatu, engga mungkin Kaila hanya engga mau sekolah saja pasti ada apa apa juga.


" kaila tidak mau cerita ke Kaka hmmm " kata Karina, sambil mengelus rambut Kaila


" kaila lihat Kaka deh, Kaila sayang tidak dengan ayah Kaila? ( kaila mengangguk kalau pertanyaan ka Karina ini benar ). nah kalau Kaila sayang sama ayah, Kaila cerita kenapa Kaila tidak mau sekolah, terus juga Kaka kaget loh Kaila menangis dengan kencang tadi. apa lagi ayah Kaila sampai panik banget lihat Kaila seperti gitu " sambung Karina, dengan tersenyum


" sebenarnya di sekolah an Kaila itu setiap ingin pulang sekolah ada wanita yang selalu maksa Kaila " kata Kaila, yang akhirnya ingin jujur dengan perlahan


Karina mengkerut kan alis nya. maksud wanita yang maksa Kaila itu apa.


" coba deh Kaila cerita dengan perlahan, jangan terburu buru. Kaka bakal mendengar kan cerita Kaila ini " kata Karina, dengan tersenyum


" tapi Kaka janji kan engga bakal cerita ke ayah " kata Kaila


" iya Kaka janji ko, kalau Kaka engga bakal cerita ke ayah Kaila " kata Karina.


flashback on


Sheila yang kesal karena di usir oleh Rafael, dia langsung menghubungi sekretaris nya untuk mencari keberadaan anaknya itu. Sheila bener bener ingin mengambil anaknya itu biar Rafael ingin balikan lagi dengannya. dengan cara liciknya Sheila selalu tersenyum melihat Rafael memohon dan mengiyakan kalau dia siap untuk berumah tangga lagi.


seminggu kemudian anak buah Sheila, sudah mengetahui tentang anaknya itu. dan anak buahnya ini mengasih proposal tentang anak perempuan nya


" jadi kamu namanya Kaila ya, cantik juga tapi kenapa kamu mirip ayah mu. tenang sayang bunda bakal membawa mu pergi bersama bunda biar ayah mu itu bisa balikan lagi sama bunda " dalam hati Sheila, dengan senyum jahat nya


" hallo sayang, kamu baru pulang sekolah?" kata Sheila, yang jongkok di depan Kaila


" maff Tante siapa ya " kata Kaila, yang bingung ada orang di depannya


" kamu engga tau aku, aku ini bunda mu loh " kata Sheila, dengan mengelus rambut Kaila


" bunda, tapi ayah bilang bunda Kaila udah engga ada " kata Kaila


" ayah mu itu bohong sayang, ini nyatanya bunda mu masih ada di depan mu iya kan " kata Sheila


" maff Tante salah orang deh " kata Kaila


" engga ko, bunda engga salah orang kamu Kaila kan anaknya ayah Rafael Ardana Abiputra " kata Sheila, dan di bawah anggukan oleh Kaila


" nah kan bunda tau nama ayah mu, jadi ayo kita pulang sama bunda " kata Sheila, yang langsung menggandeng tangan Kaila untuk ikut dengannya


" aku engga mau!! aku mau sama ayah saja " kata Kaila, dengan teriaknya, dan melepaskan genggaman tangan nya


Sheila kesal dengan anak ini, ke apa dia tidak mau ikut dengannya. akhirnya Sheila dengan kasar membawa Kaila pergi dari sini. tetapi sebelum masuk ke mobil ada satpam yang melihat kejadian tadi dan berteriak kalau Sheila itu maling.


karena Sheila panik, Sheila mendorong Kaila dengan kencang sampai Kaila jatuh dan terluka di lutut kakinya dan telapak tangannya. dan saat itu lah Sheila langsung kabur dari tempat sekolah Kaila.


Sheila tetap melakukan misinya untuk mengambil Kaila dari Rafael, dia tidak pernah kehabisan akal licik nya itu untuk mendapatkan Kaila. di hari esoknya lagi Sheila membayar dua orang untuk membawa Kaila ke tangannya dengan cara berpura pura menjadi guru baru untuk Kaila.

__ADS_1


" kalian harus melakukan rencana ku, dan kalian tidak boleh gagal rencana yang sekarang " kata Sheila, dengan tegasnya.


dan dua orang itu mengangguk dengan perkataan Sheila tadi. di siang hari tepatnya kaila pulang sekolah mereka bereaksi untuk membawa Kaila ke bosnya.


" hallo dek, kamu belum kenalan ya sama kami?" kata wanita pertama itu


" emang kalian siapa, aku tidak pernah melihatnya " kata Kaila, dengan bingungnya


" hahaha, iya lupa tadi kami belum masuk ke kelas mu. yaudah kita kenalan, kami guru baru di sini " kata wanita ke dua itu


" guru baru. tapi bukannya guru di sini sudah banyak " kata Kaila


" iya emang sudah banyak, tapi sekolah mu ini katanya kekurangan guru. dan ya kami melamar di sini dan ke terima deh " kata wanita pertama, dengan senyumannya


" oh ya, kamu belum di jemput. kalau belum ayo kami antar saja " kata wanita ke dua


" tidak terima kasih, aku menunggu sopir ayah saja " kata Kaila, dengan senyum


" engga usah sungkan, kan kita juga guru mu " kata wanita kedua


" engga apa apa, Bu guru pulang duluan saja Kaila ingin menunggu saja " kata Kaila


mereka berdua melihat bosnya itu untuk paksa membawa Kaila. dan akhirnya itu mereka langsung menyeret Kaila lagi dengan kasar dan di situ Kaila berteriak untuk meminta tolong ngan. dan lagi lagi rencana mereka tidak berhasil, karena mereka terciduk dengan warga di sana yang sedang berjalan.


di situ lagi lagi Kaila di dorong dengan dua perempuan tadi, dan lagi pergelangan tangan Kaila memerah dan luka di bagian kaki nya.


" ARGHHHH, KENAPA KALIAN ENGGA BISA MELAKSANAKAN TUGAS DARI SAYA AHHH!! " kata Sheila,dengan marahnya terhadap ke dua bayarnya ini


Sheila engga pantang menyerah, dia bakal bikin strategi untuk mengambil Kaila dari Rafael. dia bakal rancang dengan teliti biar tidak gagal lagi kaya kemarin.


flashback off


" jadi begitu ceritanya " kata Karina, yang mendengar cerita Kaila tadi


" iya ka, Kaila takut ke sekolah bukan Kaila di ledekin engga punya bunda. tapi Kaila takut sekolah itu karena itu " kata Kaila, dengan lesunya


" emang selain itu Kaila juga selalu di ejek dengan temannya kalau Kaila tidak punya bunda " kata Karina, sambil mengelus rambut Kaila


" iya, engga selalu sih ka. tapi ya gitu " kata Kaila


Karina yang mendengar cerita Kaila tadi emang bener bener sedih dan ada takutnya juga. apalagi kalau itu benar bunda kandung Kaila yang ingin mengambil Kaila, pasti Kaila takut dengannya. oh ya Karina baru denger tadi Kaila cerita kalau dia sempat jatuh di dorong olehnya, pasti luka itu belum sembuh.


" oh ya sayang, tadi kamu bilang kan kamu di dorong oleh nya. coba Kaka liat lukanya " kata Karina, dengan senyumannya


kaila pun melihat kan lukanya ke Karina dari lutut nya yang seperti tidak di obati sampai telapak tangan nya. Karina entah kenapa jadi sakit melihat Kaila seperti gini.


" ya sudah Kaka obati ya, kalau tidak di obati nanti bakal infeksi " kata Karina, yang berdiri untuk mengambil p3k untuk membersihkan luka Kaila.


kaila meringis kesakitan, yang sedang di obati oleh Karina. di lihat lihat Kaila ini tidak mengobati lukanya dia hanya mendiamkan lukanya ini, makannya itu Karina agak susah untuk mengobati nya karena sudah tertutup dengan kotoran yang ada di lukanya.


selesai Karina mengobati luka kaila. Karina menyodorkan air putih ke kaila untuk di minum lagi, di lihat lihat Kaila juga agak ngantuk karena tenaganya tadi hanya untuk menangis saja. dan Karina langsung menidurkan Kaila di atas kasur sambil mengelus rambut Kaila biar Kaila istirahat sebentar.

__ADS_1


selagi Karina sedang menidurkan Kaila, di situ Rafael melihat adegan mereka yang membuat Rafael tersenyum. karena di sadar dengan apa yang dia lakukan tadi Rafael langsung menggelengkan kepalanya, dan akhirnya Rafael langsung menghampiri mereka.


__ADS_2