MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 69


__ADS_3

setelah menenangkan Karina, Rafael langsung menuntun Karina ke sofa yang ada di ruangannya itu Karina belum menyadari ada Alex di sini dia masih diam saja.


" Alex duduk lah " kata Rafael, yang melihat Alex yang berdiri saja di sana. Karina yang mendengar kata Rafael tadi pun langsung menoleh ke kiri ternyata di sana masih ada orang.


" baik " kata Alex, ini pertama kali mereka bertatapan sedari tadi Karina hanya menangis dan itu belum melihat ke arah Alex.


" Alex kenalin ini istri ku namanya Karina. sayang dia teman ku namanya Alex " kata Rafael, Karina dan Alex hanya menunduk kepala saja.


" apa benar yang di katakan Devan itu tadi " kata Rafael, dia ingin tahu langsung dari mulut Alex langsung.


" ya, tetapi kau tenang saja mereka sudah ku bawa ke markas ku tadi dia kalah berkelahi dengan bodyguard ku " kata Alex, dengan senang pas Karina masih menangis bawahannya itu mengirim pesan dan foto ke Alex kalau mereka sudah membawa Sheila dan bodyguard Sheila ke markasnya.


" wahh, aku tidak percaya kau sangat cepat sekali " kata Rafael, dia masih engga percaya dengan Alex. secepat itu kah menangkap mereka.


" oh ya istri ku boleh kan tahu tentang mu " sambung Rafael, mereka sudah janji untuk ketemuan dan sekarang ada Karina jadi Karina harus tahu.


" oh apa istri ku itu harus tahu juga?" goda Alex, dia hanya ingin menggoda Rafael saja lagian Alex senang kalau Karina ada di sini karena yang akan dia ceritakan pasti Karina tahu.


" aku harus terbuka dengan istri ku, dan itu tidak boleh menutupinya " kata Rafael, mereka harus terbuka apalagi Rafael dia yang sering banyak cerita ke Karina apalagi setiap pulang kerja dia ceritakan ke Karina. menurut Rafael itu sangat senang setelah bercerita ke istrinya itu.


"baiklah kalau begitu, kau sangat menyayangi istri mu ini " kata Alex, sebelum cerita dia meminum teh yang sudah di sediakan tadi rasanya sangat senang Alex akan bercerita ke mereka.


Flashback on.


" Alex, anterin adek mu sekolah bunda ada pesanan kue " teriak bunda Adelia yang ada di dapur, waktu itu Karina masih duduk di bangku SD kelas empat sedangkan Alex dia baru lulus SMP dan dia belum masuk sekolah Kembali.


setelah mendengarkan teriakan bundanya Alex pun langsung bangun dari tidur nya dia lagi senang senangnya karena dia sudah lulus dan akan masuk lagi bulan depan. dia engga mandi hanya cuci muka dan sikat gigi.


" pagi ayah, bunda " kata Alex, yang sudah ada di meja makan.


" pagi nak, sarapan dulu habis itu anterin adik mu ya " kata bunda, menyiapkan sarapan untuk Alex.


" kenapa engga sama ayah aja Bun " kata Alex.


" ayah ada tugas jadi engga boleh telat datangnya " kata ayah zafran, Alex hanya mengangguk dia tahu kalau ayahnya ini seorang polisi jadi harus taat peraturan dan juga harus siap kalau ada panggilan.


Alex sebenarnya bukan anak dari ayah zafran dan bunda Adelia. waktu itu mereka melihat Alex di pinggir jalan sambil menangis bunda Adelia yang kasian melihat Alex di pinggir jalan dia langsung mengahampri nya dan membawa Alex pulang ke rumah.


sesampainya di rumah Karina melihat bunda dan ayahnya membawa anak lelaki dan Karina melihat matanya itu bengkak.


" bunda ini siapa " kata Karina, melihat bundanya duduk di sana.


" sebentar ya nak, bunda ambilkan teh buat dia dulu " kata bunda Adelia, berjalan ke arah dapur dan di sana hanya ada Karina, ayah dan anak lelaki itu sedari tadi anak itu hanya menunduk saja.

__ADS_1


" ini nak, minum dulu di luar sangat dingin kau pasti ke dingin nan " kata bunda Adelia, dan anak itu pun langsung meminumnya jujur aja dia saat ini sangat lapar dan juga haus.


" boleh tahu namamu siapa?" kata ayah zafran, dia akan menyelidiki kasus ini ke kantor nya tetapi dia harus tahu dulu siapa anak lelaki ini.


" nama ku Alex paman " kata Alex, yang masih menunduk dia takut apalagi ayah zafran memakai baju polisi dan itu membuat Alex nambah ke takutan.


" nama mu hanya Alex saja " kata ayah zafran.


" iya, aku engga ada nama panjangnya " kata Alex, ayah zafran pun mengangguk dia berpamitan ke istri dan anak perempuan nya itu.


" ayah engga jadi makan malam bersama " kata Karina, dia sedih karena ayahnya engga ikut makan malam bersama.


" ayah masih ada urusan, nanti ayah bawa cemilan deh buat Karina oke " kata ayah zafran, sambil mengelus pipi Karina. Karina yang mendengar cemilan pun langsung berbinar dia langsung mengangguk.


setelah kepergian ayah zafran bunda Adelia menyuruh Alex untuk membersihkan badannya terlebih dahulu di bawah ada satu kamar yang kosong jadi dia langsung menetapkan Alex ke sana dan beruntung nya baju ayah zafran ada yang kecil jadi Alex bisa memakai nya itu sementara.


" bunda, dia siapa?" kata Karina, setelah melihat bundanya ke luar dari kamar Alex.


" bunda tadi ketemu dia di jalan, kasian sekali duduk di pinggiran dan dia mengigil makannya bunda bawa " kata bunda Adelia, mengelus pipi Karina.


Karina hanya mengangguk saja, dia langsung menuju ke meja makannya dulu sedangkan bunda Adelia dia memanggil Alex untuk makan malam bersama.


" Hay, nama ku Karina namamu siapa?" kata Karina, pas Alex sudah duduk di samping Karina.


" nama ku Alex " kata Alex, yang masih menunduk saja. Karina yang melihat Alex hanya menunduk hanya diam.


" apa masih lapar?" kata bunda Adelia, setelah Alex makan. Alex belum sadar tetapi pas dia melihat lauk pauk nya tinggal dikit membuat ia sangat malu.


" tidak usah malu nak, engga apa apa makan lah " kata bunda Adelia, yang melihat Alex malu karena makanannya setengah habis olehnya.


" ia benar kata bunda makan lagi saja pasti kamu lapar " kata Karina, dia juga kasian melihat Alex kelaparan.


sekarang mereka sedang ada ruang tamu, Alex di sana sedang membantu Karina mengerjakan pr nya. sekarang mereka tidak canggung lagi Alex sedari tadi membantu Karina dan menjelaskan tugas Karina.


" wahh kamu hebat sekali " kata Karina, yang sekarang dia masih di bangku kelas dua.


Alex hanya tersenyum saja, ini menurut dia sangat gampang karena dia juga pernah belajar ini juga. pas Alex sedang membantu Karina mengerjakan pr ayah zafran pun sudah pulang dari kantor nya dia sudah mendapatkan informasi soal Alex.


" yah, gimana apa sudah melihat informasi nya " kata bunda Adelia, yang melihat ayah zafran baru pulang.


" sudah, Alex ini dari keluarga ternama tetapi orang tuanya mengusir Alex karena Alex di tuduh mengambil barang kakak perempuan dan laki lakinya karena kakaknya tidak menyukai Alex yang sangat pintar " kata ayah zafran, dan di sana Alex mendengar kannya ada rasa sedih karena kakaknya tidak menyukai dia.


" astaga, kasian sekali " kata bunda Adelia, yang mendengar ceritanya dari ayah zafran.

__ADS_1


" yah gimana kalau kita adopsi saja Alex " kata bunda Adelia, dia kasian sama Alex kalau harus tinggal di panti asuhan.


" ayah terserah bunda saja, tetapi tanya dulu sama putri mu itu dari tadi diam wae " kata ayah zafran, yang melihat Karina hanya diam. sebenarnya dia engga ngerti yang di omongin ayah dan bundanya makannya dia diam.


" hahaha, anak bunda yang cantik ini lucu sekali. sayang boleh kan Alex bergabung di keluarga kita?" kata bunda Adelia, mengelus pipi Karina.


" ya Karina engga apa apa, jadi yang ngerjain pr Karina ada " kata Karina, langsung diam dia bingung harus manggil Alex atau kakak kan Karina engga tahu umur Alex berapa.


" panggil kakak Alex ya " kata ayah zafran, karena mereka beda delapan tahun dengan Kaila. harusnya sekarang Alex masuk SMP.


" baiklah sekarang aku manggil Kaka Alex ya " kata Karina, yang senang karena mempunyai kakak baru.


Alex hanya tersenyum, dia bersyukur masih ada orang baik untuk dia. dia sekarang membenci orang tua dan juga kakaknya.


" baiklah karena sudah malam sekarang kalian tidur oke " kata bunda Adelia, menyuruh Karina dan Alex menuju ke kamar nya.


selama Alex tinggal di bersama Karina dia selalu membuat bangga ayah dan bundanya, Alex ini pintar di bidang pendidikan dan juga olahraga. dia juga selali mendapatkan piala di kejuaraan yang ada di adakan di sekolah.


" Abang, ayo nanti Karina telat " kata karina, dia sudah selesai sarapannya tetapi Alex belum selesai. dia sekarang manggil Alex bukan kakak tapi Abang.


" oke,oke ini Abang udah selesai " kata Alex, dia langsung mengambil kunci motor nya.


sekolah Karina tidak jauh dari rumah, dan setiap Alex mengantar nya dia selalu lewat perkampungan kalau lewat jalan dia tidak di izinkan oleh ayahnya karena Alex belum punya SIM. setiap dia sekolah juga dia tidak pernah bawa motor dia suka naik angkot ataupun di antar sama ayahnya.


" sudah sampai " kata Alex, beberapa menit kemudian Karina sudah sampai di sekolahan nya.


" makasih Abang, nanti jemput lagi ya " kata Karina, sebelum masuk ia Salim terlebih dahulu ke Alex.


" oke, sana masuk belajar yang rajin " kata Alex, Karina mengangguk dan melambaikan tangannya ke Alex.


setelah itu Alex langsung pulang ke rumahnya, waktu libur dua tidak boleh di sia siakan ya kalau dia libur dia selalu bantu bundanya bikin kue apalagi bundanya selalu banyak pesanan dan di situlah Alex selalu membantu.


" aku pulang " kata Alex, berjalan ke dapur karena ia mencium aroma adonan kue dan itu pasti bundanya.


" ehh Abang, mumpung Abang udah pulang tolongin bunda ya " kata bunda Adelia, melihat Alex yang ada di sampingnya.


" baik bun, Abang cuci tangan dulu " kata Alex, dia berjalan ke wastafel untuk mencuci tangannya terlebih dahulu.


Alex tidak pernah minta apa apa ke orang tua angkatnya, dia juga diam diam bekerja ya karena Alex pintar menggambar jadi Alex keterampilan nya Alex jadikan untuk bekerja. uang nya itu suka Alex tabung ia tidak mau merepotkan bunda dan ayahnya Alex kembali sekolah jadi sudah sangat bersyukur.


" oke, ini sudah selesai Abang bisa kan ngantar ke warung biasa " kata bunda Adelia.


" baik Bun " kata Alex, dia langsung mengambil kue nya dan langsung menaruh di warung warung dekat sini.

__ADS_1


" hati hati ya nak, nanti uang yang kemarin kamu minta ya " kata bunda Adelia.


" oke Bun, Abang berangkat dulu ya " kata Alex, setelah itu ia langsung berangkat ke warung pertama untuk menaruh kue bundanya ini.


__ADS_2