MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 43


__ADS_3

Karina sekarang sedang duduk di taman belakangan, karena orang rumah sudah pada memulai aktivitas kembali. seperti Rafael ke kantor, Kaila sekolah, bunda dan mamah lagi pergi katanya mau beli barang barang buat triplet tadi Karina ingin ikut dia juga ingin memilih baju buat anaknya tetapi suami dan orang tuanya tidak mengizinkan biar mereka yang membelikan Karina hanya duduk manis di rumah, dan terakhir papah dan ayahnya pun bekerja. Karina hanya menunggu beberapa Minggu lagi untuk lahiran, ada rasa cemas pas akan lahiran apalagi dia akan mengeluarkan tiga bayi sekaligus.


tetapi Karina selalu membuang kecemasan itu karena di samping dia ada suami dan orangtuanya yang selalu support dia. Karina tidak boleh stres, kalau ia stres itu akan berdampak oleh bayinya. sekarang di sedang jalan jalan kecil di halaman belakang selama ia hamil kakinya bengkak dan Rafael selalu memijit kakinya setiap malam.


" Noona karina, ada yang bisa bibi bantu?" kata bibi, yang baru selesai membersihkan halaman belakang.


" aku ingin jus apel bi, sama biskuit yang di beli sama Rafael " kata Karina, yang baru selesai jalan jalan kecil dan langsung duduk di kursi yang ada di sana sambil tersenyum.


" baiklah, bibi bikinkan terlebih dahulu ya jusnya. Noona karina jangan banyak jalan " kata bibi, yang langsung pergi ke dapur untuk membikin jus yang di inginkan Karina tadi.


Karina mengangguk dia sangat capek sekarang, apalagi terik matahari di pagi hari sangat cantik. dia sedang melihat Tamanan yang sangat cantik, mamah mertuanya ini sangat senang mengoleksi berbagai bunga yang indah makannya itu setiap ke sini pasti sangat wangi dengan bunga bunga yang sangat mekar ini. beberapa menit kemudian bibi datang membawa jus dan biskuit yang Karina inginkan, bibi menaruh makanan itu di meja yang sudah ada di sana.


" ini non, jus apel nya dan biskuit nya. apa ada lagi?" kata bibi, yang baru selesai menaruh makanan nya di atas meja.


" engga ada bi..... eh tapi bi, Karina ingin makan soto mie apa bibi mau belikan Karina soto?" kata Karina, dia sebenarnya engga enak meminta tolong ke bibi. tetapi dia sudah lama tidak makan soto mie mau minta ke Rafael pasti dia sedang sibuk di kantor nya apalagi ini pertama kali di ke kantor di sini.


" baik non, bibi akan belikan soto buat non " kata bibi, dengan senyumnya.


" maff ya bi jadi ngerepotin, Karina ingin dua soto mie dan jangan lupa sambal nya yang pedas. oh ya, ini bi uangnya bibi juga beli buat bibi sama pak satpam di depan" kata Karina, mengasih beberapa yang lembar ke bibi, dia sudah tidak sabar memakan soto mie dengan kuah yang sangat pedas itu.


" ehh, engga usah non. ini uangnya kebanyakan " kata bibi, yang langsung mengembalikan uan setengah ke Karina. tetapi Karina menolak nya.


" sudah bi engga apa apa, ayo bi beli aku suda engga tahan nih makan soto nya " kata Karina, yang sudah tidak sabar memakan soto mie nya.


bibi pun hanya tersenyum dan mengangguk, dia langsung berangkat untuk beli soto mie nya yang ada di luar komplek sini. sedangkan Karina dia sedang asik makan biskuit dan minum jus apelnya rasanya sangat nikmat. tetapi itu tidak membuat Karina kenyang makannya itu dia ingin soto mie yang segar, pas sedang makan biskuit nya handphone Karina berbunyi dan ia melihat kalau suaminya itu lah yang sedang menghubungi nya.


" hallo sayang, apa yang kamu lakukan sekarang hmm?" kata Rafael, di sebrang sana.


" aku sedang duduk di taman belakang, dan juga sedang menikmati jus dan biskuit " kata Karina, dengan senyum nya dan jangan lupa ia sedang sibuk mengunyah biskuit itu.


" hahaha, apa biskuit itu sangat enak?. sampai terdengar kunyahan mu " kata Rafael, yang tertawa kecil di sebrang sana.


" hmmm, sangat enak. oh ya, kau sedang apa?. sebentar lagi makan siang loh " kata Karina, sambil mengangguk kalau biskuitnya sangat enak.


" aku habis selesai meeting, iya sayang aku akan makan siang bersama Tara nanti. kau ingin sesuatu?" kata Rafael.


Tuh kan benar dugaan Karina kalau Rafael emang sedang sibuk, apalagi Rafael baru selesai meeting. hampir saja Karina engga menghubungi Rafael untuk membelikan soto mie nya.

__ADS_1


" sayang ko diam, apa yang kau ingin kan?" kata Rafael, sekali lagi karena Karina hanya diam saja.


" engga aku engga mau apa apa, tapi pulang kantor jangan lupa beli ubi rebus ya " kata Karina, dengan senyumnya.


" apa ada lagi?" kata Rafael.


" engga ada, hanya itu saja " kata Karina, dengan yakin kalau tidak ada lagi yang ingin di beli.


" baiklah, aku mau makan siang dulu, dan kamu jangan lupa untuk makan dan minum susunya. mengerti sayang " kata Rafael, dengan suara tegasnya.


" iya suami ku yang tampan aku tidak lupa itu " kata Karina, dan mereka memutuskan hubungan seluler nya.


setelah selesai berbicara dengan Rafael, bibi pun datang. Karina langsung menghampiri bibi yang sedang menyiapkan soto mie ke dalam mangkuk, Karina sudah duduk manis di sana sambil menunggu bibi selesai dengan pekerjaan nya.


" nih non, soto nya. dan ini sambalnya kalau masih kurang pedas " kata bibi, langsung menaruh sotonya di depan Karina.


Karina yang melihat dua soto di depannya sangat senang, apalagi wanginya membuat dia sekarang sangat lapar sekal, dia mencicipi terlebih dahulu kuahnya apa sudah pedas atau belum. karena menurut Karina ini belum pedas Karina menambahkan sambalnya yang ada di sebelahnya. selesai itu dia langsung makan dengan lahap. sangat enak soto ini.


" bi aku ingin pakai nasi " kata Karina, yang masih fokus dengan soto nya itu.


pas Karina sedang makan, mamah dan bundanya baru sampai rumah. Karina bisa melihat banyak barang yang ia beli dan baju bayi yang sangat banyak, sebenarnya Karina bilang tidak usah beli banyak tetapi mamah sama bundanya tidak mendengar omongan Karina. iya sih ini cucu pertama buat bunda dan cucuk ke dua buat mamah makanya itu mereka sangat senang sekali.


" wahh, keliatan nya sangat enak " kata bunda Adelia, yang melihat Karina sedang makan sotonya.


" eh bunda sama mamah sudah pulang, hehehe aku lagi ingin soto " kata Karina, menengok ke belakang kalau mamah dan bunda menghampiri nya.


" oh ya Bun, Kaila belum pulang?" kata Karina, dia lupa kalau anak perempuannya belum pulang dari sekolah nya.


" papah sedang menjemputnya, jangan khawatir " kata mamah Vena, yang sedang menuangkan air ke dalam gelas.


Karina mengangguk dan kembali fokus makan, sedangkan mamah dan bundanya hanya melihat Karina yang sedang makan dengan lahap.


beberapa menit kemudian Kaila pulang dan di sana papah Farrel yang tadi menjemput Kaila. Kaila langsung berlari dan menghampiri Karina yang sedang duduk di ruang tengah.


" anak bunda baru pulang hmmm?. apa sekolah nya sangat menyenangkan?" kata Karina, mengelus rambut Kaila dengan senyum.


" menyenangkan Bun, apalagi Kaila mendapatkan banyak teman di sana " kata Kaila, tetapi ia fokus dengan perut Karina yang sangat besar itu.

__ADS_1


Karina yang melihat itu hanya tersenyum, dia sangat senang anaknya ini sudah besar dan sebenar lagi akan menjadi seorang kakak buat ketiga adiknya.


" sekarang Kaila ganti baju, Sam cuci muka ya. terus baru makan siang " kata Karina, mencium pipi Kaila dengan gemas.


Kaila mengangguk dan berlari ke kamarnya yang ada di atas, dia sekarang sudah bisa sendiri tanpa bantuan bundanya. dia bilang dia belajar mandiri karena sebentar akan mempunyai adik.


sedangkan Karina dia kembali fokus dengan televisi nya sambil memakan cemilan yang ada di sana. baru saja dia makan dia porsi soto plus nasi dan sekarang dia makan kembali. ya orang di rumah ini engga heran dengan Karina karena dia harus berbagi ke tiga bayi yang ada di perutnya jadi Rafael selalu membawa makanan untuk Karina biar ia tidak bosan.


sekarang sudah malam tetapi Rafael belum pulang, Karina sebenarnya sudah mengantuk ia sangat capek dengan aktivitas dari pagi sampai sekarang. tetapi suaminya ini belum pulang itu membuat Karina sangat khawatir dengannya, apalagi ponselnya tidak aktif dan sekretaris nya pun tidak aktif itu membuat Karina sangat cemas dengan Rafael. dia laki laki pasti bisa menjaga dirinya tetapi kalau sudah menikah Karina tetap khawatir sama suaminya.


dia keluar dari kamar dan duduk di sofa ruang tengah, dia melihat jam yang ada di sebelah kiri sekarang sudah jam setengah satu malam tetapi Rafael belum pulang juga. bibi yang terbangun melihat Karina yang cemas duduk di sofa.


" non belum tidur?" kata bibi, menghampiri Karina yang sedang duduk.


" belum bi, Rafael belum pulang aku sangat cemas " kata Karina, yang masih mencoba menghubungi Rafael.


" non jangan khawatir sebentar lagi pasti tuan Rafael pulang, non jangan cemas seperti gitu kasian bayinya " kata bibi, yang ikut cemas juga melihat Karina yang cemas juga.


tetapi Karina tidak menghiraukan ucapan bibi, dia masih ingin menghubungi Rafael yang belum pulang ini. pas Karina sedang menghubungi Rafael, Rafael baru sampai dari rumah dan dia melihat kalau istrinya sedang duduk di sofa. bibi melihat ke pulangan tuanya dan langsung pergi dari sana.


" sayang, kenapa bum tidur huh " kata Rafael, yang kaget melihat istrinya belum tidur jam segini.


" hiks....hiks....hiks....kamu kemana aja, kenapa engga menghubungi aku kalau pulang malam, aku sangat cemas banget sama kamu dari tadi " kata Karina, langsung memeluk Rafael.


" astaga sayang maff kan aku, handphone ku lowbat aku bener bener sibuk banget tadi pas makan siang aku langsung ke Bandung karena proyek di sana. maff kan aku sayang " kata Rafael, yang bersalah dengan istrinya ini. dia juga lupa menghubungi Karina tadi kalau dia mendadak ke Bandung.


Karina masih betah memeluk Rafael, sedangkan Rafael dia masih menenangkan Karina yang masih menangis kecil itu. dia engga tega kalau istrinya kelamaan diri dia langsung menggendong Karina ke kamar nya.


" aku mandi dulu ya, jangan menangis lagi kasian baby nya nanti " kata Rafael, mengelus perut Karina dan mencium bibir Karina.


Karina hanya mengangguk, perasaan dia sekarang lega kalau suaminya baik baik saja. dia juga mengelus perut nya dan meminta maaf ke anak anak nya membuat ia cemas tadi.


setelah mandi Rafael melihat kalau Karina belum tidur dia masih menunggu Rafael yang bagus selesai mandi. Rafael langsung menghampiri nya dan memeluknya betapa kangennya dia sama Karina yang sangat gembul ini, dia memeluk Karina sambil mencium pipi Karina yang gembul ini.Karina hanya diam, dia sangat nyaman di pelukan suaminya.


" ayo tidur sayang, ini sudah tengah malam. engga baik bumil ku ini tidur terlalu malam " kata Rafael, membantu Karina membaringkan tubuhnya.


Rafael juga ikut tidur di samping Karina, dia mengelus perut Karina yang sudah besar apalagi sebentar lagi ia akan melahirkan makannya itu dia mengambil semua pekerjaan tadi. karena mulai besok Samapi Karina melahirkan akan mengambil cuti dulu.

__ADS_1


__ADS_2