MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 54


__ADS_3

Sekarang pembagian raport Kaila, Karina menitipkan anaknya ke mamah Veena karena jarak dari sekolah Kaila ke rumah mamah Veena tidak jauh makannya karina menitipkan ketiga bayinya di sana. sedangkan Kaila di sudah di sekolah sedari pagi dia bilang ada acara sama teman temannya sebelum naik kelas karena pembagian raport nya itu jam sepuluh pagi jadi Karina sekarang masih di rumah mamah Veena menunggu Rafael datang, dia bilang ia juga ikut mengambil raport Kaila.


" aku datang, Hay anak ayah " kata Rafael, yang baru datang dan mencium satu persatu anaknya itu.


" ayo nanti kita telat " kata Karina, memegang tangan Rafael.


" oke oke ayo, mah titip mereka ya " kata Rafael, dan mamah Veena pun mengangguk dia sangat senang kalau bayinya ada di rumah nya karena mamah Veena juga sendiri jadi kalau ada triplet jadi ramai.


Rafael dan Karina pun langsung pergi ke sekolah Kaila, dia sangat penasaran dengan nilai Kaila nanti apalagi anak itu dari pagi sudah murung mukanya karena takut nilai nya jelek dan ayahnya membatalkan liburan mereka. beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah Kaila, mereka di arahkan untuk langsung masuk ke kelas terlebih dahulu sukanya sebelum membagikan raport pasti wali kelasnya akan berbicara terlebih dahulu ke orang tua muridnya.


setelah berbicara wali kelasnya pun langsung mengabsen siswa satu persatu, Kaila juga ada di sana dia sudah sangat penasaran juga nilainya.


" kenapa nama lama sekali sih di panggil, tapi pas absen kelas nama ku engga cepat untuk di panggil " dalam hati Kaila, yang sangat kesal karena wali kelasnya itu sangat asik mengobrol dengan orang tua muridnya.


beberapa menit kemudian nama Kaila pun di panggil, Rafael,Karina, dan Kaila pun maju ke depan karena kursi nya ada dua Kaila di pangku oleh Rafael.


" Bu guru apa nilai Kaila bagus?" kata Kaila, dia sudah tidak sabar sedangkan orang dewasa di sana hanya tersenyum saja.


" iya nilai Kaila sangat bagu, selama Kaila di kelas dia sangat aktif dan selalu menjawab pertanyaan dari guru guru yang sedang belajar di kelas dan Kaila juga tidak pernah lupa dengan tugas sekolah Kaila selalu mengumpulkan tepat waktu. tetapi kalau lagi jam belajar jangan lagi ngumpet ngumpet untuk makan ya kan sudah ada waktu untuk istirahat " kata wali kelas Kaila, dan itu membuat Kaila sangat malu emang dia selalu ngumpet pas guru sedang menerangkan pelajaran. Karina pun langsung menoleh ke arah Kaila sedangkan Rafael dia hanya gemas dengan putri nya ini.


" maff Bu, kalau di rumah nanti bunda akan marah " kata Kaila, dengan jujur dan menundukkan kepalanya.


" tidak masalah, yang penting jangan di ulangi lagi ya " kata wakil kelas Kaila dengan tersenyum, dan Kaila pun mengangguk.


" apa kaila dapat rangking?" kata Rafael, sekarang dia yang membuka suara.


" Kaila dapat rangking ke dua, selamat ya mudah mudahan tahun depan bisa dapat rangking satu jangan lupa untuk selalu belajar ya " kata wali kelas Kaila, dan langsung membagikan raport Kaila ke Karina.


mereka berterima kasih ke wali kelas Kaila, dan tidak lupa Karina membawa satu bingkisan untuk wali kelasnya sukanya setiap membagikan raport orang tua murid selalu membawa bingkisan untuk wali kelas nya.


" makasih banyak bunda Kaila, semangat untuk Kaila " kata wali kelas Kaila, pas mendapatkan bingkisan dari Karina.


" iya Bu, kami permisi " kata Karina, dan mereka pun langsung ke luar kelas Kaila.

__ADS_1


mereka berjalan ke arah parkiran untuk pulang, Kaila sangat senang dengan nilainya bukankah ayah nya sudah janji untuk jalan jalan dia tidak sabar ayahnya akan membawa kemana untuk jalan jalan mereka nanti. sesampainya di mobil Kaila masih saja tersenyum pas di pangkuan Karina. Karina yang melihat nya hanya menggeleng kan kepala saja melihat tingkah anaknya ini.


" ayah, ayah sudah lihat kan nilai Kaila. jadi ayah janji untuk bawa kami jalan jalan " kata Kaila, menoleh ke ayahnya yang sedang melihat rapot nya tadi tidak sempat melihat jadi Rafael melihat nya pas sudah di mobil.


Rafael pun menutup raport Kaila dan menaruh di belakang kursi, dia tersenyum ke arah Kaila dan mengangguk kalau Rafael akan membawa keluarga nya ini untuk jalan jalan dan itu membuat Kaila sangat senang.


" tapi bunda ingin tanya ke Kaila, kenapa jam pelajaran Kaila makan " kata Karina, yang langsung menyela pembicaraan Rafael. tadi dia ingin ngomong ke Kaila tapi di sela oleh Karina jadi lebih baik diam dulu.


" hehehe maff Bun, kan kalau di rumah bunda selalu melarang nya makannya Kaila di sekolah " kata Kaila, dengan senyum nya membuat Karina hanya gemas dengan anaknya ini.


" gimana mau kurus kalau suka makan terus " kata Rafael, meledek Kaila tetapi Kaila tidak takut dengan ledakan ayahnya dia tidak peduli.


" engga apa apa, karena hidup ini harus makan " kata Kaila, dengan semangat membuat kedua orang tuanya hanya tersenyum.


" ayah ayo kita makan di luar bareng, sudah lama tidak makan bareng di luar " kata Kaila.


" boleh, engga apa apa kan sayang triplet akan baik baik saja sama mamah, jangan khawatir " kata Rafael, menoleh ke arah Karina. sebenarnya Karina bukan tadi mau tapi dia sangat takut merepotkan mamah Veena karena akan menjaga tiga bayi yang sangat aktif itu tetapi pas Rafael mengatakan itu Karina hanya mengangguk dia juga sudah lama tidak makan di luar bersama mereka.


" oke ayah, ayo kita berangkat " kata Kaila dengan senang. Rafael pun langsung menancap gas dan pergi ke restoran di mana mereka selalu makan di sana.


" sayang, jangan lari lari nanti jatuh " kata Karina, yang melihat Kaila lari lari ke dalam restoran.


mereka mencari tempat duduk yang kosong, tidak lama kemudian Rafael pun mendapatkan tempat duduk yang kosong mereka langsung menuju ke sana. setelah itu pelayan restoran pun datang dengan buku menunya di sana Kaila sudah memilih makanan yang dia sukai di restoran ini. hari ini Kaila ingin menguras dompet ayahnya dia mencari makanan yang mahal dan tidak lupa untuk di bawa pulang pun Kaila pilih sedangkan Karina yang melihatnya hanya menggelengkan kepala saja dan Rafael harus bersabar dengan anak perempuannya ini kalau soal makan dia nomor satu.


" apa kaila akan makan semuanya " kata Rafael, setelah mereka memesan makanan tadi.


" tidak, Kaila akan membawa pulang makanannya nanti " kata Kaila, dengan senyumnya.


setelah menunggu beberapa menit makanan nya pun datang Kaila dengan semangat nya langsung mengambil makanannya tersebut dan setelah itu mereka langsung makan dengan tenang apalagi Kaila makan dia sangat menghayati karena sudah lama tidak makan makanan ini.


" apa mau pesan lagi " kata Rafael, pas selesai membayar makanya.


" Rafael, buat mamah sama papah engga di beliin " kata Karina.

__ADS_1


" sudah aku pesan, dan Kaila apa mau lagi atau udah " kata Rafael, menatap Kaila yang sedang melihat kue kue yang ada di restoran sini.


" sudah, Kaila sudah banyak pesan tadi " bukan Kaila yang ngomong tapi Karina, tadi Kaila ingin bilang kalau itu kurang tapi kalau bundanya yang sudah ngomong Kaila hanya bisa diam saja. Rafael dia hanya tertawa melihat muka kaila yang sedih sedangkan Karina dia diam saja.


setelah memesan buat mamah dan papah, mereka langsung pulang ke rumah mamah untuk menjemput triplet ini juga pertama kali nya Karina jauh dengan triplet karena selama ini Karina tidak pernah keluar rumah yang sukanya selalu belanja bulanan sekarang anak buah Rafael lah yang membelinya Karina emang full di rumah semenjak ada triplet karena kalau mau keluar dia harus bawa Rafael kalau engga dia akan kerepotan dengan ketiga bayi dan anak perempuannya.


" sore omah, dan opah " kata Kaila, berlari menghampiri omah dan opah nya.


dan di sana juga ada triplet yang sedang bermain dengan mainannya Kaila langsung berlari ke dapur untuk mencuci tangan nya karena dia ingin memegang adiknya itu.


" kalian, makan malam di sini saja mamah sudah masak lebih " kata mamah Veena.


" baiklah mah " kata Karina, sebenarnya dia ingin menolak tetapi karena mamah Veena sudah banyak masak banyak jadi dia tidak enak untuk menolak.


setelah bermain dengan adiknya Rafael pun membawa bayinya ke kamar Rafael untuk menidurkan bayi nya untuk tidur siang, Karina juga ikut ke atas sedangkan Kaila dia sedang bermain dengan opahnya.


" mereka sangat mengantuk " kata Rafael, melihat ke tiga bayinya yang sedang susu di botol.


setelah anaknya tidur Karina pun langsung ke bawah menemui Kaila sedangkan Rafael dia ikut tertidur juga bersama ketiga bayinya.


" apa kaila tidak capek " kata Karina, duduk di samping Kaila.


" tidak Bun, Kaila masih ingin bermain dengan opah " kata Kaila, dengan tertawa nya.


di sore hari sebelum memandikan bayinya Karina membawa Kaila untuk membatunya, sedangkan bayinya sedang bermain dengan ayahnya di sini ada pakaian Kaila jadi tidak repot kalau Kaila bermain ke rumah omah dan opahnya. setelah Kaila mandi Karina langsung memandikan bayinya satu persatu Kaila dan Rafael pun bermain dengan mereka yang belum mandi.


" Rafael bawa mereka ke bawah " kata Karina, yang sedang memandikan David. Rafael pun langsung membawa kedua bayi nya dan Kaila mengikutinya ke bawah.


" di mana Karina sama David " kata mamah Veena, yang melihat Rafael menggendong dua bayi dan di belakang ada Kaila.


" Karina sedang memandikan David " kata Rafael, meniduri dua bayinya di bawah.


mereka sedang berkumpul di ruang tengah sedangkan mamah Veena dan Karina dia lagi di dapur untuk menyiapkan makan malam bersama. pas waktu makan malam mereka semua langsung menuju ke meja makan dan bayinya pun ikut ke sana mamah Veena emang menyiapkan tempat buat bayi makan jadi mereka bisa ikut di makan bareng, sebenarnya di rumah mereka juga ada tetapi Karina selalu tidak memakai itu mereka selalu makan di bawah di ruang tengah.

__ADS_1


mereka makan malam dengan tenang, dan Karina juga bergantian untuk makan untuk dirinya dan juga bayinya tetapi itu tidak berlangsung lama karena Rafael lah yang menyuapi Karina dan Karina menyuapi bayi bayinya itu tidak luput dari orang tua Rafael mereka sangat senang karena anaknya bisa mendapatkan istri yang sangat baik.


__ADS_2