
Karina hanya mengerutkan keningnya, dan itu membuat Rafael tau kalau Karina ingin menjelaskan dengan detail.
" jadi seperti begini aku sebenarnya emang sudah lama pengen pergi dari sini, karena di sini tidak aman untuk Kaila. sebenarnya aku juga bisa memanggil orang untuk melindungi Kaila, tetapi itu tidak bakal berhasil yang ada nanti bakal perang, aku tidak mau itu terjadi apalagi orang yang aku panggil mati oleh musuhku sendiri, sebenarnya itu resikonya makannya itu aku mau menenangkan diri mau jauh dari sini. tetapi aku belum mempunyai pasangan aku mau pergi dari sini mempunyai keluarga utuh dan juga mencari nafkah dulu. selesai semua aku dapatkan baru aku ingin pergi dari sini. bukan aku takut dengan ancaman yang selalu datang, aku hanya ingin tenang apalagi aku mempunyai anak kecil seperti Kaila yang tidak tau apa apa " kata Rafael
" baik kalau niat mu ingin menikahi ku, aku siap. dan aku juga ingin membantu mu untuk sembuh. aku mempercayai mu kalau kau bakal melindungi kami " kata Karina, dengan tersenyum
Rafael diam mematung, kalau Karina menerimanya untuk menikahi. Rafael bener bener berterima kasih kepada Karina kalau dia ingin membantu sakit nya Rafael ini. dan Rafael juga berjanji bakal melindungi dua wanita yang ia sayangi. di situ juga Rafael langsung memeluk Karina dan mencium rambut Karina dia bener bener sedang senang hatinya ini.
" terima kasih Karina, terimakasih aku engga tau mau ngomong apa selain terimakasih " kata Rafael, yang masih memeluk Karina
kejadian itu di liat oleh Kaila, dia yang baru bangun dan melihat Karina tidak ada di sampingnya langsung bangun untuk melihat keberadaan Karina. pas Kaila keluar, Kaila tidak sengaja melihat ayahnya yang sedang memeluk Karina di bawah. Kaila langsung turun ke bawah ingin tau ada apa ayahnya dengan Karina
" ayah,ka Karina kalian sedang apa " kata Kaila, yang ada di depannya. membuat Rafael dan Karina kaget dan langsung melepas pelukannya
" oh anak ayah sudah bangun hmmm " kata Rafael, sambil membawa Kaila di pangkuan nya
Rafael mukanya begitu tenang dengan kejadian tadi, beda dengan Karina yang kaget dan malu tiba tiba Kaila ada di depannya, dan melihat mereka sedang berpelukan. Rafael melihat ke arah Karina yang diam saja dengan pipi yang merah itu membuat Rafael gemas dia tau pasti wanita ini sedang malu dengan Kaila.
" ayah ko engga jawab pertanyaan ku tadi " kata Kaila, yang cemberut kalau ayahnya tidak menjawab pertanyaan tadi. membuat Rafael tersenyum dan pura pura tidak tahu
" emang kaila tadi nanya apa " kata Rafael, yang meledek Kaila
" itu ayah, sama ka Karina kenapa pelukan " kata Kaila
" kaila pernah ngomong kan kalau Kaila ingin punya bunda ( dan itu langsung dapat anggukkan dari Kaila ). nah sebelah Kaila itu bakal jadi bunda Kaila " kata Rafael, dengan senyumannya
" wahh, serius ka Karina bakal jadi bunda Kaila. kaila baka punya bunda ayah " kata Kaila, yang sangat senang. dan mendapatkan anggukan kepala dari Rafael
kaila pun langsung pergi ke arah Karina, dia memeluk Kaila dengan menangis. ini bukan menangis sedih tapi menangis senang. sudah beberapa tahun Kaila ingin mempunyai bunda akhirnya ia mendapatnya, apalagi bundanya itu ka Karina. kaila senang banget
" kaila senang ya " kata Rafael, mengelus rambut Kaila
" iya ayah, Kaila senang banget. akhirnya Kaila punya bunda " kata Kaila, dengan nangis tersenyum
" tapi apakah Kaila boleh memanggilnya bunda sekarang?" sambung Kaila, yang melihat kalau Karina hanya diam saja
" iya boleh ko, Kaila boleh memanggil Kaka sebutkan bunda mulai hari ini " kata Karina, mengelus pipi Kaila yang basah dan tersenyum
" bunda, Kaila senang banget " kata Kaila, yang pertama kali memanggil bunda ke Karina
Rafael dan Karina tersenyum melihat Kaila yang senang kalau dia bisa memanggil bunda yang ia inginkan selama ini. Rafael juga senang melihat anaknya yang bisa memanggil bunda untuk pertama kalinya ini.
tanpa basa basi Rafael langsung memeluk mereka berdua, dua wanita yang ia sayangi, Rafael juga mencium pipi Kaila dan Karina secara bergantian ini yang dia inginkan menciumi istrinya, dia ingin sekali melakukan ini. Rafael berdoa mudah mudahan mereka dapat restu dan hidup bahagia.
" oh ya, karena aku selesai proyek 3 hari lagi. jadi gimana Minggu depan kita berkumpul di sini bersama orang tua kita " kata Rafael
" apa itu tidak kecepatan " kata Karina. dan Rafael hanya menggeleng kan kepala nya kalau itu sudah tepat
__ADS_1
" baiklah aku bakal bawah bunda dan ayah ke sini " kata Karina
selagi mereka mengobrol bareng, bibi datang ke mereka. bibi mengatakan kalau dia harus pulang ke rumah nya karena suaminya itu sedang jatuh sakit, Rafael mengizinkan bibi untuk pulang kerumahnya. dan bibi pun langsung bergegas untuk pulang ke rumah nya
" terus kalau bibi pulang, siapa yang masak " kata Rafael
" emang kamu tidak bisa masak " kata Karina, sebenarnya dia bisa masak tapi dia ingin tahu saja apa Rafael bisa masak atau tidak
" aku bisa masak, setiap pagi bekal Kaila aku yang masak " kata Rafael, dengan sombongnya
" tapi Bun, ayah itu masakannya kalau dia lagi pengen engga setiap hari. kalau lagi engga mau pasti bibi yang masak " kata Kaila, yang membongkar rahasia Rafael
" oh ya, terus Kaila selalu dibawain bekal apa sama ayah " kata Karina, yang memancing Kaila untuk menggoda Rafael
" ayah sering bawain ku roti bakar, kadang-kadang suka nasi goreng tetapi rasanya hambar dikit " kata Kaila, sambil bisik bisik ke Karina. tetapi Rafael mendengar itu semua
Rafael engga habis pikir kalau di dikerjakan sama mereka, dan Kaila membuka rahasia ayahnya selama ini. Rafael hanya senyum biasa seperti tidak terjadi apa apa, sebenarnya Rafael juga malu
" wahh serius, kalau sekarang Kaila ingin di masakin apa " kata Karina, menyelipkan rambut Kaila di belakang kupingnya
" emang bunda mau masak? ( Karina mengangguk ). hmmm, Kaila ingin ayam goreng " kata Kaila
" sudah itu saja " kata Karina
" sama pake sayur sup " kata Kaila
" tunggu, kamu engga nanya aku. mau makan apa juga " kata Rafael yang menyuruh Karina duduk lagi
" yasudah kamu mau makan apa? " kata Karina, yang melihat Rafael
" hmmm apa ya, apa saja deh " kata Rafael, dengan jahil nya
" astaga, aku pikir kamu juga mau di masakin. tapi kamu punya alergi apa gitu " kata Karina
" aku mempunyai alergi bawang putih sama udang saja " kata Rafael, Karina mengangguk
Karina langsung ke dapur untuk masak yang Kaila ingin tadi, ada rasa senang di hari Karina apalagi Kaila sudah memanggil dia dengan sebutan bunda. Karina berdoa semoga keluarga baru Karina ini selalu di lindungi dan tidak ada masalah besar yang membuat kita semua pisah. Karina tersenyum sendiri omongan bunda engga pernah bohong yang dulu menyuruh Karina mencari jodoh tetapi di acuhkan oleh Karina sekarang liat lah dia sudah mendapatkan nya apalagi dia juga mendapatkan anak. yang dulu tidak suka anak anak lihatlah sekarang dia sudah bakal punya anak. selesai masak Karina memanggil Kaila dan Rafael yang sedang bermain bareng
" wahh, masakan bunda emang enak. dan ini ke dua kalinya aku makan masakan bunda " kata Kaila, dengan tersenyum
" oh ya, kamu sudah dua kali makan masakan bunda " kata Rafael
" hmmm, pas Kaila engga pulang dan nginap di rumah bunda itu " kata Kaila, sambil menatap ayahnya dengan sombong
" wahh Kaila licik, jadi ayah ini pertama kali memakan masakan bunda " kata Rafael, dan dapat anggukkan kepala dari Kaila dengan tawa mengejek
astaga kenapa mau makan aja pada saling mengejek gini, Karina bingung dengan anak dan ayah ini. ini tinggal di makan doang tetapi mereka sedang mengejek satu sama lain, Karina engga bisa diam ini harus di diemin. ini Karina belum menikah loh tetapi sudah tau gambaran kalau di sudah menikah dengan Rafael
__ADS_1
" kalian mau makan atau berdebat, kalau engga mau yasudah aku saja yang makan. kalian berdebat lah Samapi ada salah satu orang yang memang " kata Karina, dengan santai sambil memakan makannya
" maff Bun " kata Kaila dan Rafael,yang menunduk dan langsung makan yang sudah mereka ambil tadi
Karina tersenyum senang, hanya berbicara seperti gitu saja mereka langsung cuit. ini sangat lucu menurut Karina apalagi melihat Rafael tadi, pertama kali melihat dia seperti sedang di marahi oleh istrinya. selesai makan Karina langsung membereskan piring piring yang kotor tadi.
" kalian tidak tidur ini sudah malam " kata Karina, yang baru dari dapur. dan melihat mereka masih main balok kayu di ruang tengah
" sebentar lagi Bun, Kaila bakal tidur " kata Kaila, dia tidak ingin kalah oleh ayahnya kali ini
Karina hanya pasrah dengan mereka, dia duduk di sofa sambil melihat mereka yang sedang serius mainnya. dan akhirnya Kaila kalah lagi dari ayahnya, dia cemberut kenapa dia selalu kalah dengan ayahnya ini. tetapi Kaila tadi mau kalah lagi dia minta untuk main lagi, dan ayahnya pun setuju
" tidak, sudah ayo tidur ini sudah malam. besok bisa main lagi kan, masih banyak waktu untuk bermain " kata Karina, yang melihat anak dan ayah ini masih ingin bermain lagi
" Tapin Bun, sekali lagi boleh " kata Kaila, dengan muka gemasnya. biar bundanya ini mengizinkan kembali untuk bermain
" tidak, ayo Kaila kita tidur. besok bisa masih main lagi " kata Karina, dan Kaila hanya pasrah saja dengan omongan bundanya itu
" dan kau juga tidurlah. kau juga butuh Istirahat " sambung Karina, yang melihat Rafael
" tidur berdua ya " kata Rafael
" tidak, kita belum menikah. mau tidurlah sendiri " kata Karina, yang beranjak ke atas untuk tidur dengan Kaila
Rafael langsung ke atas juga untuk tidur tetapi bukan ke kamarnya melainkan ke kamar Kaila untuk tidur bersama, Karina kaget kalau Rafael masuk ke kamar dengan muka santai.
" kau kenapa di sini " kata Karina, yang melihat Rafael membaringkan tubuhnya di atas kasur Kaila
" kan kamu menyuruhku tidur, nah ini aku mau tidur " kata Rafael, dengan santai
" maksud nya tidur di kamar mu, bukan di sini " kata Karina
" aku ingin tidur bareng kalian " kata Rafael
" Kaila juga ingin tidur bareng kalian berdua, boleh kan Bun " kata Kaila, yang membuat Rafael senang
" tapi ayah kasur Kaila tidak cukup untuk bertiga " sambung Kaila
" yasudah tidur di kamar ayah saja " kata Rafael, langsung pergi ke kamar nya
" ayo Bun " kata Kaila, mengajak Karina tidur di kamar Rafael
sesampainya di kamar Rafael, Karina takjub kamar gede banget ini seperti bukan kamar. tetapi seperti kosan Karina yang bener bener segini ukurannya.
" ayo sini Bun, kok bengong " kata Kaila, yang menyadari Karina
Karina pun mengikuti langkah Kaila, dia tidur di samping kanan Kaila dan Rafael tidur di samping kiri Kaila. tetapi Kaila memeluk Karina dan Rafael memeluk mereka berdua. hanya dengan elusan di rambut Kaila, dia sudah tertidur pulas. Rafael merapikan tidur Kaila biar dia tidak memeluk Karina, selesai itu Rafael berpindah tempat tidurnya di samping Karina. Karina kaget kenapa Rafael pindah tempat tidurnya, Rafael hanya diam dan membawa Karina menghadapnya dan memeluk Karina sambil mencari kenyamanan dan mencium rambut Karina. mereka semua langsung tertidur dengan pulas
__ADS_1