MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 8


__ADS_3

Di keesokan harinya Rafael dan Kaila sudah siap siap untuk berangkat ke sekolah dan ke kampus. semuanya sudah siap jadi kita langsung berangkat saja takut kesiangan.


" kaila, maff ayah engga bisa menjemput mu. jadi nanti biar supir papah yang menjemput nya " kata Rafael, yang sedang menyetir sesekali melihat Kaila


" baiklah, tapi pulang sekolah Kaila ke kantor ayah ya " kata Kaila, dengan senyumannya


" ko tumben Kaila ingin ke kantor ayah, ada apa " kata Rafael, dengan muka bingung nya


" engga ada apa apa ko yah, pengen sama ayah saja " kata Kaila


" baiklah, ayah tunggu oke " kata Rafael, dengan senyumannya


sesampainya di sekolah Kaila. Kaila langsung turun dan berpamitan dengan ayahnya dan Rafael langsung menuju ke perusahaan.


Rafael langsung masuk ke ruangannya, dan di sana sudah ada seorang wanita yang Rafael tidak ingin melihatnya. Rafael hanya menunjukkan muka datar nya saja.


" Hallo Rafael,apa kabar?" Kata wanita itu, dengan tersenyum


Rafael tetap diam dia hanya fokus dengan pekerjaannya, dia engga mau berurusan lagi dengan wanita ini. Cukup dengan masa lalu nya yang membuat Rafael bersabar dengan wanita ini.


" Rafael aku jauh jauh kesini hanya ingin melihat mu dan Kaila" kata wanita itu, dengan mendudukkan dirinya di sebrang meja kerja Rafael.


Karena membuat Rafael tidak fokus kerja gara gara wanita ini, Rafael menyuruh wanita ini pergi dari hadapannya.


" Sheila!, kau bisa lihat aku sedang apa?" Kata Rafael, dengan muka datarnya


" Tapi aku ingin melihat keadaan kalian berdua " kata Sheila


" Kau sudah melihat kan. Sekarang kau keluar lah dari sini " kata Rafael, yang masih tetap fokus dengan laptop nya


" Rafael, aku benar benar minta maff, tolong kasih aku kesempatan lagi " kata Sheila


" Sheila, kau tau aku sedang apa. Kau keluar lah mumpung aku masih baik " kata Rafael, dengan muka marahnya


" Tapi Rafael, tolong aku ingin melihat Kaila " kata Sheila, dengan muka sedih. Tetapi menurut Rafael itu hanya aktingnya saja


Rafael udah muak dengannya yang tidak mau keluar dari ruangan nya. Akhirnya dia nelpon Tara untuk suruh wanita ini keluar.


" Tara kau suruh wanita ini keluar dari ruangan ku " kata Rafael, pas Tara baru masuk ke ruangannya


" Baik pak " kata Tara, sambil membawa Sheila keluar


" Tidak mau, Rafael ayolah kasih aku kesempatan lagi " kata Sheila, yang berjongkok di depan Rafael


Karena Sheila tidak mau keluar juga, Rafael terpaksa memakai kekerasan biar Sheila keluar dari ruangan ini yang di bantu oleh dua satpam di sini

__ADS_1


di pagi hari ini ada aja masalah yang membuat Rafael pusing. Apalagi kedatangan Sheila ke sini membuat Rafael takut dengan keadaan Kaila. Rafael langsung nelpon bodyguard nya untuk memperketat pengawasan terhadap Kaila.


Jam 10 pagi Rafael harus mengadakan meeting dengan karyawan yang di pilih oleh nya melalui sekretaris nya, jadi bisa di bilang karyawan yang di pilih ini adalah orang yang kerjanya bisa di bilang sangat memuaskan. bukan karyawan yang lain itu tidak memuaskan kerjanya,tetapi yang di pilih ini kerjanya sangat baik.


Rafael menyiapkan berkas berkas yang bakal di presentasikan di meeting nanti. karena meeting ini berjalan cukup lama, makannya itu Rafael harus siap dan tegas menyampaikan kata kata yang akan di presentasikan.


Karina sedang bingung, karena Dinar udah seminggu ini belum masuk kerja. ia bilang anaknya nambah parah sakitnya dan anaknya itu akhirnya di bawa ke rumah sakit dan harus menginap di rumah sakit. yang bikin Karina bingung yaitu Karina harus mengikuti rapat dengan yang dan dia juga harus mempresentasikan hasil keuangan nya selama 1 tahun ini.


Karina langsung mencari data data keuangan yang ada di Dinar. selagi mencari data datanya Dinar nelpon Karina.


" hallo Karina " kata Dinar


" hallo Dinar, syukurlah kau nelpon ku. Dinar tolong bantu aku, sekarang ada rapat dan aku harus mempresentasikan hasil keuangan selama setahun ini. aku bingung mau gimana, apalagi ini mendadak di kasih tau " kata Karina, dengan paniknya


" oke oke kau tenang lah. gini di komputer ku sudah ada hasil keuangan selama setahun, nah di situ kamu print saja. sudah aku susun dengan baik, kamu tinggal menambahkan bulan kemaren saja, dan di file itu juga ada pembukaan presentasi untuk mu biar kamu tidak gugup " kata Dinar, yang ngasih tau ke Karina untuk meeting nanti


" terimakasih banyak Dinar, aku bener bener panik banget sekarang " kata Karina, yang lega karena sudah ada di file Dinar


" iya sama sama. oh ya sehabis di print langsung di photo copy ya. photo copy nya sesuai orang yang ikut meeting dan yang untuk di print kasih ke CEO nya. terus kamu pas presentasi kasih bukti buktinya entar kan pas kamu presentasi pakai proyektor nah kamu jelasin semuanya secara detail. kalau ada yang nanya kamu harus siap untuk menjawabnya!!. mengerti kan " kata Dinar.


" baik, aku mengerti " kata Karina


" baiklah, semangat untukmu. ini pengalaman pertama mu kan, mudah mudahan kamu berjalan dengan baik " kata Dinar


Karina langsung menyiapkan materi yang akan di presentasikan selesai semua materi yang Karina susun dengan rapih, Karina langsung print dan photo copy materi tadi. tinggal nunggu 20 menit lagi untuk meeting, karina mempelajari semua yang Dinar sampaikan tadi dari pembukaan atau perkenalannya Samapi tahap akhir dia latihan di ruangannya terlebih dahulu.


20 menit sudah Karina menghapal dan latihan, akhirnya Karina langsung ke atas di mana ruangan untuk meeting itu ada di lantai atas.


Rafael dan sekretaris nya pun juga menuju ke ruangan meeting yang engga jauh dari ruangannya. Rafael melihat sudah banyak karyawan yang sudah menunggu di ruang rapat ini. semua karyawan langsung berdiri dan menundukkan kepalanya untuk CEO nya yang baru datang itu.


meeting berjalan dengan lancar, dan terakhir adalah presentasi keuangan perusahaan di mana Karina lah yang yang turun tangan. sebelum memulai nya, Karina langsung mengasih proposal ke semua orang yang ada di sini dan kepada CEO. dan Karina langsung menuju ke depan untuk memulai presentasi nya.


" baik, saya Karina yang menggantikan Dinar yang tidak bisa hadir di meeting hari ini. saya bakal menyampaikan dari data hasil keuangan perusahaan ini " kata Karina, dengan tegasnya.


" kaila pernah bilang, kalau dia pernah menginap di rumah ka Karina pas Kaila hilang selama sehari. apakah yang di sebut Kaila ini dia. dan Kaila kenapa semangat sekali untuk ke kantor, sukanya di bosan di sini " kata Rafael, dalam hatinya. yang melihat Karina sedang mempresentasikan hasil keuangan nya.


Rafael tidak fokus dengan apa yang di katakan Karina. dia hanya fokus dengan Karina dan memikirkan omongan Kaila kemarin.


sampai sampai presentasi Karina selesai, Rafael tetep tidak peduli dia hanya melihat Karina tetapi tidak memperdulikan omongan Karina tadi.


" apa Kaila, seneng dengannya. tapi apakah bener dia orangnya " kata Rafael, tetep fokus ke Karina.


selesai meeting, semua karyawan balik lagi ke tempat nya masing masing untuk memulai bekerja kembali.


" hei tunggu " kata Rafael

__ADS_1


" maff bapak, memanggil saya " kata orang yang di panggil Rafael tadi.


" iya, saya memanggil mu.hmmm namamu Karina kan " kata Rafael, yang melihat Karina


" iya pak, nama saya Karina " kata Karina, sambil menunduk kepala nya


" baiklah, kau ikut saya ke ruangan " kata Rafael, yang sudah jalan terlebih dahulu


Karina kaget dan takut, apakah tadi omongan ada yang salah atau di meeting tadi dia berbuat salah. tetapi Karina tetep mengikuti jalan bosnya itu, dia berpikir positif kalau dia engga bakal di apa apain.


sesampainya di ruangan bosnya, Karina di suruh duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Karina langsung duduk di sana dengan muka takutnya.


" kamu kenapa mukanya begitu " kata Rafael, yang melihat muka ketakutan Karina


" e.. enggak ko pak " Kata Karina


" langsung inti nya saja, apakah kamu yang menemukannya Kaila di halte Deket kantor sini dan membawa Kaila menginap di rumah mu " kata Rafael, dengan muka seriusnya


Karina kaget pas bosnya itu mengatakan nama Kaila, apakah bosnya ini ayahnya Kaila. kaila pun pernah bercerita kalau dia tidak mempunyai bunda, hanya ayahnya lah yang merawatnya.


" kamu kenapa diam, saya hanya nanya itu doang " kata Rafael, yang tetep fokus dengan Karina


" i..i..iya pak, saya yang menemukan Kaila di halte dekat kantor ini. dan s...s....saya yang mengajak Kaila menginap di rumah saya " kata Karina, dengan menunduk dan takut


" engga usah takut, saya hanya ingin berterimakasih pada mu. sudah membawa Kaila ke tangan saya dengan baik " kata Rafael, yang melihat muka Karina yang ke takutan.


pas Karina ingin menjawab, ada seseorang yang langsung masuk ke ruangan Rafael, dan mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu. dan Kaila lah yang datang yang baru pulang dari sekolah nya


" ohh, ka Karina ada di sini " kata Kaila, sambil berlari ke arah Karina dan tersenyum


" h..hai, Kaila " kata Karina, dengan gugupnya.


kenapa Karina jadi gugup gini. kemaren dia biasa saja pas sedang mengobrol dengan Kaila, tetapi kenapa sekarang suasananya beda banget.


" ka Karina sedang apa di sini " kata Kaila, yang duduk di samping Karina


" ayah yang memanggilnya kesini " kata Rafael, yang memotong pembicaraan Kaila ke Karina


" emang ada apa, ayah memanggil ka Karina ke sini " kata Kaila, dengan bingungnya


" ayah hanya ingin bilang berterimakasih ke ka Karina ini, yang sudah menolong Kaila kemarin " kata Rafael


" ohh begitu, lagian Kaila juga senang ko menginap di rumah ka Karina " kata Kaila, sambil tersenyum melihat Karina


Karina hanya membalas senyumannya saja, dia bingung mau jawab gimana lagi. apalagi melihat ayahnya Kaila itu serem banget menurut Karina.

__ADS_1


__ADS_2