MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 68


__ADS_3

Setelah Rafael sampai di kantor dia langsung menghubungi Alex. entah kenapa dia harus menghubungi Alex tetap dia sepertinya sudah percaya dengan Alex.


" hallo, aku akan ke sana agak siang " kata Alex, dia pasti tahu kalau Rafael menghubungi nya untuk bertanya kapan ia datang.


" iya, tetapi aku ingin memberitahu mu " kata Rafael.


" ada apa?" kata Alex, dari suaranya dia sudah seperti serius.


" istri ku tadi bilang kalau Sheila menyewa bodyguard nya dan bodyguard nya itu adalah sewaan dari Sheila " kata Rafael.


" baiklah aku mengerti, aku akan mengawasi anak anak mu kau tenang saja " kata Alex, dia mengerti apa yang di katakan Alex.


" bukan kah kau kerja?" kata Rafael.


" aku akan kerja Minggu depan, aku sudah menemukan identitas mereka sekarang kau tenang saja oke " kata Alex, dan itu membuat Rafael kaget. secepat itu kah Alex mendapatkan informasi tentang bodyguard Sheila yang menyamar jadi bodyguard Rafael.


" kau serius, hanya beberapa detik kau langsung dapat " kata Rafael, yang masih engga percaya dengan Alex.


" bulan kah aku sudah bilang ke kau ya siapa aku " kaya Alex, yang tersenyum di sebrang sana.


" ya, aku engga bisa berkata apa apa lagi. aku hanya ingin bilang terimakasih " kata Rafael, jujur saja hanya kata itu saja yang ia bisa bilang.


" kau tenanglah, nanti siang aku akan ke kantor mu sekalian aku akan membawa anak anak mu ke kantor mu " kata Alex.


" baiklah, sekali lagi terimakasih " kata Rafael, setelah itu mereka mematikan hubungan seluler nya.


setelah menghubungi Alex, Rafael masih diam apa pekerjaan secepat gitu dia sudah bertahun tahun kerja di kantor pun butuh beberapa hari untuk menyelesaikan dokumen dokumen ini sedangkan dia pekerjaan yang susah itu sangat gampang.


" lebih baik aku kerja dulu, nanti siang aku tidak akan fokus dengan pekerjaan ku " kata Rafael, dia langsung memakai kacamata nya dan melihat dokumen dokumen kantor nya.


di rumah Karina engga bisa diam, dia percaya sama Rafael tetapi hatinya tidak tenang karena Sheila tadi. dia hanya bisa mondar mandir di dalam kamar nya mau menghubungi Rafael tetapi Karina takut menganggu Rafael kerja.


" astaga, mudah mudahan anak anak engga apa apa " kata Karina, yang sekarang duduk di kasurnya.


sedangkan Alex dia hanya tersenyum melihat foto di laptop nya itu.


" kau tenang saja adik ku, aku akan menjaga mu dan juga anak anakmu itu " kata Alex, dia tidak sabar untuk menemui adik nya yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


setelah melihat foto itu, Alex langsung menghubungi bawahannya untuk memberi tugas untuknya. Alex engga akan main main dengan masalah ini mencelakai adiknya sama saja dia ingin bermain dengannya.


" lebih baik aku ke tempat Kaila terlebih dahulu " kata Alex, dia langsung mengambil kunci mobilnya dan berangkat ke sekolah Kaila kalau soal triplet suruhan Alex sudah ada di sana.


setelah setengah jam kemudian Alex sudah sampai di sekolah Kaila, dia menunggu dekat pagar sekolah di sana juga sudah banyak orang yang menunggu anaknya untuk pulang Alex juga melihat bodyguard nya yang menjaga Alex dan juga bodyguard Rafael dia hanya tersenyum melihat bodyguard Alex yang bingung dengan Alex.


" hai Kaila " kata Alex, setelah melihat Kaila ke luar dari sekolahannya.

__ADS_1


" maff om siapa ya " kata Kaila, karena dia kaget ada seseorang tahu nama dia sedangkan dia baru melihat orangnya.


" aku ini teman ayah mu, tadi ayah mu menghubungi ku untuk menjemput mu dan adik mu " kata Alex, yang tersenyum melihat Kaila.


Kaila hanya diam, dia takut kalau orang ini hanya bohong Alex yang melihat Kaila ketakutan dia mengerti. Alex langsung mengambil handphone nya dan menghubungi Rafael biar Kaila percaya dengannya.


" hallo Alex, ada apa?" kata Rafael, di sana Alex speaker aktif di handphone nya dan Kaila bisa mendengar suara ayahnya di sana.


" aku sudah menjemput Kaila, tetapi Kaila takut dengan ku ya karena ini pertama kali kita ke temu " kata Alex, yang masih menatap Kaila.


" ahh iya juga, kau bisa kasih handphone nya ke kaila?" kata Rafael.


" aku speaker in, jadi kau bisa berbicara dengannya " kata Alex.


" baiklah Kaila sayang ini ayah, kamu engga usah takut ya sama om Alex dia teman ayah. ayah yang menyuruh untuk menjemput mu dan adikmu nanti kalian ke kantor ayah yah, bunda akan ke sini " kata Rafael, Kaila yang mendengar nya hanya mengangguk dia percaya dengan ayahnya. dan Alex mendengar istri dari Rafael akan datang membuat dia sangat senang.


" dikit lagi aku akan bertemu dengan mu dek " dalam hati Alex, yang masih tersenyum.


" baikalah ayah, Kaila akan ikut dengan om Alex " kata Kaila, dengan tersenyum.


setelah itu mereka langsung berangkat ke sekolah triplet, Kaila masih agak kaku dengan Alex karena ini pertama kali bertemu jadi dia hanya bisa diam di mobil Alex. Alex yang melihat nya hanya tersenyum Kaila ini sangat lucu membuat Alex ingin mencubit pipi kalia yang gemuk itu.


" kita sudah sampai, kamu ingin ikut ke luar atau di sini saja " kata Alex.


" aku ikut saja om, lagian om engga tahu adik itu yang mana. adik aku itu bukan satu tapi tiga aku aja selalu kebalik kalau manggil naman dia karena mirip semua " kata Kaila, dia menceritakan nya ke Alex dan itu membuat Alex hanya tertawa.


" om itu mereka " kata Kaila, Kaila yang melihatnya melambaikan tangannya biar adiknya itu melihat ke arahnya.


" kakak, yang jemput kami " kata Daren, yang melihat kakaknya ada di sini mereka belum melihat ke arah Alex.


" ya, aku bersama om Alex. kita akan ke kantor ayah dan nanti bunda ada di sana " kata Kaila, mengenali alex ke mereka. mereka langsung melihat Alex yang ada di samping Kaila.


" baiklah ayo ka kita ke kantor ayah " kata Devan, mereka semua langsung berjalan ke mobil Alex. tetapi pas ingin ke parkiran mereka di cegah sama seseorang.


" maff tuan, anda siapa ya?. kami adalah bodyguard tuan Rafael untuk menjaga anaknya " kata bodyguard itu, Kaila dan triplet dia sudah ketakutan dengan orang di depan ini. Alex yang melihatnya memberikan isyarat kepada bodyguard yang ia bawa untuk melindungi mereka.


" kalian iku om itu ya, tenang saja mereka teman om " kata Alex, yang melihat mereka sudah datang.


" bawa mereka ke mobil ku " sambung Alex, mereka mengangguk Alex memberikan kunci mobilnya ke mereka dan mereka membawa kita dan triplet ke mobilnya.


" om, apa om Alex engga apa apa di sana sendiri " kata Kaila, dia entah kenapa juga khawatir sama alex.


" tenang saja, di sana juga ada teman om juga yang membantu om Alex " kata bodyguard Alex, mereka mengangguk dan percaya.


setelah Kaila dan triplet masuk ke mobil Alex, sekarang bagian Alex untuk membuat bodyguard Sheila ini tidak berkutik lagi.

__ADS_1


" kenapa anda membawa mereka?" kata mereka, yang agak marah dengan Alex sedangkan Alex hanya tertawa kecil saja melihat mereka.


" emang kau harus tahu aku bawa kemana mereka " kata Alex, dengan muka dinginnya.


" ya tentu, mereka anak bos kami dan kau tiba tiba membawa mereka begitu saja " kata mereka, mereka harus berusaha berakting di depan mereka kalau mereka tahu siapa dirinya yang ada Sheila akan marah dengan mereka.


" anak bos ya, dan itu yang sedang mengumpat siapa?" kata Alex, mengarahkan kepalanya ke belakang mereka. Alex sedari tadi emang melihat Sheila di sana dan Sheila yang ketahuan langsung berlari dari sana.


" siapa, engga ada siapa siapa. jangan mengalihkan pembicaraan kami " kata mereka, mereka tahu siapa yang ada di sana tetapi mereka pura pura tidak tahu.


" kau sudah tahu kan tugas nya apa, tangkap mereka dan bawa ke markas " kata Alex, ke bodyguard nya.


Alex langsung pergi dari sini biarkan saja bodyguard nya yang urus dan membawa mereka ke markas Alex sudah percaya dengan mereka. karena mereka sudah di latih oleh Alex dan Alex sudah yakin kalau bawahannya itulah yang akan menang.


" om baik baik saja " kata Kaila, melihat Alex masuk ke dalam mobilnya.


" ya, aku baik baik saja. yasudah ayo kita berangkat " kata Alex, mereka hanya mengangguk dan langsung pergi ke kantor Rafael.


" Rafael ko mereka lama banget sih pulang nya. aku khawatir banget " kata Karina, dia sedari tadi mondar mandir karena anak anaknya itu belum pulang.


" kau tenang saja, mereka sedang di perjalan " kata Rafael, dia menghampiri Karina dan memeluknya.


" aku takut Sheila membawa mereka " kata Karina, dia mengeratkan pelukannya pada Rafael.


Rafael mengerti ke kekhawatiran Karina, tetapi Rafael juga harus tenang juga kalau ia khawatir juga yang ada Karina akan nambah khawatir. Rafael melepaskan pelukan hangat dari Rafael dan Rafael bisa melihat Karina menangis.


" hey sayang, percaya dengan ku. anak anak akan baik baik saja mengerti " kata Rafael, menghapus air matanya Karina dan mencium pipi Karina.


beberapa menit kemudian mereka mendengar suara pintu terbuka. dia sana ada Kaila dan triplet yang baru pulang sekolah ia langsung berlari menghampiri bundanya.


" astaga sayang, kalian baik baik saja kan " kata Karina, memeluk mereka semua.


Rafael lega kalau anak anaknya baik baik saja. dan dia menghampiriku Alex yang ada di sana.


" makasih membawa mereka dengan selamat " kata Rafael, Alex hanya tersenyum saja.


" kami baik Bun, tetapi tadi tuh ada orang jahat mencegah kami. tetapi om Alex dan temannya menyelamatkan kami " kata Devan, Karina yang mendengar ceritanya jadi takut.


Rafael yang melihatnya menghampiri mereka, dia tadi sudah menyuruh Tara untuk membawa anak anaknya untuk makan duku. dan mereka pun langsung menghampiri Tara dan pergi dari sana, setelah anak anak pergi tangisan Karina pecah di pelukan Rafael.


" hey sayang, kau percaya dengan ku kan kalau mereka akan baik baik saja " kata Rafael, yang masih memeluk Karina. sedangkan Alex yang melihatnya hanya diam tetapi ekspresi dia tidak bisa di artikan.


" kau lihat saja sheila, aku engga akan main main untuk membunuh mu kau sudah membangun kan singa yang sedang tidur " dalam hati Alex, dia juga ingin memeluk Karina tetapi Karina belum tahu siapa Alex.


" aku dari kemarin sudah berpikir positif, tetapi dengar cerita Devan membuat ku ketakutan dan pikiran ku sudah kemana mana " kata Karina, ya dia kemarin sudah membaik dan selalu berpikir positif tetapi sekarang dia bingung dan berpikir yang aneh aneh.

__ADS_1


Rafael langsung memeluk kembali, dia engga mau melihat wanitanya yang Isa cintai ini menangis seperti gini rasanya sangat sakit melihat Karina menangis seperti gini.


" sayang, kau tahu aku mencintai mu dan anak anak aku selalu melindungi kalian aku tidak peduli dengan nyawa ku yang penting istri ku dan anak ku sehat sehat dan itu membuat ku sangat senang capek yang aku rasa selalu hilang setiap melihat kalian tersenyum di depan ku. dan sekarang percaya lah dengan ku kita akan baik baik saja mengerti sayang " kata Rafael, Karina yang masih ada di pelukan Rafael pun mengangguk di langsung melepaskan pelukannya.


__ADS_2