
Di sore hari, kami bertiga langsung berangkat untuk ke super market karena isi kulkas di rumah Rafael sudah habis. sesampainya di super market Karina mengambil troli belanja, tetapi di halangi oleh Rafael. Rafael bilang biar dia saja yang membawanya. Karina langsung mencari barang barang yang di butuhkan, sebenarnya Karina bingung mau ngambil berapa pas Karina mengambil satu satu barang. Rafael mencegahnya dia bilang ambillah tiga barang kalau satu barang pasti cepat habis, dan Karina mengikuti nya saja. Karina mengambil seperti sayuran, buah buahan, dan lain lainnya yang di butuhkan. selesai semuanya kami langsung berangkat ke kasir untuk membayar nya.
kami langsung pulang ke rumah, karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. dan mereka belum makan malam, tadi emang Rafael mengajak makan malam di restoran tetapi bawahan Rafael bilang jangan, karena ada seseorang yang mengikuti mereka dari tadi. makannya itu mereka langsung pulang ke rumah, dan Rafael berdoa orang itu tidak tau Karina di sini. Rafael tidak mau Karina masuk dalam masalah dia, biarkan dia saja yang mengurus nya ini.
sesampainya di rumah, Rafael membantu Karina membawa belanjaan yang sudah di beli untuk di taruh di dapur. Karina tidak menaruh belanjaan dulu, dia langsung masak yang sudah dia sediakan terlebih dahulu. dan menyuruh Kaila dan Rafael untuk mandi terlebih dahulu. Karina yang sedang fokus dengan masakannya tidak sadar kalau mereka sudah di depan meja makan, yang sedang melihat Karina sibuk dengan pekerjaan nya.
" ayah bukankah bunda itu cantik " kata Kaila, dengan senyumannya sambil bisik bisik ke ayahnya
" hmmm kau benar, bunda itu emang sangat cantik " kata Rafael, yang membenarkan bahwa Karina itu sangat cantik
" kaila engga sabar untuk punya adik baru " kata Kaila, dengan santainya ngomong seperti begitu
Rafael langsung kaget dan melihat ke arah Kaila yang sedang senyum senyum itu. dia engga salah dengar kalau Kaila ingin mempunyai adik baru. bukankah ini kesempatan Rafael untuk mendekatkan Karina. ada rasa senang di hati Rafael, apakah ini yang namanya rumah tangga harmonis. Rafael ingin merasakan nya.
" kalau kamu ingin mempunyai adik baru, jangan terlalu dekat sama bunda " kata Rafael, dengan jahilnya
" emang kenapa kalau aku selalu dekat sama bunda " kata Kaila, yang bingung dengan perkataan ayahnya
" ya kalau nempel terus sama bunda, yang ada Kaila tidak bakal dapat adik baru " kata Rafael, yang menahan tawanya
" terus Kaila harus gimana " kata Kaila, yang penasaran dengan omongan ayahnya
" nanti kalau ayah sama bunda sudah menikah, Kaila tidak boleh tidur bareng bunda. harus tidur sendiri kalau sama bunda engga bakal dapat adik baru " kata Rafael, dengan muka senyum jahilnya
" lah ko gitu, engga bisa dong Kaila juga ingin tidur dengan bunda " kata Kaila, yang tidak mau kalah
di perdebatan mereka, Karina sudah mulai menata makanan di atas meja. bukankah ini makanan pembukaan buat Karina, karena sudah di suguhkan dengan perdebatan anak dan ayahnya. entah apa yang mereka omongkan, yang Karina tau mereka tidak mau kalah dengan debat nya. makannya itu mereka mencari celah untuk lawannya yang tidak bisa menjawab.
Karina sudah duduk di sebrang mereka berdua. Karina langsung suguhkan makanan ke piring mereka, dan mereka belum sadar keberadaan Kaila di sana, sampai Karina menatap dengan wajah datarnya. sampai kapan mereka berdebat ini, apa mereka tidak lapar.
" wahhh, gimana kalau aku mendaftarkan kalian ikut lomba debat. pasti seru iya kan, Samapi makanan sudah di depan kalian. kalian tetap berdebat " kata Karina, yang langsung makanan duluan. dan mereka langsung berhenti dengan debatnya dan melihat Karina santai dengan makanannya
" bunda, sejak kapan bunda di sini " kata Kaila, yang kaget bundanya sudah ada di sebrang nya
" sejak kalian sedang berdebat " kata Karina
" sudah, sekarang kalian makan atau aku yang makan semuanya " kata Karian, yang melihat anak dan ayahnya ini saling menatap
dan mereka bertiga langsung makan malam dengan damai, ya sekali kali ayah dan anak itu tetap ngoceh. Karina diamkan saja kalau di balas yang ada nambah ribet lagi.
selesai makan Karina langsung membereskan piring yang kotor, Kaila dan Rafael langsung ke ruang tamu untuk bermain. selesai semuanya beres Karina menghampiri mereka di ruang tengah itu, dan duduk di samping Rafael yang sedang fokus dengan permainan nya. Karina hanya melihat nya saja lagipula tidak tau cara bermain nya seperti gimana, selesai bagian Rafael Kaila pun yang jalan. Rafael melihat Karina yang ada di sampingnya dan tersenyum, karena Karina fokus melihat permainan yang ia main.
" mau ikutan " kata Rafael
" engga, aku hany ingin melihat saja " kata Karina, Rafael mencium pipi Karina dengan gemas. wanita ini selalu membuat Rafael jatuh cinta setiap harinya.
sudah satu jam mereka bermain, dan waktunya untuk tidur. apalagi besok Rafael sudah mulai bekerja kembali. Karina dan Kaila di rumah tidak boleh kemana mana, bisa di bilang Kaila sudah berhenti sekolah di sana. Rafael memberhentikan sekolah Kaila pasti ada alasan nya, engga mungkin Rafael memberhentikan sekolah Kaila tanpa alasan. dan untuk Karina dia hanya di suruh libur sementara, dia juga bakal tetap kerja tapi itu di rumah. Karina engga tega dengan Dinar yang kerja sendiri apalagi belum ada pengganti Karina.
" sekarang Kaila cuci muka, dan gosok gigi dulu sebelum tidur ya " kata Karina, yang menyuruh Kaila ke kamarnya
" terus bunda, engga tidur dengan ku " kata Kaila
" bunda bakal tidur dengan ayah " kata Rafael, yang memotong pembicaraan Kaila dengan bundanya
__ADS_1
bisa di liat kalau Kaila cemberut dengan ayahnya ini, sudah tau Kaila ingin tidur dengan bundanya. kenapa ayah nya ini ikut ikutan mau tidur sama bunda. Kaila engga bakal menyerah, bundanya harus tidur dengannya
" engga bisa begitu, bunda harus tidur dengan ku " kata Kaila, dengan tegasnya
" kaila sering tidur sendiri kan, nah sekarang Kaila juga harus tidur sendiri " kata Rafael, yang engga mau kalah
" kan Kaila ingin merasakan tidur dengan bunda, ayah kan sudah biasa juga tidur sendiri " kata Kaila, sama seperti ayahnya tidak mau kalah
" kaila sudah sering tidur dengan bunda kan. sekarang ayah yang bakal tidur dengan bunda " kata Rafael
" engga bisa begitu dong, ayah...... " kata Kaila, tetapi Karina memotong pembicaraan mereka berdua, yang engga habis habis itu
" sudah cukup, bunda bakal tidur di kamar tamu saja. kalau Kalian masih ingin berdebat " kata Karina, yang cepat langsung beranjak dari mereka
Karina bener bener cape dengan mereka yang engga habis untuk berdebat. hanya untuk tidur doang mereka tetap berdebat, ini Karina belum menikah gimana kalau di sudah menikah. kuping Karina pasti sudah pecah dengan debatan mereka ini. pas Karina sedang jalan ke kamar tamu, Kaila dan Rafael memeluknya.
" bunda, maff " kata mere berdua, yang masih memeluk Karina
Karina diam saja, ingin tau reaksi mereka seperti gimana habis ini. apa masih ingin debat atau ada yang mau ngalah.
" bunda ko diam, ayo bicara " kata Kaila, yang melihat bundanya diam saja
" sudahlah kalian tidur di kamar masing masing saja " kata Karina, dia ingin menjahili mereka. dan Karina harus berakting sedang marah
" bunda...hiks...Kaila minta maaf " kata Kaila, yang engga sanggup melihat bundanya seperti marah
" aku juga minta maff sayang " kata Rafael
Karina melepaskan pelukan mereka, dan langsung menghadap ke belakang melihat mereka yang menunduk. ini lucu buat Karina seorang anak dan ayah sedang sedih karena bundanya marah dengannya, Karina ingin tertawa rasanya. tapi dia harus tahan ingin liat kelanjutannya lagi.
" bunda jangan marah, Kaila minta maff " kata Kaila, yang masih sedih
" kalau kalian melakukan perintah bunda tadi. bunda tidak akan marah " kata karina, dan membuat mereka berdua langsung ke kamarnya untuk cuci muka dan sikat gigi
Karina hanya tertawa kecil melihat tingkah laku mereka berdua, dia seperti mempunyai dua orang anak, Karina langsung ke atas menghampiri kamar Kaila dan Rafael, apa mereka melaksanakan tugas yang ia kasih atau sudah tertidur. Karina ke kamar Kaila terlebih dahulu untuk menidurkan Kaila, di sana Karina melihat kalau Kaila baru saja keluar dari kamar mandi nya. dan dia menyuruh Kaila naik ke atas kasurnya, sambil mengelus rambut Kaila biar anak ini langsung tertidur, beberapa menit kemudian Kaila sudah tertidur dengan pulas. Karina langsung beranjak dari kasur Kaila dan merapikan selimut Kaila dengan nyama.
Karina langsung beranjak ke kamar Rafael, apa dia sudah selesai atau belum ngapa ngapain, pas Karina masuk ke dalamnya ternyata Rafael lagi duduk di pinggir ranjangnya. Karina menghampiri nya dan menarik bangku yang ada di samping ranjang Rafael, dia melihat Rafael seperti gelisah dan sepertinya Rafael belum sadar kalau Karina sudah ada di depannya. Karina memanggil Rafael tetapi dia hanya diam saja, ada apa sebenarnya. apa ada seseorang yang menghubunginya sampe dia frustasi seperti begini.
" Rafael, ada apa. kenapa kau dari tadi diam saja " kata Karina, yang menepuk pundak Rafael
Rafael sadar kalau Karina sudah ada di depannya, dia melihat Karina dengan lekat. Karina yang di liat seperti gitu juga takut, kenapa Rafael melihat nya sampe seperti begitu dan tiba tiba di tersenyum dan memeluk Karina dengan erat, Karina hanya diam saja dengan perilaku Rafael. dia juga aneh dengan sikap Rafael sekarang.
" engga, aku engga apa apa ko. aku baik baik saja " kata Rafael, dengan memeluk Karina
" tapi kamu tadi menyeramkan menurut ku, sampai tidak sadar kalau aku sudah di samping mu " kata Karina
" hahaha, maff kalau membuat mu ketakutan. tapi benar ko aku engga ada apa apa " kata Rafael, dengan tersenyum
" kamu engga bohong kan, apa dia menghubungi mu " kata Karina, yang tidak percaya dengan omongan Rafael
" iya sayang, aku engga bohong. dia juga tidak menghubungi ku " kata Rafael, melepaskan pelukannya
" yasudah kalau tidak ada apa apa, tapi kamu sudah sikat gigi, sama cuci muka belum " kata Karina
__ADS_1
" sudah, aku baru selesai " kata Rafael
" baguslah kalau sudah selesai, sekarang kau tidur lah. besok kau kerja kan " kata Karina
" kamu mau kemana, tidur di sini bersama ku " kata Rafael, yang memegang tangan Karina yang ingin pergi dari kamar nya
" aku bakal tidur di kamar tamu " kata Karina
pas Karina ingin pergi, tanpa basa basi Rafael langsung menggendong nya untuk menuju ranjangnya, di sana Karina memberontak kepada Rafael untuk menurunkan dia dari gendongannya. tapi itu tidak mempan dengan Rafael dia tetap menggendong nya Samapi mereka jatuh di atas kasur. dengan Karina di bawah Rafael sedangkan Rafael di atas Karina, mereka menatap dengan satu sama lain, Rafael dengan beraninya mencium bibir Karina dengan lembut, Karina kaget dapat serangan tiba tiba dari Rafael. Karina belum membalas ciuman dari Rafael dia hanya masih diam, dan itu membuat Rafael gemas dia menggigit bawah bibir Karina biar dia membuka mulutnya dan membalas ciumannya. itu berhasil membuat Rafael tersenyum di sela ciuman mereka. Rafael menyukai adegan ini, menurutnya bibir Karina adalah candu buatnya mulai sekarang. dia selalu memainkan bibir Karina dengan semangat. setelah beberapa menit mereka berciuman, Karina memukul dada Rafael untuk berhenti, dia sudah kehabisan nafas nya, karena mengerti dia langsung mengakhiri ciuman mereka.
bisa di lihat kalau bibir mereka sudah bengkak, Rafael membersihkan bibir Karina karena permainan tadi. dia tersenyum melihat Karina kehabisan nafas nya menurut Rafael itu sangat lucu. karena gemas dengan kelakuan Karina tadi Rafael langsung mencium pipi Karina dengan mengigit kecil. dan itu membuat Karina kaget dapat serangan ke dua dari Rafael, apakah di pikiran Rafael ini selalu memikirkan ciuman. Rafael memberhentikan ciuman di pipi Karina dengan tertawa kecil.
" sudah, waktunya tidur " kata Karina, dia sebenarnya masih malu dengan tadi sama Rafael
" aku belum ngantuk, aku mau menghabiskan waktu bersama mu " kata Rafael
" tapi besok kamu tuh kerja, entar bisa telat " kata Karina
" lagian besok aku engga ke kantor ku, langsung ke lokasi nya. dan itu engga usah terburu-buru menurut ku " kata Rafael
Karina juga bingung mau jawab apa lagi. tapi dari tadi Rafael melihat nya mulu tanpa mengedip, apa matanya engga sakit kalau tidak berkedip
" kamu dari tadi liatin aku mulu. apa engga sakit matanya engga berkedip " kata Karina
" engga sakit ko, lagian melihat mu itu membuat hati ku nyaman. apalagi kau cantik sekali " kata Rafael, dengan gombalannya, yang membuat pipi Karina merah karena malu. itu membuat Rafael gemas kembali
" astaga sayang, kamu lucu banget kalau lagi malu kaya gini " kata Rafael, sambil mencium pipi Karina
" Ihh sudah sudah, aku mau tidur. awas kamu berat " kata Karina, menyingkirkan Rafael di atasnya
Rafael pun berpindah tempat di samping Karina, sambil memeluk Karina, dia senang kalau seperti begini. seperti beban di pikirannya tuh hilang seketika.
" Karina, apa kamu pernah berpikir kalau kamu ingin menikah tetapi dia adalah seorang duda " kata Rafael, yang tiba tiba nanya seperti itu kepada Karina
Karina melihat ke arah Rafael, kenapa dia bertanya seperti begitu. " aku engga pernah memikirkan nya " kata Karina
" tapi gimana perasaan mu, pas ingin menikah dengan ku " kata Rafael
" untuk perasaan yang sekarang aku belum sepenuhnya ngasih tau ke kamu, apalagi aku baru bertemu dengan mu beberapa bulan yang lalu, terus juga aku ingin dekat dengan mu dan Kaila ingin tau sisi lain kalian berdua, karena aku bakal menikah tetapi sudah mempunyai anak. ini pertama kalinya untuk ku " kata Karina
" ya aku tau itu, pasti membutuhkan lama untuk perasaan ini, tapi aku berterimakasih kepada mu. kalau kamu sudah menyayangi Kaila, itu aku benar benar berterimakasih " kata Rafael, sambil mencium jidat Karina
" yang aku butuhkan nanti bukan harta dari mu, tetapi kepercayaan mu, tanggung jawab mu, dan tidak langsung main hakim sendiri sebelum ada yang benar " kata Karina
" waaww, aku baru mendengar ucapan ini dari seorang perempuan. yang aku tau semua perempuan hanya ingin harta saja " kata Rafael
" emang semua perempuan mau harta tapi yang di maksud harta tuh ya keluarga. emang perempuan pun butuh uang maksud dari uang itu untuk keperluan keluarga juga kalau tidak ada uang kita tinggal di mana terus makan pake apa, engga semua perempuan begitu. pasti ada perempuan yang engga mikirin soal dia yang dia pikirkan anak suaminya, dia engga perawatan kaya yang lain atau pergi ke mall untuk shoping, yang ada di pikirannya adalah keluarga yang utuh " kata Karina
Rafael hanya tersenyum mendengar omongan Karina, emang benar semua perempuan engga sama kaya seperti mantan istri nya itu, yang mementingkan dirinya dari pada anaknya dan suaminya.
" terimakasih untuk semuanya " kata Rafael, yang mengecup bibir Karina sekilas
" yaudah ayo tidur, pagi kau sudah harus bangun " kata Karina
__ADS_1
" baiklah kita tidur sekarang, selamat malam sayang. aku mencintaimu " kata Rafael, untuk pertama kalinya mengatakan cinta ke Karina. Rafael tau kalau Karina belum bisa membalas nya. tidak apa apa yang penting Rafael tetep berusaha untuk Karina bilang kalau di juga mencintainya