MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 25


__ADS_3

Setelah bercerita panjang lebar, Rafael langsung menggendong Karina untuk ke kamarnya. di kamar Rafael langsung membaringkan Karina di tempat tidurnya.


" kamu tinggal doakan saja, mudah mudahan misi yang aku jalankan berjalan lancar. jangan sedih lagi, kita masih bisa bertemu orang tua kita lagi. lagian sekarang kan sudah canggih tinggal video call saja bisa kan sementara " kata Rafael, yang memeluk Karina


" iya aku selalu mendoakan kalau kita selalu sehat, dan misi kamu berhasil dan bisa balik lagi ke sini " kata Karina, yang mengeratkan pelukannya


mereka berdua langsung tertidur pulas. di pagi hari Karina sudah bangun duluan, dan dia langsung membangunkan Rafael yang masih tertidur


" Raf, ayo bangun. kamu kan kerja pagi " kata Karina


Rafael langsung bangun dari tempat tidur nya, dan langsung pergi menuju kamar mandi. sedangkan Karina menyiapkan baju kantor Rafael dan menaruh di gantungan kayu yang ada di samping meja rias. Karina langsung ke luar untuk melihat Kaila. pas Karina mau ke luar ternyata kaila juga ke luar, tetapi yang buat Karina sedih Kaila memakai baju sekolahnya. Karina tidak berani ngomong nya kalau Kaila sudah berhenti dari sekolah nya


" pagi bunda, lihat Kaila sudah siap. pasti ayah belum siap ya " kata Kaila, yang senang ingin bersekolah, karena sudah dua Minggu dia tidak sekolah


Karina hanya tersenyum melihat Kaila yang senang untuk berangkat sekolah. Karina menyuruh Kaila tunggu di meja makan saja, dan kaila menuruti perintah bunda nya.


di kamar Karina duduk di sofa yang di depan kasus mereka. dia menunggu Rafael selesai mandi. Karina tidak tega kalau di yang bicara ke kaila, biar Rafael saja yang bicara ke kaila. selesai mandi Rafael melihat Karina lagi diam di sofa, Rafael diamkan terlebih dahulu. dia memakai baju terlebih dahulu baru dia bakal bicara dengan Karina. selesai semua Rafael menghampiri Karina yang masih diam, dia duduk di samping Karina


" sayang kenapa diam, Kaila belum bangun " kata Rafael


" Raf, tadi kan aku pas ke luar dari kamar. aku melihat Kaila sudah memakai baju sekolahnya. aku tidak tega ngomongnya, jadi aku nunggu kamu di sini biar kamu yang ngomong dengan Kaila " kata Karina


" Ohh soal itu toh. yasudah ayo kita ke bawah, biar aku yang ceritakan " kata Rafael, mengajak Karina ke bawah


di bawah Kaila emang sudah menunggu ayah dan bundanya, Rafael melihat Kaila yang senang ingin bersekolah. tetapi dia harus bercerita ke kaila kalau dia sudah tidak sekolah lagi di sana.


" wahh anak ayah semangat banget " kata Rafael, duduk di samping Kaila


" Hmmm, Kaila senang banget. apalagi Kaila sudah lama tidak bersekolah" kata Kaila, yang senyum


" kaila ayah ingin mengatakan sesuatu. tetapi Kaila jangan memotong pembicaraan ayah. mengerti!!" kata Rafael, dan Kaila menganggukkan kepalanya


" gini sayang, ayah sudah memberhentikan sekolah Kaila. jadi Kaila tidak sekolah di sana lagi. tetapi Kaila bakal sekolah di tempat baru, bukan di sini tapi itu jauh. kita harus naik pesawat terlebih dahulu, nanti Kaila bakal sekolah lagi di sana " kata Rafael, dengan hati hati bicara dengan Kaila


" hah naik pesawat. terus Kaila sama siapa nanti di sana?. kenapa jauh banget ya, emang di sini ada apa?" kata Kaila


" Kaila tidak sendiri ko kita bakal pindah. ayah, bunda, sama Kaila, kita bakal pindah dari sini. jadi Kaila tidak bakal sekolah lagi di sini " kata Rafael, mengelus rambut Kaila


" kapan kita pindahnya?. oh ya, Oma,opa,nenek, dan kakek juga ikut kita tidak?" Kata Kaila


Rafael menggeleng kan kepala. " hanya kita saja, jadi Kaila sabar ya. ayah pastikan Kaila menyukai sekolah baru Kaila " kata Rafael, dengan senyumannya

__ADS_1


" oke lah, Kaila mengerti. kaila juga tidak sabar dengan sekolah baru Kaila " kata Kaila


membuat Rafael dan Kaila tersenyum lega. anaknya ini mengerti apa yang ayahnya bicara kan tadi. dan mereka lanjut dengan sarapan kembali.


selesai sarapan Karina mengantarkan Rafael ke depan.


" aku berangkat dulu ya, kalau mau berangkat ke rumah bunda hubungin aku oke " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas


Karina hanya mengangguk, Rafael langsung berangkat ke kantor nya. Karina langsung masuk lagi ke dalam dia bakal menyiapkan baju untuk menginap di rumah bunda dan mamah. sebelum ke kamarnya dia bakal ke kamar Kaila terlebih dahulu, melihat Kaila yang sedang mengganti baju seragam sekolah Karina langsung membantunya


" oh ya sayang, kita bakal nginap di rumah nenek terus nanti langsung ke rumah Oma " kata Karina, yang membantu Kaila


" wahh, Kaila juga belum pernah ke rumah nenek. tapi Bun ko langsung ke rumah Oma abis ke rumah nenek " kata Kaila


" kita bakal pamitan dulu ke mereka sebelum kita berangkat. makannya itu biar cepat langsung aja ke ruang Oma " kata Karina


Kaila mengangguk dengan perkataan bundanya, dia naik ke atas kasurnya sambil mengambil tablet nya. sedangkan Karina sedang membereskan baju yang akan di bawa. selesai merapihkan baju Kaila Karina langsung ke kamarnya.


" bunda ke kamar dulu ya, mau beres beres juga. kalau Kaila mau ke bunda. bunda ada di kamar ya " kata Karina


Kaila mengangguk kepala nya. Karina langsung ke kamarnya untuk membereskan bajunya dan baju Rafael.


jam 12 siang hari ini, Karina dan Kaila langsung berangkat ke rumah bunda di antar oleh sopir pribadi Rafael. di perjalan Kaila sudah tidak sabar untuk ke temu nenek dan kakek, apalagi Kaila pertama kali ke rumah karina. perjalan ke rumah bunda dan ayah sekitar setengah jam.


" ohh cucu ku akhirnya datang " kata bunda, mencium pipi Kaila


" apa kabar nenek " kata Kaila


" baik sayang, gimana kabar Kaila " kata bunda


" kaila baik, kan ada bunda Karina yang selalu ada buat Kaila. oh ya, di mana kakek " kata Kaila, dengan senyumannya


" syukurlah lah kalau baik. Kakek masih kerja, hmmm sebentar lagi juga akan pulang " kata bunda


" Bunda sudah masak?" kata Karina, menghampiri mereka


sampai di rumah tadi Karina langsung ke kamarnya. dia sudah kangen tidak mengunjungi rumah bundanya, apalagi dengan kamarnya ini. di kamar Karina langsung menjatuhkan badannya ke kasur, wangi kamar ini engga pernah berubah membuat Karina tenang.


" apa kabar kamar, aku kangen banget sama kalian di sini " kata Karina, sambil melihat lihat isi kamarnya ya tidak berubah sama sekali


Karina beranjak dari tidurnya, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. karena hari sudah mulai sore jadi lebih baik dia terlebih dahulu membersihkan badan nya. selesai semua, Karina langsung ke bawah menghampiri Kaila, dan bundanya yang asik sedang mengobrol bareng.

__ADS_1


" belum, tapi bunda sudah menyiapkan bahan bahannya. tinggal di masak saja. oh ya, Rafael bakal ke sini atau tidak?" kata bunda


" dia bakal ke sini, tapi untuk makan malam dia tidak bakal ikut masih banyak kerjaan katanya " kata Karina


" ayo Kaila, kamu mandi dulu baru ngobrol lagi dengan nenek oke " kata Karina, mengajak Kaila ke kamarnya


" permisi pak, saya mendapat kan info kalau Noona Sheila sedang memintai rumah bapak " kata Tara


" dari kapan dia di sana " kata Rafael, dengan muka datar nya


" sudah dua hari mereka selalu memintai di sana " kata Tara


" oke, terimakasih infonya. dan kau bereskan barang barang di rumah dan bawa ke Australia. jangan sampe mereka tau gerak gerik kalian. mengerti!!" kata Rafael, dengan tegasnya


ya, Sheila sudah mengetahui bahwa Kaila sudah berhenti dari sekolah nya. dan itu Sheila tidak diam saja, dia menyuruh bawahannya mencari informasi rumah Rafael. selama tiga hari akhirnya informasi rumah Rafael sudah di dapatkan, tidak segan segan Sheila langsung turun tangan untuk memintai rumah Rafael.


itu membuat Rafael geram. ternyata Sheila tidak ada habisnya untuk mengambil Kaila darinya. dia bakal percepat untuk pergi dari sini. pas Rafael sedang tidak sibuk dia menghubungi Karina, apa dia sudah sampai atau masih di jalan. handphone pintar nya itu mengetik nomor Karina.


" hallo, sayang kamu sudah sampe di rumah bunda " kata Rafael


" iya, aku sudah sampe. ini lagi masak buat makan malam " kata Karina


" syukurlah, maff aku tidak bisa ikut makan malam bersama " kata Rafael


" iya gapapa, tapi jangan lupa makan ya. suruh sekretaris mu beli makanan untuk mu " kata Karina


" iya sayang " kata Rafael, dengan senyum di sebrang sana


" tapi kamu bakal pulang ke sini kan " kata Karina


" soal itu aku belum tau, maff ya. aku bakal menghubungi mu lagi, kalau aku mau ke sana " kata Rafael


" sesibuk itu kah, tapi yasudah lah. kalau pulang ke sini kabarin aku " kata Karina, dengan cemberut nya


" iya sayang ku, yasudah kamu masak lagi saja. aku tutup ya. aku mencintaimu " kata Rafael, dan di balas oleh Karina


Rafael langsung bergegas pulang ke rumah dia ingin melihat keadaan rumahnya itu yang sedang di pantau oleh bawahan Sheila. dia juga sudah menyuruh bawahannya untuk membereskan barang-barang nya, tanpa di ketahui bawahan Sheila.


sampai di rumah. Rafael langsung masuk dan menuju ke ruang cctv-nya, dia ingin melihat apa saja yang di lakukan oleh Sheila dan bawahannya. dan itu benar Rafael dengan teliti gerak gerik bawahan Sheila itu. di sana Rafael melihat kalau bawahan Sheila menaruh kamera mengintai.


" ternyata kau bodoh sekali Sheila " kata Rafael, dengan senyum datarnya

__ADS_1


dia langsung ke bawah mencari kamera yang di tinggalkan oleh anak buahnya itu. ternyata ada enam kamera yang stand by di sana, dan langsung Rafael ambil kamera dan melihat isi dari kamera itu di ruangannya dengan di temani Tara sekretaris dan ke percayaan Rafael


__ADS_2