
Sudah seminggu Karina di rumah sakit, sekarang ia pulang ke rumah dengan ketiga bayinya dan di rumah orang tua mereka akan menyambut kedatangan merekah dan bayinya. sebelum pulang ketiga bayi nya ini di periksa kembali oleh dokter sedangkan Karina dan Rafael sekarang sedang menunggu.
" tuan dan nyonya bisa membawa bayinya pulang, mereka sehat sehat saja " kata dokter, Karina dan Rafael mengangguk dan membawa ketiga bayi itu pulang.
sekretaris Tara membantu membawa ketiga bayi itu untuk pulang ke rumah, Karina sudah tidak sabar membawa bayinya pulang ke rumah apalagi rumah akan terasa ramai dengan ketiga bayi yang tampan ini. hanya beberapa menit dari rumah sakit ke rumah, sekarang mereka sudah sampai di rumah dan di sana kedua orang tua mereka menyambut mereka dengan senang. orang tua mereka hanya sebentar bertemu dengan bayi ini karena kemarin bayi ini masih di tangani oleh dokter jadi mereka hanya bisa lihat di balik kaca saja.
" astaga, mereka sangat lucu sekali " kata mamah Veena, menggendong bayi yang ada di gendongan sekretaris Tara.
" dia mirip banget dengan Rafael masih kecil " kata papah Farrel, yang melihat bayi di gendong oleh mamah.
sedangkan bunda dan ayah Karina dia sedang menggendong kedua bayi yang ada di gendongan Rafael dan Karina tadi, sekarang bayi itu sedang bersama Oma dan neneknya. jadi Karina bisa beristirahat sebentar terlebih dahulu. kalau tentang Kaila dia masih sekolah tetapi sebentar lagi dia akan pulang, kakeknya menjemput Kaila sekolah sedangkan opah nya harus kembali ke kantor karena ada meeting beberapa jam lagi jadi dia harus turun tangan untuk meeting ini.
" sayang, apa masih sakit?" kata Rafael, dia selalu saja menanyakan itu ke Karina. padahal Karina sudah mengatakan kalau ini sudah membaik dia juga sudah bisa duduk dengan perlahan.
" astaga sayang, aku sudah baik kok " kata Karina, dengan senyum nya.
Rafael hanya mendesah pelan, dia agak panik kalau istrinya itu masih sakit di area pas ia melahirkan, tetapi istrinya ini selalu mengatakan sudah membaik emang sih sudah membaik tapi Rafael boleh cemas kan dengan keadaan istrinya ini. apalagi istrinya baru melahirkan tiga bayi sekaligus gimana Rafael tidak panik soal ini.
" hallo bunda, apa bunda sudah baik?" kata Kaila, yang baru pulang dari sekolah dan dia masih memakai baju seragam nya.
" Hay sayang, bunda sudah baik kok. oh ya gimana sekolah nya " kata Karina, mengelus rambut Kaila yang sudah panjang.
" sama kaya kemarin Bun sangat menyenangkan. oh Bun, kan bunda sudah baik, bunda tetap masak ayam goreng buat Kaila kan?. buat Kaila bawa bekal " kata Kaila, dengan hati hati. dia takut bundanya marah karena kan bundanya baru pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
Karina dan Rafael hanya tertawa kecil dengar omongan Kaila. sebenarnya tadi Rafael melarang dulu untuk Karina masak tetapi karena putri cantiknya ini sudah lama tidak makan masakan bundanya jadi Rafael terserah Karina nya saja.
" tentu dong, tetapi engga Minggu ini ya. Minggu depan bunda akan masak ayam goreng banyak banyak buat Kaila, kalau sekarang bunda istirahat dulu ya " kaya Karina, dengan lembut. jujur kalau sekarang Karina lemas dan butuh istirahat tetapi kalau Minggu depan Karina sudah agak membaik kembali.
Kaila senang karena dia akan memakan masakan bundanya kembali, tidak apa apa kalau Minggu depan bundanya akan masak Kemabli Kaila juga mengerti bundanya juga butuh istirahat untuk sekarang.
" Yeay, makasih ya bunda. kalau gitu Kaila ke atas dulu mau ganti baju " kata Kaila, mencium pipi Karina dan pergi untuk ke kamar nya.
sedangkan Karina hanya tersenyum senang, anaknya ini sangat mengerti dengan keadaan dia sekarang. dia juga sudah lama tidak masak jadi Minggu depan dia akan masak untuk putri cantiknya itu.
makan malam pun sudah selesai, sekarang merekah ada di ruang tengah sedang melihat tiga bayi kecil yang lucu ini. apalagi orang tuan mereka yang sudah jadi nenek mereka sekarang sedang senang dengan bayi bayi kecil ini, apalagi Kaila dia juga sedang asik bermain dengan adiknya. adiknya ini sedang terbangun jadi mereka sedang bermain.
" omah, mereka sangat lucu sekali. boleh Kaila minta adik perempuan engga ya ke bunda " kata Kaila, sambil memainkan tangan mungil adiknya.
" astaga cucuk kakek ini, Kaila kalau mau minta adik ke bunda bukan ke kami. kami sudah tua " kata ayah Zhafran, sepertinya ayah dan suaminya ini kerja sama buat menjahili Karina. lihatlah Karina dia sudah kesel banget.
" ihh, ayah " kata Karina, dengan cemberut nya. sedangkan orang tua mereka hanya terkekeh melihat Karina seperti gitu.
" astaga istri ku ini gemas sekali " kata Rafael, membisikan ke Karina yang masih cemberut itu. sedangkan Kaila dia engga mengerti jadi dia tidak peduli dan fokus ke pada ketiga adiknya ini.
karena sudah larut malam, Kaila harus tidur besok dia akan sekolah Karina mengantarkan anaknya ke kamarnya sambil membantu memberskan perlengkapan sekolah untuk besok, dan tidak lupa untuk membaca buku cerita sebelum tidur. Kaila akhirnya tertidur pas Karina asik dengan membaca bukunya Karina menoleh ke arah Kaila yang sudah tertidur. dia tersenyum dan merapihkan selimut nya dengan benar bisa Kaila sangat nyaman tidurnya sebelum keluar dari kamar Kaila Karina mencium kening Kaila.
" selamat malam anak bunda yang cantik " kata Karina, mengelus rambut Kaila mematikan lampu dan keluar dari kamar Kaila.
__ADS_1
kamar Karina sekarang sudah di atas kembali dan anaknya pun juga ada di sana, Karina langsung ke kamarnya tadi di menitipkan ke Rafael sebentar selagi Karina sedang membantu Kaila. pas Karina masuk ke kamar anak dan suaminya sudah tertidur lelap Karina tersenyum dan berjalan ke arah tempat tidur nya, mereka bertiga selalu kebangun tengah malam dan ya mereka sebagai orang tua pasti harus siap siaga untuk bayinya ini apalagi Karina dia menyusui tiga bayi dan dia juga harus banyak makan yang bergizi untuk ketiga bayinya ini.
sekarang di siang hari rumah sangat sepi, yang tadinya Rafael akan libur panjang tetapi itu tidak jadi. dia harus ada di kantor untuk sekarang sedangkan orang tua mereka juga sibuk sama kerjaannya, Kaila pun sama sudah berangkat sekolah. tinggal Karina dan bayi kembar nya ini, dia baru selesai menyusui mereka bertiga sekarang mereka sedang tidur dengan pulas, untuk di siang hari mereka akan tidur di kamar bawah tepatnya kamar Karina dan Rafael dulu, biar Karina engga capek bolak balik ke atas ke bawah. sekarang dia sedang menyiapkan makan siang, Rafael tadi mengatakan akan pulang di jama makan siang dan sekalian menjemput Kaila pulang sekolah. ada rasa senang karena dia masak kembali buat suami dan anaknya.
" Kaila pulang " kata Kaila, teriak dan mencari keberadaan bundanya. sedangkan Rafael hanya senyum dia langsung ke kamarnya untuk ganti baju terlebih dahulu.
Kaila ke arah dapur dan benar bundanya sedang asik masak, sampai dia tidak tau kalau Kaila sudah pulang hampir ketiga bayinya engga bangun sama suara cempreng nya Kaila.
" bunda, sedang masak apa?" kata Kaila, menghampiri bundanya.
" ohh, sayang sudah pulang?. ko bunda engga dengar ya, ayah mana " kata Karina, menengok ke arah Kaila yang sedang melihat Karina masak.
" ayah ke atas engga tau ngapain " kata Kaila, tetapi matanya masih fokus dengan masakan bundanya.
" yasudah, sekarang Kaila ganti baju, cuci muka, cuci kaki, dan cuci tangan oke. masakannya sebentar lagi selesai " kata Karina dengan senyum. sedangkan Kaila mengangguk dan langsung pergi ke kamarnya.
pas Kaila ingin ke kamar ayah nya baru turun dari kamar. Rafael menghampiri bayinya terlebih dahulu yang sedang sedang tidur di kamar bawah, di sana Rafael bisa melihat kalau bayinya sedang tidur dengan pulas dia mengelus pipi mereka dan menciumnya. setelah selesai puas liat mereka Rafael menghampiri istrinya yang sedang memasak itu. dia memeluk Karina dari belakang, dan itu membuat Karina kaget kenapa suaminya ini selalu bikin kaget dia.
" Ihh, kamu bikin aku kaget aja " kata Karina, yang tau siapa yang memeluknya dari belakang. sedangkan Rafael dia hanya tersenyum dan mencium pipi Karina. dia kangen dengan istrinya ini sekarang Karina maupun Rafael sibuk ngurus anak anak jarang sekali mereka berdua seperti gini.
Rafael melepaskan pelukannya, dan membantu Karina untuk menyiapkan makan siang nya. dia juga sudah lapar tadi di kantor di tawar makan siang sama sekretaris nya tetapi dia menolak dia ingin makan siang bersama istrinya dan anaknya. Kaila juga sudah turun dari kamarnya dan duduk manis menunggu bundanya selesai masak. setelah selesai mereka makan siang bersama Kaila sangat senang apalagi ini masakan bundanya dia sudah kangen sekali dengan masakan bundanya ini. setelah makan Kaila ke atas untuk istirahat sedang mereka berdua duduk ruang tengah mumpung bayinya masih tertidur lelap jadi mereka bisa beristirahat di sini, agar kalau bayinya bangun bisa langsung ke kamar.
di sore hari satu persatu orang rumah pada pulang, apalagi nenek dan omahnya baru pulang langsung mendi dan selesai mereka langsung ke bawah untuk melihat cucunya yang sedang bermain itu. mereka sangat senang apalagi setiap pulang kerja pasti di sambut sama cucu cantiknya dan cucu tampan nya. Rafael juga senang rumahnya jadi ramai seperti gini jadi dia engga cemas dengan keadaan istri dan anaknya. apalagi Sheila masih berkiaran di sana. info dari seseorang yang Rafael percayai Sheila akan kembali dari Belanda di sana dia ada pekerjaan dan juga sekalian mencari keberadaan Rafael, sebelum ke Belanda dia juga ke Australia terlebih dahulu.
__ADS_1
dan itu kenapa Rafael tadi ke kantor, dia dapat info dari orang kepercayaan nya tentang Sheila. dia engga berbicara ini ke Karina dia engga mau Karina panik atau cemas kalau Sheila sudah akan balik ke Indonesia, jadi dia memperketat pengawasan Kaila dan di rumah sini juga Rafael kasih cctv dan bodyguard, soal cctv hanya dia yang tau sedang orang rumah engga tau soal ini, biar dia menyelesaikan masalah ini. toh, ini masalah dia dengan mantan istrinya yang ingin mengambil Kaila jadi dia akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan dia ingin hidup bebas dengan istri dan anaknya.