MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 71


__ADS_3

Sudah satu bulan Alex meninggalkan rumah, dan Karina pun masih sedih karena abangnya tidak ada pemberitahuan kapan ia akan pulang. bunda Adelia selalu bilang ke Karina kalau abangnya itu lagi fokus dengan sekolahannya.


" Bun, apa abangnya engga akan pulang lagi?" kata Karina, sekarang Karina sedang libur sekolah sukanya dia sama Alex selalu bermain tetapi sekarang dia bermain sendiri.


" bakal pulang dong, tapi bukan sekarang kan Abang itu kan bukan hanya belajar doang tapi dia juga banyak berlatih " kata bunda Adelia, yang sedang menemani Karina bermain.


Karina ingin banget ke tempat abangnya tetapi ayah belum mengizinkan nya karena Alex baru sebulan masuk jadi semua yang di sana tidak boleh ada yang datang dulu.


" ayah pulang " kata ayah zafran, dia melihat istri dan anaknya sedang ada di ruang tengah.


" ayah, kapan kita ke tempat Abang " kata Karina, menghampiri ayahnya dan duduk di pangkuan nya.


" sabar ya, nanti kita akan bertemu dengan Abang oke " kata ayah zafran, dia sebenarnya tidak tega sama Karina yang selalu sedih di tinggal sama abangnya tetapi ini sudah keputusan ayah zafran.


makan malam pun mulai, Mereka semua makan malam dengan tenang beda dengan Karina dia hanya diam saja yang sukanya ada abangnya di samping sekarang tidak ada. tetapi Karina tidak boleh sedih ayah bilang kalau Karina sedih pasti Abang di sana juga sedih. ayah zafran yang melihatnya tidak tega tetapi dia menepisnya dan lanjut untuk makan kembali karena ayah zafran akan kembali ke kantor nya.


" bunda Karina berangkat dulu ya " kata Karina, ya sekarang Karina sudah masuk universitas yang dia inginkan.


soal Alex sampai sekarang Karina tidak tahu keadaannya dan juga di mana abangnya itu. Alex pernah pulang pas Karina kelas enam SD pas Karina ingin melakukan kelulusannya di sana Alex datang tapi hanya dua hari Alex menginap dan dia pergi kembali. sampai Karina sekarang sudah masuk universitas pun Alex tidak ada kabar, ayahnya pun tidak tahu keberadaan anak lelakinya.


pernah ada kabar pas Alex sedang bertugas di luar kota dan pesawat yang ia tumpangi itu jatuh di situlah mereka mengikhlaskan kepergian Alex sampai sekarang jasadnya pun tidak temukan hanya barang barang Alex saja yang di temukan. pas berita itu Karina bener bener sangat sedih dia tidak semangat untuk melakukan sesuatu tetapi karena ada bunda dan ayahnya sekarang dia sudah menjadi Karina yang dewasa apalagi dia akan melakukan wisuda bulan depan.


" Abang tahu, Karina mau wisuda loh bulan depan dan Karina ingin melanjutkan S2 nya. doain Karina ya bang " kata Karina, yang sekarang ada di taman belakang kampus. dia masih termenung dengan kepergian abangnya itu.


sampai Karina mau nikah pun dia masih mengingat abangnya, dia emang engga pernah terlihat sedih di depan orang tuanya atau pun calon suaminya dia ingin semua orang happy di hari pernikahan nya.


emang pesawat yang ia tumpangi jatuh tetapi dia selamat dan dia hanyut sampai dia ada di perkampungan yang ia tidak tahu, semua barangnya entah kemana dia hanya bawa diri saja. Alex di tolong sama warga sana sampai dia sembuh total dan waktu itu Alex hilang ingatan tetapi itu tidak lama hanya sebentar dan saat itu Alex bekerja di ladang dia ingin pulang tetapi engga punya uang dan itulah Alex bekerja di ladang, kampung ini emang susah kendaraan jadi Alex akan berjalan kaki dan dia harus melewati hutan yang di sana.


" Alex pulang dulu ya nek. nenek haus sehat di sini "kata Alex, ke nenek Rida yang sudah merawat Alex.


" iya nak, kamu hati hati ya salam buat orang tua mu " kata nenek Rida, dia sudah menganggap alex cucunya sendiri.


Alex pun mengangguk dia langsung berpamitan ke warga di sana, Alex berhutang budi kepada mereka karena merekalah yang sudah merawat Alex pas Alex sakit sampai sekarang pun mereka selalu memberi Alex makan atau uang untuknya.


Alex sudah satu hari melewati hutan ini, dan dia mengingat pas dia jatuh ke sungai yang ia lihat sekarang.


" pasti ada barang ku yang tertinggal " kata Alex, dia sebenarnya tidak yakin karena pasti barangnya sudah di ambil tetapi Alex tetap mencari nya.


sampai ia ke temu sebuah dompet berwarna coklat. ia langsung mengambil nya dan beruntung nya kalau itu dompet nya, Alex pun membuka isinya di sana masih utuh seperti KTP, ATM dan uang nya yang sudah kotor.

__ADS_1


" syukurlah, dompet ku tidak ke ambil " kata Alex, dia langsung memasukkan dompet nya dan kembali berjalan.


dan tibalah Alex di kota, ia bersyukur selama ia berjalan tidak ada sesuatu yang mengganggunya. dia tidak mengingat di mana rumah orang tua nya jadi sekarang ia berjalan ke bank untuk ngecek atm-nya.


" bukankah aku beruntung, ketemu dompet ku dan ATM ku pun tidak di blokir, dan uangnya pun masih ada " dalam hati Alex, dia langsung mengambil uang nya hanya setengah. ia akan mencari kontrakan kecil untuk ia tinggal terlebih dahulu.


di sore hari ia sudah ketemu kontrakan yang ia tempat kan tidak terlalu besar tetapi ini sangat nyaman untuk Alex. dua langsung masuk ke dalam dia akan membeli perabotan besok saja biarkan ia tidur di alasi selimut yang ia bawa dari kampus.


" besok aku akan markas kembali, pasti mereka akan kaget kalau aku masih hidup " kata Alex, dia mengingat pekerjaan dia apa dan dia juga ingat kantor dia kerjanya.


" bos, i...ini serius bos Alex " kata yoga, dia agak masih kaget karena temannya ini sekarang ada di markasnya dengan duduk santai sedangkan teman temannya masih engga percaya kalau Alex ada di depannya sekarang.


" kalau gua cerita itu panjang, intinya gua hanyut dan gua di rawat sama warga di kampung itu gua engga tau nama kampung itu apa. karena gua pulang ke sini saja selama dua hari jalan kaki " kata Alex, dia meminum air yang ada di depannya. sedangkan tiga orang itu masih shock dengan keberadaan Alex di sini.


" ko tau bos, kita semua engga percaya pas dengar loh jatuh dari pesawat " kata Reyhan, dia langsung duduk di samping Alex dan memeluknya.


mereka bertiga yang melihat Reyhan memeluk Alex mereka semua ikut ikut memeluk Alex. dan yang dipeluk sesak nafas apalagi badan yoga sama Doni itu gemuk.


" woy, gua sesak nih " kata Alex, memukul mereka semua.


" hehe maff bos, kita kangen loh sama bos " kata Alvin, dan mereka semua mengangguk dengan omongan Alvin tadi.


" cari info soal keluarga gua " kata Alex, dan mereka pun langsung bergegas ke tempat nya kembali.


" nih bos, gua sudah dapat informasi nya " kata Alvin, dia langsung memberi kertas itu ke Alex. dan Alex langsung membacanya.


" oke, kerja kalian sangat bagus. kalau begitu gua pulang dulu " kata alex, dia belum membacanya dia ingin baca di kontrakan nya nanti.


sebelum pulang Alex akan membeli peralatan buat di kontrakan dan juga bahan makanan. dia tidak beli banyak hanya seperlunya saja ia beli.


" jadi Karina sudah menikah, dan suaminya seorang duda " kata Alex, dia sekarang sedang duduk lesehan sambil makan mie instan yang ia buat tadi.


setelah pulang dari supermarket, dia langsung memberskan belanjaannya dan setelah itu ia langsung memasak mie instan. Alex menghubungi alvin setelah melihat info tentang Karina.


" ya bos, ada sesuatu " kata Alvin, yang ada di sebrang sana.


" cari tahu soal suami Karina gua tunggu " kata Alex, langsung mematikan hubungan seluler nya dan lanjut makan mie instan nya.


setelah mendapatkan info tentang suami Karina, Alex langsung menuju perusahaan Rafael dia hanya ingin melihat saja di sana. dan beruntungnya di sana ada Karina dengan seorang anak perempuan kecil yang sedang berjalan ke perusahaan itu. Alex sangat kangen dengannya tetapi ia tidak boleh gegabah dulu.

__ADS_1


" adek, Abang kangen sekali dengan mu. ternyata adek Abang sudah nikah ya " kata Alex, dengan suara kecilnya dan tersenyum melihat Karina tertawa dengan anak kecil itu.


setelah puas melihat Karina dia langsung kembali ke markasnya ia ingin tahu soal mantan istri Rafael, dia yakin mantan istri Rafael itu ingin merebut Rafael kembali apalagi perusahaan Rafael ini sedang naik daun.


" gimana bos, udah lihat perusahaan nya " kata Reyhan, yang sedang makan cemilannya itu.


" sudah, dan gua juga sudah melihat adek gua dari jauh " kata Alex, dengan senyum.


mereka senang mendengarnya, mereka ingin Alex langsung datang saja ke rumah orang tuanya tetapi Alex belum mau dia ingin melindungi orang tuanya dan adiknya dari jauh.


" kau sudah cari info soal mantan istri Rafael " kata Alex, yang mengambil cemilan Reyhan tadi sedangkan Reyhan dia hanya sabar saja. kalau dia marah dia bisa di pecat jadi sahabat nya.


" sudah, nih " kata Alvin, yang sedang duduk di dekat komputer nya.


" sumpah ya tuh cewe, sudah enak dapat suami yang baik kaya dia. ehh di tinggal karena kerjaan dan selingkuh lagi " kata Doni, dia sudah tahu soal Sheila mantan istri Rafael itu.


" benar, dan sekarang mentang mentang suaminya sudah kaya raya ingin merebutnya Kemabli. dulu pas anaknya sudah lahir dia sibuk sama lelaki lain dan suaminya sibuk ngurus anak " kata yoga, ia juga agak kesal dengan yang namanya Sheila itu.


" sudah, sudah sekarang gua ada tugas untuk Lo semua " kata Alex, dia juga agak marah dengan Sheila.


" apa tuh bos " kata Alvin, ikut duduk dengan mereka.


" terus awasi Sheila, buat gua yang jaga Karina. ajak semua bawahan kita untuk awasi Sheila " kata Alex, dengan nada dinginnya. kalau Alex sudah seperti mereka harus mengikuti perintahnya.


" siap bos " kata yoga, dia langsung menghubungi bawahan mereka untuk tugas pertamanya semenjak Alex di nyatakan hilang.


Alex berpamitan dengan mereka, dia harus mulai menjaga adiknya dan juga orang tuanya. Sheila orangnya akan nekat gimana pun caranya dia harus bisa mendapatkan Rafael kembali dengan cara liciknya itu.


sudah dua tahun Alex, sahabatnya dan bawahan nya mengawasi Sheila. setiap Sheila ingin berbuat sesuatu mereka akan langsung bertindak sebelum Rafael bertindak. bawahan Alex pun sebagian kerja di Rafael menjadi bodyguard tidak ada yang curiga soal ini karena mereka bekerja dengan baik.


" bos, bukannya adik loh itu udah lahiran ya dan loh punya ponakan triplet " kata yoga, sekarang mereka sedang kumpul di apartemen Alex.


setelah Alex kembali bekerja, dia langsung cepat untuk pindah ke rumah yang baru dan Alvin menyuruh Alex tinggal di apartemen saja dekat dengan rumah Karina biar dia agak gampang untuk melihat Karina dengan dekat.


" ya, gua punya empat keponakan yang sangat lucu " kata Alex, dengan senyum dia engga nyangka adiknya itu melahirkan tiga bayi sekaligus. dia selalu melihat Karina setiap pagi.


entah itu lagi jalan jalan kecil, atau sedang mengantarkan suaminya ke depan untuk berangkat ke kantor. dengan perut yang besar membuat Alex jadi kasian dengannya ingin rasanya Alex ada di sampingnya pasti ia selalu menjaga adiknya yang sedang hamil waktu itu. tetapi dia bersyukur Karina mempunyai suami yang selalu siaga dan dia agak tenang melihat Karina selalu tersenyum kepada suaminya.


" kapan Lo akan kasih tahu tentang keadaan loh " kata Alvin.

__ADS_1


" sebentar lagi, kau tunggu saja " kata Alex, dengan senyum nya itu.


mereka hanya menagguk saja, lagian mereka juga kasian melihat Alex yang selalu melamun sendiri mereka yakin kalau Alex itu sedang kangen dengan orang tuanya dan adiknya tetapi karena Missi yang harus ia selesaikan jadi dia harus mengumpat terlebih dahulu.


__ADS_2